![Till The End Of Time [ Inuyasha Fanfiction ]](https://asset.asean.biz.id/till-the-end-of-time---inuyasha-fanfiction--.webp)
Matahari yang terik, cuaca yang panas, serta suara ngengat yang berbunyi, membuat semua yang ada merasakan kehadiran musim panas. Bunga-bunga sakura yang berwarna merah jambu indah kini semua telah gugur digantikan daunan hijau.
Jauh dari pemukiman manusia, di dalam hutan yang dilindungi dengan kekai kasat mata, istana tanah barat yang besar berdiri tegak penuh kemegahan. Bangunannya yang kokoh dan indah akan membuat siapapun yang melihat akan segera tahu betapa barat itu makmur.
Di atas benteng istana, bendera-bendera berlambang barat yang berwarna merah berkibar. Para prajurit youkai lengkap dengan baju jirah dan senjata di tangan berpatroli untuk menjaga keamanan istana.
Myoga, youkai kutu yang memiliki ukuran tidak lebih dari satu centimeter berdiri tegap menatap istana tanah barat dan menelan ludah penuh ketakutan. Dulu istana ini adalah tempat tinggal paling nyaman baginya, namun semua itu berubah setelah Inu No Taisho tiada.
Setelah tuan yang dilayani dan sangat dihormatinya tiada, Myoga lebih memilih tinggal bersama Totosai sang penempah pedang tessaiga dan tenseiga ataupun kadang bersama Inuyasha. Dia tidak punya keberanian tinggal dan melayani Inukimi yang memiliki kepribadian aneh dan bisa berubah setiap detik.
Lalu untuk sekarang ini, istana tanah barat ini baginya adalah tempat paling berbahaya. Sebisa mungkin, youkai kutu itu ingin menghindari tempat ini karena penguasa tanah barat dan pemilik istana ini sekarang bukanlah Inukimi lagi, melainkan putra kandungnya dan Inu No Taisho; Sesshoumaru–dia sungguh masih ingin hidup lebih lama di dunia ini.
Myoga tidak memiliki hubungan yang baik dengan Sesshoumaru sejak dulu. Meski dia melihat dengan mata kepala sendiri sosok inuyoukai itu dari kecil sampai besar, dia selalu takut padanya.
Sesshoumaru merupakan satu-satunya inuyoukai yang dilahirkan untuk kebesaran tanah barat. Dengan kedua orang tua kandung yang merupakan inuyoukai terkuat dari barat, dia lahir memenuhi keinginan semua yang ada di barat–inuyoukai sejati dengan kekuatan yang tidak ada batasnya. Rupawan, kuat, tenang dan bijaksana–Sesshoumaru merupakan pemimpin yang luar biasa. Hanya saja, tidak dapat dipungkiri dia; kejam.
Lahir dengan kesempurnaan seperti itu dan dibesarkan untuk menjadi pemimpin youkai yang paling sempurna, di dunia di mana yang kuat hidup dan lemah mati–dia memandang rendah mereka yang lemah.
Di mata emasnya yang selalu tenang tapi penuh ambisi untuk mengejar kekuatan, manusia, hanyou ataupun youkai rendah dan lemah tidak memiliki arti–youkai kutu kecil sepertinya adalah keberadaan yang bisa dihancurkan setiap saat.
Jadi, kenapa Sesshoumaru yang seperti itu meminta dirinya yang rendah dan tidak ada artinya datang menghadap?–Myoga ingat betapa dunia ini rasanya telah kiamat saat dia mendapatakan surat dari Sesshoumaru yang menginginkan kehadirannya di istana tanah barat.
Apakah Sesshoumaru teringat dengan segala sikapnya yang berusaha menghalangi inuyoukai itu mendapatkan tessaiga dulu? Ataukah karena penguasa tanah barat itu marah karena sampai sekarang dirinya lebih memihak Inuyasha?–apakah dia masih bisa menikmati matahari pagi besok pagi?
'Krettt'
Suara pintu gerbang yang tiba-tiba terbuka membuat Myoga yang larut dalam pikirannya menloncat karena terkejut. Wajahnya memucat dan badannya bergemetaran hebat. Melihat pintu yang terbuka, dia hanya dapat berpikir, apakah ini merupakan pintu kematiannya yang telah terbuka?
