![Till The End Of Time [ Inuyasha Fanfiction ]](https://asset.asean.biz.id/till-the-end-of-time---inuyasha-fanfiction--.webp)
"Jadi?"
Tanya Inuyasha, Kagome, Sango dan Miroku bersamaan menatap lurus Kohaku yang duduk di depan mereka.
"Para bangsawan dan juga aliansi taijiya, miko, pendeta dan biksu telah mundur kembali ke kota Ame," jawab Kohaku yang baru kembali dari kota Ame mengumpulkan informasi. "Dan semua prajurit yang bergabung juga mulai membubarkan diri. Kurasa mereka tidak akan menyerang lagi."
"Baguslah kalau begitu. Setidaknya kekacauan kali ini telah kita lewati," senyum Miroku sambil menghela napas dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Walau kita sebenarnya juga tidak melakukan apa-apa."
"Cih," cibir Inuyasha melipat tangan di dada dan membuang mukanya. "Jika manusia masih berani datang, maka, mereka itu bodoh tidak tertolong lagi."
Ucapan Inuyasha membuat, Kagome, Miroku, Sango dan Kohaku tertegun. Tapi, mereka tahu apa yang dikatakan inuhanyou itu benar. Jika manusia masih berani datang setelah melewati pembantaian yang dilakukan Sesshoumaru, maka manusia itu benar-benar tidak tertolong lagi.
Lautan darah merah, mayat manusia yang hancur tidak dikenali lagi, teriakan dan tanggisan ketakutan—neraka di dunia. Itu semua akan menjadi mimpi buruk yang menghantui sisa hidup mereka yang terlibat langsung pada penyerangan para manusia ke istana tanah barat.
"Kagome-san," panggil Kohaku kemudian dengan pelan. Kedua matanya menatap miko masa depan itu penuh kekhawatiran. "Bagaimana kondisi Rin-chan?"
Pertanyaan Kohaku membuat semua yang ada dalam ruangan menatap Kagome tanpa mengucapkan sepatah katapun.
Menghela napas, Kagome menjawab pertanyaan taijiya muda di depannya pelan. "Sejauh ini, kondisi kesehatan Rin-chan tidak berubah—dia masih sangat lemah"
"Apakah penggunaan meido seki kali ini berefek pada kesehatannya?" tanya Miroku penuh kekhawatiran.
"Efek menggunakan meido seki bagi Rin-chan kali ini, baik aku, Inukimi-san dan Jinenji tidak bisa memberikan jawaban," jelas Kagome dan menghela napas sekali lagi. "Kami hanya dapat terus mengamati dan mengontrol keadaan kesehatannya sekarang."
Jawaban Kagome membuat semua yang ada terdiam, dan terperangkap dalam pikiran masing-masing. Mereka jelas tahu dengan kenyataan jantung Rin yang bisa berhenti setiap saat secara tiba-tiba, dan itu adalah hal yang paling menakutkan bagi semua yang ada.
"Sebenarnya," ujar Kohaku tiba-tiba memecahkan keheningan. "Sekarang di dunia manusia muncul rumor baru mengenai Sesshoumaru-sama dan Rin."
"Eh??" seru Inuyasha, Kagome, Sango dan Miroku bersamaan. Mata mereka sekali lagi terarah pada Kohaku.
"Aku tidak tahu harus mengatakan apa untuk rumor kali ini," lanjut Kohaku lagi sambil mengernyitkan dahinya. "Rumor ini sama anehnya dengan rumor pertama."
Penjelasan Kohaku hanya membuat Inuyasha, Kagome, Miroku dan Sango semakin bingung.
"Katakan saja," ujar Inuyasha kesal. "Jangan memutar-mutar."
"Di kota Ame, sekarang ada rumor baru yang mengatakan bahwa Sesshoumaru-sama lah yang memaksa Rin menjadi Kisaki tanah barat dan mengandung anak beliau."
"Eh???" seru Inuyasha, Kagome, Miroku dan Sango bersamaan sekali lagi dengan apa yang dikatakan Kohaku.
