![Till The End Of Time [ Inuyasha Fanfiction ]](https://asset.asean.biz.id/till-the-end-of-time---inuyasha-fanfiction--.webp)
"Buka mulutmu, Rin kecil. Ahhh..." pintah Inukimi, tangan kanannya memegang sumpit, inuyoukai itu sedang menyuapi makanan kepada gadis manusia yang duduk di atas pangkuannya. Rin segera membuka mulut dan membiarkan Inukimi menyuapinya, kedua mata coklat besarnya berbinar-binar, dan seulas senyum tidak pernah meninggalkan wajahnya.
"Apakah makanan ini enak, Putriku?" tanya Inukimi lembut sambil tersenyum. "Jika tidak enak, katakan pada Ibunda. Ibunda akan memerintahkan tukang masak istana untuk memasakan yang lain—atau, adakah sesuatu yang ingin kau makan?"
Rin menggeleng kepala. "Tidak, Ibunda. Makanan ini sangat enak, Rin menyukainya."
Bermalasan dan bermanja-manja pada inuyoukai di depannya, Rin sebenarnya merasa sangat malu. Dirinya sebenarnya sadar, apa yang dilakukannya sekarang sungguh tidak sopan, sebab Inukimi sesungguhnya adalah Ibu kandung dari Sesshoumaru, tuannya. Namun, dia tidak dapat menghentikan perasaan yang ada dalam hatinya. Dia ingin bermanja-manja pada inuyoukai itu; dia menginginkan seorang ibu.
Menundukkan kepala sedikit kebawah, Rin menatap Inukimi dan tersenyum malu-malu. "Ibunda terus menanyakan Rin apa yang Rin inginkan. Karena itu, Rin merasa kini sudah saatnya Rin bertanya kembali pada Ibunda, Apakah ada yang Ibunda inginkan? Rin akan berusaha memberikan apa pun yang Ibunda inginkan?"
Pertanyaan Rin langsung membuat Inukimi mendesah penuh pujaan. Hatinya terasa sangat sesak karena kebahagiaan. Betapa manis, mengemaskan, lucu, lugu, polos dan memesonakannya gadis kecil manusia ini. Melingkar tangan pada pinggang kecil Rin, dia mendekapkan badan kecil itu pada dadanya. "Tetap berada di samping Ibunda, hanya itu yang Ibunda inginkan dari Rin."
Tertawa geli, Rin segera membalas pelukan Inukimi dan mengangguk kepala.
Kiri dan Kira yang melihat pemandangan itu dari samping, tidak lagi merasa aneh. Inukimi menyayangi gadis kecil manusia itu, sudah bukan lagi rahasia, semua penghuni istana ini mungkin sudah tahu. Dan tidak lama lagi, seluruh dunia pasti juga akan tahu, sebab mereka yakin, inuyoukai itu pasti akan dengan senang hati mengumumkannya.
"Rin kecil, setelah kau selesai ma—" ucapan Inukimi tidak terselesaikan, karena indra penciumannya yang tajam tiba-tiba menangkap bau dari seseorang yang sangat dikenalnya. Jaraknya mungkin masih berpuluh-puluh kilometer, tapi dia dapat mencium dengan jelas kalau pemilik bau itu sedang menuju istana ini dengan kecepatan yang luar biasa.
Kiri dan Kira juga dapat mencium bau tersebut. Kepala mereka berdua segera menatap Inukimi, menunggu perintah dari tuan mereka.
Inukimi membalas tatapan kedua pengawalnya, senyum yang ada di wajahnya menghilang digantikan wajah tidak suka dan tidak peduli. "Usir dia, jangan biarkan dia menginjakkan kakinya dalam kamarku ini."
Mengangguk kepala, Kiri dan Kira segera memberi hormat sebagai salam untuk mengundurkan diri dan berjalan keluar dari kamar. Mereka tidak bertanya atau mengatakan apa-apa, ekspresi wajah mereka tetap sama, tidak berubah sedikit pun; tanpa ekspresi.
Rin yang melihat Kiri dan Kira meninggalkan ruangan menjadi bingung, kedua bola mata coklatnya kemudian kembali menatap Inukimi, "Ibunda, Kemana Kiri-sama dan Kira-sama pergi? Lalu, apa maksud ucapan Ibunda barusan?"
Pertanyaan Rin membuat Inukimi kembali tersenyum dan memeluknya. "Tidak apa-apa, Rin kecil. Ada anak anjing tidak berperasaan dan murkah yang menuju kemari. Aku meminta Kiri dan Kira untuk mengusirnya. Tenang saja, itu sama sekali bukan masalah besar.."
....xOxOx....
Kiri dan Kira berdiri di depan pintu masuk Istana Tanah Barat. Wajah mereka tetap tanpa ekspresi seperti biasanya, tapi keseriusan terpancar dari mereka. Pintu masuk menuju istana telah di tutup, dan di atasnya, berpuluh-puluh prajurit istana telah bersiap-siap di atas tembok istana dengan panah dan busur di tangan.