Dari balik pintu yang terbuka, mata Myoga yang besar dapat melihat sosok seorang inuyoukai berambut perak pendek berjalan keluar. Dia mengenakan kimono berwarna hitam berlambang barat lengkap dengan baju jirah dan pedang di pingangnya.
Myoga kenal baik inuyoukai itu, Inuyoukai itu tidak lain adalah Kira, salah satu dari si kembar dari barat yang sangat terkenal. Salah satu youkai kepercayaan dan bawahan langsung dari sang penguasa tanah barat, Sesshoumaru.
Melangkah pelan, Kira kemudian berdiri di depan Myoga. Mata emasnya yang tenang tanpa emosi dengan cepat dapat menemukan youkai kecil yang sebesar semut api.
"Ikuti aku." Suara Kira tenang dan datar, namun juga tidak memberikan kesempatan pada Myoga untuk mengatakan sesuatu apalagi menolak. Ucapannya adalah perintah.
Menarik napas dan mengumpulkan segenap kekuatan, Myoga hanya dapat memaksa kakinya yang telah membeku untuk bergerak. Meloncat-loncat dia mengikuti Kira dari belakang tanpa mengatakan apapun.
Istana tanah barat telah berubah banyak dari istana tanah barat yang ada dalam ingatan Myoga. Istana ini kini sangat ramai dengan para dayang istana yang berjalan kesana-sini melaksanakan tugas mereka penuh senyum dan tawa. Bangunan-bangunan yang didominasi warna merah juga dijaga dengan baik, dan meski baru memasuki musim panas, bunga-bunga indah telah ada menghiasi setiap sudut ruangan. Istana ini sungguh indah dan hangat bagi siapapun yang melihatnya.
Tapi, semua itu tetap tidak membuat Myoga merasa tenang. Yang ada malah sebaliknya; ketakutan yang ada semakin luar biasa, apalagi saat dirinya dan Kira telah tiba di depan pintu ruang kerja sang penguasa tanah barat yang tertutup rapat.
"Sesshoumaru-sama," suara Kira yang datar dan tenang mengumumkan kehadirannya dan Myoga. "Myoga sudah tiba."
"Suruh dia masuk." Balas suara berat yang sama datar dan tenangnya dari dalam ruangan, suara yang tidak lain adalah suara sang penguasa tanah barat itu sendiri; Sesshoumaru.
Perlahan, Kira membuka pintu shoji yang tertutup dan mempersilakan Myoga yang penuh ketakutan di belakangnya untuk memasuki ruangan.
Mata besar Myoga bisa melihat jelas sosok sang penguasa tanah barat yang duduk di belakang meja kerjanya dari pintu yang terbuka. Cahaya matahari musim panas yang bersinar masuk dari jendela di belakang inuyouki itu jatuh menimpah rambut perak panjangnya yang indah. Lalu, dengan wajah rupawan yang dilengkapi sepasang mata emas–sungguh dia adalah inuyoukai paling sempurna yang ada.
Menelan ludah dan memberanikan diri, Myoga kemudian meloncat masuk. Ketakutan luar biasa memenuhi hatinya saat dia mendengar suara pintu shoji di belakangnya tertutup.
Berlutut menyembah dan memberikan salam penuh hormat pada sang penguasa tanah barat, badan kecilnya tidak berhenti bergetar. "Sesshoumaru-sama."
Sesshoumaru tidak membalas maupun menatap Myoga, pandangan matanya masih terfokus pada sebuah gulungan dokumen yang ada di tangannya.
Dalam kesunyian ruang kerja sang penguasa tanah barat, Myoga sama sekali tidak berani bergerak. Setiap detik yang berlalu bagaikan berjam-jam bagi youkai kutu itu, bahkan dia bisa merasakan punggung kimononya kini telah basah karena keringat dinginnya.
Setelah beberapa menit berlalu, Sesshoumaru kemudian meletakkan gulungan dokumen yang dibacanya. Mengarahkan pandangan mata emasnya pada Myoga, wajahnya tetap datar dan tenang tanpa emosi. "Ada yang ingin Sesshoumaru ini tanyakan padamu."
Keringat dingin mengalir semakin deras dari seluruh tubuh Myoga mendengar suara Sesshoumaru. Dengan badan gemetaran, dia tetap tidak berani bangkit berdiri maupun mengangkat wajahnya menatap inuyoukai di depan. "S-silakan, Sesshoumaru-sama, hamba akan menjawabnya jika hamba tahu jawabannya."
