![Till The End Of Time [ Inuyasha Fanfiction ]](https://asset.asean.biz.id/till-the-end-of-time---inuyasha-fanfiction--.webp)
Pagi sudah tiba, cahaya matahari musim dingin yang memasuki jendela tidak membangunkan Aya, Maya, Mamoru dan Shiro yang masih tertidur. Menatap mereka Kohaku berpikir, mereka hebat sekali, suara ribut dan genderang perang semalam tidak membangunkan mereka. Tapi, dipikir-pikir lagi, taijiya muda itu juga bersyukur mereka tidur, tidak perlu menunjukkan mereka beratus-ratus youkai dengan youki semengerikan itu pada mereka, kan?
Menoleh keluar jendela, melihat pagi sudah tiba, untuk pertama kali, Kohaku merasakan keheningan. Ratusan youkai telah pergi berperang, istana yang besar ini kini tidak memiliki banyak penghuni.
Menghela napas, dia berpikir, apa yang dilakukan Inuyasha dan yang lainnya? Sesshoumaru, sang penguasa tanah barat sudah pergi ke medan perang; perang tidak terhentikan lagi.
Tahu tidak dapat melakukan apa-apa, Kohaku kemudian bangkit berdiri. Langkah kakinya menuju pintu keluar, dia harus mencarikan sarapan pagi untuk anak-anak terlebih dahulu, setelah itu, dia akan memikirkan apa yang harus dilakukan.
Membuka pintu, Kohaku merasakan serangan youki kuat melesat kearahnya. Terkejut, dia langsung mengeluarkan senjatanya, kusarigama, sebuah sabit besar dengan rantai panjang yang selalu di bawanya; menangkisnya.
Serangan youki yang kuat itu membuatnya terdorong beberapa meter ke belakang, namun, dia tidak terluka sedikitpun. Mengangkat wajahnya, mata coklatnya terarah pada pintu kamar yang telah rusak.
Suara keras dalam kamar langsung membangunkan Aya, Maya, Mamoru dan Shiro yang tertidur. Mereka menatap Kohaku yang berwajah serius dengan senjata ditangannya.
"Paman Kohaku, ada a—" tanya Aya bingung. Namun, pertanyaannya dipotong suara seorang laki-laki yang tertawa. "Tidak kusangka kau bisa menahannya, manusia."
"Anak-anak, kemari," perintah Kohaku tanpa menolehkan pandangannya dari pintu. "Berdiri di belakangku."
Aya dan Maya tidak mengatakan apa-apa, dengan sigap kedua saudari kembar itu langsung mengendong keluarga mereka yang lebih kecil dan berlari ke belakang Kohaku. Aya menggendong Shiro sedangkan Maya menggendong Mamoru, mereka berdua tidak tahu apa yang terjadi, tapi mereka tahu ada bahaya.
Dari balik pintu yang rusak dua orang youkai berjalan keluar. Seorang youkai laki-laki berambut hitam dan seorang youkai wanita berambut coklat. Wajah youkai sang wanita datar tidak berekspresi, sedangkan youkai lelaki itu tersenyum menyeringai memerkan taringnya yang tajam.
"Siapa kalian?" tanya Kohaku tanpa mengurangi kewaspadaannya. Mata coklatnya mengamati saksama kedua youkai itu.
Youkai laki-laki itu memiliki wajah yang cukup tampan dengan mata berwarna hijau, begitu juga dengan youkai wanita itu, meski wajah dan mata birunya tidak berekspresi, kecantikannya tetap terlihat jelas. Namun, yang paling penting bagi Kohaku sekarang adalah mereka berdua bukanlah youkai dari barat.
"Kau tidak perlu tahu, siapa kami manusia," senyum youkai laki-laki itu menyeringai. "Serahkan anak-anak itu pada kami."
Ucapan youkai itu membuat Kohaku tahu maksud dari kedatangan mereka. Walau dia tidak mengerti kenapa mereka menginginkan anak-anak.
"Kau terlalu banyak bicara, Yuu." ujar youkai wanita berambut coklat yang dari tadi diam.
Yuu, youkai laki-laki itu tertawa keras. "Tidak apa-apa, Sen," senyum menyeringai di wajahnya semakin lebar. "Manusia itu akan mati di sini sekarang juga."
