![Till The End Of Time [ Inuyasha Fanfiction ]](https://asset.asean.biz.id/till-the-end-of-time---inuyasha-fanfiction--.webp)
"Kenapa Kak Shura lama sekali, Tsubasa-sama?" tanya Sakura pelan dengan mulutnya yang berlepotan nasi. Tangan kanannya memegang sumpit, sedangkan tangan kirinya memegang mangkuk berisi makanan.
Tsubasa yang ada di samping Sakura tersenyum kecil mendengar pertanyaan tersebut. "Shura-sama, Shiro-sama dan yang lainnya pasti akan tiba sebentar lagi, Sakura-chan. Jadi, bersabarlah."
"Iya." Senyum Sakura lebar. Namun, sejenak kemudian senyum di wajahnya menghilang. Keningnya langsung berkerut memikirkan sesuatu. Kepalanya kemudian terangkat menatap Tsubasa lagi. "Tsubasa-sama, boleh Sakura bertanya sesuatu?"
"Silakan, Sakura-chan."
"Sakura tidak pernah mengerti kenapa Kak Shiro dan Kak Shura selalu saja bertengkar. Menurut Tsubasa-sama, apa penyebab mereka berdua selalu bersikap seperti itu?"
Tsubasa tidak dapat menahan tawanya saat mendengar pertanyaan polos Sakura. Semua yang melihat juga tahu, penyebab mereka berdua selalu bertengkar setiap saat tidak lain adalah hanyou kecil ini sendiri. Dirinya masih ingat, baru beberapa menit yang lalu, inuyoukai itu tiba-tiba saja muncul dalam kamarnya sambil mengendong Sakura, memerintahnya untuk menyediakan makanan bagi hanyou kecil itu. Lalu, saat Sakura memohon pada Shura untuk mengajak Shiro dan yang lainnya untuk diijinkan makan bersama, terlihat jelas sekali bahwa inuyoukai itu tidak suka, walau akhirnya, dia mengalah karena air mata Sakura yang mulai menumpuk di wajah. Sakura benar-benar telah berhasil mengenggam erat kelemahan terbesar Shura. Inuyoukai penuh kebanggan dan harga diri tinggi itu ternyata tidak berkutik dihadapan hanyou kecil ini.
"Tidak perlu kau pikirkan Sakura-chan, tenan—" ujar Tsubasa. Namun katanya segera terhenti karena pintu kamarnya terbuka lebar. Aya dan Maya segera berlari masuk dengan wajah pucat pasi penuh ketakutan.
"Sakura-chan! Ikut dengan kami sekarang juga! Hanya kau yang bisa menghentikan Shura!"
....xOxOx....
"Hentikan bodoh! Kau mau cari mati ya?!" teriak Shiro panik sambil menahan badan Shura yang sudah penuh luka dan darah. Namun, Shura tidak peduli, dia tetap mengangkat tangannya yang memiliki kuku pajang dan runcing untuk menyerang. Mata emasnya yang telah berubah warna semerah darah menatap tajam Akihiko yang ada di depannya.
__ADS_1
"Tenangkan dirimu, Shura!" teriak Mamoru yang juga sedang menahan tubuh Shura.
"Lepaskan aku!" perintah Shura tanpa mempedulikan mereka berdua.
Akihiko hanya menatap Shura dalam diam. Dia tidak mengerti apa yang terjadi pada Shura. Tiba-tiba saja, inuyoukai itu berlari memasuki ruang kerjanya dan menantangnya. Saat dirinya menolak karena tahu Shura baru saja sembuh dari luka sebelumnya, inuyoukai itu dengan cepat langsung meyerangnya, memaksanya menerima tantangan tersebut.
"Lepaskan aku!" teriak Shura penuh kemarahan. Asap merah tiba-tiba muncul mengelilingi tubuh Shura. Shiro dan Mamoru yang sedang menahan tubuh inuyoukai itu bisa merasakan dengan jelas, badan yang lebih kecil dari mereka itu membesar .
"Sial! Apa yang ada dalam pikiranmu, anjing mesum!?" tanya Shiro bingung. Dia dan Mamoru segera melepaskan badan Shura. Mereka berdua tahu, Shura akan kembali ke wujud asli youkainya.
Saat asap merah yang mengelilingi Shura menghilang, wujud Shura telah berubah menjadi seekor anjing putih besar dengan mata merah seperti darah. Dia menggeram penuh kemarahan menatap Akihiko yang ada di depannya. Air liurnya yang beracun mengalir turun dari mulutnya, badan besarnya menabrak rusak langit-langit ruang kerja Penguasa Tanah Selatan, sedangkan kukunya yang tajam serta runcing mencakar-cakar lantai di bawahnya.
