![Till The End Of Time [ Inuyasha Fanfiction ]](https://asset.asean.biz.id/till-the-end-of-time---inuyasha-fanfiction--.webp)
Sesshoumaru bisa mendengar apa yang terjadi dengan jelas. Meski dia menutup mata dan menfokuskan diri untuk beregenerasi menyembuhkan lukanya, dia tahu apa yang terjadi. Dari kemunculan Kenji hingga kedok Shui yang terbuka.
Lalu, Sesshoumaru mendengar suara Inukimi. Kebingungan adalah apa yang dirasakannya saat menyadari kehadiran ibu kandungnya di medan perang ini—bukankah inuyoukai itu sudah berjanji akan menjaga Rin selama dirinya tidak ada?
Namun, sesuatu yang dirasakannya tiba-tiba membuat Sesshoumaru tertegun. Dari sekian puluhan ribu aura youkai yang terasa, ada aura dari seseorang yang berhasil membuat waktu di dunia ini bagaikan terhenti.
Aura itu terhalangi sebuah kekai, tapi tidak tahu kenapa, Sesshoumaru tetap bisa merasakannya—aura yang asing dan sangat kecil. Dirinya tidak pernah merasakan aura ini sebelumnya, hanya saja, jauh dalam hati, dia mengenal pemilik aura tersebut.
Jantungnya yang masih terluka berdetak kencang. Tidak peduli darah yang akan terpompa keluar, tidak peduli rasa sakit yang dirasakan—Sesshoumaru membuka mata emasnya menatap sumber aura tersebut.
"Bisa kau ulangi perkataanmu barusan sekali lagi?"
Suara Inukimi yang tersenyum lebar kembali terdengar, tapi Sesshoumaru tidak mempedulikannya sedikitpun. Seluruh pandangannya terfokus pada sesuatu yang terus bergerak namun tertutupi moko-moko di pelukan ibu kandungnya.
Permintaan Inukimi membuat Asano tertegun, begitu juga dengan semua youkai yang ada. Pandangan bingung dan hati-hati terarah pada mantan penguasa tanah barat serta sesuatu yang terus bergerak dipelukannya. Tidak ada yang tahu apa yang dipikirkan maupun direncanakannya inuyoukai tersebut. Terlebih lagi, meski tersenyum, dia memancarkan aura menakutkan, seakan siap sedia menyerang jika ada yang mendekatinya.
Miroku dan Kohaku juga sama bingungnya dengan semua yang ada. Mereka berdua tidak mengerti kenapa Inukimi meminta mereka mengawalnya saat menuju medan perang ini—apa rencana inuyoukai tersebut? Dan juga, apa yang terus saja bergerak dipelukannya yang tertutup moko-moko?
Asano yang merasa ada keanehan, berusaha mengontrol kembali keadaan. Dia tidak tahu apa rencana Inukimi, tapi dirinya masih berada atas angin selama dia menjadikan anak hanyou Sesshoumaru sebagai alasan menyerang tanah barat.
Tersenyum, Asano menatap lurus Inukimi. "Inukimi-san," panggilnya pelan. "Cucu hanyoumu tidak boleh menjadi pewaris tanah barat."
"Cucu hanyou?" tanya Inukimi kembali. Sebuah kerutan kecil memenuhi wajah cantiknya.
"Iya," balas Asano dan tersenyum semakin lebar. Menaikkan suaranya, dia berteriak keras. "Hanyou tidak boleh menjadi pewaris tahta youkai—keseimbangan dunia akan hancur jika itu terjadi!!"
Inukimi tidak memberikan reaksi sedikitpun pada ucapan Asano. Setelah beberapa detik, dia kembali tersenyum lebar, yang kemudian menjadi tawa keras. "Iya!! Kau benar, Rubah tua. Cucu hanyouku tidak boleh menjadi pewaris tahta tanah barat!!!"
Ucapan Inukimi membuat semua yang ada terkejut. Pandangan tidak percaya memenuhi wajah semua orang, termasuk Inuyasha, Kenji, Kiri, Kira, Miroku, Kohaku dan seluruh youkai tanah barat.
Apa maksud Inukimi? Apakah ini artinya tanah barat akan menyanggupi permintaan pasukan gabungan?—tidak menjadikan anak hanyou dari kisaki manusia tanah barat sebagai pewaris tanah barat?
"Inukimi-san, apa maksud—" Inuyasha yang tidak mengerti membuka mulut untuk bertanya. Namun, ucapannya terhenti karena Sesshoumaru yang berlutut di sampingnya tiba-tiba berdiri dan berjalan mendekati Inukimi
"Sesshoumaru!" panggil Inuyasha terkejut. Dia segera melangkah mendekati penguasa tanah barat. "Kau tidak apa-apa?"
