Till The End Of Time [ Inuyasha Fanfiction ]

Till The End Of Time [ Inuyasha Fanfiction ]
Chapter 110


__ADS_3

Akihiko berdiri menatap langit malam dalam hutan di samping istana tanah barat. Wajah tampannya tanpa ekspresi, dan dia juga tidak mempedulikan Tsubasa yang berjalan mendekatinya dari belakang.


Tsubasa yang kemudian berdiri tidak jauh dari belakang Akihiko juga tidak mengatakan apa-apa. Kedua mata merahnya menatap lurus punggung penguasa tanah selatan tersebut.


Akihiko yang meninggalkan tanah selatan dan memutuskan untuk tinggal sementara di tanah barat—Tsubasa hanya dapat berpikir, betapa dunia youkai akan gempar jika mengetahui apa yang menjadi tujuan penguasa tanah selatan ini; merebut kisaki tanah barat.


Tsubasa sesungguhnya benar-benar merasa lucu bahwa Akihiko percaya rumor Sesshounaru yang tidak menginginkan Kisaki tanah barat dan juga anak mereka. Tidak! Mungkin jauh dalam hati penguasa tanah selatan ini, dia sesungguhnya tahu, hanya saja dia menolak untuk mempercayainya; dia masih berpikir bisa memiliki wanita manusia itu.


Obsebsinya.


Obsebsi Akihiko pada wanita manusia itu, Tsubasa tidak pernah mengerti. Ratusan tahun hidup bersama, dia tidak pernah berpikir penguasa tanah selatan ini memiliki sisi yang seperti ini.


"Apakah kau senang melihatku berada dalam posisi sekarang ini, Tsubasa?" tanya Akihiko tiba-tiba. Suaranya datar tanpa emosi, dan dia tidak menurunkan sedikitpun pandangannya dari langit malam di atas.


Tsubasa diam membisu mendengar pertanyaan Akihiko. Namun, sejenak kemudian, dia membuka mulut dan bertanya kembali. "Apakah ini semua sepadan, Akihiko-sama?"


"Tentu." Jawab Akihiko singkat dan tertawa lepas. Dia tahu, jika Rin akan berada di sampingnya selalu, jika senyum dan tawa itu terarah padanya, maka semua yang dia lakukan sekarang sepadan.


"Dia tidak akan mencintai anda, Akihiko-sama," ujar Tsubasa. Hatinya terasa sangat sakit mendengar jawaban youkai serigala yang dicintainya. Tanpa disadari, suaranya meninggi. "Tidak peduli apa yang anda lakukan, wanita itu hanya akan mencintai Sesshoumaru seorang sa—"


Ucapan Tsubasa tidak terselesaikan, dia bisa merasakan jari-jemari yang dingin mencekik lehernya kuat dan mengangkat dia dari atas tanah tempatnya berpijak. Namun, youkai burung itu tidak panik ataupun takut, dia menatap balik pelakunya yang tidak lain adalah; Akihiko.


Dengan kedua mata biru langitnya telah berubah menjadi merah darah dan kedua bibir yang terangkat memperlihatkan gigi taringnya yang panjang, Tsubasa tahu, Akihiko marah.


"K-kenapa? K-kenapa bukan h-hamba?" ujar Tsubasa pelan terbata-bata. Kedua mata merahnya menatap sendu Akihiko. "K-kenapa anda tidak b-bisa memberikan c-cinta anda pada hamba?"


Pertanyaan Tsubasa membuat Akihiko semakin marah. Dia mencekik semakin kuat leher youkai burung itu tanpa mempedulikan hidup-matinya lagi.


"H-amba bisa m-memberikan anda cinta yang a-anda harapkan.." ujar Tsubasa pelan. Ait mata mengalir menuruni pipinya.


Cinta dan bahkan hidupnya, Tsubasa bisa memberikan itu semua untuk Akihiko, dan dia yakin, cintanya itu juga tidak akan kalah dari cinta wanita manusia itu pada Sesshoumaru. Tapi, kenapa Akihiko tidak bisa melihatnya?


Ucapan Tsubasa membuat Akihiko tertegun, tapi sejenak kemudian dia tertawa keras. Melepaskan tangannya yang mencekik leher Tsubasa, dia membiarkan youkai burung itu jatuh ke bawah dan terbatuk-batuk.


