Till The End Of Time [ Inuyasha Fanfiction ]

Till The End Of Time [ Inuyasha Fanfiction ]
Chapter 52


__ADS_3

"Koga-sama, selamat datang! Anda akan ikut perang kali ini?" tawa seorang youkai beruang melihat youkai serigala di depannya.


Koga, youkai serigala dengan mata biru dan rambut hitam yang diikat ekor kuda tersebut tertawa membalas pertanyaan youkai di depannya. "Iya, aku akan ikut, makanya, ini." melirik ke belakang, dia menarik tali yang ada ditangannya.


Youkai beruang itu melihat ke arah tali yang ditarik Koga, senyum puas menghiasi wajahnya. Tiga orang manusia, seorang hanyou dan seorang youkai yang terikat kedua tangannya berjalan berjejer mengikuti Koga. Wajah mereka tertunduk ke bawah. Tidak ada yang bisa melihat jelas rupa mereka karena jubah dengan kerudung hitam menutup seluruh kepala serta badan.


"Ini hadiah dariku untuk Akihiko-sama," senyum Koga. "Beliau pasti akan menyukainya. Mereka adalah manusia, hanyou dan youkai dari barat. Darah mereka bisa menjadi pembuka perang kita."


Youkai beruang itu tertawa keras mendengar jawaban Koga. Tidak bertanya banyak lagi, dia mempersilakan mereka masuk ke dalam hutan samping istana tanah selatan.


Berjalan masuk, setelah aman dari pandangan semua youkai, Koga membuka salah satu tali yang mengikat kedua tangan manusia itu. "Sudah aman Kagome." senyumnya sambil membuka kerudung hitam miko masa depan tersebut.


"Terima kasih, Koga." balas Kagome sambil tersenyum.


"Menyingkir dari istriku, berengsek!!" teriak Inuyasha yang ada disamping Kagome. Dengan kekuatan sediri, dia menarik putus tali yang mengikat kedua tangannya. Kukunya yang tajam segera terarah pada youkai serigala itu; menyerang.


Koga meloncat ke belakang, namun Inuyasha tidak peduli. Membuka jubah hitam yang dikenakannya, dia mengejar.


"Haiss," Kagome menghela napas melihat Inuyasha dan Koga. Membalikkan badan, dia membuka tali yang mengikat Miroku, Sango dan Kenji. "Kenapa mereka tidak pernah berubah ya?"


Miroku dan Sango tidak mengatakan apa-apa, mereka hanya tertawa prihatin. Namun, Kenji justru tertawa gembira. "Setidaknya perjalanan kita menjadi lebih cepat."


Kagome, Miroku dan Sango tersenyum mendengar ucapan Kenji. Mau tidak mau mereka benar-benar harus berterima kasih pada Koga untuk hal ini.


"Apa?? Kau adalah kerabat jauh Akihiko, sang penguasa tanah selatan??!"


Koga mengangguk kepala. "Tidak kah kalian tahu, kalau Akihiko itu youkai serigala?"


Inuyasha, Kagome, Miroku dan Sango diam membisu. Namun, kemudian Miroku tertawa, "Setidaknya sekarang aku tahu, selatan lebih pintar memberi nama pada anaknya daripada barat."


"Apa maksudmu, Miroku?" tanya Inuyasha bingung. Kagome, Sango dan Kenji juga menatap biksu tersebut dengan sama bingungnya.


"Nama Koga yang berarti taring baja dan Akhiko yang berarti pangeran yang cermelang, jauh lebih normal dari pada nama Inuyasha yang berarti anjing setan dan Sesshoumaru yang berarti penghancur kehidupan." Jelas Miroku sambil tertawa.


Kagome dan Sango tertegun mendengar penjelasan Miroku. Mau tidak mau, mereka harus mengakui apa yang dikatakan biksu itu, terlebih lagi Kagome. Miko masa depan itu jadi berpikir, untung Inuyasha meminta Rin menamai putra mereka. Dirinya tidak bisa membayangkan apa nama yang diberikan Suaminya.