Sesshoumaru tidak menjawab pertanyaan Inuyasha seakan tidak mendengarnya, perhatiannya masih tetap terfokus pada apa yang ada dipelukan Inukimi.
Inuyasha yang menyadari keanehan pada Sesshoumaru ikut menoleh pandangannya pada sesuatu yang berada dipelukan Inukimi. Kebingungan memenuhi hatinya—apa itu?
Terus berjalan tidak mempedulikan apapun, kaki Sesshoumaru terus melangkah dengan pelan namun pasti. Kedua matanya terbuka lebar tidak berkedip, dan wajahnya yang biasanya selalu datar tidak dapat menyembunyikan lagi rasa— terkejutnya.
Sesshoumaru adalah youkai penguasa tanah barat yang kuat, dingin dan tidak berekspresi. Tidak ada banyak hal yang bisa membuat perubahan di wajahnya yang datar. Karena itu, melihat ekspresi wajahnya sekarang, semua yang ada tertegun.
Semakin mendekati Inukimi, jantung Sesshoumaru berdetak semakin kencang dan kencang. Dia tidak mempedulikan lagi darah yang mengalir turun, tidak untuk rasa sakit dan luka yang ada, tidak juga untuk imagenya. Untuk langkah kakinya sekarang—dia tidak akan membiarkan siapapun menghentikannya.
Pandangan semua yang ada kini terarah mengikuti Sesshoumaru. Keheningan kembali memenuhi sekeliling, tidak ada seorangpun yang bersuara.
Tiba di depan Inukimi, Sesshoumaru tetap diam membisu. Gerakan pada sesuatu yang tertutup moko-moko Inukimi semakin kuat, dan mantan penguasa tanah barat tersenyum melihatnya.
__ADS_1
Tidak ada seorangpun yang tahu apa yang ada di dalam pelukannya sekarang, karena dia melindunginya dengan kekai. Namun, Sesshoumaru menyadarinya. Tidak tahu bagaimana, tapi, inuyoukai penguasa tanah barat benar tahu apa yang ada dalam pelukannya—mungkin karena; ikatan yang terikat.
Perlahan, tangan kanan Sesshoumaru terangkat. Tangannya bergetar, dia ingin membuka moko-moko Inukimi, tapi juga ragu dan takut. Lalu, sebelum penguasa tanah barat berhasil melakukan itu, dari balik moko-moko tersebut, sesuatu muncul dan menyentuh telapak tangannya.
Waktu berhenti berjalan bagi Sesshoumaru, begitu juga dengan napasnya yang tertahan. Hangat dan mengantarkan denyutan memenuhi seluruh relung hati. Keajaiban yang telah menjadi nyata, kebahagiaan yang menjelma—tidak akan ada kata untuk menjelaskan sentuhan pertama yang terasa.
Yang menyentuh telapak tangan Sesshoumaru adalah sebuah kepala—kepala seekor anjing kecil. Putih dan lembut, hangat dan kecil, berharga dan tidak tergantikan—putranya; Shura.
Bagaikan menyadari siapa tangan yang menyentuh kepalanya, Shura yang terus bergerak untuk membebaskan diri dari pelukan dan moko-moko Inukimi yang menutupinya segera berhenti. Merasakan kehangatan yang tersalurkan padanya, dia mendengung dengan suara kecil penuh kebahagiaan.
Menggosok-gosokkan kepala kecilnya pada telapak tangan Sesshoumaru, mata Shura yang tertutup kemudian terbuka—sepasang sklera merah darah dengan iris berwarna biru yang sama persis dengan mata ayahnya dalam wujud aslinya.
Rasa bangga memenuhi hati Sesshoumaru melihat mata Shura yang kini menatapnya lurus. Ucapan Rin tergiang dalam pikirannya.
Darah manusia Rin tidak akan membuatnya menjadi hanyou. Shura akan lahir sebagai Inuyoukai sejati berharga diri tinggi. Tampan, bijaksana dan kuat, seperti anda Sesshoumaru-sama.
Ucapan Rin menjadi kenyataan. Berbulu putih dengan mata sepertinya, satu garis keungguan di pipi, serta tanda bulan sabit di dahinya—Shura benar-benar merupakan kopiannya; inuyoukai dari tanah barat dengan darah paling murni yang ada.
Sesshoumaru pernah membayangkan, seperti apa putranya? Seperti apa pertemuan pertama mereka, dan hari ini, semuanya telah terjawab—Shura, putranya telah lahir.
Gembira dan tidak percaya, terkejut dan bangga, terharu dan bahagia, serta—cinta.
Sesshoumaru mencintai Shura. Sejak masih berada dalam rahim Rin, dia sudah mencintai putranya, dan sekarang, saat mereka telah bertemu—inuyoukai penguasa tanah barat hanya dapat merasa cintanya semakin dalam.
