![Till The End Of Time [ Inuyasha Fanfiction ]](https://asset.asean.biz.id/till-the-end-of-time---inuyasha-fanfiction--.webp)
Tersenyum, mata Akiko menatap sekelilingnya. Duduk dengan anggun sendirian di ruang tamu dalam istana tanah barat, dia bisa merasakan tatapan kebencian dari para penghuni istana yang berada di luar. Tapi, dia tidak peduli.
Kehadirannya di sini sama sekali tidak disukai semua penghuni istana, Akiko sudah tahu, dan itu membuat dirinya semakin gembira. Sekarang, tidak peduli betapa mereka membencinya, mereka tetap tidak akan berani melakukan apa-apa terhadapnya—dia adalah pemegang kendali sekarang.
Srekk.
Suara pintu Shoji yang tertutup kemudian terbuka, dan Akiko tahu siapa yang masuk melalui aura youki mengerikan yang terasa tanpa melihatnya, siapa lagi kalau bukan Sesshoumaru, sang penguasa tanah barat.
"Sesshoumaru-sama." Berdiri, Akiko membungkukkan punggungnya sedikit memberikan salam.
"Apa yang kau inginkan?" tanya Sesshoumaru datar. Dia tidak berniat berbasa-basi sedikitpun dengan youkai rubah di depannya sekarang.
Senyum Akiko semakin lebar mendengar pertanyaan Sesshoumaru. Seperti biasa, selalu langsung ke pokok permasalahan—penguasa tanah barat memang tidak penah berubah sedikitpun.
"Aku menginginkan jabatan kisaki tanah barat." Jawab Akiko kemudian dengan senyum yang tidak berubah di wajahnya. Dia tidak menggunakan 'hamba' lagi saat merujuk dirinya sendiri, sebab dia berada di atas angin dengan apa yang dimilikinya sekarang.
"Apa kau bilang!!!!!!!" suara teriakan Inuyasha yang keras terdengar dari luar bersamaan dengan pintu shoji yang terbuka.
Melangkah masuk, kemarahan di wajah Inuyasha tertuju pada Akiko. "Berani kau ulangi perkataanmu sekali lagi???!!"
Dulu, Akiko datang menawarkan diri pada Sesshoumaru untuk melahirkan seorang anak, dan sekarang, dia datang meminta posisi Kisaki tanah barat?-Inuyasha merasa dirinya tidak akan menemukan orang yang lebih tidak tahu malu lagi dari Akiko. Akihiko yang tidak pernah menyerah akan Rin saja tidak separah rubah di depannya sekarang ini!
Akiko tertawa mendengar ucapan Inuyasha. Masih duduk, dia membalas tatapan mata inuhanyou itu tanpa takut. "Aku menginginkan posisi kisaki tanah barat."
"Kau!!!!" berteriak keras kemarahan di wajah Inuyasha tidak terbendung lagi. Mengangkat tangannya, dia ingin menyerang Akiko yang ada di depannya. Namun, suara Kagome yang keras tiba-tiba terdengar.
"Osuwari!!"
Jatuh tertekan ke bawah karena gravitasi kasat mata yang ada, Inuyasha menoleh penuh kekesalan menatap istrinya. "Kagome!!! Apaan ini??"
Kagome melangkah masuk, begitu juga dengan Akihiko, Inukimi, Miroku, Sango dan Kohaku. Wajah Kagome, Miroku, Sango dan Kohaku yang serius terarah pada Akiko, sedangkan Akihiko dan Inukimi datar tanpa ekspresi.
"Kau menginginkan posisi kisaki tanah barat?" tanya Inukimi datar. Suaranya pelan tanpa emosi seakan apa yang ditanyakannya tidak ada artinya.
Akiko mengangguk kepala dan tertawa. Dia senang mengulangi kata-kata itu, karena semua yang ada tidak bisa melakukan apapun terhadapnya. "Iya. Aku menginginkan posisi sebagai kisaki tanah barat."
