![Till The End Of Time [ Inuyasha Fanfiction ]](https://asset.asean.biz.id/till-the-end-of-time---inuyasha-fanfiction--.webp)
Duduk di teras luar kamar Rin, Inuyasha dan Miroku hanya dapat menatap langit siang dalam diam. Wajah mereka tidak berekspresi, mungkin karena masih berusaha mencerna apa yang baru saja terjadi.
"Kau tahu Inuyasha," ujar Miroku memulai pembicaraan sambil tersenyum menatap Inuyasha yang ada di sampingnya. "Kurasa Kagome adalah orang paling berani yang ada."
Kebingungan, Inuyasha menatap Miroku. "Apa maksudmu?"
"Dia berani maju menghentikan Sesshoumaru dan Akihiko-san," tawa Miroku membayangkan apa yang barusan terjadi. "Tidak akan ada manusia yang berani menghentikan kedua penguasa youkai itu sambil tersenyum sepertinya lagi di dunia ini."
"Cih." membuang muka seakan tidak peduli, Inuyasha tidak membalas ucapan Miroku. Namun, ada perasaan bangga dalam hati karena sahabatnya itu mengakui keberanian istrinya yang luar biasa.
Ya! Siapa yang mebayangkan kalau Kagome akan dengan santainya menghentikan Sesshoumaru dan Akihiko. Lalu, setelah itu, tanpa mempedulikan kedua penguasa youkai, dia menarik Rin dan memanggil Sango juga Inukimi untuk membantu mengobati tangan gadis itu di kamar.
Inuyasha dan Miroku yang ditinggalkan begitu saja oleh para wanita hanya dapat mengikuti dari belakang. Lalu, saat para wanita masuk ke dalam kamar, mereka terpaksa duduk di teras depan kamar Rin bagaikan pengawal.
Dalam kamar Rin, Kagome mengoleskan obat racikannyan sendiri pada luka di kedua lengan gadis manusia itu.
"Oleskan obat ini setiap tiga jam sekali pada cedera di lenganmu Rin-chan. Kalau tidak, aku takut akan membiru." ujar Kagome sambil meletakkan sebotol kecil obat salep di tangan Rin.
"Rin mengerti. Terima kasih, Kagome-sama." Rin mengangguk kepala sambil mengenggam botol obat di tangannya.
"Apa kau capek, Rin-chan? Jika capek, kau boleh beristirahat." ujar Sango yang ada di samping Kagome sambil menatap Rin. Taijiya itu cukup bersyukur karena reaksi Rin saat melihat Sesshoumaru tidak seperti yang ditakutinya.
"Eh? T-tidak, Rin tidak capek." balas Rin cepat sambil menggeleng kepala.
"Beristirahatlah dulu, Rin kecil" sela Inukimi yang juga berada dalam kamar tersebut. "Kau baru saja kembali dari kota manusia. Kau pasti capek, jangan memaksa diri."
Rin menggeleng kepala. "Tidak apa-apa, Ibunda. Yang paling penting, Rin harus berbicara dengan Sesshoumaru-sama terlebih dahulu."
Ucapan Rin secara langsung membuat Kagome, Sango dan Inukimi menatap gadis manusia itu dengan ekspresi wajah tidak terbaca.
Istana tanah selatan sudah kembali tenang. Setelah Kagome menarik Rin kembali ke kamarnya, baik Sesshoumaru maupun Akihiko tidak lagi membuat keributan, begitu juga dengan Kira, Kiri, Tsubasa dan para prajurit youkai di istana ini.
Baik Rin, Kagome, Sango dan Inukimi tidak tahu apa yang terjadi selanjutnya. Namun, meski begitu, dalam hati Rin, dia tetap takut jika kedua penguasa youkai itu kembali mengobarkan api perang. Dia tidak akan tenang sebelum mendapatkan kepastian dari mereka untuk tidak berperang.
"Sesshoumaru? Kau ingin berbicara dengan putra bodohku itu?" tanya Inukimi kemudian.