"Karena kau bukan Rin," ujar Akihiko kemudian setelah berhasil mengontrol tawanya. Menatap Tsubasa, seulas senyum menyeringai memenuhi wajah tampannya. "Dan—aku tidak membutuhkan cintamu."


Jawaban Akihiko membuat Tsubasa terdiam. Kedua matanya terbelalak menatap youkai serigala yang dicintainya. Rasa sakit yang luar biasa kembali menyerang hatinya, sangat sakit hingga dia tidak bisa memikirkan apa-apa.


Tidak peduli reaksi Tsubasa, Akihiko berjongkok ke bawah. Senyum memyeringai di wajahnya tidak berubah, sedangkan mata biru langitnya penuh dengan tatapan menghina. "Kau boleh memberitahu anjing itu, Tsubasa. Semua rencana dan juga keinginanku, namun—aku tetap akan mendapatkan Rin."


Tsubasa yang menemui Sesshoumaru, Akihiko tahu, dan juga, dia tahu apa perasaan Tsubasa padanya selama ini. Tapi, itu semua tidak pernah penting baginya. Kenapa dia harus memikirkan  sesuatu yang tidak penting? Di dunia ini sekarang, baginya, yang paling penting hanyalah Rin menjadi miliknya.


Tertawa sekali lagi, Akihiko kemudian berdiri. Tidak mempedulikan Tsubasa, dia kemudian melangkah kakinya meninggalkan hutan di mana mereka berada.


Tsubasa tetap tidak bergerak, menatap punggung yang semakin jauh dan akhirnya menghilang dari pandangannya, dia kemudian mengangkat kepala ke atas dan tertawa keras.


Suara tawa keras memenuhi hutan dan langit malam. Tsubasa tertawa dengan sangat bahagia. Dia sangat senang, sebab semakin Akihiko menginginkan wanita manusia itu, akan semakin menderita juga youkai serigala itu. Apa yang dia inginkan, segala yang direncanakannya telah berjalan dengan sangat baik.


Sesshoumaru tidak akan pernah meninggalkan wanita itu, begitu juga dengan wanita yang tidak mungkin berpaling dari inuyoukai itu. Segala yang dirasakannya, Tsubasa tahu, Akihiko akan merasakannya juga.


Tapi—kenapa hatinya begitu sakit? Sakit hingga rasanya ingin pecah, sakit hingga dia seakan tidak bisa bernapas, serasa seluruh tubuhnya akan remuk.


Cinta yang dalam, namun begitu menyakitkan. Jika saja ratusan tahun yang lalu, Tsubasa tahu, akan ada hari seperti ini, maka saat itu, dia pasti akan lebih memilih mati di tangan burung elang—dia pasti akan lebih bahagia hidup sebagai seekor burung kecil di dunia ini.


....xOxOx....


"Aku ingin membunuhnya, Ayahanda!!" teriak Akiko keras penuh kemarahan. Kedua mata birunya telah menjadi merah darah, begitu juga dengan wajah cantiknya yang kini telah berubah mendekati sosok aslinya, rubah berekor sembilan.


"Wanita manusia itu!!! Aku ingin dia mati!! Dia sudah berani merebut segala milikku!!!" teriak Akiko terus tidak peduli sekelilingnya.


Asano yang berada di depan Akiko tidak mengatakan apa-apa. Diam membisu, penguasa tanah timur melihat putrinya melampiskan kemarahan yang ada. Keadaan sekarang, dia tidak mengerti. Sesshoumaru, sang penguasa tanah barat dengan lantang telah mendeklarasikan bahwa pewarisnya hanyalah satu, yakni; anak dalam kandungan kisaki manusianya—seorang hanyou.


Sesshoumaru bukanlah youkai yang tidak memiliki logika, dia youkai yang selalu memperhitungkan segala sesuatu yang dilakukannya. Jadi, mengangkat seorang anak hanyou menjadi pewarisnya, apakah dia memiliki maksud tersembunyi?