Sesshoumaru mengumumkan, dia akan memberikan apapun bagi yang bisa membawakannya informasi akan fushi no kusuri, dan untuk Akiko, apa yang dia inginkan?—tentu saja; kekuatan dan kekuasaan. Hanya saja kekuatan dan kekuasaan tidak akan segampang itu.
Kekuatan—Akiko tahu, jika dia meminta kekuatan, berapa besar kekuatan yang akan didapatkannya? Tidak peduli bagaimana dia kuat, dirinya tidak akan mungkin menjadi youkai terkuat di dunia ini. Perang lima wilayah telah memperlihatkan pada dunia—Sesshoumaru adalah youkai terkuat di dunia.
Kekuasaan—Akiko juga tahu, meski dirinya bisa mendapatkan kekuasan akan seluruh tanah di jepang. Berapa lama dia bisa mempertahankan kekuasaanya tersebut? Cepat atau lambat, dia akan kembali kehilangan kekuasaan tersebut di tangan para youkai yang mengincarnya.
Jika dia meminta kekuatan dan kekuasaan, Akiko sadar, kematianlah satu-satunya yang akan dia dapatkan pada akhirnya. Konsekuensi dan juga resiko yang ada sangat tinggi, karena semua manusia, taijiya, pendeta, miko, biksu, hanyou dan youkai akan mengincarnya—dia akan menjadi incaran semua orang di dunia. Memiliki kekuatan dan kekuasaan tidak akan berguna jika dia tidak bisa menjadi nomor satu dan mempertahankannya.
Tapi, semua akan berbeda jika dia menjadi kisaki tanah barat. Posisi paling terhormat bagi seorang wanita di dunia youkai. Dia akan berkuasa tanpa perlu takut ada yang akan menurunkan dirinya dari puncak, sebab youkai terkuat di dunia akan berada dibelakangnya—siapa yang berani mengusik kisaki dari Sesshoumaru sang penguasa tanah barat?
"Aku penasaran," senyum Inukimi kemudian. Namun, tatapan mata emasnya yang tertuju pada Akiko penuh kejijikan. Dia tahu pasti apa yang ada dalam pikiran rubah di depannya sekarang. "Bagaimana kami bisa tahu bahwa informasi yang akan kau berikan benar atau salah?"
"Benar sekali!!" teriak Inuyasha menyela ucapan Inukimi. Bangkit berdiri, dia menatap Akiko tajam. "Dari semua yang ada, rubah ini adalah orang yang paling tidak boleh kita percayai!!"
Akiko tertawa mendengar ucapan Inuyasha. "Percaya atau tidak, itu terserah kalian," senyumnya penuh kegembiraan. "Tapi, aku memang tahu dimana fushi no kusuri berada."
"Bagaimana kau bisa membuktikan bahwa kau tidak berbohong?" tanya Miroku pelan. Wajahnya yang serius tidak seperti biasanya menatap lekat Akiko, berusaha mencari tanda-tanda apakah youkai rubah di depannya berbohong.
"Fushi no kusuri tidak sempurna," jawab Akiko dengan senyum yang semakin melebar. "Ayahandaku, Asano dari timurlah yang memberitahuku dimana fushi no kusuri berada sekarang—sebab Inu no taisho dulu mengunjungi beliau dan meminta mushoku no kusa yang hanya tumbuh di tanah timur."
__ADS_1
Jawaban Akiko seketika membuat semua yang ada terdiam. Namun, yang paling penting, mereka semua tahu, hime dari tanah timur itu tidaklah—berbohong. Kenyataan akan fushi no kusuri yang tidak sempurna, Sesshoumaru sama sekali tidak mengumumkannya, dan juga mushoku no kusa yang disebutkannya jelas tertulis di dalam jurnal yang ditulis Inu no Taisho.
"Hahahaha," Akihiko yang dari tadi diam membisu tiba-tiba tertawa. Tersenyum menahan tawanya yang masih ada, mata biru langitnya kemudian terarah pada Sesshoumaru yang dari tadi tidak memperlihatkan ekspresi sedikitpun. "Apa jawabanmu, Sesshoumaru?"