Kohaku menggaruk kepala meneruskan ucapannya. "Sesshoumaru-sama sudah tertarik dengan kekuatan Rin yang dapat menghidupkan mereka yang mati sejak dulu. Karena itulah, beliau menculiknya dari dunia manusia saat kecil dan mengurungnya di istana tanah barat selama ini."
"Cerita apa ini!!??" teriak Inuyasha frustasi. Dia tidak tahu harus mengatakan apa lagi untuk rumor konyol yang sedang berhembus.
Reaksi Inuyasha tidak membuat Kohaku merasa aneh atau terkejut, sebab, itu jugalah reaksinya saat pertama kali mendengar rumir ini. Menghela napas, taijiya muda itu meneruskan rumor yang didengarnya. "Saat Rin sudah dewasa, melihat kecantikannya, Sesshoumaru-sama tidak dapat menghentikan nafsunya, beliaupun menghamili dan memaksakan posisi Kisaki tanah barat pada Rin meskipun Rin menolak."
"Jadi intinya sekarang," sela Sango yang diam membisu dari tadi. "Sesshoumaru-san adalah penjahat, dan Rin-chan adalah korban dari penculikan dan pemaksaan."
Kohaku mengangguk kepala pelan dengan ekspresi wajah yang bercampur aduk, antara bingung, lucu dan juga prihatin. Dia tidak mengerti kenapa para manusia bisa berasumsi seperti ini sekarang. "Lalu, pada perang manusia-youkai, Rin muncul dan menyelamatkan para manusia yang mati di tangan Sesshoumaru-sama adalah karena meski telah menjadi kisaki tanah barat, dia tetap berpihak pada manusia—Rin adalah seorang putri manusia baik hati dan cantik yang memiliki nasib tragis karena youkai."
"Luar biasa," puji Miroku sambil bertepuk tangan. Dia menggeleng kepala dengan seulas senyum prihatin di wajah. "Siapa yang membuat rumor ini—aku sungguh ingin bertemu dengannya."
Kagome diam membisu dan menghela napas tidak tahu keberapa kalinya lagi dan tidak tahu harus mengatakan apa. Kohaku benar, rumor ini sama anehnya dengan rumor pertama. Tidakkah para manusia di dunia manusia ini bisa menerima kenyataan bahwa hubungan Sesshoumaru dan Rin itu berlandasan cinta yang setara?
"Kurasa," lanjut Miroku lagi sambil menghela napas. "Sesshoumaru yang membantai para manusia dan Rin yang menghidupkan mereka kembali memberikan efek yang mengejutkan."
"Aku setuju," sambung Sango pelan. Ekspresi wajahnya tidak berbeda dengan yang lainnya. "Aku hanya berharap, para manusia tidak akan berpikir aneh seperti menyelamatkan Rin-chan dan menyerang istana tanah barat lagi."
Kagome, Miroku dan Kohaku menoleh wajah mereka menatap Sango begitu mendengar apa yang dikatakannya. Wajah prihatin mereka bertiga sama sekali tidak berubah, sebab apa yang dikatakan taijiya itu benar. Seorang wanita cantik dan baik hati yang diculik youkai sejak kecil namun tetap berpihak pada manusia—akan ada berapa banyak orang yang akan berpikir untuk menjadi pahlawan menyelamatkannya?
"Mau datang untuk membunuh atau menyelamatkan—semuanya sama saja," ujar Inuyasha ketus. Mata emasnya bersinar tidak suka. "Jika mereka benar berani datang, akhirnya akan tetap sama; mati. Memangnya Sesshoumaru akan membiarkan mereka begitu saja?—dan akan kupastikan Rin tidak muncul menghidupkan mereka lagi."
Kagome, Miroku, Sango dan Kohaku tidak tahu harus mengatakan apa untuk membalas ucapan Inuyasha, sebab yang dikatakannya adalah kenyataan; tidak ada kedua kalinya lagi. Jika manusia benar berani kembalk menyerang tanah barat, maka tidak akan ada lagi Rin yang akan menghidupkan mereka. Akhir seperti perang youkai-manusia yang oleh para manusia kobarkan seminggu lalu tidak akan pernah terulangi lagi.