"Apa salahnya dengan nama kami??" hardik Inuyasha kemudian, kembali menolehkan kepalanya kepada Koga, dia menghunuskan Tessaiga. "Jadi kau kemari untuk membunuh kami, kan?"


"Apa maksudmu?" tanya Koga bingung.


"Kau ada disini karena ingin bergabung dengan selatan menyerang barat kan?" tanya Inuyasha lagi, tidak mempedulikan pertanyaan Koga.


"Hah?? Maksudmu apa anjing kampung??" balas Koga semakin bingung.


Mengayunkan Tessaiga, Inuyasha meloncat ke atas menyerang youkai serigala itu. "Tidak usah menjelaskan aku juga sudah tah—"


"Osuwari." Ujar Kagome menghentikan Inuyasha.


Inuhanyou itu jatuh ke atas tanah karena tekanan gravitasi. Menoleh penuh kemarahan menatap Kagome dia memprotes keras. "Apaan kau, Kagome?? Kau mau melindungi serigala ini??!!"


"Osuwari," ujar Kagome lagi tidak mempedulikan Inuyasha yang kembali berteriak kesakitan. Menoleh kepala menatap Koga dia kembali tersenyum. "Kenapa kau ada disini, Koga?"


Koga tersenyum melihat Kagome, walaupun sudah memiliki istri, miko di depannya merupakan wanita yang disukainya dulu. "Kau sendiri? Kenapa ada di sini?"


Kagome diam membisu mendengar pertanyaan Koga. Youkai serigala itu mengatakan dia adalah kerabat jauh sang penguasa tanah selatan, kemungkinan besar, dia memang berada di sini untuk membantu Akihiko.


"Apakah kau disini untuk membantu Akihiko dari selatan, Koga?" sela Miroku tiba-tiba, dia tersenyum, tapi kewaspadaan jelas di wajahnya.


Sango dan Kenji tidak mengatakan apa-apa, tapi dengan perlahan, mereka memegang senjata masing-masing, mengantisipasi setiap gerakan Koga.


Koga jelas bisa merasakan kewaspadaan mereka, dan juga, dia juga bisa menebak apa yang ada dalam pikiran mereka. Menghela napas, dia tersenyum kecil. "Aku bukan datang untuk membantu Akihiko."


"Jadi?" tanya Miroku lagi.


"Aku ingin meminta Akihiko untuk menghentikan perang ini," lanjut Koga pelan. "Aku dan klanku termasuk klan youkai dari selatan. Perang ini, mau tidak mau, kami akan terlibat ke dalamnya. Dan aku tidak bisa membiarkan Ayame yang sedang mengandung anak kami dalam bahaya."


"Ayama-san sedang mengandung?" tanya Kagome gembira. "Selamat Koga, kau akan segera jadi seorang ayah."


Koga tertawa bahagia mendengar ucapan Kagome. Menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal, dia merasa senang kata 'Ayah' akan disandangnya tidak lama lagi.


"Apa kau yakin bisa menghentikannya?" tanya Kenji yang dari tadi diam membisu tiba-tiba. Dari tadi, dirinya sudah mengamati Koga, dan dari cerita yang dia dengar, memang youkai serigala di depannya adalah kerabat Akihiko, tapi hubungan mereka juga bukanlah hubungan yang sangat dekat.

__ADS_1


Senyum Koga menghilang mendengar pertanyaan Kenji. Sejujurnya dia tahu, dia tidak akan bisa menghentikan Akihiko, tapi demi Ayame dan anaknya, dia ingin mencoba. Terlebih lagi, Akihiko dan Sesshomaru? Kedua daiyoukai itu kuat, sangat kuat. Namun, Sesshoumaru memiliki Tenseiga, pedang kehidupan. Sejujurnya dalam perang ini, barat lebih unggul.


"Artinya kau sama tidak berguna!" teriak inuyasha gembira. Berdiri dia memasang wajah menghina, namun, Kagome kembali bergumam pelan, "Osuwari."


"Kagome!!" teriak Inuyasha yang kembali tertekan ke bawah.