Rin memgangguk kepala. "Rin juga harus berbicara dengan Akihiko-sama. Rin tidak mau barat dan selatan berperang lagi."
Ucapan Rin sekali lagi membuat para wanita dalam kamar itu menatapnya. Namun sejenak kemudian mereka tertawa.
"Tenang Rin kecil, itu tidak akan terjadi," tersenyum Inukimi menyentuh kepala putri manusianya lembut. "Untuk sekarang, tidak akan ada perperangan.."
Rin masih ragu dengan ucapan Inukimi. Tapi melihat tatapan lembut inuyoukai itu, dia tidak dapat mengatakan apa-apa. Gadis manusia itu hanya dapat menjawab dengan suaranya yang mengecil. "Rin mengerti."
Inukimi membelai kepala Rin dengan lembut. Betapa manisnya gadis manusia ini, mungkin diantara semua yang ada, dialah yang paling menghawatirkan hubungan antara barat dan selatan. Menghindari perang, tidak menginginkan ada yang mati–meido seki bersinar mungkin adalah karena keinginannya ini.
Kagome dan Sango hanya bisa tersenyum melihat sikap Rin. Perang? Tidak tahu kah gadis manusia ini sampai sekarang dengan sikap yang ditunjukkan Akihiko sang penguasa tanah selatan padanya? Semua orang bisa melihat betapa lembut kedua mata biru langit itu saat menatap Rin. Youkai serigala itu tidak mungkin akan berperang dengan barat lagi.
Lalu, untuk Sesshoumaru..
Keberadaan inuyoukai itu di istana tanah selatan sekarang telah membuktikan arti Rin dalam hatinya. Gadis manusia ini bukanlah gadis yang dihidupkannya karena mencoba kekuatan tensaiga semata, bukan juga gadis manusia yang dibesarkannya karena kecantikkannya, bukan bawahannya–Rin adalah gadis manusia yang sangat berharga baginya.
Perang tidak akan pernah pecah, selama Rin menginginkannya. Tidak pernah terbayang dalam hidup mereka, jika keberadaan seorang gadis manusia tanpa kekuatan spritual bisa menentukan nasib dari dua klan terbesar youkai di jepang.
"Dan menurutku," tambah Inukimi lagi sambil tertawa. "Lebih baik kau tidak menemui putra bodohku ataupun serigala kecil dulu, Rin kecil. Mereka berdua butuh waktu untuk menenangkan pikiran mereka."
....xOxOx....
__ADS_1
Sesshoumaru duduk di bawah sebatang pohon sakura dalam hutan yang terletak tidak jauh dari istana tanah selatan. Dengan mata tertutup, wajahnya tenang tanpa ekspresi seperti biasa.
Sesshoumaru meninggalkan istana tanah selatan tanpa mengatakan apa-apa setelah Kagome membawa Rin kembali ke kamar. Tetapi, tidak ada niat dalam hatinya untuk kembali ke barat atau meninggalkan gadis manusia itu–dia tidak akan kembali ke barat tanpa Rin.
Sebenarnya, Sesshoumaru tidak ingin meninggalkan Rin di istana tanah selatan lagi. Namun, melihat luka di tangan gadis manusia yang disebabkan olehnya–dia tidak bisa. Terlebih lagi, ekspresi wajah dan air mata yang telah menumpuk–dia benar-benar bisa melakukan apapun.
Apa yang telah dilakukannya terhadap Rin, segala luka serta air mata yang disebabkannya– Sesshoumaru merasa sangat bersalah dan menyesal sekarang.
"Sesshoumaru." Suara seorang wanita memanggil namanya ditangkap telinga penguasa tanah barat itu. Dia sudah tahu siapa yang mendekatinya dari tadi walau tidak membuka matanya, aura youkai yang terpancar sudah menjawabnya–Inukimi.
Membuka mata, mata emas Sesshoumaru menatap Inukimi. "Apa yang kau inginkan, Ibunda?"