Tidak ada alasan kenapa dia merasa seperti itu, semua terjadi dan tidak bisa dihentikan—Sesshoumaru hanya tahu, untuk inuyoukai kecil di depannya, dia bisa melakukan apapun.
Kemunculan inuyoukai kecil dan kata yang keluar dari mulut Sesshoumaru membuat semua yang ada terpaku. Mata mereka terbelalak tidak percaya. Putraku?—putra Sesshoumaru? Anak dalam kandungan kisaki manusia tanah barat?—tapi yang dihadapan mereka sekarang jelas bukanlah anak hanyou.
Inukimi telah melepaskan kekai yang melindungi Shura, aura dan baunya kini dapat dirasakan oleh semua youkai. Tidak ada keraguan sedikitpun bahwa anak itu benar-benar merupakan seorang inuyoukai sejati dengan darah paling murni seperti ayah kandungnya; Sesshoumaru.
"B-bagaimana bisa?" Asano terbata-bata tidak percaya menatap Shura. Dia tidak mempercayai inuyoukai kecil dalam pelukan Inukimi adalah putra Sesshoumaru dari kisaki manusianya. Anak itu pasti adalah anak orang lain, tapi—kemiripannya dengan Sesshoumaru, serta tanda bulan sabit penuh kebanggaan, lambang kebesaran keluarga penguasa tanah barat; inuyoukai kecil itu benar-benar merupakan putra Sesshoumaru.
Bagaimana bisa? Persatuan antara youkai dan manusia adalah hanyou. Apa maksudnya ini? Kenapa anak itu adalah inuyoukai sejati dengan darah semurni ini?
Pertanyaan yang serupa memenuhi hati semua yang ada. Tidak ada seorangpun yang percaya dengan apa yang ada di depan mata, termasuk Takeru dan juga—Shui.
Sesshoumaru kemudian mengangkat kepalanya menatap Inukimi. Mata emasnya tidak dapat menyembunyikan kekhawatiran yang seketika muncul. "Rin."
"Selamat dan sedang beristirahat." Jawab Inukimi pelan. Dia tidak memberitahu bagaimana proses melahirkan Shura sebenarnya, sebab sekarang bukan saat yang tepat.
Kelegaan luar biasa memenuhi hati Sesshoumaru mendengar Rin yang selamat dan sedang beristirahat. Ketakutan yang paling ditakutinya telah lewat, Shura telah lahir dengan selamat, begitu juga dengan Rin—wanita manusia itu telah menepati janjinya.
Menutup mata, Sesshoumaru menutup mata dan membungkuk badan ke bawah. Menempelkan dahinya pada dahi anjing Shura, dia mencium hidung anaknya pelan. "Jangan pernah merepotkan ibundamu lagi."
Inuyasha, Miroku serta Kohaku yang berada paling dekat dengan Shura tidak mengedipkan mata sedikitpun menatap inuyoukai kecil tersebut.
Kenji yang ada di belakang juga segera berlari mendekati Shura. Kedua matanya menatap tidak percaya pada putra Sesshoumaru yang telah lahir. Sesuatu yang tidak mungkin tapi ada di depan mata. Perlahan, matanya menatap Inukimi seakan meminta penjelasan. "Bagaimana bisa?"
Inukimi diam membisu. Dia sendiri tidak memiliki jawabannya. Kenapa Shura bisa terlahir sebagai inuyoukai sejati dengan darah semurni ini padahal ibunya adalah seorang manusia?—tidak ada seorangpun yang tahu. Karena itu, kelahiran Shura adalah—keajaiban.
__ADS_1
"Keajaiban." ujar Inukimi kemudian. Dia tersenyum dan menatap cucunya yang kini menjulurkan lidah menjilat hidung Sesshoumaru penuh kegembiraan. "Shura adalah keajaiban di tanah barat."
Keajaiban.
Kata yang diucapkan Inukimi membuat Akihiko yang menatap Shura dari terkejut menjadi tertegun. Wajah Rin yang tersenyum terbayang, dan seketika tawa yang tidak terhentikan meluncur keluar. Tidak peduli dengan luka di lehernya, penguasa tanah selatan tertawa dengan begitu gembira.
Keajaiban—kata itu benar.
Sejak mengenal wanita manusia itu, sudah berapa kali Akihiko melihat keajaiban. Hari ini, sekali lagi, keajaiban terjadi di hadapan seluruh youkai di jepang. Tidak aneh jika, anak ini terlahir sebagai keajaiban bagi tanah barat, karena pada dasarnya, ibu kandungnya adalah—keajaiban di dunia ini sendiri.