Kagome, Miroku, Sango bahkan Kenji tidak mempedulikan inuhanyou itu sama sekali.


Kenji berpikir sejenak, sebuah ide terlintas di dalam kepalanya. Tujuan mereka dengan Koga kurang lebih sama, sepertinya mereka bisa berkerja sama. "Kurasa kita bisa saling membantu." senyumnya.


Ituulah penyebab mereka bisa mencapai hutan di samping istana tanah selatan secepat ini. Koga yang bersedia membantu mereka bersandiwara sebagai tahanan jelas membantu mereka melewati youkai-youkai selatan tanpa pertarungan. Namun, itu semua juga tidak berarti tujuan mereka menyelamatkan Rin telah tercapai, bahkan sesungguhnya baru dimulai.


"Sekarang kita tinggal menemukan keberadaan dan menyelamatkan Rin-chan." Senyum Miroku kemudian. Meskipun mereka tidak memiliki rencana yang baik, dia cukup optimis apa yang menjadi tujuan mereka akan tercapai.


....xOxOx....


Akihiko menatap lurus Kurokiba yang ada di depannya. Duduk diatas kursi singgasananya, dia tidak mengatakan apa-apa, bahkan raut wajahnya terlihat bosan.


"Aku dan klanku akan bergabung dengan selatan dalam perang ini." ujar Kurokiba. Dia adalah youkai laba-laba hitam raksasa. Wujud manusianya adalah seorang pria paruh baya berambut hitam.


Akihiko tetap tidak mengatakan apa-apa. Dirinya sesungguhnya tidak tertarik dengan pernyataan Korukiba. Namun, tidak dengan Tsubasa serta bawahan Akihiko yang juga berada dalam ruangan tersebut, meski mereka semua diam, senyum penuh kepuasan menghiasi wajah.


Kurokiba adalah ketua youkai laba-laba hitam yang selama ini ada dalam wilayah netral. Klannya memang tidak besar, namun juga tidak dapat dikatakan kecil, bergabungnya mereka ke selatan jelas akan membantu kekuatan selatan.


"Tapi, Akihiko-sama, aku memiliki syarat." Lanjut Kurokiba lagi sambil tersenyum.


Akihiko tetap diam membisu dengan ekspresi penuh kebosanan, hingga apa yang menjadi syarat dari Kurokiba didengarnya. "Aku menginginkan Hime dari barat. Aku sudah mendengar dia ada dalam tangan anda sekarang. Berikan dia padaku, dan aku akan bergabung dengan selatan."


Ekspresi penuh kebosanan menghilang dari wajah Akihiko. Tersenyum, dia membuka mulutnya untuk pertama kali setelah bertemu dengan youkai laba-laba itu. "Kenapa kau menginginkannya?"


Senyum Akihiko membuat senyum Kurokiba semakin melebar, bayangan gadis manusia yang dikenal sebagai hime dari barat muncul dalam pikirannya. Matanya berubah menjadi merah penuh nafsu, sambil menjilat bibirnya dia tertawa. "Aku menginginkan dia menjadi budakku. Aku pernah melihatnya dulu di barat, dan aku ingin menikmati tu—"


Apa yang terjadi, terjadi dengan sangat cepat. Dalam sekali kedipan mata, sang penguasa tanah selatan itu telah berada disamping Kurokiba dengan tangan melubangi dada youkai tersebut; mencabut keluar jantungnya.


"A-apa.." Kurokiba tidak dapat menyelesaikan ucapannya, matanya terbelalak menatap tidak mengerti sang penguasa tanah selatan tersebut. Yang terakhir dilihatnya adalah sepasang mata merah haus darah yang penuh kemarahan.


Badan Kurokiba yang telah kehilangan kehidupan itu segera ambruk ke atas lantai saat Akihiko mengeluarkan tangan dari tubuh youkai yang dibunuhnya.