Tanpa aba-aba, Yuu langsung berlari cepat mendekati Kohaku. Dia mencabut pedang katana di pinggang dan mengayunkan pada taijiya muda tersebut.
Kohaku ingin meloncat menghindar, tapi keberadaan anak-anak di belakangnya tidak memungkinkan dia melakukan itu, dia hanya bisa menangkis serangan tersebut.
Kedua youkai di depannya sekarang bukanlah youkai sembarangan, mereka kuat. Dan dirinya berada dalam kondisi terjepit, sebab selain melawan, dia harus bisa melindungi anak-anak yang dititipkan padanya.
"Aya, Maya menyingkir dari belakangku!" perintah Kohaku saat dia mulai kewalahan menankis serangan Yuu.
Aya dan Maya menuruti perintah Kohaku meski takut. Kedua saudari kembar itu segera berlari ke sudut ruangan jauh dari Kohaku dan kedua youkai tersebut.
Kohaku mulai balas menyerang saat dia melihat anak-anak sudah berada di posisi yang lebih aman. Menggerakkan seluruh tenaganya, dia menekan pedang Yuu ke depan dan meloncat menjauh.
Yuu cukup terkejut dengan kekuatan seorang manusia yang mampu menekannya ke belakang, dan belum berhenti rasa terkejutnya, sabit dalam tangan Kohaku telah melesat mengincar lehernya.
Yuu segera menggerakkan katana di tangannya untuk menangkis. Senyum lebar melintas di wajahnya, taijiya muda di depannya kuat dan itu membuatnya tidak sabar untuk menyiksanya.
Kohaku menarik kembali pedang sabitnya dengan rantai yang ada ditangan. Kewaspadaannya semakin meninggi saat dia melihat senyum di wajah Yuu.
"Kau kuat manusia," ujar Yuu kemudian sambil tertawa. "Tapi aku lebih kuat. Akan kutunjukkan padamu apa itu kuat sebenarnya."
Badan Yuu yang seperti manusia berubah. Diiringi asap merah, mata hijaunya berubah menjadi merah darah. Badannya membesar, bagian kaki sampai pinggannya memanjang, menhitam dan berubah bentuk menjadi ruas-ruas dengan sepasang kaki serangga yang tajam. Ketampanan di wajahnya telah menghilang, dengan mata merah darah dan mulut lebar tidak normal yang menyunggingkan taring-taring tajam beracun.
Kohaku tahu youkai apa Yuu itu dengan sekali melihat, tidak diragukan lagi youkai di depannya adalah youkai kelabang.
Badan besar Yuu memenuhi ruangan, dan Kohaku tahu, itu tidak menguntungkannya, sebab dia tidak bisa bergerak bebas lagi.
Yuu menggerak ekornya, melesat dengan cepat ke arah Kohaku. Taijiya muda itu melompat menghindar sambil melempar sabit ditangannya ke tubuh besar itu. Tapi, badan youkai kelabang itu cukup keras, sabit Kohaku terpental.
Merubah arah serangannya, Kohaku mulai bergerak mendekati Yuu. Dia tidak bisa melukai badan musuhnya, Namun, melihat struktur tubuh youkai kelabang itu, dia tahu, leher adalah titik kelemahannya.
Menyadari kemana serangan Kohalu terarah, Yuu bergerak menghindar. Ekornya dengan segera kembali mengarah pada taijiya muda itu menyerang.
Sen yang melihat pertarungan antara Kohaku dan Yuu tidak melakukan apa-apa, dia diam membisu. Sejenak kemudian, matanya terarah pada Shiro, Aya, Maya dan Mamoru yang ada di sudut ruangan. Melangkah pelan, dia mendekati anak-anak.
Aya dan Maya mundur ke belakang sampai badan mereka menyentuh dinding bangunan. Shiro dan Mamoru yang ada dalam gendongan mereka mulai gelisah ketakutan begitu juga denga kedua saudari kembar itu, sebab mereka tidak tahu harus melakukan apa.
Dalam diam, Sen kemudian menarik kerah kimono Aya dan Maya dengan satu tangan, mengakat mereka dari atas lantai tatami mereka berpijak.
"Paman Kohaku!!!" teriak Aya dan Maya bersamaaan.