Shiro dan Mamoru tidak dapat berkata apa pun melihat sosok asli Shura. Mereka memang mengetahui wujud asli inuyoukai itu sangat besar. Namun, tetap saja mereka tidak bisa menerima jika wujud sesungguhnya dari Shura yang lebih kecil dari mereka adalah sebesar ini.
Tidak mempedulikan sekeliling, Shura langsung bergerak maju menyerang Akihiko sambil membuka mulut besarnya. Akihiko dengan lincah meloncat menghindar. Namun, Shura tidak membiarkannya, dia segera mengejarnya.
Shura tahu, pertarungan ini sesungguhnya tidak menguntungkan dirinya yang memiliki badan besar, sebab, tempat pertarungan yang sempit dan dipenuhi perabotan membuatnya tidak dapat bergerak bebas. Bergerak cepat menyudutkan Akihiko, Shura berusaha keras memancing Penguasa Tanah Selatan itu keluar dari ruang kerjanya.
Akihiko tahu apa yang ada dalam pikiran Shura. Dan jika memang itulah yang diharapkannya, dengan senang hati, dia akan mengabulkannya. Bergerak cepat mendekati Shura, dia segera mengangkat kaki kanannya menendang badan besar inuyoukai itu dengan kuat hingga terpental menabrak dinding dan keluar dari ruangan.
__ADS_1
Shura berusaha untuk bangkit, dirinya kini telah berada dalam taman luas di samping ruang kerja Akihiko. Namun, Penguasa Tanah Selatan tidak membuang waktunya sedikit pun, dia kembali maju sambil mencabut pedang yang ada di pinggangnya menyerang.
Shura hanya bisa menggaung kesakitan saat sebetan-sebetan pedang itu berhasil melukainya. Bulunya yang berwarna putih kini telah penuh dengan merahnya darah—darahnya sendiri. Tapi, tidak sedikit pun dia memperlihatkan niat untuk berhenti, dia terus berusaha menyerang.
"Hentikan! Hentikan Shura!" teriak Shiro. Dia ingin menghentikan pertarungan di depannya. Namun, dia tidak bisa. Tidak ada celah baginya untuk masuk ke dalam pertarungan tersebut.
"Kak Aya, Kak Maya, kenapa mereka lama sekali?" kata Mamoru pelan sambil menatap sekelilingnya. Namun, tiba-tiba saja, dari kejauhan dia melihat sosok kedua kakaknya berlari mendekat. Hatinya benar-benar sangat lega saat melihat Sakura yang berada di belakang punggung Maya, sebab dia tahu, hanyou kecil itu pasti dapat menghentikan Shura.
Sakura yang sebenarnya masih kebingungan dengan apa yang terjadi tidak dapat mempercayai apa yang terjadi di depannya. Meski sosoknya telah berubah, sekali lihat saja, dia tahu, sosok anjing putih besar penuh darah yang sedang bertarung dengan Akihiko adalah Shura.
Raungan kesakitan dan suara geraman kemarahan Shura membuat air mata Sakua langsung jatuh membasahi pipi. Yang ada di depannya memang Shura, tapi itu bukanlah Shura yang dikenal dan disukainya. Tidak bisa menahan ketakutan yang memenuhi hatinya, mulut kecilnya langsung terbuka meneriak nama Inuyoukai tersebut. "Kak Shura!"
Suara teriakan Sakura berhasil membuat Shura yang sedang menghadapi Akihiko menolehkan kepala pada hanyou kecil itu. Melihat wajah penuh ketakutan Sakura, gerakannya langsung terhenti. Bola matanya terbelalak. Tidak terpikirkan olehnya sedikit pun untuk menunjukkan wujud dan kondisinya yang begitu menyedihkan pada hanyou kecil itu.
Memanfaatkan kesempatan yang ada, Akihiko segera mengangkat pedangnya menyerang Shura. Pedang itu berhasil menusuk tepat dadanya. Shura hanya bisa kembali berteriak kesakitan. Rasa sakit yang luar biasa menyerangnya. Darah merembas keluar dari lukanya, pandangan matanya tiba-tiba menggelap. Satu-satunya yang diingatnya setelah itu hanyalah teriakan ketakutan Sakura yang meneriakan namanya, lalu, gelap.
"Kak Shura!"
....xOxOx....
__ADS_1