Manusia yang menyerang lagi.
__ADS_1
Kagome hanya dapat menutup mamikirkan itu. Manusia yang menyerang mungkin akan menjadi masalah lagi dikedepannya. Tapi dari pada masalah di masa depan itu, sesungguhnya, di dalam hati, miko masa depan tersebut lebih takut lagi jika terjadi sesuatu kepada Rin dan Shura.
Sesshoumaru ini bersumpah, Rin. Jika terjadi sesuatu padamu dan Shura, maka Sesshoumaru ini akan menghancurkan dunia ini!! Manusia yang kau lindungi, Sesshoumaru ini akan membantai mereka hingga tidak tersisa! Dunia ini akan menghilang bersama kalian saat kalian menghilang dari Sesshoumaru ini!!
Ucapan Sesshoumaru, sumpah yang dia ucapkan saat Rin sadar tergiang dalam pikiran Kagome, dan dia tahu; inuyoukai itu benar-benar serius. Jika terjadi sesuatu pada Rin dan Shura, maka keberadaan dan lansungan hidup semua yang ada dunia ini akan berada dalam bahaya besar.
Cinta Sesshoumaru pada Rin dan Shura, Kagome merasa sangat luar biasa. Namun, sekaligus juga sangat—mengerikan. Cinta seperti itu, miko masa depan itu tidak tahu seperti apa masa depan yang akan ada kelaknya, sebab, Rin adalah manusia, dan manusia—memiliki hidup yang singkat.
Kenyataan yang tidak akan berubah, Sesshoumaru dan Rin tidak akan pernah menua bersama—suatu hari nanti di masa depan, Rin akan menghilang dari Sesshoumaru itu tidak peduli apapun yang dilakukan inuyoukai tersebut.
Menggeleng kepala, Kagome kemudian membuka matanya kembali dan menggeleng-gelengkan kepalanya. Apa yang sedang dia pikirkan? Hal di masa depan yang masih jauh itu tidak baik dipikirkan terlalu dalam, sekarang ini, dari pada memikirkan itu, sebagai salah satu orang yang bertangung jawab akan kesehatan Rin, dia lebih baik memikirkan cara pengobatan. Sebab, dirinya tidak boleh gagal—dia tidak boleh membuat sumpah Sesshoumaru menjadi kenyataan.
....xOxOx....
"Kita tidak bisa membiarkan keadaan seperti ini terus," ujar seorang youkai belalang pelan. "Keseimbangan dunia youkai dan manusia sudah mulai goyang."
"Keseimbangan sudah hancur sejak Sesshoumaru sang penguasa tanah barat mengangkat seorang manusia menjadi kisakinya, Ibe-san!!" teriak seorang youkai tupai penuh kemarahan menatap youkai belalang tersebut.
"Tenanglah, Koharu-san," ujar Hima seorang youkai bunga dengan suara datar menatap Koharu, youkai tupai yang sedang marah tersebut. "Aku mengundang anda kemari bukan untuk mendengar anda melampiskan kemarahan anda. Aku mengundang anda karena ingin menanyai pendapat dan rencana kalian ke depannya."
"Apa yang dikatakan Hima-san benar, Koharu-san," sambung Itsuki, seorang youkai lebah yang duduk di samping Hima. "Tidak ada gunanya berteriak untuk melampiskan kemarahan anda di sini sekarang."
Koharu menutup mulutnya dan diam membisu mendengar ucapan Hima dan Itsuki. Menghela napas, dia menatap semua yang ada dalam ruangan. "Maaf," ujarnya pelan. "Aku kehilangan kendali, sebab Hiashi, pemimpin youkai tikus putih adalah teman baikku.."
Hima, Itsuki, Ibe dan beberapa youkai yang ada dalam mengerti perasaan Koharu yang masih bersedih dengan kehancuran youkai klan tikus putih, sebab sudah bukan rahasia lagi bahwa klan tupai terbang di bawah pimpinannya dan klan tikus putih samgat dekat.
"Tidak apa-apa, Koharu-san," balas Hima pelan. "Kami yang berada di sini tahu perasaan anda, sebab Hiashi-san juga merupakan teman kami."