Seperti apa Sesshoumaru, Asano sudah mengamatinya sejak lahir, karena dia adalah anak dari Inu No Taisho dan Inukimi dari barat yang terkenal begitu kuat. Inuyoukai itu tidak diragukan merupakan youkai berbahaya dan mengerikan. Youkai yang berada di puncak piramida predator di dunia, youkai yang sangat sempurna, karena—dia tidak memiliki perasaan. Youkai yang dengan sendirinya membiarkan ayah kandungnya sendiri mati, youkai yang hanya menginginkan kekuatan, membenci mereka yang lemah, terutama; manusia.


Tapi, memberikan benihnya sendiri dan akan mengangkat anak dari seorang manusia menjadi pewaris tanah barat—Asano tidak bisa mengerti ini semua. Hanya berpegangan dengan kekuatan meido seki, Sesshoumaru mengangkat wanita manusia itu menjadi kisaki, itu masih masuk akal, tapi, jika sampai berniat mewariskan segala yang dimilikinya untuk anak wanita manusia itu—ini sudah tidak wajar.


Sejak awal, Asano menginginkan Akiko menjadi kisaki tanah barat, sebab dengan begitu, posisinya sebagai penguasa tanah timur akan aman dan memiliki dukungan yang kuat. Putrinya cantik dan kuat, dia adalah calon kisaki tanah barat yang sempurna hingga wanita manusia itu muncul.


Hime dari tanah barat yang terkenal. Seorang wanita manusia yang dihidupkan Sesshoumaru sendiri, bukti kekuatannya yang bisa mengendalikan hidup maupun mati.


Wanita manusia itu muncul bersamaan dengan saat Sesshoumaru menjadi penguasa tanah barat menggantikan Inukimi. Seiring waktu, nama hime dari tanah barat menjadi terkenal di dunia youkai; seorang manusia yang berada di tengah dunia youkai; manusia yang dilindungi Sesshoumaru.


Lalu, perang barat-selatan pecah. Itulah pertama kalinya dunia youkai tahu, wanita manusia yang semua orang kira adalah bukti kekuatan Sesshoumaru mengendalikan hidup mati-ternyata juga memiliki kekuatan itu.

__ADS_1


Sikap dan perlindungan yang diberikan Sesshoumaru pada wanita manusia itu menjadi jelas. Siapa yang tidak ingin memiliki kemampuan menghidupkan mereka yang telah mati? Jika memiliki kekuatan tersebut, betapa kuat seseorang akan menjadi? Kekuatan itu adalah yang luar biasa dan sangat berguna, namun juga mengerikan dan berbahaya jika jatuh ke tangan musuh.


Status sebagai Kisaki tanah barat adalah sebuah status dan juga tali kekang yang sempurna untuk mengikat wanita manusia yang memiliki kemampuan mengendalikan meido seki padanya. Sesshoumaru masih bisa mengendalikan segalanya—semua kekuatan tetap berada dalam gengamannya.


Hanya saja, mengangkat manusia menjadi kisaki memiliki resiko yakni; pewaris. Sesshoumaru tidak akan memiliki alasan untuk menolak Akiko di istananya jika dia menginginkan seorang pewaris yang kuat dan merupakan youkai sejati. Cepat atau lambat, inuyoukai itu akan tahu, bahwa yang memang seharusnya menjadi kisaki tanah adalah Akiko, bukanlah wanita manusia itu.


Asano percaya, meski rencananya sedikit berubah karena kehadiran wanita manusia itu, Akiko tetap akan menjadi wanita yang melahirkan pewaris tanah barat, pemilik sesungguhnya dari status kisaki tanah barat—semua masih ada dalam rencananya.


Tapi, bagaimana jika Sesshoumaru mengangkat wanita manusia itu menjadi kisaki tanah barat karena—mencintainya?


Asano tidak percaya, jika inuyoukai itu mengikuti jejak ayahnya dengan mencintai seorang manusia. Inuyoukai tanpa perasaan itu tidak mungkin akan merendahkan dirinya hingga ke titik itu.


Akan tetapi, jika Sesshoumaru benar-benar mencintai kisaki manusianya, maka semua pertanyaan yang ada sampai sekarang terjawab, dan rencana yang telah dia rencanakan sekian lama akan—gagal.


Akiko tidak akan pernah menjadi kisaki tanah barat, dia tidak akan memiliki kesempatan untuk melahirkan pewaris bagi Sesshoumaru—Asano tidak akan memiliki dukungan dari tanah barat yang ditakuti semua orang.