__ADS_1
Tanah tempat mereka berdiri tiba-tiba bergetar, dahan pohon di depan mereka begerak dan suara pohon yang tumbang terdengar—ada sesuatu yang menuju arah mereka dengan kecepatan tinggi. Aura youki yang luar biasa kuat dan menintimidasi dirasakan oleh semua yang ada di sana. Para perajurit di atas benteng menelan ludah mereka, karena takut.
Suara raungan yang sangat kuat terdengar memenuhi seluruh langit, dan dalam hitungan perdetik, pohon-pohon di depan Istana Tanah Barat tumbang, sesosok anjing putih besar meloncat keluar.
Kiri dan Kira yang melihat sosok anjing itu segera membungkukkan badan memberi hormat, "Sesshoumaru-sama, senang bertemu anda," kata mereka bersamaan.
Sesshoumaru berhenti melihat mereka. Menggeram rendah, kedua mata merah darahnya menatap tajam kedua pengawal Ibu kandungnya serta para prajurit yang megarahkan panah padanya.
"Ini adalah pertemuan pertama kita, Sesshoumaru-sama. Nama hamba, Kiri dan ini adalah adik hamba, Kira. Kami berdua adalah pengawal pribadi Inukimi-sama, Penguasa Tanah Barat," Kiri memperkenakan dirinya dengan pelan, walau mata emasnya masih menatap Sesshoumaru penuh kewaspadaan.
Sesshoumaru hanya membalas ucapan Kiri dengan geraman rendah lagi.
Suara geraman rendah Sesshoumaru membuat Kira yang ada disamping Kakaknya melangkah kaki maju selangkah, dia manatap lurus inuyoukai di depannya. "Maafkan kelancangan hamba, tapi, mohon anda meninggalkan tempat ini sekarang juga, Sesshoumaru-sama. Inukimi-sama tidak ingin bertemu dengan anda."
Kalimat yang diucapkan Kira membuat Sesshoumaru meraung keras penuh kemarahan. Mata merah darahnya semakin menggelap, kaki depannya mencakar-cakar tanah di bawahnya. Kemarahannya terasa oleh semua yang ada.
Melihat sikap Sesshoumaru, Kiri dan Kira kembali membungkukkan badan mereka, "Baiklah, Sesshoumaru-sama, " kata mereka bersamaan dan saat mereka mengangkat badan lagi, asap merah langsung menyelubungi tubuh mereka, "Maafkan hamba berdua karena tidak dapat mengijinkan anda masuk ke dalam Istana."
Saat asap itu menghilang, sosok tubuh Kiri dan Kira telah digantikan dengan sosok asli youkai mereka yakni; dua ekor anjing putih besar dengan bola mata merah darah. Tubuh asli youkai mereka berdua memang besar, namun ukuran mereka masih kalah besar dengan wujud asli Sesshoumaru. Tidak membuang waktu, mereka berdua langsung berlari mendekati inuyoukai di depan sambil membuka mulut-menyerang.
....xOxOx....
Tersenyum, Inukimi mengangkat tangan membelai rambut hitam Rin. Namun, senyumnya tidak bertahan lama. Meski tidak dapat mendengar suara pertempuran di depan, dirinya masih dapat merasakan aura dari mereka. Sebuah kerutan muncul di dahinya, sebab ternyata para pengawalanya telah terpojok.
"Dasar tidak berguna," cibir Inukimi pelan. Mengangkat badan Rin dengan pelan dan menempatkannya di atas futon, inuyoukai itu mencium pelan keningnya. "Tidurlah dengan tenang, Putriku. Ibunda tidak akan membiarkan anak anjing tidak durhaka itu merebutmu dari sisiku."
....xOxOx....
"Si berengsek itu ada di dalam sana!" teriak Inuyasha sambil menatap bangunan tembok istana di depannya. Kakinya bergerak secepat yang dia bisa, sebab dia bisa merasakan dengan jelas pertempuran di balik tembok tersebut. Kagome yang berada di atas punggungnya juga bisa merasakan pertempuran tersebut, demikan pula Miroku, Sango, Kohaku dan Kaeda. Aura berpuluh-puluh youkai terasa dari dalam istana, tidak diragukan lagi, istana itu pasti merupakan istana dari youkai.
Saat mereka mencapai depan tembok istana, mata mereka melihat sebuah lubang besar. Menelan ludah, mereka semua tahu, yang membuat lubang ini tidak diragukan lagi pasti adalah Sesshoumaru. Suara teriakan, desir panah yang dilepaskan, pedang serta geraman penuh kemarahan terdengar dengan jelas. Memberanikan diri, mereka melangkah kaki masuk melalui lubang yang ada.
