Till The End Of Time [ Inuyasha Fanfiction ]

Till The End Of Time [ Inuyasha Fanfiction ]
Chapter 49


__ADS_3

Mata biru langitnya menatap lurus gadis manusia yang bertepuk tangan di depannya. Mata coklat gadis itu berbinar-binar, tidak memeperlihatkan sedikitpun ketakutan yang seharusnya dirasakan di tempat yang asing ini, lalu, di wajahnya, sebuah senyum yang begitu indah merekah.


"Indah sekali!" puji gadis manusia itu lagi. Bangkit dari tempatnya duduk, dia segera mendekati youkai bermata biru tersebut.


Youkai itu hanya menatap gadis di depannya dengan wajah datar tanpa ekspresi. Menatap wajah gadis itu dengan saksama, dia harus mengakui, gadis manusia itu sangat cantik, terlebih lagi dengan senyumnya yang begitu menawan. Namun, dia bukan orang yang menganggap kecantikan itu penting.


"Rin sungguh terpesona melihatnya," lanjut gadis itu sambil tersenyum. "Rin juga ingin sekali bisa memainkan pedang seindah itu."


Youkai bermata biru itu tetap tidak mengatakan apa-apa. Gadis di depannya adalah gadis yang dikenal sebagai Hime dari Barat. Dari semua berita yang tertiup angin selama ini, dia selalu digambarkan sebagai gadis istemewa. Namun, melihatnya sekarang, dia tahu, gadis itu adalah gadis yang kekanakan, bahkan sudah sebesar ini, dia masih menggunakan namanya sendiri untuk menunjuk dirinya.


Melihat youkai bermata biru yang masih saja diam tidak mengatakan apa-apa, Rin kemudian berhenti memuji. Namun, senyum masih tetap melintas di wajahnya. "Em, maaf kalau Rin menganggu, tapi ini di mana, ya?"


Youkai bermata biru tersebut tetap diam. Menutup mata, dia menggerakkan tangan dan menyarungkan pedangnya. Membuka mata, dia kemudian kembali menatap gadis manusia di depannya. "Istana Tanah Selatan."


Mata Rin terbelalak. "T-tanah Selatan? Kenapa Rin bisa berada di sini?"


Sebuah senyum menyeringai melintas di wajah youkai bermata biru tersebut. Mata yang terbelalak di depannya membuat hatinya terasa puas, dan dia tahu jawaban yang akan diberikannya pasti akan membuat mata coklat itu berisi ketakutan. "Karena kau diculik."


Mata Rin yang terbelalak semakin terbelalak, mulutnya terbuka sedikit karena terkejut.


Senyum menyeringai di wajah youkai bermata biru itu semakin lebar, kepuasan dalam hatinya semakin menguat. Keberadaan gadis manusia tersebut di selatan sebenarnya bukanlah salah satu rencananya, tapi dia jelas ingin sekali melihat apa yang bisa dilakukan barat padanya dengan menculik satu-satunya manusia yang begitu dicintai para youkai tanah barat. Apa yang bisa dilakukan barat untuk membalasnya yang telah menakuti gadis manusia itu dan mengajarkan padanya perbedaan antara manusia dan youkai.


Menundukkan kepala ke bawah, Rin mengaduk-aduk isi kepalanya. Dia telah diculik dan kini berada di selatan. Bagaimana mungkin bisa? Dia tidak bisa mengingat apa-apa. Apa yang sesungguhnya terjadi? Mengangkat kepala menatap youkai di depannya, Rin kembali mengajukan pertanyaan."Maaf kalau Rin bertanya sekali lagi, Siapakah anda?"


Pertanyaan Rin membuat youkai itu tertegun sejenak, sebab reaksinya ini jelas bukan sesuatu yang disangkanya. Tidak ada ketakutan di wajah itu, yang ada hanyalah kebingungan.

__ADS_1


"Akihiko dari selatan." balas youkai itu pelan.


Mata coklat Rin kembali terbelalak. Akihiko dari selatan, dia jelas tahu nama itu. Penguasa tanah selatan yang sangat terkenal seperti halnya Sesshoumaru dari barat. Youkai serigala yang katanya memiliki kekuatan yang menyamai Sesshoumaru.


Reaksi Rin kembali membuat Akihiko tersenyum menyeringai. Kali ini, gadis itu pasti akan benar-benar ketakutan. Namun, untuk kedua kalinya, youkai penguasa tanah selatan tersebut kembali dibuat tertegun oleh gadis manusia itu. Katakutan, teriakan kengerian ataupun air mata yang dikiranya akan memenuhi wajah gadis manusia itu tetap tidak terlihat, malahan yang ada adalah sebuah senyuman indah dan hangat.


"Begitu, ya? Senang bertemu anda Akihiko-sama." Senyum Rin sambil membungkukkan badan memberi hormat.


Senyum yang sama, senyum asli bukan buatan. Akihiko tidak tahu harus berbuat apa menghadapi gadis manusia di depannya. Apakah gadis di depannya ini bodoh atau gila? Tidakkah dia merasa takut sedikit pun?