Tindakan Akihiko mengejutkan semua yang ada termasuk Tsubasa. Namun, penguasa tanah seatan itu tidak peduli, dengan mata yang masih berwarna merah penuh kemarahan dia memerintah bawahannya yang ada di sana. "Musnahkan Klan Kurokiba, aku tidak menginginkannya mereka bernapas dunia ini"


Tidak peduli apa-apa lagi, Akihiko mengibas tangannya yang penuh darah dan berjalan meninggalkan ruangan. Matanya masih berwarna merah darah, bukti dia sedang marah, namun, tidak ada yang mengerti penyebab kemarahan sang penguasa.


Tsubasa yang menatap Akihiko dalam diam, menyembunyikan perasaan tidak enak yang memenuhi hatinya sekarang. Wajah tersenyum seorang gadis manusia terbayang dalam pikirannya, tanpa ragu dia melangkah kaki keluar ruangan mencari sang penguasa tanah selatan itu.


Melangkah dengan cepat, Tsubasa menemukan Akihiko yang berada dalam lorong istana tanah selatan. Dia tahu arah lorong ini adalah jalan menuju tempat latihan pedang youkai serigala itu, namun, juga tempat gadis manusia itu berada sekarang.


"Akihiko-sama." Panggil Tsubasa pelan.


Akihiko tidak membalas panggilan Tsubasa, dia tetap berjalan seakan tidak mendengar selir kesayangannya tersebut.


"Akihiko-sama, kenapa anda membunuh Kurokiba?" tanya Tsubasa.


Akihiko tetap tidak menjawab, kakinya terus melangkah.


"Apa karena gadis manusia itu??" Tsubasa tidak bisa menghentikan pikirannya yang berkecamuk. Kurokiba yang akan bergabung dengan selatan dan hanya menginginkan gadis manusia yang diculiknya dari barat, bukankah akhirnya gadis manusia itu bisa berguna?


Pertanyaan Tsubasa membuat langkah kaki Akihiko terhenti.


"Apa anda juga menginginkan gadis manusia itu?"


Akihiko tetap tidak menjawab, namun, sejenak kemudian, dia kembali melangkah.


Tsubasa tidak tahu harus mengatakan apa lagi. Diam membisu, dia menatap sosok Akihiko menghilang dari pandangannya. Perasaan tidak enak yang muncul dalam hatinya semakin membesar, dia telah mengenal penguasa tanah selatan itu sejak dulu, dan tidak pernah dia melihatnya seperti ini; menginginkan seorang manusia.


Akihiko terus berjalan, kemarahan dalam hatinya tidak menghilang. Dia ingat apa yang dikatakan Kurokiba sebelum mati ditangannya, dan dia juga ingat apa yang barusan ditanyakan Tsubasa; apa anda menginginkan gadis manusia itu?


Sang penguasa tanah selatan itu tidak tahu kenapa dia membunuh Kurokiba. Saat dia mendengar ucapan youkai itu menginginkan gadis manusia dari barat tersebut, kemarahan tiba-tiba memenuhi hatinya, membuat dia gelap mata, dan saat dia sadar, Kurokiba telah mati ditangannya. Lalu, menginginkan gadis manusia itu?? Dia tidak mungkin menginginkannya. Tapi, kenapa dia tidak menjawab, kenapa dia tertegun.


Watashi no soba ni kara hanarenaide


Subete wo norikireru koto wa nai kara

__ADS_1


Suara nyanyi yang lembut terdengar, bagaikan dentingan lonceng. Seketika juga, kemarahan dalam hati Akihiko menghilang. Dia tahu pemilik suara itu, dan dia tidak bisa dihentikan, kakinya berjalan ke sumber suara.


Anata to ironna koto toorinukeru kara


Apa yang dilihat Akihiko kemudian sekali lagi, membuat dia tertegun. Sudah berapa kali, gadis manusia itu membuatnya tertegun sejak mereka bertemu.


Di lapangan gersang itu, gadis manusia itu sedang menari sendirian. Dalam langit biru musim dingin, sambil bernyanyi, dia mengangkat tangan ke atas, menutup mata, berputar dan menggerakkan badannya.


Bagaikan sebatang bunga yang sedang mekar di tanah gersang, tariannya begitu indah, membuat Akihiko tidak dapat mengalihkan pandangannya. Lalu, saat dia melihat gadis itu meloncat ke atas dengan tangan terbuka, saat dia melihat seulas senyum di wajah menawan itu, jantungnya sekali lagi berdetak cepat.