Sesshoumaru tetap diam membisu tidak mengatakan apapun. Wajahnya tetap tidak memperlihatkan perubahan ekspresi sedikitpun meski Akihiko bertanya padanya.
"Apa kau akan menyelamatkan Rin dan menurunkannya dari posisinya sebagai kisaki tanah barat?" tanya Akihiko lagi. Mata biru langitnya berbinar menatap lekat Ssshoumaru. Dalam hidupnya yang panjang, inuyoukai itu pasti tidak pernah menyangka ada hari seperti ini-hari dimana dirinya ditekan oleh tanah timur yang lemah. Apa Sesshoumaru akan mengabaikan Rin demi mempertahankan harga dirinya?—ataukah dia akan memilih menyelamat Rin dan membiarkan tanah timur yang menginjaknya?
"Sesshoumaru," panggil Inukimi tiba-tiba. Tetap berdiri di tempatnya, mata emas mantan penguasa tanah barat tersebut menatap Sesshoumaru lekat. "Kisaki tanah barat adalah Rin kecil. Meski posisi itu awalnya diberikan olehmu, tapi pada akhirnya, dia diakui oleh semua klan di bawah tanah barat dan dunia—kau tidak memiliki hak untuk menurunkannya sesukamu."
Menurunkan Rin dan menaikkan Akiko dari jabatan kisaki tanah barat—itu tidak segampang yang diucapkan. Terlebih lagi dengan sifat Sesshoumaru, Inukimi sadar akan konsekuensi yang mungkin akan terjadi.
Sesshoumaru hanya menatap tatapan mata Inukimi. Namun, dia tetap diam membisu dengan ekspresi wajah yang tidak berubah, dan itu benar membuat semua yang ada menebak-nebak apa yang sedang dipikirkan penguasa tanah barat tersebut.
"Tidak apa-apa, kau bisa berpikir dulu, Ssshoumaru-sama," tawa Akiko kemudian. Menatap Sesshoumaru, dia tersenyum lebar. "Satu minggu. Aku akan menjadi tamu di istana ini dan menunggu jawabanmu seminggu kemudian."
"Berengsek!!!!!" teriak Inuyasha penuh kemarahan. Dia ingin menyerang Akiko, namun, tangan Kagome segera menghentikannya.
"Jangan Inuyasha," ujar Kagome dan menggeleng kepalanya. "Jangan membuat masalah lagi."
Kemarahan Inuyasha berubah menjadi kekesalan. Dia tahu apa maksud Kagome menghentikannya, tapi bagaimana bisa dia membiarkan Akiko yang datang dengan seenaknya untuk merebut apa yang dimiliki Rin? Meminta sesuatu yang menjadi hak Rin dengan fushi no kusuri sebagai gantinya? Ingin merebut suami orang dengan nyawa sang istri sebagai ancaman??
Akiko kembali tertawa bahagia melihat Inuyasha yang tidak dapat berbuat apa-apa. Melihat tanah barat tidak berkutik di depannya sekarang, sungguh membawakan kebahagiaan tersendiri baginya.
"Baiklah," ujar Inukimi lagi memecahkan tawa Akiko yang memenuhi ruangan. Wajahnya datar tanpa emosi seakan tidak terjadi apa-apa. Menepuk tangannya, dua orang youkai pelayan dalam istana tanah barat berjalan masuk. "Tunjukkan kamar kepada sang tamu."
Tidak membuang waktu, dengan penuh kesombongan dan kemenangan, Akiko kemudian melangkah maju. Matanya tidak mempedulikan sedikitpun pandangan mata mereka yang ada dalam kamar. Tertawa keras meninggalkan semua orang yang menatapnya tidak suka, dia merasa sangat puas—sungguh, hari ini adalah hari paling bahagia dalam hidupnya.
....xOxOx....