Sesshoumaru kembali terdiam sejenak mendengar ucapan Myoga. Perlahan, matanya jatuh pada gulungan dokumen yang tadi dibacanya. "Sesshoumaru ini ingin mengetahui tentang fushi no kusuri yang diracik ayahandanya."
"Eh?" Myoga mengangkat wajahnya yang tidak dapat menyembunyikan perasaaan terkejut. "S-sseshoumaru-sama, bagaimana anda bisa mengetahui keberadaan fushi no kusuri?"
__ADS_1
Sesshoumaru tidak menjawab pertanyaan Myoga. Tapi, kedua mata emasnya bersinar cemerlang. Jantungnya berdetak cepat, ada kebahagiaan dalam hatinya.
'Sesshoumaru-sama'
Wajah wanita manusia yang tersenyum dengan begitu indah memanggil namanya terbayang dalam pikiran. Akhirnya, dia menemukan jalannya–dia bisa mempertahankan senyum musim semi abadi itu selamanya.
Fushi no kusuri–obat keabadian.
Beberapa hari yang lalu, tanpa sengaja, Sesshoumaru menemukan sebuah gulungan dokumen yang tersimpan dibalik lukisan yang tergantung dalam ruang kerjanya. Saat dia membuka gulungan tersebut, dia menemukan tulisan rapi ayahandanya, Inu no taisho.
Gulungan itu tersembunyi dengan baik. Sesshoumaru tidak akan menemukan gulungan itu jika dia tidak berniat mengganti lukisan yang tergantung dengan lukisan bunga sakura yang dilukiskan Rin untuknya.
Gulungan dokumen itu adalah sebuah jurnal. Jurnal dari sesuatu yang keberadaannya selama ini dicarinya–jurnal tentang fushi no kusuri, obat keabadian.
Tapi jurnal itu tidak lengkap. Meski ditulis dengan rapi, Sesshoumaru tidak menemukan sedikitpun petunjuk di mana keberadaan ataupun bagaimana bentuk obat itu, sebab dia bisa melihat jelas betapa frustasi ayah kandungnya saat menulis jurnal ini. Dari bahan dan cara membuatnya, semua sangat ambigu, seakan dari awal Inu No Taisho memang tidak ingin menulis dengan jelas dalam jurnal ini akan keberadaan fushi no kusuri.
"Jelaskan pada Sesshoumaru ini semua yang kau tahu mengenai fushi no kusuri." Perintah Sesshoumaru kemudian, kedua mata emasnya menatap lurus Myoga yang kembali ketakutan.
Keberadaan fushi no kusuri merupakan sebuah teka-teki terbesar. Sesshoumaru telah bertanya pada Inukimi dan juga Kenji akan keberadaan obat tersebut, namun mereka berdua sama sekali tidak tahu. Bahkan, sejujurnya mereka berdua juga sangat terkejut saat mengetahui Inu no taisho memiliki pengetahuan dan cara meracik sesuatu yang mustahil itu.
Myoga adalah youkai kutu yang telah mengabdi pada Inu no taisho sejak daiyoukai itu masih muda. Meski lemah dan tidak berguna, dia selalu ada di samping ayah kandungnya setiap saat. Jadi, kemungkinan dia mengetahui keberadaan fushi no kusuri juga sangatlah besar, dan melihat sikap dan ekspresinya sekarang, Sesshoumaru tahu intuisinya benar–youkai kutu ini memang mengetahuinya.
"F-fushi no kusuri adalah obat yang diracik oleh ayah kandung anda, Inu No Taisho untuk ibu kandung Inuyasha, Izayoi." Suara Myoga bergetar saat menyebutkan nama Izayoi dari mulutnya. Sebab, dia takut Sesshoumaru akan mengamuk karena mendengar pasangah sah ayah kandungnya itu di dalam istana ini.
Izayoi.
Mendengar nama dari ibu kandung Inuyasha, Sesshoumaru hanya dapat berpikir, ternyata, sepenting itukah keberadaan wanita manusia itu dalam hati ayah kandungnya itu?–cinta Inu No Taisho kepada Izayoi, mungkin tidak kalah dari cintanya kepada Rin.
Dalam hubungan antara youkai dan manusia, apa yang paling menakutkan? Jawabannya adalah waktu. Manusia yang memiliki waktu hidup sangat pendek dibandingkan youkai–waktu yang tidak dapat berjalan bersama selamanya.