__ADS_1
Mata Inuyasha, Kagome dan yang lainnya terbelalak saat melihat apa yang terjadi di dalam. Sosok asli Sesshoumaru berdiri penuh keangkuhan dikerumuni para prajurit istana dengan pedang, tombak dan panah di tangan. Mulut Sesshoumaru mengigit erat leher seorang inuyoukai dalam wujud asli yang memerontak, berusaha melepaskan diri. Tidak jauh disampingnya, seorang inuyoukai yang juga dalam wujud asli dengan badan penuh luka dan darah menatap mereka dengan tajam penuh kewaspadaan.
Sekeliling taman istana tampak hancur berantakan, tanah yang penuh bekas cakaran raksasa, pohon-pohon sakura yang tumbang, bangunan-bangunan yang hancur, serta beberapa prajurit yang meringis kesakitan dengan badan penuh luka. Dalam waktu yang singkat, telah terjadi pertarungan yang sengit di tempat ini.
Mengibaskan kepalanya, Sesshoumaru melempar inuyoukai yang digigitnya. Badan besar itu menghantam bangunan istana dan jatuh ke bawah.
"Kira-sama!" teriak para prajurit yang ada terkejut bercampur ketakutan.
Tidak mempedulikan teriakan dan kondisi adiknya, Kiri, inuyoukai yang dari tadi hanya berdiri menatap penuh kewaspadaan segera memanfaatkan kesempatan yang ada untuk menyerang. Membuka mulutnya, dia berusaha mengigit leher Sesshoumaru. Namun, Sesshoumaru tidak memberikannya kesempatan tersebut, dengan lincah dia mengangkat kaki kanan depannya yang memiliki cakar menyerang.
Cakar itu berhasil mengenai Kiri, menghempaskannya ke belakang. Darah mengalir turun, pipi kanannya koyak, namun, seakan tidak mempedulikan kesakitan dan luka yang menyerangnya, dia kembali bangkit.
Inuyasha, Kagome dan yang lainnya hanya dapat kembali menelan ludah mereka melihat pertarungan brutal di depan mereka. Darah telah membasahi tanah, tapi sedikit pun tidak terlihat oleh mereka jika pertarungan itu akan segera berakhir.
"Inuyasha," panggil Miroku tiba-tiba, walau matanya masih menatap sosok Sesshoumaru di depan. "Jika kelak kau ingin menantang Sesshoumaru-san lagi. Ingat, jangan pernah memintaku membantumu."
Inuyasha mencibir mendengar ucapan Miroku, tapi dia tahu, apa yang dikatakan Miroku sebenarnya tidak salah. Sesshoumaru kuat, sejak dulu dia sudah sangat kuat. Tapi, untuk Sesshoumaru yang sekarang ini-dirinya sudah tidak dapat lagi menemukan kata untuk menggambarkan kekuatannya. Meski tanah tempat Sesshoumaru berpijak serta bulu putih keperakkannya penuh darah, itu bukanlah darahnya. Hidungnya dapat mengenali, dengan jelas, darah yang ada adalah darah lawannya—para prajurit dan juga dua inuyoukai yang sedang terluka.
Kira yang tadi dilempar Sesshoumaru hingga menabrak bangunan istana kembali bangkit. Dengan badan penuh darah dan luka, dia segera bergerak ke samping saudari kembarnya. Menatap sosok inuyoukai besar di depan, mereka menggeram pelan, mempersiapkan diri untuk kembali menyerang.
Sesshoumaru membalas geraman mereka dengan geraman rendah penuh kemarahan. Mata merah darahnya menatap kedua inuyoukai tersebut.
Meraung keras, Kiri dan Kira segera berlari cepat menuju Sesshoumaru dari dua arah, mulut mereka terbuka, memameran gigi taring mereka yang tajam untuk menyerang. Namun, saat mereka gigi taring mereka hampir berhasil menyentuh leher Sesshoumaru, suara seseorang tiba-tiba menghentikan mereka bedua.
"Kiri, Kira, hentikan."
Menoleh wajah menatap sumber suara, inuyasha, Kagome dan yang lainnya melihat seorang inuyoukai wanita berdiri di atas tangga menuju bangunan utama istana tanah barat. Rambutnya berwarna perak dan bermatanya berwarna emas. Wajahnya sangat rupawan, dengan hidung mancung, mulut kecil berwarna merah, serta sepasang garis di pipi dan bulan sabit di dahi. Mokomoko yang sama dengan mokomoko Seshoumaru mengelilingi badannya.
Kiri dan Kira segera berhenti, menggeram rendah lagi sambil menatap Sesshoumaru sejenak, mereka berdua segera melompat ke belakang dan kembali ke wujud manusia mereka.
Sesshoumaru menatap inuyoukai wanita itu dengan tajam. Tidak lama kemudian, dia pun kembali ke wujud manusianya, namun, matanya yang masih semerah darah menatap tajam wanita tersebut. Wajahnya terlihat tenang, tapi, ada kemarahan yang terpancar dengan jelas bagi siapa pun yang mengenalnya.
__ADS_1
"Jelaskan padaku apa maksud semua ini, Ibunda..."
....xOxOx....