Berjalan memasuki kamar tidur mereka, mata emas Sesshoumaru jatuh pada sosok Rin yang masih tertidur dengan tenang. Shura yang berada di samping ibunya langsung tertawa lebar saat melihat ayahnya yang telah kembali.
Sesshoumaru mengangguk kepala mendengar ucapan Kaeda. Duduk di samping Rin, kedua tangannya langsung mengendong Shura yang masih tertawa bahagia dengan kehadiran sang ayah.
"Aku akan keluar," ujar Kaeda pelan dan bangkit berdiri. "Aku harus membantu Shippo yang menjaga anak-anak."
Sesshoumaru tidak mengatakan apa-apa mendengar ucapan Kaeda, kedua mata emasnya juga tidak menatap sedikitpun miko tua yang berjalan keluar meninggalkan kamar. Seluruh perhatian inuyoukai tersebut hanya terpusat pada wanita manusia yang masih tertidur tenang.
Kaeda menghela napas pelan. Sikap Sesshoumaru yang tidak pernah berubah meski keadaan Rin sangat memperhatinkan-dirinya sungguh tidak dapat menebak apa yang ada dalam pikiran inuyoukai tersebut.
Sepeninggalan Kaeda, kamar kembali menjadi hening. Shura yang berada dalam gendongan Sesshoumaru menggerakkan tangannya gembira menatap Rin yang masih tertidur seakan ingin menyentuhnya.
"Tidak sekarang, Shura," ujar Sesshoumaru pelan. Tangan kanannya bergerak menepuk pelan kepala Shura. "Ibundamu sedang tidur, peluklah dia saat dia sadar nanti."
Tidak tahu mengerti atau tidak ucapan Sesshoumaru, tangan Shura yang terarah pada Rin kemudian berubah arah. Menangkap jari jemari sang ayah yang menepuk kepalanya, inuyoukai kecil itu tertawa lebar.
"Menurutmu, putraku?—apa yang akan ayahanda lakukan?" senyum Sesshoumaru kecil. Kedua bola matanya menatap lurus mata emas Shura yang identik dengannya.
"Aaa... Aaaa..." Mengeluarkan suara pelan, genggaman jari Shura semakin kuat. Matanya balas menatap mata Sesshoumaru penuh dengan pujaan dan cinta—pandangan mata yang mirip sekali dengan pandangan mata Rin.
Di mata semua orang, Shura mirip dengan dirinya, Sesshoumaru sang penguasa tanah barat. Namun, setiap kali dia menatap Shura, dia akan selalu teringat dengan Rin. Pandangan mata, senyum dan tawa yang selalu terarah padanya—putranya benar-benar merupakan anak dari wanita manusia tersebut.
Tersenyum semakin kentara, pandangan mata Sesshoumaru melembut menatap Shura. "Kau tahu apa yang akan dilakukan ayahandamu ini kan, putraku?"
"Aaa...Aaa.." tertawa semakin keras, Shura mengigit jemari Sesshoumaru pelan. Mata emasnya tertutup, kegembiraan terlukis jelas di wajah kecilnya.
__ADS_1
"Apakah kau tahu segala konsekuensinya, Sesshoumaru?" suara Inukimi yang datar dan tenang terdengar. Bersamaan dengan itu, pintu shoji kamar terbuka dan mantan penguasa tanah barat itu berjalan masuk.
Sesshoumaru tidak bergerak sedikitpun dengan kehadiran Inukimi. Masih menatap putranya, kedua mata emasnya kemudian teralih pada Rin yang masih tertidur tenang. "Sesshoumaru ini tahu."
"Kau harus memikirkan baik-baik, Sesshoumaru," balas Inukimi pelan dengan ekspresi dan intonasi suara yang tidak berubah. "Kau masih memiliki waktu seminggu."
"Menurutmu, Ibunda," ujar Sesshoumaru tidak mempedulikan ucapan Inukimi sedikitpun. "Apa jawaban Sesshoumaru ini?"