....xOxOx....


Watashi no soba ni kara hanarenaide


Subete wo norikireru koto wa nai kara


Rin bernyanyi dan menari, lagu dan tarian yang dipersembahkan pada Sesshoumaru saat ulang tahun. Berapa hari telah berlalu, tanpa dia melihat wajah inuyoukai tersebut, perasaan rindu kini telah memenuhi hatinya.


Anata to ironna koto toorinukeru kara


Mengangkat tangan ke atas, dia menutup mata. Kehangatan memenuhi hatinya, dia ingat jelas pandangan mata emas itu saat melihatnya bernyanyi dan menari. Pandangan lembut yang begitu dicintainya.


Apakah anda mencari Rin sekarang Sesshoumaru-sama? Apakah anda tahu Rin berada di selatan sekarang Seshoumaru-sama? Lalu, apakah anda merindukan Rin, Seshoumaru-sama?


Dia tidak pernah meragukan sedikitpun dalam hatinya; Sesshoumaru pasti akan menemukannya. Seperti saat dia kecil dulu, saat dirinya dalam bahaya dan memanggil namanya, inuyoukai yang dicintainya pasti akan muncul.


Meloncat, dia tersenyum. Jika dia mengucapkan nama sang penguasa tanah barat itu sekarang, akankah dia muncul di depannya? Akankah dia ada disana untuknya?


Perlahan, dia membuka matanya. Dia bisa melihat sosok seseorang di depannya. Namun, bukan Sesshoumaru yang dilihatnya, melainkan Akihiko sang penguasa tanah selatan.


Perasaan terkejut memenuhi hati Rin saat melihat youkai serigala tersebut, membuat dirinya yang sedang meloncat tidak bisa mendarat dengan baik. Badannya yang kehilangan keseimbangan langsung jatuh tersungkur ke atas tanah.


Akihiko tersadar dari perasaan tertegunnya melihat gadis manusia yang jatuh tersungkur di depannya. Tanpa dapat dihentikan, badannya dengan cepat bergerak maju, mengulurkan tangan sambil membunggukukan badan ingin membantu gadis manusia itu berdiri. Namun, gadis manusia tersebut diluar dugaan dengan cepat berdiri, hingga kepalanya membentur dagu youkai penguasa tanah selatan itu.


"Aduh!! Sakit!!" teriak Rin kesakitan. Duduk diatas tanah, kedua tangannya menyentuh kepalanya yang sakit.


Akihiko terkejut, dia diam membisu seribu bahasa. Seumur hidupnya, tidak pernah dia mengalami situasi seperti ini. Namun, belum hilang rasa terkejutnya, dia merasakan jari-jari kecil yang hangat menyentuh dagunya.


"Anda tidak apa-apa, Akihiko-sama? Sakitkah? Maaf, Rin sama sekali tidak sengaja."


Bau musim semi yang menenangkan memenuhi indra penciuman Akihiko. Kehangatan tangan kecil yang menyentuhnya merebut semua perhatiannya, dan saat dia menatap wajah gadis manusia di depannya, waktu bagaikan terhenti baginya.


Dalam hidupnya yang panjang, Akihiko tidak pernah menemukan makhluk hidup yang benar-benar tidak takut padanya seperti gadis di depannya ini. Gadis ini hanyalah seorang manusia biasa tanpa kekuatan apa-apa, tapi tidak ada ketakutan ataupun kejijikan terhadapnya yang merupakan seorang youkai. Dengan penuh keberanian, kepolosan dan kehangatan dia mendekatinya.


Mata coklat besar yang begitu jernih bagaikan mata air mereflekkan bayangannya. Kehangatan yang aneh menyelimuti relung hati Akihiko, dia bisa melihat jelas, ada kekhawatiran di sepasang mata itu; kekhawatiran untuknya.