"Lakukan sesuatu, Ayahanda!!" teriak Akiko keras, dia berlutut di depan Asano dan menatapnya lekat. "Aku tidak akan melupakan penghinaan ini! Aku ingin semuanya kembali padaku!!"


Asano tetap diam membisu, otaknya berpikir mengubah keadaan yang tidak menguntungkannya sekarang. Namun, tiba-tiba saja, pintu shoji ruangan tempatnya terbuka. Seorang youkai rubah berlari masuk dengan wajah pucat.


"Asano-sama," ujar youkai rubah itu sambil berlutut, kedua matanya menatap penuh ketakutan pada Asano dan Akiko. "Desa youkai klan kelinci biru dan burung air telah dihancurkan manusia!"


....xOxOx....


"Makanlah ini," ujar Shippo pelan dan melemparkan dua apel yang ada di tangannya pada Yuki dan Sora."Kita akan bermalam di sini hari ini."


Yuki dan Sora yang menangkap apel yang dilemparkan Shippo mengangguk kepala. Tidak membuang waktu, Sora langsung mengigit apel itu dan mengunyahnya penuh rasa syukur, sebab dia memang sangat lapar.


Namun, tidak untuk Yuki, dia menatap apel itu sejenak dan kemudian menatap Shippo. "Shippo-kun, menurutmu," ujarnya pelan. "Apa yang sebenarnya terjadi?"


Shippo diam membisu mendengar pertanyaan Yuki, sebab dia memang tidak memiliki jawabannya.


"A-apa menurutmu, S-shui-sama, sang terhormat yang melakukan ini semua?" suara Yuki bergetar mengucapkan apa yang ada dalam hatinya.


Shippo menghela napas dan menggaruk kepala. "Aku tidak tahu. Tapi, ada kemungkinan."


Mengikuti terus para youkai yang menyamar menjadi manusia, Shiipo, Yuki dan Sora mendapatkan beberapa informasi, meskipun tidak terperinci. Sehari setelah mereka melihat bawahan Shui muncul, pasukan itu kembali bergerak.


Namun, ada yang berbeda. Mereka menuju tanah timur dan di sana, mereka membantai desa youkai klan kelinci biru. Seperti sebelumnya, pasukan itu meninggalkan bendera bangsawan manusia—seakan yang menyerang memanglah manusia. Lalu, setelah menghancurkan desa youkai klan kelinci biru, mereka kembali bergerak menyerang desa youkai klan burung air.


Shippo sungguh berharap dapat mencari Kagome dan yang lainnya. Jika mereka ada, dia yakin, mereka pasti akan dapat menemukan jawaban dari apa yang terjadi. Namun, baik Yuki maupun Sora tidak mau, mereka berdua masih bertekad mengawasi pasukan itu dan mengumpulkan informasi.


Shippo tidak bisa meninggalkan mereka berdua begitu saja. Mereka bahkan masih belum dapat mencari makanan sendiri dengan baik, bagaimana dia bisa meninggalkan mereka? Meninggalkan mereka sama saja dengan membiarkan mereka mati.


Perasaan Yuki dan Sora, Shippo sebenarnya mengerti. Kedua youkai kecil itu hanya ingin mengetahui siapa musuh mereka sebenarnya untuk memberikan sebuah kejelasan akan musnahnya klan mereka. Akan tetapi, melihat dengan mata kepala sendiri desa youkai klan kupu-kupu salju, kelinci biru dan burung air musnah tanpa bisa melakukan apa-apa—dia merasa dirinya sungguh tidak berguna.


Shippo kemudian menghela napas. Ada perasaan putus asa memenuhi hatinya, padahal dia berpikir dia kini telah menjadi kuat, kenyataannya dia masihlah sangat lemah. Dia bisa seperti Inuyasha yang meski bodoh dan tidak berpikir panjang berani meloncat keluar dengan pedang tessaiga saat menemukan musuh, tidak peduli mereka lebih kuat ataupun banyak.


"Shippo-kun," panggil Yuki pelan. Dia menatap youkai rubah itu dengan kedua mata merahnya yang penuh kekahwatiran. "Ada apa?"