Inukimi terdiam. Jawaban Sesshoumaru serta kegilaan yang akan dilakukannya—sebagai seorang ibu, bagaimana mungkin dia tidak tahu apa jawaban putranya?—dia sudah tahu, pada saat dia melihat reaksi Sesshoumaru akan kematian kedua Rin bertahun-tahun yang lalu, dan, dari waktu yang terus berjalan, betapa wanita manusia itu berharga bagi putranya-mantan penguasa tanah barat tahu itu semua.
Karena itulah, jawaban yang akan diberikan tidak akan mudah. Jika menyanggupi persyaratan Akiko, Rin mungkin akan tetap hidup. Tapi-apakah wanita manusia itu akan hidup tanpa penyesalan saat melihat apa yang akan dilakukan Sesshoumaru? Hidup melihat posisinya direbut wanita lain? Namun, jika tetap mempertahankan posisi Rin, berapa lama badan mungil itu dapat bertahan?
"Jika kau membiarkan Rin mati," suara Akihiko yang tenang dari belakang Inukimi tiba-tiba terdengar menjawab pertanyaan Sesshoumaru. Berjalan masuk, mata biru langit penguasa tanah selatan menatap tajam punggung sang penguasa tanah barat. "Aku akan membunuhmu."
Jawaban Sesshoumaru, Akihiko tidak tahu. Tapi jika Sesshoumaru benar membiarkan Rin mati, maka dengan segenap tenaga, dia akan membunuh inuyoukai itu. Persetan dengan janjinya pada Rin yang tidak akan menyerang tanah barat. Jika wanita manusia itu benar-benar tiada, dia tidak akan memiliki kewajiban menjaga janjinya lagi.
"Aku ulangi sekali lagi, Sesshoumaru," sela Inukimi tidak mempedulikan Akihiko. Dia menghela napas pelan. "Jawaban tidak ada padamu, tetapi ada pada—Rin kecil. Dia yang akan memutuskannya, karena dialah kisaki tanah barat. Ingat konsekuensinya bagi Rin kecil-—bagi Shura."
Sesshoumaru masih tidak bergerak sedikitpun. Ucapan Inukimi, dia mengerti. Ternyata ibu kandungnya memanglah ibu kandungnya. Dia tahu pasti jawaban yang akan diberikannya, namun mungkin mantan penguasa tanah barat tidak tahu kegilaan yang akan dilakukannya saat Rin turun dari posisinya sebagai kisaki tanah barat.
Kisaki tanah barat.
Posisi wanita yang paling terhormat di dunia youkai. Posisi yang Sesshoumaru berikan pada Rin karena wanita itu adalah satu-satunya wanita yang paling pantas menyandang posisi tersebut—kisaki dari seorang inudaiyoukai dari barat, Sesshoumaru. Namun, kini, untuk menyelamatkan hidupnya, Rin harus turun dari posisinya sebagai kisaki tanah barat?
Jawaban Sesshoumaru.
Perang tanah barat dan selatan, manusia yang menyerang serta perang lima wilayah-semua itu sudah menjelaskan. Ahh, tidak. Sejak awal, dia seharusnya sudah tahu. Ingat akan apa yang dirasakan dan dipikirkannya saat Rin mati untuk kedua kali saat kecil karena dia yang ingin menguatkan tensaiga—seharusnya dia sudah tahu apa arti Rin baginya pada detik itu. Di dunia ini, baginya tidak ada yang lebih penting dari Rin.
Untuk Rin, dia tidak butuh apa itu kekuatan dan kekuasaan. Untuk Rin, dia bersedia untuk mati, karena itu, jika kelak Rin tidak lagi menjadi kisaki tanah barat, maka, dirinya, Sesshoumaru juga tidak ingin menjadi sang penguasa tanah barat lagi. Akiko boleh memiliki gelat sebagai kisaki tanah barat, tapi sang penguasa tanah barat tidak akan pernah dirinya lagi. Dalam hidup ini, selamanya kisaki Sesshoumaru tidak akan pernah berubah, hanya satu, yakni; Rin.