Inukimi tersenyum mendengar pertanyaan Sesshoumaru. "Apa yang akan kau lakukan sekarang, Sesshoumaru?"
"Apa yang kau rencanakan, Ibunda?" Sesshoumaru kembali membalas pertanyaan Inukimi dengan sebuah pertanyaan. Tidak ada perubahan pada ekspresi di wajahnya.
Inukimi tidak menahan tawanya lagi melihat reaksi Sesshoumaru. "Yang kurencanakan hanyalah kebahagiaan putriku, Sesshoumaru."
Jawaban Inukimi membuat Sesshoumaru memincingkan mata dan menatap tajam Ibu kandungnya.
"Daripada orang yang mengabaikan dan tidak menghargainya, Rin kecil pasti akan lebih bahagia bersama orang yang berusaha keras membuatnya tersenyum dan tertawa."
Ucapan Inukimi membuat Sesshoumaru tertegun. Namun sedetik kemudian dia kembali menatap tajam ibu kandungnya dengan kedua jari-jemari tangan terkepal erat.
Maksud ucapan Inukimi, Sesshoumaru jelas tahu. Reaksi dan ekspresi wajah Akihiko saat berhadapan dengan Rin telah menjelaskan padanya dengan sejelasnya, apa maksud dari penguasa tanah selatan. Youkai serigala itu tidak menyembunyikan sedikitpun kenyataan bahwa dia menginginkan gadis manusia itu.
Permohonan dan ekspresi wajah Rin saat memintanya untuk tidak menyerang selatan dan melukai Akihiko terlintas dalam pikiran Sesshoumaru, dan itu membuat hatinya mulai panik untuk pertama kali. Bagaimana kalau Rin pada akhirnya memilih Akihiko? Apa yang akan dilakukannya jika gadis itu memilih selatan?
Inukimi bisa melihat kepanikan dalam mata emas Sesshoumaru dan senyum di wajahnya semakin lebar. "Kau benar-benar akan kehilangan Rin kecil jika masih belum berubah, Sesshoumaru."
....xOxOx....
Mata coklat Rin tidak dapat menyembunyikan kebingungan yang ada. Keberadaan Kira dan Kiri sebenarnya tidak aneh, tapi jika menambahkan Tsubasa, pemandangan di depan mereka jelas menjadi sangat aneh.
"Tsubasa-sama, ada yang bisa Rin bantu?" tanya Rin kemudian dengan pelan.
Pertanyaan Rin membuat senyum merekah di wajah selir istana tanah selatan itu. "Hamba hanya ingin memberikan salam pada anda, Rin-sama. Maaf karena terlambat, beberapa kesibukan yang ada membuat hamba tidak memiliki waktu."
Rin tersenyum mendengar penjelasan Tsubasa, walau sebenarnya dalam hati dia tidak mengerti kenapa selir kesayangan Akihiko meminta maaf karena telat memberikan salam padanya. Bukankah dirinnya sebagai tamulah yang seharusnya memberikan salam pada Tsubasa?–sebab keberadaan youkai burung ini diistana tanah selatan merupakan penangung jawab istana menggantikan Kisaki selatan yang sampai sekarang masih kosong.
"Tsubasa-sama, Rinlah yang seharusnya meminta maaf karena telat memberikan salam pada anda." Tawa Rin kemudian, senyum di wajahnya semakin melebar.
Tsubasa tetap tersenyum mendengar ucapan Rin. Kedua mata merahnya menatap lekat gadis manusia di depannya. Sangat cantik dengan senyum yang menyilaukan–hime dari barat di depannya sudah kembali ke sosoknya yang sebenarnya, tidak seperti kemarin yang murung tanpa senyum. Keberadaan Sesshoumaru kan?–ataukah upaya Akihiko yang telah membuahkan hasil?