"Tidak apa—" jawaban Shippo tidak terselesaikan, karena dia bisa merasakan aura youkai yang mengarah mendekati mereka. Menarik Yuki dan Sora yang masih tidak menyadari apa-apa, mereka segera bersembunyi di balik semak-semak.


Yuki dan Sora langsung mengetahui apa yang terjadi melihat reaksi Shippo. Wajah mereka langsung memucat, dan tidak berani mengeluarkan sepatah katapun.


Perlahan, mereka mendengar suara langkah kaki. Mencuri lihat dari dalam semak-semak, baik Shippo maupun Yuki bisa melihat dua orang youkai dari pasukan yang mereka ikuti berjalan lewat.


"Aku sudah mulai bosan dengan perkerjaan ini," ujar salah satu youkai itu. "Kenapa kita hanya disuruh membantai youkai-youkai lemah itu? Sama sekali tidak ada tantangan."


"Jangan mencari masalah," balas temannya sambil menghela napas. "Kita harus mengikuti perintah."


"Iya," youkai yang pertama kali berbicara ikut menghela napas panjang. "Aku tahu, kita ke utara dan membantai desa klan youkai lemah di sana, kan?"


"Bagus kalau kau tahu."  jawab temannya itu dan kemudian tertawa. "Aku berharap setelah utara, kita akan ditugaskan membantai klan youkai tanah barat."


Shippo yang diam mendengar pembicaraan kedua youkai itu tidak dapat menghentikan perasaan tidak enak yang semakin besar. Netral, timur dan kini utara, lalu kemungkinan selanjutnya barat. Apa tujuan mereka? Apakah mereka ingin menciptakan perang manusia dan youkai?


....xOxOx....


"Kenji-sama!! Apakah kau bisa membantuku? Bisakah kau memberikanku petunjuk!?" tangis Myoga keras. Dia duduk di atas bahu Kenji, youkai monyet yang merupakan sahabat sekaligus tangan kanan Inu No Taisho dulu.


Kenji tidak menjawab pertanyaan Myoga. Dia duduk diam dalam gua yang merupakan tempat tinggalnya memikirkan sesuatu yang tidak tahu kenapa sangat menganjalkan hatinya.


"Aku sudah mencari Totosai, Bakuseno, aku bahkan juga sudah mengunjungi makam Toga-sama," teriak Myoga terus tidak peduli Kenji tidak mempedulikannya. "Tapi, aku tetap tidak dapat menemukan petunjuk tentang Fushi No Kusuri!!"


"Myoga," panggil Kenji kemudian pelan. Dia mulai terganggu dengan suara Myoga. "Berisik."

__ADS_1


Myoga terdiam mendengar ucapan Kenji. Dengan mata yang masih penuh air mata, dia kemudian berujar pelan. "Sesshoumaru mungkin akan memanggilku tidak lama lagi. A-aku mungkin akan segera mati..."


"Kau tidak akan mati," sela Kenji sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Sesshoumaru tidak akan memanggilmu dalam waktu dekat, sebab ada terlalu banyak hal yang harus dia urus sekarang."


Air mata Myoga terhenti, dengan pandangan tidak percaya, dia menatap Kenji penuh harap. "B-benarkah?"


Kenji mengangguk kepala. "Dia pasti tidak akan memanggilmu sampai Rin kecil melahirkan pewarisnya."


Jawaban Kenji membuat mata Myoga kembali terbelalak. "P-pewaris?? Rin-chan sedang mengandung anak Sesshoumaru???"


"Oh, kau tidak tahu?" tanya Kenji balik dan tersenyum. "Sesshoumaru bahkan sudah mengumumkan bahwa anak itu adalah pewarisnya yang sah dan hanya satu."


"S-sesshoumaru mau menwariskan tanah barat pada seorang hanyou??" tanya Myoga lagi. Dia yang dalam perjalanan mencari fushi no kusuri sama sekali tidak punya niat mendengar berita lain, karena itulah, dia tidak tahu bahwa kisaki tanah barat telah mengandung seorang pewaris.


"Kurasa itu bukan sesuatu yang mengejutkan, Myoga," senyum Kenji melihat reaksi temannya itu. "Anak itu meski hanyou, dia adalah anak dari satu-satunya wanita yang begitu berarti baginya—Sesshoumaru akan menyayangi anaknya sebagaimana Toga dulu menyanyanginya dan Inuyasha."