Warisannya yang turun menurun dari para leluhur serta ayahnya untuk dirinya, warisan yang akan dirinya turunkan pada Shura putranya yang berharga. Sesshoumaru tahu, dia akan kehilangan itu semua. Tapi, baginya, semua itu—tidak apa-apa.
Pengorbanan Rin untuknya dan Shura sudah cukup, karena itu, sesuai dengan apa yang telah ditekadkannya, kini adalah waktunya dia berkorban. Sesshoumaru bersedia membuang segala yang dimilikinya asal bisa bersama Rin. Hidup seperti dulu lagi, mengembara tanpa tujuan di alam liar, melihat gunung, melihat laut, melihat matahati dan melihat bulan, melihat empat musim yang terus bergantian—hidup seperti itu akan sangat bahagia, asal Rin dan Shura bisa selalu ada disampingnya.
Jawaban.
Sejak awal, Sesshoumaru tidak memiliki Jawaban lain. Karena dari awal hingga akhir, jawabannya hanya ada satu, yakni; Rin.
Masih, menatap Rin, Sesshoumaru kemudian tersenyum. Dia berpikir sekarang, bagaimana dia harus menjelaskannya pada wanita manusia ini nantinya? sebab, dia tahu, Rin pasti tidak akan pernah mau dia membuang segala yang dimilikinya hanya untuk dirinya. Jika dia memilih Rin, Rin mungkin akan hidup dalam perasaan bersalah untuk selamanya—itu adalah sesuatu yang ingin dihindari Sesshoumaru.
Jawaban yang ada tidak sulit untuk ditemukan. Hanya saja, proses dan juga konsekuensinya tidak akan gampang untuk dijalani. Tapi, tidak apa-apa, setelah sekian lama, Sesshoumaru akhirnya menemukan secercah cahaya lagi—ya! Mereka bisa bersama untuk selamanya.
....xOxOx....
Duduk meminum teh dalam kamar yang disiapkan untuknya. Senyum tidak kunjung menghilang dari wajah cantik Akiko. Selangkah demi selangkah, apa yang memang merupakan miliknya akan kembali padanya, yakni; posisi sebagai kisaki tanah barat.
Siapa yang menyangka, informasi akan fushi no kusuri yang diketahui Asano sang penguasa tanah barat saat membantu Inu No Taisho saat tanah timur berusaha keras berada di sisi baik tanah barat akan menjadi seperti ini?—ini adalah berkah tidak ternilai.
Seminggu lagi, dia akan menjadi kisaki tanah barat. Akiko tahu, Sesshoumaru tidak akan memberikan jawaban yang akan mengecewakannya, pentingnya wanita manusia itu bagi sang penguasa tanah barat, dia jelas tahu. Perang besar yang berkobar dua kali hanya karena seorang wanita—wanita itu sungguh merupakan kelemahan tanah barat.
Tidak apa-apa meski nanti Sesshoumaru masih akan mempertahankan wanita manusia itu disampingnya. Sebab Akiko yakin, cepat atau lambat, inuyoukai itu pasti akan lebih memilihnya yang merupakan seorang youkai sejati, dan saat itu tiba, dia ingin melihat keputusasaan dalam mata coklat itu—melihat apa yang dimilikinya kembali pada sang pemilik asli.
Akiko bersumpah, saat dia menjadi kisaki tanah barat dan mendapatkan perhatian Sesshoumaru, dia pasti akan mengembalikan segala hinaan yang dia terima pada mereka, terutama pada wanita manusia itu dan—putranya.
Putra wanita manusia itu, sang pewaris tanah barat—Akiko tidak sabar melihat reaksi wanita manusia itu saat kelak dia melahirkan seorang anak untuk Sesshoumaru. Anak dari seorang manusia dan anak dari seorang youkai, pewaris tanah barat akan menjadi anaknya kelak.
__ADS_1
Dia akan mempermainkan hidup wanita manusia itu dan putranya, lalu, perlahano dia akan membunuh mereka. Masa depan seperti itu, Akiko tidak sabar menantinya.
....xOxOx....