Teriakan Aya dan Maya membuat fokus Kohaku kepada Yuu teralihkan, mata taijiya muda itu terbelalak saat melihat Shiro dan yang lainnya telah ada di tangan youkai wanita itu.
Menghindar Yuu, Kohaku segera melesat ke arah Shiro dan yang lainnya. Namun baru beberapa langkah diambilnya, badan besar Yuu bergerak cepat melilit badan taijiya muda itu, mengunci setiap gerakannya.
__ADS_1
"Ughaaaa!" teriak Kohaku kesakitan. Dia tidak bisa menggerakkan kusarigama ditangannya.
Sen yang melihat Kohaku yang tidak berdaya, tidak mengatakan apa-apa. Membalikkan badan, dia berjalan keluar dari kamar dengan Shiro, Aya, Maya dan Mamoru yang terus memberontak.
"Paman Kohaku!!"
"Paman!!!"
Kohaku hanya bisa menatap horor anak-anak yang menghilang dari pandangannya.
....xOxOx....
Rin berjalan sambil tersenyum. Kakinya dengan bebas berjalan menuju kamar selir kesayangan Akihiko, Tsubasa.
Hari ini adalah hari ke enam dia berada di selatan, dan tidak seperti biasanya, hari ini istana selatan ini terlihat lebih sepi. Dia bahkan tidak menemukan Akihiko di lapangan tanah gersang tempat biasa youkai serigala itu berlatih pedang pagi ini.
Sudah dua hari Rin tidak melihat Tsubasa. Dia tahu, youkai itulah yang menculiknya dari barat. Tapi, youkai itu tidak pernah menyakiti atau mencelakainya, bahkan sikapnya tergolong baik. Selir kesayangan penguasa tanah selatan tidak keberatan menyediakan baju-baju tebal musim dingin serta makanan untuknya selama berada di istana ini. Memang tidak diantar secara langsung olehnya, tapi, Rin tahu, Tsubasa adalah pengurus istana ini.
Saat kaki Rin menginjak taman dalam paviliun tempat tinggal Tsubasa, dia kebingungan saat melihat seorang youkai laki-laki berdiri menatapnya sambil tersenyum.
Youkai itu memiliki rambut hitam panjang berantakan, kulit pucat pasi dengan sepasang mata hitam pekat membingkai wajah. Rin tidak pernah melihat youkai ini sebelumnya, ada perasaan tidak enak yang muncul, tapi dia tetap berusaha untuk sopan. "Selamat pagi, apakah Tsubasa-sama ada? Rin ingin menemuinya."
Youkai itu tersenyum semakin menyeringai melihat sikap Rin. Tetap diam membisu, dia melangkah mendekati gadis manusia di depannya.
Jantung Rin berdetak cepat, intuisinya memperingatkan pada dirinya untuk lari, sebab, dia bisa merasakan niat buruk dari youkai tak dikenalnya tersebut.
Membalik badan, Rin langsung berlari secepatnya, namun baru beberapa langkah diambilnya, dia kembali berhenti. Lima orang youkai berdiri menjaga pintu keluar dari taman pavilun Tsubasa tersebut.
"Kenapa anda lari, Hime-sama dari barat?" ujar youkai di belakang Rin tiba-tiba. "Diacuhkan sepeti ini oleh anda, hati hamba terluka."
Rin kembali membalikkan badan menatap youkai berambut hitam tersebut, wajahnya sedikit memucat, tapi dia berusaha mengontrol dirinya. "Siapa kau? Apa maumu?"
"Hamba menginginkan sesuatu yang anda miliki, Hime-sama." Jawabnya santai. Kakinya terus melangkah mendekati Rin. "Sesuatu yang anda sembunyikan selalu di balik kimono anda."
Jawaban youkai itu membuat wajah Rin semakin memucat. Kedua tangannya memeluk dirinya sendiri, berusaha melindungi apa yang ditahu diinginkan oleh youkai di depannya-meido seki.
Meido seki, salah satu pusaka youkai dari barat, hadiah ulang tahun dari Inukumi ada pada Rin. Selalu dipakai dan disembunyikan di balik kimono tebal musim dinginnya hingga tidak terlihat siapapun. Bagaiman youkai ini mengetahuinya?