Hari ini, dalam ruangan ini, beberapa pemimpin klan youkai di tanah netral berkumpul, dan tujuan mereka tidak lain adalah untuk menentukan langkah yang akan mereka ambil ke depannya.
Manusia yang menyerang dan menghancurkan beberapa desa youkai di setiap wilayah jepang jelas bukan sesuatu yang dapat mereka abaikan—tidak untuk klan mereka yang lemah dari netral.
"Apakah kalian semua sudah mendengar akhir dari para manusia yang menyerang istana tanah barat?" tanya Hima memulai pembicaraan.
"Kami semua sudah mendengarnya," jawab Ibe menatap Hima. "Sesshoumaru, sang penguasa tanah barat membunuh mereka, namun kisakinya menghidupkan kembali para manusia itu."
Semua yang ada dalam ruangan terdiam mendengar pertanyaan kedua Hima. Mereka semua larut dalam pikiran mereka masing-masing hingga akhirnya Koharu mengeluarkan pendapatnya.
"Keputusan Kisaki tanah barat menghidupkan kembali para manusia itu—salah," ujar Koharu dengan tatapan mata penuh kemarahan. "Kisaki tanah barat seharusnya membiarkan para manusia itu mati!!"
"Menghidupkan kembali para manusia yang berkeinginan mebunuhnya," sambung Ibe dengan suaranya yang pelan. "Aku tidak tahu apa yang ada dalam pikiran kisaki tanah barat."
"Apa yang ada dalam pikiran kisaki tanah barat sesungguhnya tidak penting bagi kita," sela Itsuki mendengar ucapan Ibe. "Yang paling penting adalah, bagaimama kalau para manusia itu memutuskan menyerang youkai lagi? Para manusia tidak bisa menyentuh tanah barat, tapi tidak kepada timur, utara dan juga kita—netral."
Kegaduhan terjadi begitu Itsuki menyelesaikan ucapannya. Tanpa dikatakan, sejujurnya semua youkai dalam ruangan juga sependapat dengan youkai lebah tersebut. Para manusia jika tidak bisa menyentuh tanah barat, mereka pasti akan mengubah sasaran menyerang desa di luar kekuasaan barat yang lemah, dan mereka klan youkai lemah di netral adalah sasaran utamanya.
"Kita tidak bisa berdiam diri lagi!" ujar Koharu keras. "Kita harus melakukan sesuatu!"
Kegaduhan yang ada kembali terhenti begitu mendengar ucapan Koharu. Hima yang dari tadi diam membisu menoleh matanya menatap youkai tupai tersebut. "Menurutmu apa yang harus kita lakukan?"
"Memperbaiki keseimbangan yang sudah hancur." Jawab Koharu penuh keyakinan.
"Maksud anda, Koharu-san.." sela Ibe pelan, dia tahu apa yang ada dalam pikiran youkai tupai tersebut, tapi dia tidak berani mengemukakannya.
"Kenapa para manusia menyerang desa para youkai? Kita semua tahu jawabannya; kisaki tanah barat," lanjut Koharu tidak mempedulikan Ibe. "Keadaan pasti akan kembali seperti semula jika posisi itu tidak ditempati lagi oleh manusia."
Kegaduhan kembali terjadi, tapi, semua yang ada dalam ruangan sangat setuju dengan apa yang diucapkan Koharu. Jika posisi kisaki tanah barat tidak ditempati oleh seorang manusia lagi, maka para manusia tidak akan memiliki alasan untuk memyerang youkai seperti sebelumnya lagi.
"Aku setuju dengan ucapanmu, posisi kisaki youkai memang tidak seharusnya ditempati manusia. Itu memang menghancurkan hukum yang ada. Tapi—" sela Itsuki menatap Koharu. Ekspresi wajahnya penuh keraguan. "Apakah Sesshoumaru sang penguasa tanah barat mau mendengarkan kita?"
Koharu terdiam seribu bahasa mendengar pertanyaan yang diajukan Itsuki padanya. Apakah Sesshoumaru sang penguasa tanah barat akan mendengarkan mereka?—jawabannya tentu saja; tidak.