Seperti dirinya yang tidak mau Rin meninggalkannya, Inu no taisho juga tidak mau Izayoi meninggalkannya, karena itukah dia membuat fushi no kusuri?–supaya mereka bisa bersama selamannya.
"Tapi, Toga-sama tidak pernah mengatakan pada hamba dengan jelas mengenai obat itu," lanjut Myoga lagi terbata-bata. "Hal terakhir yang hamba dengar dari beliau tentang obat itu adalah–obat itu hampir sempurna."
"Hampir?" tanya Sesshoumaru. Suaranya pelan dan datar, tapi jauh dalam hatinya, kebingungan memenuhi hatinya.
Sesshoumaru diam membisu mendengar jawaban Myoga. Obat yang belum sempurna? Apakah dia bisa menyempurnakan obat itu sebelum waktu manusia Rin berakhir?
"Di mana Ayahanda Sesshoumaru ini menyembunyikan fushi no kusuri?" tanya Sesshoumaru lagi.
"H-hamba tidak tahu," jawab Myoga cepat walau suaranya masih saja terbata-bata. "Toga-sama tidak pernah memberitahu hamba dimana dia menyembunyikan fushi no kusuri."
Keheningan kembali memenuhi ruang kerja sang penguasa tanah barat. Namun kali ini, diringi juga dengan tekanan berat dan penuh intimidasi. Myoga bisa merasakan dengan jelas Sesshoumaru tidak menyukai jawabannya.
"F-fushi no kusiri," Myoga kembali membuka mulutnya untuk berbicara, walau badan kecil bergetar semakin hebat. Dia tahu, salah sedikit, nyawanya akan melayang. "Toga-sama mengatakan itu adalah obat yang dapat mengacaukan dunia."
Menelan ludah, Myoga terus menjelaskan segala yang diketahuinya mengenai fushi no kusuri secara lengkap jika masih mau hidup. "Manusia akan gelap mata jika mengetahui keberadaan obat itu. Fushi no kusuri adalah sesuatu yang berbahaya. Karena itu, beliau tidak pernah mengatakan pada siapapun akan obat itu dan juga di mana dia menyembunyikannya."
Obat yang berbahaya, sesuatu yang dapat mengacaukan dunia. Sesshoumaru setuju dengan pemikiran ayahnya ini, fushi no kusuri memang merupakan sesuatu yang berbahaya. Bagi manusia yang memiliki hidup pendek, fushi no kusuri merupakan sesuatu yang sangat didambakan. Para raja dan manusia tamak akan rela mengorbankan apapun untuk memilikinya–perang akan pecah jika keberadaan obat itu tersebar ke mana-mana.
Karena itukah ayahnya tidak pernah mengatakan pada siapapun keberadaan fushi no kusuri?–tapi, Sesshoumaru tidak peduli. Apapun yang terjadi, dia akan menemukan obat itu untuk Rin.
Menatap Myoga lagi, mata emas Sesshoumaru bersinar penuh intimidasi. "Sesshoumaru ini ingin kau mencari fushi no kusuri."
....xOxOx....
Rin tersenyum lebar mengamati tunas bunga yang baru muncul dari permukaan tanah. Menyirami dan mengamati bunga-bunga musim panas yang ditanamnya, dia merasakan kepuasan tersendiri. Tidak lama lagi, taman paviliun timur istana tanah barat akan penuh dengan bunga indah yang mekar.
"Rin-sama," panggil Kiri yang ada di samping Rin pelan. Inuyoukai itu tersenyum menatap kisaki tanah barat yang sangat penting baginya. "Matahari hari ini sangat terik, bagaimana kalau anda berteduh dalam berandan dulu."
Menoleh wajah menatap Kiri, Rin kemudian mengangguk kepala. Ucapan Kiri benar, matahari hari ini memang sangat terik dan juga–panas. Meski hanya memakai yukata tipis, dia tidak bisa mengusir hawa panas yang menyerang.
Menginjakkan kaki dan duduk dalam beranda paviliun timur istana tanah barat, mata coklat Rin menangkap sosok Rei, youkai rubah yang melayaninya berjalan mendekat dengan mapan berisi potongan buah semangka.
"Rin-sama," senyum Rei sopan dan meletakkan mapan itu di depan Rin. "Hamba baru memotong semangka. Silakan makan untuk mengusir hawa panas hari ini."
__ADS_1
Rin tersenyum lebar melihat semangka di depan. Mengambil sepotong semangka, dia tertawa dengan suaranya yang bagaikan dentingan lonceng. "Terima kasih, Rei-san."