Mengangkat tangan kanannya dengan pelan, Akihiko mengenggam jari-jari hangat di dagunya tersebut. Menatap ekpresi wajah gadis manusia yang masih penuh kekhawatiran, mau tidak mau dia tertawa keras. "Hahahaha."


Gadis manusia yang bodoh, tidakkah dia sadar, kalau dirinya adalah youkai, benturan kepalanya barusan tidak ada artinya bagi dia. Jikapun gadis manusia itu benar-benar ingin khawatir, bukankah menghawatirkan dirinya sendiri lebih benar? Mungkin dalam sepasang mata coklat itu, dia memang bukan siapa-siapa.


Tawa Akihiko membuat Rin tertegun. Dirinya tidak mengerti kenapa youkai di depannya tertawa, tapi melihat tawa tersebut, dia tahu, sang penguasa tanah selatan itu tidak apa-apa. Tidak bisa dihentikan, tawa lembut bagaikan dentingan lonceng juga ikut meluncur keluar dari mulut Rin. "Hahahaha."


Tawa Rin membuat mata biru langit Akihiko melembut. Dia harus mengakui, tawa gadis manusia tersebut begitu enak didengar, bisa menenangkannya. Pertanyaan Tsubasa terlintas dalam pikirannya, apa anda juga menginginkan gadis manusia itu?—jawabannya; iya. Dia juga menginginkan gadis manusia ini, dia ingin memilikinya.


....xOxOx....


Mata merah Tsubasa memerah bagaikan darah. Jari jemarinya mengepal erat, hingga darah mengalir turun karena kuku yang tajam menusuk kulit. Kemarahan yang luar biasa memenuhi hatinya.


Dari jauh, dia bisa melihat, Akihiko dan Rin yang tertawa lepas. Selama ratusan tahun menemani Akihiko, tidak pernah dia melihat penguasa tanah selatan itu tertawa seperti ini, tidak pernah youkai yang dicintainya tertawa seperti itu kepadanya. Kenapa? Kenapa bukan dirinya? Kenapa harus gadis itu?


Kemarahan dengan pertanyaan tidak terjawab, dan untuk pertama kalinya, diiringi kemarahan, perasaan takut juga memenuhi hatinya. Dia tidak perlu bertanya lagi pada penguasa tanah selatan itu, jawaban ada di depan matanya; Akihiko menginginkan gadis manusia itu.


....xOxOx....


Kohaku menatap Shiro, Aya, Maya dan Mamoru yang sedang tertidur lelap. Malam sudah larut, namun, kesibukan dan suara ribut tetap ada, seakan tidak ada ketenangan dalam istana tanah barat ini.


Menoleh pandangannya keluar jendela, Kohaku melihat taman yang telah hancur berantakan. Dia masih ingat amukan Inukimi tadi siang. Tidak ada yang berani menghentikan sang mantan penguasa tanah barat tersebut, mereka semua hanya bisa membiarkannya menghancurkan segala yang dia inginkan sampai puas.


Sesshoumaru tidak menghentikan Inukami yang mengamuk. Dan sesungguhnya, Kohaku tidak mengerti apa yang ada dalam pikiran inuyoukai itu sekarang. Rin telah diculik selama empat hari, dan Sesshoumaru tidak melakukan apa-apa selain menyiapkan perangnya. Dia mengurung diri dalam ruang kerjanya dan hanya membiarkan Kiri dan Kira masuk melaporkan persiapan dan situasi perang.


Taijiya muda itu teringat dulu waktu mereka kecil. Saat Rin diculik, Sesshoumaru akan segera bergerak menyelamatkannya. Ya, dia tahu, youkai yang menculik Rin sekarang bukanlah youkai sembarangan. Akihiko sang penguasa tanah selatan memiliki bawahan yang sangat banyak, salah melangkah, nyawa Rin bisa saja melayang. Tapi, tidak tahu mengapa, dia merasa ada yang berbeda sekarang.

__ADS_1


Menghela napas, Kohaku menutup mata, dirinya tidak bisa melakukan apa-apa sekarang, dirinya hanya bisa berdoa gadis manusia yang disukainya tidak apa-apa.


....xOxOx....


__ADS_2