Myoga kembali terdiam. Tapi, dia merasa ucapan Kenji sangat benar. Wanita manusia yang dihidupkannya, dibesarkan dalam istananya dengan baik, diangkat menjadi kisaki tanah barat, lalu—ingin diperpanjang hidupnya. Rin memang merupakan satu-satunya wanita yang berarti bagi Sesshoumaru.


"Iya," balas Myoga kemudian dengan pelan. Perlahan, sulas senyum mengembang di wajahnya. "Sesshoumaru akan menyanyangi anak itu."


Ada rasa bahagia memenuhi hati Myoga. Dia merasa Inu No Taisho pasti akan sangat gembira melihat perkembangan Sesshoumaru sekarang. Inuyoukai penguasa tanah barat itu telah menerima pewarisnya yang merupakan seorang hanyou, karena itu, dia pasti juga telah menerima adik hanyounya—Inuyasha.


Hubungan antara Sesshoumaru dan Inuyasha yang tidak pernah baik sejak dulu, kini telah mulai berubah. Tapi, mungkin tidak ada yang menyangka, bahwa yang membuat sesuatu yang mustahil itu menjadi kenyataan adalah seorang wanita manusia tanpa kekuatan apapun.


Sesshoumaru yang dilahirkan dan ditakdirkan menjadi penguasa tanah barat adalah inuyoukai yang tidak berperasaan. Namun, tidak tahu kapan dan bagaimana, Rin yang merupakan seorang manusia mengubahnya. Wanita manusia itu mengajarinya, apa itu; cinta.


"Sesshoumaru sudah bukan lagi Sesshoumaru yang dulu." Tawa Kenji keras. Putra kebanggaan sahabatnya,  inuyoukai yang dilihatnya dulu, kini sudah berubah—berubah ke sisi yang sangat baik.


"Kapan Rin-chan akan melahirkan anaknya?" tanya Myoga cepat sambil meloncat-loncat di bahu Kenji.


"Pertengah musim dingin," Jawab Kenji mengingat informasi yang di dapatkannya.


"Berarti aku masih akan memiliki waktu beberapa bulan," ujar Myoga sambil menghela napas. "Sekarang sudah musim gugur, aku hanya dapat bernapas lega sebentar."


Kenji tidak memngucapkan sepatah katapun mendengar ucapan Myoga. Diam membisu, dia teringat akan informasi yang didapatkannya mengenai kehamilan Rin. Dari yang masuk akan hingga tidak masuk akal.


Banyak yang mengatakan Sesshoumaru tidak menginginkan seorang hanyou menjadi pewarisnya. Tapi, itu berlawanan dengan kenyataan yang ada, sebab Sesshoumaru telah mengumumkan bahwa anak itu adalah pewarisnya yang sah dan hanya satu.


Informasi lainnya adalah bahwa Akihiko sang penguasa tanah selatan yang meninggalkan istananya dan berada di istana tanah barat. Dia datang ke tanah barat dengan tujuan merebut Kisaki tanah barat dan anak dalam kandungannya—Kenji tidak tahu harus memberikan reaksi apa untuk informasi ini.


Akihiko memang tertarik dengan Rin, Kenji sudah bisa melihatnya dengan jelas pada perang barat-selatan. Tapi, bisa sampai ke titik ini, dia sungguh tidak tahu harus tertawa atau menangis. Pesona Rin yang luar biasa, sudah berapa banyak daiyoukai yang takluk hanya dengan senyum dan tawanya.


Informasi selanjutnya adalah manusia yang ingin menyerang tanah barat dan membunuh Rin serta anaknya. Untuk ini, Kenji juga tidak dapat memberikan reaksi apa. Kenapa manusia itu begitu bodoh?—tidak tahu bagaimana, mereka percaya, Rin adalah wanita licik dan kejam yang ingin menjadikan manusia budak youkai.


Lalu, manusia-manusia itu dengan begitu bodoh dan suksesnya telah berhasil membuat inuyoukai yang bahkan ditakuti youkai sendiri murkah. Perintah sang penguasa tanah barat yang tidak mengijinkan siapapun menganggu dan menghentikan para manusia bodoh itu ke istana tanah barat—Kenji tidak bisa membayangkan bagaimana tragis dan mengerikannya nasib manusia itu nanti.