"Inuyoukai," tawa Akihiko bergema memenuhi keheningan. "—pewaris tanah barat yang telah lahir malam ini adalah inuyoukai sejati dengan darah paling murni."
Menahan tawa yang tidak kunjung terhentikan, Akihiko kemudian berdiri dibantu Tsubasa yang ada di sampingnnya. Mata biru langitnya tetap terarah pada Shura. "Keseimbangan dunia tidak akan hancur. Anak dari kisaki manusia tanah barat adalah pewaris sah dari tanah barat!"
Ucapan Akihiko membuat semua yang ada terkejut. Perkembangan keadaan sekarang masih tidak dapat diterima mereka, karena mereka masih tidak dapat mempercayainya.
"Tanah selatan tidak akan ikut dalam perperangan konyol ini lagi," lanjut Akihiko kemudian. Kedua matanya menatap sekeliling dan tersenyum menyeringai. "Bukankah kalian semua mengatakan kalian akan mengakui hak anak itu jika dia terlahir sebagai youkai sejati?"
Pertanyaan Akihiko membuat semua orang tertegun. Pada pertemuan tanah netral, utara, timur dan selatan sebulan yang lalu, mereka semua mengatakan dengan lantang, mereka akan menerima anak kisaki manusia tanah barat sebagai pewaris jika dia terlahir sebagai youkai sejati—dan hari ini, anak itu benar-benar lahir sebagai inuyoukai sejati dengan darah paling murni, bukanlah; inuhanyou.
Asano tidak bisa berkata apapun lagi. Diam membisu, dia tidak menemukan sepatah katapun lagi untuk membalikkan keadaan. Pewaris yang terlahir sebagai inuyoukai sejati—tidak ada lagi alasan bagi pasukan gabungan untuk menyerang.
Perlahan, senjata yang ada di tangan para prajurit gabungan turun ke bawah. Kelahiran sang pewaris tanah barat malam ini menyadarkan semua yang ada, tidak ada lagi alasan bagi mereka untuk berperang—perang ini tidak ada artinya lagi.
Inuyasha, Miroku dan Kohaku menatap sekeliling. Mereka tidak percaya, perang yang begitu besar dan berbahaya pada akhir—berakhir dengan hasil yang sangat mengejutkan.
Kenji juga melihat sekeliling. Padahal dia berpikir, dirinya bisa menghentikan perang ini dengan kebenaran yang dia miliki dan menjadi sang tokoh utama. Namun, pada akhirnya, Shuralah yang berhasil menghentikannya—inuyoukai kecil yang baru lahir inilah sang tokoh utama yang sebenarnya.
"Kau benar-benar merupakan anak dari ibumu," ujar Kenji pelan. Matanya menatap lembut sang penguasa tanah barat di masa depan. "Kau juga penuh dengan keajaiban sepertinya."
Inukimi tertawa mendengar ucapan Kenji. Menatap cucunya penuh kebanggaan, dia tersenyum. "Tanah barat akan selalu jaya dan jaya untuk selamanya."
Kenji ikut tersenyum, mengangkat wajahnya menatap sekeliling kembali, mata hijaunya berbinar penuh tawa. "Perang ini sudah berakhir!—dan kalian semua sudah kalah—kami, tanah baratlah pemenangnya!!"
Para prajurit gabungan tidak berani mengucapkan sepatah katapun untuk memprotes pengumuman Kenji. Mereka semua diam membisu menerima kekalahan.
Namun tidak untuk para youkai tanah barat, mereka semua tertawa mendengar ucapan Kenji. Berteriak keras dan bersorak gembira, mereka menyambut kemenangan dan kelahiran sang pewaris.
"Tidak—perang ini belum berakhir."
Suara pelan seseorang tiba-tiba terdengar dan membuat sorak kemanangan terhenti. Menoleh pada pemilik suara, pandangan mata semua yang ada tertuju pada sang penguasa tanah barat; Sesshoumaru.
Membuka matanya, dengan pelan, Sesshoumaru menjauhkan wajahnya dari wajah Shura. Menatap dan mengelus kepala putranya penuh kasih sayang, dia kemudian meluruskan punggungnya dan mengangkat wajahnya menatap Shui yang masih ada di atas langit.
Kelembutan dan kasih sayang di mata emas tersebut segera menghilang di gantikan tatapan dingin, tajam dan mengerikak pada youkai bermata putih yang balas menatapnya. "Perang ini baru akan berakhir jika Shui mati."
Untuk keluarga kecilnya yang telah sempurna. Untuk istri dan anak mereka tercinta—untuk Rin dan Shura. Sesshoumaru tidak akan membiarkan siapapun memiliki kesempatan untuk mencelakai mereka berdua lagi, karena itu—Shui akan mati malam ini.
....xOxOx....
__ADS_1