"Ini sudah sewajarnya, Rin-sama." Rei menggeleng kepala dengan senyum yang semakin lebar di wajah. Gadis manusia di depannya sekarang adalah tuan sekaligus kisaki dari tanah barat, tetapi sikapnya yang hangat sama sekali tidak berubah. Dia yakin, jika Kiri tidak ada di samping mereka, wanita manusia itu pasti akan memanggilnya 'Rei-nee' bukan 'Rei-san'.
"Hamba tidak akan menganggu waktu istirahat anda lagi, Rin-sama," lanjut Rei kemudian dengan senyum yang masih ada di wajah dan membungkuk memberikan hormat. "Hamba permisikan diri."
Rin mengangguk kepala dengan senyum hangat yang masih ada di wajah. Dia tahu, selama Kiri ada di sampingnya, Rei dan yang lainnya selalu menjaga jarak dan sikap hormat kepadanya. Inuyoukai pengawalnya itu adalah salah satu dari beberapa orang yang tidak menyukai kedekatannya dengan para youkai pelayan.
Sepeninggalan Rei, Rin menoleh wajah pada Kiri dan tersenyum. "Kiri-sama, duduk dan temani Rin. Jangan berdiri di samping Rin terus."
"Hamba tidak pantas duduk bersama anda," balas Kiri cepat penuh kesopanan. "Anda adalah Kisaki tanah barat, tuan dari hamba, Rin-sama."
Rin kembali tertawa sejenak mendengar ucapan Kiri. Diam membisu, dia kemudian menghela napas dan mengubah ekspresi wajahnya dari tawa menjadi sedih. Kedua mata coklat besarnya yang bersinar cemerlang menjadi redup menatap inuyoukai di depan. "Tapi Rin ingin Kiri-sama duduk dan menemani Rin..."
Ucapan dan ekspresi Rin dengan seketika membuat Kiri tertegun. Wajahnya yang datar berubah menjadi kebingungan.
"Kiri-sama, temani Rin.." pinta Rin lagi. Suaranya semakin mengecil dan sepasang mata coklatnya berbinar penuh harapan.
Kiri menghela napas panjang. Dirinya tidak akan mungkin dapat bertahan dan menolak permintaan kisaki tanah barat jika beliau sudah berwajah seperti itu. Bukan hanya dirinya, sepertinya sang penguasa tanah barat sendiri juga akan kalah.
"Baiklah." ucap Kiri pelan penuh kekalahan yang mana segera disambut sorak gembira Rin.
"Duduk di samping Rin dan temani Rin, Kiri-sama," tawa Rin bahagia, tangan kanannya bergerak menarik lengan inuyoukai itu duduk di sampingnya. "Apakah anda mau semangka juga, Kiri-sama?"
Kiri tersenyum dan menggeleng kepala menolak tawaran Rin. Melihat kisaki tanah barat yang tidak pernah berubah, hangat dan begitu menyilaukan–dia bersyukur ditugaskan sebagai pengawal pribadinya.
Rin tidak menawari Kiri lagi, duduk diam, dia mengunyah semangka di mulutnya dengan penuh kegembiraan. Sama seperti Sesshoumaru, sebenarnya dia juga tidk pernah melihat si kembar dari barat yang terkenal itu makan. Menatap taman bunga, senyum tidak kunjung menghilang dari wajahnya. Perlahan, dia kemudian menutup mata. Musim panas telah tiba, walau panas, musim panas kali ini juga pasti akan penuh dengan tawa dan kebahagiaan.
"Sesshoumaru-sama."
Suara Kiri yang memanggil nama sang penguasa tanah barat ditangkap telinga Rin. Membuka matanya, kisaki tanah barat itu melihat Kiri yang ada di sampingnya telah berdiri dan membungkuk memberi hormat pada sosok seorang inuyoukai yang berjalan mendekat dari arah taman.
Senyum di wajah Rin semakin melebar melihat sosok Sesshoumaru, sang penguasa tanah barat sekaligus suaminya. Berdiri, tidak mempedulikan apapun, dia berlari ke arahnya. "Sesshoumaru-sa–ahhh!!"
Suara Rin yang memanggil nama Sesshoumaru berubah menjadi teriakan terkejut. Dirinya yang berlari, tidak tahu bagaimana tiba-tiba kehilangan keseimbangannya. Menutup matanya cepat, dia mempersiapkan diri menerima rasa sakit.