Salam sebenarnya hanyalah sebuah alasan. Keberadaan Tsubasa di kamar ini sesungguhnya adalah perintah dari Akihiko. Si kembar dari barat yang menuju kamar Rin membuat penguasa tanah selatan waspada, bagaimana jika mereka membawa gadis manusia itu kembali ke barat atas perintah Sesshoumaru tiba-tiba?–tidak ada yang dapat mempredeksi apa yang ada dalam pikiran penguasa tanah barat itu. Karena itulah dia ada di sini sekarang, sebagai pengawas.
Kira dan Kiri tidak mengatakan apa-apa, tetapi mereka berdua juga tahu, apa maksud keberadaan Tsubasa dalam kamar Rin. Akihiko tidak mungkin membiarkan gadis manusia itu begitu saja bersama mereka, sebab penguasa tanah selatan telah bersusah payah membuatnya menginjakkan kaki di istana tanah selatan.
"Tsubasa-sama," panggil Rin lagi. "Apakah anda sibuk karena persiapan untuk hanami?"
Tsubasa mengangguk kepala mendengar pertanyaan Rin. Hanami yang akan diadakan pertama kalinya di istana tanah selatan merupakan agenda penting yang direncanakan Akihiko, karena itu persiapannya juga memerlukan waktu yang banyak.
"Begitu ya!!" tertawa, Rin segera mengenggam erat kedua tangan Tsubasa. "Kalau begitu biarkan Rin membantu anda, Tsubasa-sama!!"
"Tentu saja, terima kasih karena bersedia membantu hamba, Rin-sama." Tsubasa kembali mengangguk kepala. Selir penguasa tanah selatan tersebut tidak menolak bantuan Rin sama sekali, sebab jauh sebelum gadis manusia ini menginjakkan kakinya kemari, Akihiko telah mengatakan padanya untuk membiarkan hime dari barat melakukan apa saja yang diinginkannya.
Puas dengan jawaban dari Tsubasa, Rin kemudian melapaskan tangan selir penguasa tanah selatan dan menoleh wajah menatap Kira serta Kiri. Keberadaan mereka berdua memang tidak aneh, tetapi, di selatan ini, bukankah mereka seharusnya berada di samping Sesshoumaru yang merupakan tuan mereka? "Kira-sama, Kiri-sama, anda ber–"
__ADS_1
"Kami berada di kamar anda sekarang karena perintah Sesshounaru-sama." potong Kiri datar. Mata emasnya kemudian terarah pada Tsubasa. "Kami tidak bisa meninggalkan anda tanpa pengawasan di selatan ini, Rin-sama."
Kira tidak mengatakan apa-apa, tetapi pandangan matanya yang menatap Tsubasa jelas bukan pandangan bersahabat.
Tsubasa tetap tersenyum mendengar ucapan Kiri, tidak ada reaksi sedikitpun diberikannya pada tatapan si kembar dari barat.
"Perintah Sesshoumaru-sama??!" tanya Rin tiba-tiba, kedua matanya terbelalak tidak percaya.
Kira mengangguk kepala. "Iya, Rin-sama."
Jawaban Kira membuat Rin tersenyum sangat lebar. Kedua matanya berbinar bahagia tidak tertahankan. Perintah Sesshoumaru?–dirinya boleh berpikir bahwa inuyoukai itu masih menghawatirkan dirinya, kan?
Tsubasa yang melihat senyum Rin tertegun. Senyum itu sangat indah; bagaikan kuncup bunga yang mekar. Namun, rasa tertegun itu segera berubah menjadi tawa sinis dalam hati. Akihiko berusaha keras membuat gadis manusia ini tersenyum, dari taman bunga sakura hingga kota manusia. Namun, satu kepedulian sederhana Sesshoumaru sudah bisa membuat gadis manusia yang sama tersenyum seperti ini.
Arti Sesshoumaru dalam hati hime dari barat–betapa bodohnya Akihiko yang berpikir bisa menggantikannya.
....xOxOx....