Wajah memucat Rin membuat senyum lebar di wajah youkai itu semakin melebar, dia menyukai ekpresi ketakutan di wajah cantik itu.
Hime dari barat.
Rin menutup matanya saat melihat youkai berambut hitam itu mengangkat tangannya. Ketakutan memenuhi hatinya, wajah inuyoukai berkebanggaan tinggi terbayang di benaknya. "S-shou—"
"Hijinkesso!"
Pedang kuku darah tiba-tiba terbang ke arah youkai berambut hitam itu. Terkejut, youkai itu segera meloncat ke belakang menghindar.
Rin membuka matanya mendengar suara yang familiar tersebut. Senyum lebar menghiasi wajahnya saat dia melihat seorang hanyou berambut perak dengan telinga anjing berdiri didepannya.
"Inuyasha-sama." pangil Rin gembira.
"Keh! Kau tidak apa-apa, Rin?" tanya Inuyasha sambil tersenyum. Dia menoleh wajahnya untuk memeriksa apakah gadis itu terluka, dan perasaan lega memenuhinya saat dia melihat gadis itu baik-baik saja.
"Rin-chan!" panggil suara seorang wanita tiba-tiba dari atas Rin.
mmengangkat wajahnya menatap sumber suara, senyum di wjajah Rin semakin lebar saat melihat siapa itu. "Kagome-sama, Miroku-sama, Sango-sama, Kenji-sama."
Kagome yang berada di punggung Kenji, serta Miroku, Sango yang menuggang Kirara segera meloncat turun. Dengan senjata-senjata di tangan, mereka mengelilingin Rin, seakan menjadi perisai gadis manusia itu.
Rin tidak tahu apa yang terjadi, dan bagaimana Inuyasha dan yang lainnnya bisa di sini, tapi setidaknya sekarang keadaan membaik.
"Yukimura dari timur, kenapa kau ada disini?" tanya Kenji dingin saat melihat youkai berambut hitam tersebut. Dia kenal youkai itu, dia adalah youkai bawahan dari Asano, sang penguasa tanah timur.
Yukimura cukup terkejut dengan kemunculan Inuyasha dan yang lainnya di selatan. Tapi, dia tidak peduli begitu banyak juga. "Tidak kusangka kalian di selatan ini, padahal perang barat-selatan sudah dimulai."
"Perang barat-selatan?" sela Rin memotong pembicaraan dan membuat semua yang ada menoleh mata mereka menatapnya.
"Selatan menyatakan perang pada barat, Rin," jelas Sango pelan. "Dan tadi malam, Akihiko, sang penguasa tanah selatan berserta pasukannya telah maju ke medan perang."
Ya, Akihiko dan pasukannya telah maju ke medan perang. Perang yang ingin mereka hentikan akan terjadi dalam hitungan perjam, dan mereka masih belum berhasil membawa Rin keluar dari istana ini.
'Kita menyelamatkan Rin-chan saat Akihiko dan pasukannya maju ke medan perang. Jika sang penguasa dan pasukan pergi ke medan perang, otomatis penjagaan istana tanah selatan pasti akan jadi longgar. Itu kesempatan kita.'
Itu adalah rencana Miroku yang ternyata berjalan dengan lancar. Dibantu lagi dengan Koga yang menarik perhatian youkai-youkai yang masih tersisa di istana ini dengan statusnya sebagai salah satu tuan muda di selatan, mereka berhasil menemukan Rin tanpa pertempuran. Tapi point terpenting dari rencana Miroku juga belum tercapai.
'Ingat waktu yang kita miliki. Saat menemukan Rin-chan, kita harus segera membawa Rin keluar. Kita harus mempertemukannya dengan Sesshoumaru sebelum pasukan barat dan selatan beradu.'
__ADS_1
Ironis sekali mereka baru bisa menemukan Rin saat waktu benar-benar terdesak, dan ditambah youkai dari timur yang tiba-tiba muncul mengincar gadis manusia ini-mereka harus berpacu dengan waktu.
"Kenji-san, anda bisa membawa Rin-chan kepada kakak, kan?" ujar Kagome tiba-tiba. "Serahkan youkai-youkai ini pada kami."
Kenji mengerti maksud Kagome, dan dia cukup percaya dengan kemampuan Inuyasha, Kagome, Miroku dan Sango. Mereka yang mampu mengalahkan Naraku beberapa tahun yang lalu, jelas bukanlah hanyou dan manusia biasa.