Menatap Akihiko yang juga sedang menatapnya, senyum di wajah Rin semakin melebar. Dirinya berada di selatan, diculik dan berada dalam Istana youkai selatan? Seharusnya dia takut, tapi dengan pengalaman hidupnya yang memang selalu diculik lawan Sesshoumaru saat kecil, tidak tahu mengapa, ini semua tidak menimbulkan kerisauan atau ketakutan sedikitpun dalam hatinya. Dan juga, menatap Akihiko, dia tahu, youkai itu mirip Sesshoumaru, youkai dengan kebanggaan dan kehormatan tinggi, dia tidak akan melukainya yang lemah dan tidak berdaya seperti youkai umumnnya.


"Apakah anda masih akan berlatih pedang Akihiko-sama?" tanya Rin lagi penuh harapan. "Kalau masih, boleh Rin menontonnya? Permainan pedang anda indah sekali, bagaikan menari, Rin ingin melihatnya lagi."


Akihiko menatap Rin, tidak bisa mempungkiri ketidak percayaan yang dirasakannya dalam hati. Dirinya adalah musuh, dan kenapa dia masih bisa mengatakan hal seperti itu? Apakah dia sedang bersandiwara?


Tidak mempedulikan Rin, Akihiko kemudian melangkah kaki dan berjalan menjauh. Gadis manusia di depannya dia akui, cukup unik. Tapi, juga sekaligus bodoh. Telinga tajamnya bisa mendegar jelas suara langkah kaki kecil serta tawa ringan yang mengikutinya. Kenapa gadis itu tidak lari? Kenapa gadis itu mengikutinya? Lalu, kenapa dia masih bisa tertawa?


Rin tertawa kecil sambil mengikuti Akihiko, dia tidak dapat menyembunyikan tawanya. Selama ini, dia selalu mendengar dari siapapun yang mengatakan Akihiko mirip dengan Sesshoumaru, dan dia mengakuinya, memang ada kemiripan diantara mereka, yakni sikap dingin, pembawaan dan juga harga diri.


Melangkah menuju istana, mata biru Akihiko menangkap sosok Tsubasa yang berdiri anggun dengan senyum menyambutnya. Membungkukkan badan sedikit memberi hormat, senyumnya semakin lebar. "Akihiko-sama."


Akihiko tidak membalas salam Tsubasa, dia hanya menatap selir kesayangannya, hingga Rin yang tiba di belakangnya memecahkan keheningan. "Tsubasa-sama"


Tsubasa mengangkat badannya saat mendengar suara Rin, dan dia terpaku saat melihat gadis manusia itu berlari melewati Akihiko dengan senyum lebat di wajah ke arahnya. "Tsubasa-sama."

__ADS_1


Akihiko menatap Rin dengan saksama saat melewatinya, indra penciumannya menangkap bau musim semi dang gadis. Namun yang masih membuat bingungnya adalah senyum lebar di wajah itu.


Tiba di depan Tsubasa, melihat wajah selir tersebut, seketika juga Rin langsung tersadar akan sesuatu. "Rin tahu sekarang," tawanya. "Tsubasa-sama kan yang menculik Rin? Tsubasa-samalah yang membawa Rin ke istana tanah selatan kan?"


Tsubasa tidak menajwab, namun, dia menatap bingung gadis manusia itu. Senyum dan tertawa lepas, dia tidak menyangka gadis itu akan memperlihatakan itu padanya.


"Ini pertama kali Rin di sini. Mohon bantuannya, ya? " senyum Rin lagi. "Rin tidak pernah kemari sebelumnya, pasti menyenangkan sekali."


Pertanyaan bertubi-tubi penuh semangat dan tawa, melihat Rin, Tsubasa tidak dapat menghentikan diri bertanya. "Kenapa kau tidak takut?"


Pertanyaan Tsubasa membuat Rin yang terus berbicara tertegun. Senyum di wajahnya menghilang, namun sedetik, kemudian senyum kembali memenuhi wajahnya. Senyum lebar yang berhasil membuat Tsubasa dan Akihiko tertegun karena indahnya.


Kenapa kau tidak takut? Pertanyaan yang sederhana dengan jawaban yang sederhana? Kenapa kau tidak takut? Rin tahu, seperti dulu saat dia kecil, seperti mana biasanya dan tidak akan pernah berubah, dia tidak perlu takut, sebab pelindungnya akan datang—Sesshoumaru akan datang untuknya.


....XOX....


Di dalam ruangan yang gelap, youkai berambut hitam pendek dengan mata berwarna hijau berdiri dalam diam, tapi senyum menyeringai mengembang memenuhi wajahnya. Mengenggam erat selembar kertas ditangannya, dia mengangkat kepala manatap langit malam, dia kemudian tertawa keras. "Yuu, Sen!"


"Ya, Takeru-sama," balas sosok dua youkai yang telah berlutut di belakang Takeru bersamaan.


"Siapkan semuanya. Dan tunggu aba-abaku untuk memulainya." perintah Takeru sambil membalikkan wajah menatap bawahan kepercayaannya.


"Hai, Takeru-sama ." Balas Yuu dan Sen lagi.


Takeru hanya tertawa gembira. Sudah saatnya, perang antara barat dan selatan akan segera berlangsung, lalu setelah semuanya berakhir, dia akan menunjukkan pada dunia siapa yang akan berkuasa selanjutnya.

__ADS_1


....xOxOx....


__ADS_2