Malam telah tiba, matahari di atas langit biru telah digantikan bulan dan langit hitam. Dalam hutan yang penuh dengan pohon-pohon besar, tidak ada seekor pun bintang malam yang berani berkeliaran, sebab insting mereka memberitahu adanya makhluk berbahaya.
Duduk diam di tempatnya sejak tadi siang, Sesshoumaru tidak bergerak sedikitpun. Namun, tiba-tiba saja, kedua mata emasnya yang tertutup rapat terbuka. Inuyoukai itu bisa merasakan aura yang tidak asing mendekatinya.
Menatap sumber aura youkai yang mendekatinya, mata Sesshoumaru kemudian menangkap sosok seorang youkai serigala berambut perak dan bermata biru langit berjalan ke arahnya–Akihiko.
Berjalan mendekati Sesshoumaru, Akihiko tidak mengatakan apa-apa, namun ada seulas senyum kecil di wajahnya. Berhenti tidak jauh di depan inuyoukai itu, senyum penguasa tanah selatan itu semakin lebar.
"Aku tidak ingin berbasa-basi denganmu Sesshoumaru," Akihiko memulai pembicaraannya. Kedua mata biru langitnya menatap Sesshoumaru. "Lepaskan Rin."
Sesshoumaru tidak mengatakan apa-apa mendengar ucapan Akihiko, namun tatapan kedua mata emasnya menajam.
"Kau tidak pantas untuknya." Lanjut Akihiko lagi.
Sesshoumaru tertawa kecil mendengar ucapan penguasa tanah selatan di depannya, namun siapapun yang mendengar dapat menangkap kengerian yang terkandung. "Jadi kau pikir, kau yang pantas untuknya?"
Akihiko ikut tertawa mendengar pertanyaan yang diajukan Sesshoumaru. "Iya. Rin akan lebih bahagia jika menjadi milikku daripada milikmu."
Tidak tahu sejak kapan, dalam satu kedipan mata, Sesshoumaru telah berada di depan Akihiko. Mencengkeram kerah haori penguasa tanah selatan, mata emasnya yang telah berubah menjadi merah darah menatap youkai serigala itu penuh kemarahan. "Rin bukan barang."
Tatapan kemarahan Sesshoumaru tidak membuat takut Akihiko. Malahan dia tersenyum semakin menantang. "Bukankah kau menganggapnya begitu? Karena itu kau bisa sesukamu memperlakukannya."
Sesshoumaru tidak membalas ucapan Akihiko lagi. Dia berusaha mati-matian menahan kemarahan dalam hatinya yang ingin meledak.
"Aku akan memberikannya segala yang tidak bisa kau berikan pada Rin, Sesshoumaru," tawa Akihiko lagi. Tangan kanannya menepuk pundak Sesshoumaru dengan pelan. "Jadi kau tidak perlu khawatir."
Segala yang tidak bisa dia diberikannya pada Rin? Betapa Sesshoumaru ingin tertawa dengan apa yang diucapkan Akihiko. Tahu apa serigala di depannya ini apa yang paling diinginkan gadis manusia itu?
Melepaskan kerah haori Akihiko, Sesshoumaru kemudian tertawa kecil–tawa yang penuh hinaan. "Kau sama sekali tidak tahu apa yang diinginkan Rin."
Akihiko tetap tersenyum mendengar ucapan Sesshoumaru. Tidak mempedulikan inuyoukai di depannya, dia kemudian membalikkan badan dan berjalan menjauh. "Kita lihat saja nanti."
Sesshoumaru tidak memperhatikan sosok Akihiko lagi. Mata marah darahnya segera kembali berwarna emas. Berdiri diam membisu, dia kemudian mengangkat kepala menatap langit malam.
Apa yang paling diinginkan Rin? Yang diinginkan gadis manusia itu sejak kecil tidak pernah berubah, yaitu; Selamanya bersama.
Bagaimana Akihiko bisa memberikan itu pada Rin? Youkai dan manusia, Akihiko sama sekali tidak pernah mengetahui Rin yang sebenarnya.
....xOxOx....
__ADS_1