Tidak membuang waktu, Kenji langsung membopong Rin dan meloncat tinggi ke atas langit.
Lima youkai bawahan Yukimura yang menjaga pintu keluar taman paviliun selir istana tanah selatan segera bergerak untuk mengejar Kenji, namun, sebuah anak panah suci dengan kekuatan spritual yang kuat meluncur ke arah mereka.
"Jangan kemana-mana," ujar Kagome datar. Mata coklatnya menatap youkai-youkai tersebut penuh waspada dengan panah busur yang terarah. "Kalahkan kami dulu."
Ucapan Kagome membuat Inuyasha tertawa keras. Ada kegembiraan dalam harinya. Akhirnya dia boleh bertarung sepuasnya setelah hampir seminggu menjadi pengecut yang terus menghindari para youkai. Mencabut tessaiga di pinggangnya, pedang itu membesar kembali ke bentuk aslinya. Menghunusnya, dia menatap tajam Yukimura. "Kau lawanku."
....xOxOx....
Kohaku berusaha menggerakkan badannya yang dililit tubuh Yuu. Youkai kelabang itu kelihatannya tidak berniat langsung membunuhnya, dia ingin menyiksanya terlebih dahulu; membuat dirinya berharap kematian lebih cepat menjemput. Tipikal youkai kejam tidak berperasaan.
Yuu tertawa melihat kondisi Kohaku, tetapi kepuasan dalam hatinya belum terpenuhi, dia ingin ekpresi ketakutan di wajah taijiya muda itu. Menguatkan lilitan badannya, dia mendekatkan kepalanya kepada sang mangsa."Kau akan mati di sini, manusia."
Kohaku tidak mengatakan apa-apa, dia tetap berusaha menggerakkan badannya. Dia tidak boleh mati disini, sebab kini Shiro, Aya, Maya dan Mamoru ada ditangan youkai tak dikenal dengan maksud tidak baik. Keponakan-keponakan itu dititipkan padanya, dengan tujuan dijaganya, bagaimana bisa dia lalai melakukannya?
Yuu bisa melihat kekhawatiran di wajah Kohaku, dan dia juga tahu kepada siapa kekhawatiran itu ditujukan. "Kau menghawatirkan hanyou dan anak-anak manusia itu? Tenang, mereka akan segera menyusulmu ke alam baka."
Mata Kohaku terbelalak mendengar ucapan Yuu. Kemarahan memenuhi hatinya. "Siapa kalian?"
Yuu tertawa, "Anggap saja sebagai hadiah dariku sebelum kau ke alam baka, aku adalah Yuu dari Utara, bawahan setia dari Takeru, sang penguasa tanah utara."
Kohaku tidak dapat menyembunyikan perasaan terkejutnya saat mendengar jawaban Yuu. Utara? Kenapa mereka ada di sini? Dan apa maksudnya mereka menculik Shiro dan yang lainnya?
Lilitan tubuh Yuu semakin menguat dan membuat Kohaku kesulitan bernapas.
"A-apa mau kalian?" tanya Kohaku terbata-bata. Mata coklatnya mematap tajam youkai di depannya tanpa rasa takut.
Yuu kehilangan minatnya untuk bermain dengan Kohaku melihat ekspresi ketakutan yang tidak kunjung datang. Manusia di depannya tidak menarik, dan dia tidak ingin membuang waktu lebih banyak lagi di istana tanah barat ini. "Kau tidak perlu tahu itu." senyumnya
Yuu membuka mulut lebarnya, taring panjang yang berbisa terarah pada Kohaku untuk menikamnya.
"Tsubushi Goma!!" teriak suara seorang anak kecil tiba-tiba.
Sebuah gasing kecil tiba-tiba muncul dan berputar di kepala Yuu, namun sedetik kemudian, gasing itu membesar dan membesar, begitu juga beratnya.
Yuu terkejut dengan apa yang terjadi, otomatis lilitannya di badan Kohaku menjadi longgar. Tidak menyia-yiakan kesempatan yang ada, taijiya muda itu langsung menghunuskan kusarigama ditangannya dan menebas leher Yuu hingga putus.