Semua yang ada dalam ruangan tahu, Sesshoumaru tidak akan mempedulikan mereka. Awal dari semua ini adalah barat, tapi, barat yang besar dan kuat tidak akan peduli. Di dunia dimana hukum rimba berlaku, mereka mungkin akan ditertawakan oleh barat sebagai; youkai tidak berguna yang takut pada manusia.
Tapi—
__ADS_1
Bagaimana bisa mereka berdiam diri jika keselamatan klan mereka semua dipertanyakan? Mereka semua tidak mau berakhir seperti klan tikus putih dan klan-klan lainnya yang hancur tanpa tersisa di tangan manusia.
"Baiklah," Hima yang diam membisu mendengarkan pembicaraan yang ada tiba-tiba membuka mulutnya. Dia menatap semua yang ada dalam ruangan dengan tenang. "Apakah anda sekalian yang berada dalam ruangan ini setuju dengan keputusan untuk memperbaiki keseimbangan yang telah hancur ini?"
Semua yang ada dalam ruangan menatap Hima bingung. Mereka diam membisu, hingga akhirnya Itsuki kembali berbicara. "Apakah anda memiliki rencana, Hima-san."
"Aku tidak memiliki rencana," Hima memggeleng kepala pelan. "Tapi—jika keputusan kita semua yang berada dalam ruangan ini sama—aku akan meminta bantuan pada Shui-sama, sang terhormat, pemimpin kita semua di netral."
....xOxOx....
Inukimi membuka pintu kamar tidur penguasa tanah barat dan berjalan pelan memasukinya. Dia tidak mengetuk atau mengucapkan sepatah katapun sebelum memasukinya, seakan kamar yang dimasukinya adalah kamarnya sendiri.
Yang dilihat mata emas Inukimi saat memasuki kamar seperti biasanya tidak lain adalah pemandangan Sesshoumaru menjaga Rin yamg sedang tertidur.
Berjalan mendekati putra dan menantunya tersebut, Inukimi tidak mempedulikan Sesshoumaru. Duduk di samping putranya, dia menggerakkan tangan memeriksa Rin.
Sesshoumaru tetap diam tidak mengatakan apapun melihat apa yang dilakukan Inukimi. Kedua matanya masih terpusat pada wanita manusia yang tertidur damai seakan inuyoukai yang melahirkannya tidak berada di samping.
Mata Inukimi tertutup saat dia selesai memeriksa kesehatan Rin. Seperti hari-hari sebelumnya, kesehatan wanita manusia ini sama sekali tidak menunjukkan perubahan, dia semakin lemah dan lemah. Obat, ramuan dan semua cara telah dilakukan. Tapi, semuanya tidak memperlihatkan hasil.
Menarik kembali tangannya, dengan anggun, Inukimi membuka mata. Duduk diam membisu, mata emasnya ikut menatap Rin. Ekspresi wajahnya datar, persis seperti Sesshoumaru yang ada di samping.
Tidak ada seorangpun yang mengatakan sepatah katapun. Keheningan memenuhi ibu-anak inuyoukai penguasa tanah barat, tidak ada suara lain yang terdengar kecuali tarikan napas teratur Rin yang tertidur.
"Kenji mengirimkan surat," ujar Inukimi kemudian dengan pelan memecahkan keheningan yang ada. "Dia memintaku berhati-hati pada netral."
Sesshoumaru tidak memberikan reaksi apapun pada ucapan Inukimi. Dia tetap diam membisu menatap Rin.
"Shui akan bergerak tidak lama lagi," lanjut Inukimi. Mata emasnya kemudian terarah pada Sesshoumaru. "Apa yang akan kau lakukan, Sesshoumaru?"
"Jawaban Sesshoumaru ini tetap sama," balas Sesshoumaru yang dari tadi diam membisu tiba-tiba tanpa menolehkan pandangan pada Inukimi. "Siapapun yang berani datang, barat akan menyambutnya."