Namun, sepasang tangan yang kokoh dan hangat tiba-tiba menangkap tubuhnya. Saat Rin membuka mata lagi, dia telah menemukan dirinya dalam gendongan Sesshoumaru yang tidak tahu sejak kapan telah berada di depannya.
"T-terima kasih, Sesshoumaru-sama." ujar Rin pelan. Meletakkan kedua tangannya pada dada inuyoukai itu, pipinya sedikit memerah karena merasa malu akan sikapnya yang kekanakan.
"Jangan lari, Rin." Ujar Sesshoumaru pelan. Kedua mata emasnya menatap lembut wanita manusia yang wajahnya semakin merah karena malu.
Rin mengangguk kepala pelan. Tidak mengucapkan apa-apa lagi, dia menggerakkan kedua tangannya memeluk leher Sesshoumaru. Menyandarkan kepalanya pada pundak inuyoukai yang merupakan suaminya, dia kemudian berujar pelan. "Rin janji tidak akan lari sembarangan lagi."
Sesshoumaru tersenyum kecil mendengar janji Rin. Tapi, dalam hati, dia tidak yakin dengan janji istrinya itu. Rin itu adalah jiwa yang bebas dan polos–dia seperti anak kecil. Tidak mungkin wanita ini dapat duduk diam dan tidak lari sembarangan di taman.
"Ah, iya!" seru Rin tiba-tiba. Menjauhkan wajahnya dia segera menoleh wajah ke belakang mencari Kiri. Namun, dia tidak menemukan keberadaan inuyoukai pengawalnya lagi. Kebingungan memenuhi wajahnya. "Kiri-sama ke mana?"
Sesshoumaru tidak menjawab pertanyaan Rin. Melangkah dia menuju beranda tempat Rin dan Kiri tadi duduk.
Kiri yang barusan ada di sini telah meninggalkan tempatnya sedetik saat kisaki tanah barat berlari ke arah Sesshoumaru. Pengawal itu tahu, keberadaannya tidak dibutuhkan saat sang penguasa tanah barat ada di tempat–dan penguasa tanah barat paling tidak menyukai waktu kebersama dengan istrinya terganggu.
Mendudukkan Rin di tempat wanita itu barusan duduk, Sesshoumaru kembali menatap kisakinya. "Kau kesulitan dengan tugasmu?"
Rin segera menggeleng kepala dan tertawa mendengar pertanyaan Sesshoumaru. "Tidak, Sesshoumaru-sama. Rin sudah terbiasa dengan tugas Rin."
Sebagai Kisaki tanah barat, Rin wajib menjalankan tugasnya mengurus istana dan beberapa masalah politik di tanah barat, tapi, itu semua sama sekali tidak menyulitkannya. Sebab, jauh sebelum dia menjadi kisaki, dia telah menjalankan semua itu. Inukimi telah membimbing dan mengajari putri angkat yang kini menjadi menantunya semua tugas sebagai kisaki sejak wanita manusia itu masih kecil.
Sesshoumaru mengangguk kepala mendengar jawaban Rin. Tidak mengatakan apa-apa lagi, inuyoukai itu hanya menatap lembut kisakinya yang duduk dengan anggun di depan mata.
"Sesshounaru-sama," panggil Rin lagi. Sepasang mata coklat besarnya yang m enatap balik mata emas di depan bisa menangkap jelas emosi dalam hati suaminya tersebut. "Apakah ada yang membuat anda senang?"
Pertanyaan Rih membuat seulas senyum kecil memenuhi wajah tampan Sesshoumaru. Mengangkat kedua tangannya, dia kemudian memeluk badan mungil di depan. Menenggelamkan wajahnya pada celah leher sang wanita, dia bisa mencium jelas bau musim semi yang menyenangkan.
"Iya," bisik Sesshoumaru pelan. Semakin mengeratkan pelukannya, senyum di wajahnya semakin melebar. "Ada sesuatu yang membuat Sesshoumaru ini senang."
__ADS_1
Senang? Bagaimana dia tidak senang?–sekian lama mencari, dia akhirnya menemukan benang yang dapat menuntunnya kepada apa yang paling diinginkan mereka berdua. Fushi no kusuri, obat keabadian–Sesshoumaru telah menemukan cara mewujudkan harapan yang paling diinginkan Rin.
....xOxOx....