Mata Yuu terbelalak, dia tumbang tanpa bisa melakukan apa-apa. Tidak pernah terbayang olehnya bahwa akhir hidupnya akan seperti ini. Sebelum kesadarannya menghilang dia melihat sosok seorang anak youkai rubah terengah-engah di belakangnya.
Kohaku terengah-engah menarik napas menghirup oksigen di udara. Setelah agak tenang, dia tersenyum kecil melihat penolongnya yang tidak lain adalah; Shippo.
"Terima kasih, Shippo." ujar Kohaku pelan.
Namun, youkai rubah kecil itu segera berlari ke arah taijiya muda itu. "Kita tidak punya waktu Kohaku! kita harus bergerak cepat menyelamatkan Shiro dan yang lainnya!!"
....xOxOx....
"Kenji-sama, apa yang sebenarnya terjadi? Apa maksudnya dengan perang barat-selatan?" tanya Rin yang ada dalam gendongan Kenji. Mata coklatnya tidak dapat menyembunyikan perasaan khawatir dalam hati.
"Sehari setelah kau diculik, selatan menantang barat," jelas Kenji tanpa menurunkan kecepatan larinya. "Dan, Sesshoumaru menerima tantangan itu. Kini kedua pasukan sudah bergerak menuju Gunung Houshi."
Rin terdiam mendengar informasi yang di dapatkannya. Wajahnya memucat. Perang? Barat dan selatan?
Wajah Sesshoumaru dan Akihiko muncul di dalam benaknya, begitu juga dengan para youkai yang dikenalnya di barat dan juga; selatan. Selama dia di selatan, para youkai dalam istana tidak menperlakukannya dengan buruk, dia tahu mereka bukanlah youkai yang jahat. Sekarang mereka akan berperang?
Kekacauan dari perang akan memberikan dampak yang mengerikan pada sekeliling, apalagi ini adalah perang youkai. Kematian dan kehilangan mereka yang dicintai-akan ada banyak keluarga yang hancur, baik itu manusia maupun youkai.
"Aku akan membawamu kepada Sesshoumaru, Rin-rin. Dan kau harus membujuknya untuk mengehentikan perang ini." Lanjut Kenji lagi, dia bisa wajah pucat pasi tidak percaya gadis manusia dalam gendongannya.
"Menghentikan Sesshoumaru-sama?!" tanya Rin dengan mata terbelalak tidak percaya. "Bagaimana Rin bisa melakukannya, Kenji-sama??!"
Berita mengejutkan yang berturut-turut didapatakan Rin, membuatnya sangat kebingungan, dan sekarang, Kenji menyuruhnya menghentikan Sesshoumaru? Menghentikan perang? Bagaimana bisa dia melakukannya-dia hanyalah seorang gadis manusia biasa tanpa kekuatan spritual.
"Kau bisa, Rin-rin," ujar Kenji menyakinkan Rin. Dia tahu, gadis manusia ini tidak percaya diri dan juga, dia tidak tahu arti keberadaannya di barat; di dalam hati Sesshoumaru.
Awal sebelum keadaan menjadi seperti ini, Kenji berpikir untuk meminta Rin membujuk Sesshoumaru untuk tidak maju berperang. Barat akan dianggap pengecut karena menolak perang?—tidak. Kenji tahu ada banyak cara untuk menghindari perang ini tanpa mencoreng kebesaran nama barat.
Sekarang, rencana itu sudah tidak mungkin. Tapi, melihat keadaan, saat dia mendengar dari mulut Koga, Akihiko yang tertarik pada Rin dan menjaganya dengan ketat, harapan baru muncul dalam hatinya. Tidak hanya Sesshoumaru, gadis manusia ini mungkin juga bisa membujuk Akihiko mengurungkan niatnya untuk berperang.
Resiko Seshoumaru dan Akihiko malah akan bertarung sampai titik penghabisan jika Rin muncul memang tinggi, tapi kemungkinan gadis manusia itu mampu menghentikan kedua daiyoukai itu juga sangat tinggi. Dan Kenji bertaruh untuk kemungkinn kedua itu.
__ADS_1
"Hanya kau yang bisa melakukannya. Kau bisa menghentikan perang ini, Rin." ujar Kenji lagi menyakinkan gadis manusia dalam gendongannya.
....xOxOx....