Inukimi tersenyum mendengar jawaban Sesshoumaru. Kepuasan memenuhi hatinya. Sikap arogan dan penuh kepercaya dirian putranya, dia sebagai ibu sangat menyukainya. Tidak akan pernah takut dan gentar akan apa yang akan ada di depan seperti Inu No Taisho—sosok youkai sejati penguasa tanah barat yang dikagumi semua orang.
Netral boleh datang, Shui boleh berencana, tapi—semuanya tidak akan pernah berhasil. Darah keluarga inuyoukai mereka yang mengalir tidak akan pernah kalah dan musnah. Kebesaran barat tidak akan pernah pudar sepanjang waktu.
Menoleh pandangannya kembali pada Rin, senyum Inukimi menjadi semakin lebar. "Rumor baru tentang dirimu dan Rin-kecil kembali berhembus, bagaimana menurutmu?"
Rumor baru dan aneh yang berhembus akan Sang Inu daiyoukai penguasa tanah barat dan kisaki manusianya telah didengar oleh Inukimi, dan dia juga yakin, telah didengar oleh Sesshoumaru sendiri.
Sesshoumaru tidak menjawab pertanyaan Inukimi tersebut, dan itu membuat senyum di wajah mantan penguasa tanah barat berubah menjadi tawa kecil.
Rumor baru yang berhembus, sebenarnya Sesshoumaru—cukup menyukainya. Sebab, manusia tidak lagi memberikan julukan-julukan merendahkan kepada Rin.
Rin mungkin tidak mempedulikan bagaimana pandangan para manusia padanya, tapi Sesshoumaru peduli. Bersamanya, berapa banyak pengorbanan wanita manusia yang selalu tersenyum dan tertawa itu—inuyoukai penguasa tanah barat itu tahu.
Rinnya yang baik, lugu dan begitu murni tidaklah seharusnya direndahkan, dihina dan dicaci siapapun—karena itu, bagaimana dia tidak menyukai rumor baru yang berhembus? Manusia kini sudah mengakuinya, kenyataan bahwa Rin adalah seorang wanita yang cantik dan baik hati.
Lalu rumor akan dirinya—Sesshoumaru tidak peduli. Dia tidak peduli pandangan para manusia padanya, dia adalah seorang youkai penguasa tanah barat yang sejak dulu terkenal kejam dan membenci manusia. Menambahkan kata seoarang penculik dan pemaksa tidaklah memberikan efek apapun kepadanya.
"Sesshoumaru," panggil Inukimi kemudian. Mata emasnya masih terarah pada Rin, tapi penuh dengan keseriusan. "Rin-kecil tidak boleh menggunakan meido seki lagi, tidak peduli apapun yang terjadi."
Sesshoumaru tetap tidak memberikan reaksi apapun pada ucapan Inukimi. Tapi, mantan penguasa tanah barat itu tahu, putranya mendengarkan jelas apa yang dikatakannya.
"Sampai sekarang, Rin-kecil akan kehilangan kesadaran dan tubuhnya semakin melemah," lanjut Inukimi dengan suaranya yang datar. "Jika dia melemah lagi, aku tidak yakin dia dapat selamat dalam proses melahirkan anak kalian nantinya."
Yang dikatakan Inukimi pada Sesshoumaru adalah kenyataan yang harus diketahui inuyoukai tersebut. Mantan penguasa tanah barat tidak tahu apa rencana Shui di kedepannya, tapi apapun itu, pasti tidak akan baik. Karena itu, jika saat itu tiba, tidak peduli apapun yang terjadi, mereka harus menghadapinya dan melindungi Rin sepenuhnya.
Menutup mata, Sesshoumaru tahu apa maksud ucapan Inukimi.
Sesshoumaru ini akan selalu melindungi kalian.
Ucapannya sendiri tergiang dalam kepala Sesshoumaru. Ucapannya, sumpahnya bahwa dia akan selalu menjaga dan melindungi Rin dan Shura, apapun yang terjadi ke depannya—Sesshoumaru tidak akan gagal.
Membuka mata, kedua mata emas Sesshoumaru bersinar cemerlang penuh keseriusan. "Sesshoumaru ini mengerti, ibunda."
__ADS_1
....xOxOx....