Masih banyak lagi informasi simpang-siur yang ada, salah satunya, Akiko yang menemui Sesshoumaru dan ingin menjadi selir inuyoukai itu. Namun, dari sekian banyak informasi yang ada, sebenarnya ada satu informasi aneh yang sangat menganggu hati Kenji.


Bersamaan dengan keinginan manusia menyerang tanah barat, Kenji mendapatkan informasi bahwa pasukan manusia berhasil menghancurkan desa youkai klan tikus putih dan kupu-kupu salju dari wilayah netral.


Klan youkai tikus putih dan kupu-kupu salju adalah klan kecil yang lemah. Namun, bisa hancur di tangan manusia?—Kenji tidak percaya. Selemah-lemahnya seorang youkai, mereka lebih kuat dari manusia. Apalagi jika sudah menyangkut hidup-mati, insting youkai akan membuat mereka lebih kuat. Karena itulah, bagaimana mungkin mereka hancur tanpa tersisa di tangan para manusia?


Dunia youkai tidak mempedulikan dua klan youkai lemah yang hancur di tangan manusia. Di dunia di mana hukum rimba yang kuat hidup dan lemah musnah, kehancuran klan tikus putih dan kupu-kupu salju malah menjadi sesuatu yang memalukan. Youkai yang lebih lemah daripada manusia, tidak ada seorangpun yang berpikir untuk menyelidikinya, termasuk; Shui.


Shui sang pemimpin youkai netral tidak melakukan apa-apa dengan kehancuran kedua klan di bawahnya. Siapa Shui? Kenji jelas tahu. Dia mengenal baik sifat asli dan juga kegilaannya, karena itu, semuanya terasa sangat jangal.


Kenji adalah seorang jendral, hampir dua ribu tahun dia hidup, dia telah melewati perang dan pertempuran yang tidak terhitung lagi banyaknya. Pengalaman berbicara padanya; ada yang aneh, ada yang janggal dan—berbahaya.


"Kenji-sama!!" teriak suara seorang youkai monyet yang berlari masuk ke dalam gua di mana Kenji dan Myoga berada tiba-tiba.


Kenji dan Myoga langsung menoleh wajah pada youkai monyet muda yang bernapas terengah-engah saat tiba di depan mereka. "Kenji-sama, kenapa anda tidak pernah mau pindah dari gua ini? Tahukah anda berapa sulit dan jauhnya kami harus berlari untuk mencapai tempat in?" protes youkai itu penuh kekesalan.


Kenji tidak mempedulikan perkataan bawahannya itu. Dia yang merupakan pemimpin klan youkai monyet tidaklah tinggal di desa mereka, dia lebih memilih untuk tinggal sendiri di gua yang jauh dari keramaian, dan juga, bukankah meminta bawahannya datang dari desa dengan tanpa sengaja sedang melatih kemampuan mereka?


"Kenji-sama, ada sesuatu yang ingin kusampaikan pada anda." ujar youkai muda itu kemudian sambil menggaruk kepalanya. Ekspresi wajahnya yang tadi penuh kekesalan dengan segera menjadi serius.


"Ada apa?" tanya Kenji.


"Desa youkai klan kelinci biru dan burung air dari tanah timur telah dihancurkan manusia," jawab youkai muda itu cepat. "Dan, seperti kedua klan sebelumnya, tidak ada seorangpun yang hidup."


"Eh???" seru Myoga terkejut. Desa youkai binasa di tangan manusia?


Kenji tidak mengatakan apa-apa, tapi perasaan janggal dalam hatinya semakin kuat mendengar informasi itu. Jantungnya berdetak cepat, dan apapun yang terjadi, youkai monyet itu tahu, dia harus memeriksanya sendiri; dia tidak boleh berdiam diri lagi.


Bangkit berdiri, Kenji kemudian membuka mulut sambil menatap youkai muda di depannya. "Sampaikan pada mereka yang ada di desa, aku akan meninggalkan desa untuk memeriksa apa yang terjadi."

__ADS_1


....xOxOx....


__ADS_2