![Till The End Of Time [ Inuyasha Fanfiction ]](https://asset.asean.biz.id/till-the-end-of-time---inuyasha-fanfiction--.webp)
Bulan purnama besar menghiasi langit malam musim dingin yang membeku. Di taman paviliun timur Istana Tanah Barat yang indah walau tiada bunga yang bermekaran, di atas kursi-kursi indah yang telah disiapkan, para youkai maupun hanyou dari segara penjuru wilayah jepang duduk menikmati sake serta makanan terbaik yang disajikan.
Ditengah-tengah para youkai dan hanyou yang ada, duduk berhadapan dengan sebuah panggung terbuka yang besar di tengah kerumunan dalam taman, Sesshoumaru, sang tuan rumah duduk dengan wajah tanpa ekspresi. Suara tawa, suara nyanyian, musik serta tarian di depannya tidak sedikit pun berhasil menarik perhatiannya. Menatap sekelilingnya, dia hanya bisa berpikir kenapa dirinya bisa sampai setuju mengadakan pesta ini—pesta ulang tahunnya yang kelima ratus empat puluh delapan.
"Istana ini sudah lama sekali tidak mengadakan pesta, dan ulang tahunmu jatuh pada bulan purnama awal musim ini. Sudah saatnya kita merayakannya."
Itu adalah kata yang diucapkan Inukimi pada Sesshoumaru yang tiba-tiba saja muncul di ruang kerjanya seminggu lalu setelah setahun tidak bertemu. Ibunda yang selalu mengembara ke seluruh pelosok tanah jepang itu semenjak putranya menjabat sebagai Penguasa Tanah Barat, memang kerap muncul dan menghilang secara tiba-tiba. Namun kali ini, kemunculannya, dia menuntut dan menginginkan sesuatu yang tidak biasanya, yakni; merayakan pesta ulang tahun putranya sendiri.
Sesshoumaru awalnya langsung menolak. Namun, penolakannya langsung berakhir saat Rin yang masuk ke dalam ruang kerjanya mendengar apa yang dikatakan Inukimi. Makanan, minuman, nyanyian, tarian, musik serta kedatangan tamu-tamu yang dikenalnya-suatu pesta untuk merayakan hari lahirnya Sesshoumaru. Dengan cepat, gadis manusia itu memihak Inukimi dan memohon inuyoukai Penguasa Tanah Barat itu untuk mengadakan pesta yang dimaksud.
"Biarkan Rin yang mempersiapkan segalanya! Jika Sesshoumaru-sama sibuk, serahkan pesta ulang tahun Sesshoumaru-sama pada Rin. Rin akan membuat pesta ulang tahun Sesshoumaru-sama menjadi pesta termegah dan tidak terlupakan oleh siapapun yang hadir."
Itu adalah kata yang diucapkan Rin padanya, dengan mata berbinar-binar dan senyum lebar musim semi yang selalu disukainya. Dirinya tidak memiliki kemampuan untuk menolak saat itu, sebab dia tidak ingin ekspresi penuh kebahagiaan di wajah itu digantikan dengan kekecewaan.
"Lakukan yang kau suka."
Jawaban yang diberikan Sesshoumaru itu disambut Rin dengan gembira. Dan sesuai ucapan gadis itu, dalam seminggu itu pula, dia dengan penuh semangat mengambil alih menjadi ketua penyenlenggara pesta ulang tahunnya. Dari undangan, tempat pesta, makanan, sake, nyanyian, musik dan tarian, gadis itu mempersiapkannya.
Sesshoumaru sebenarnya kagum dengan kerja Rin. Pesta ulang tahunnya diadakan pada malam hari di taman paviliun timur Istana Tanah Barat. Dengan api lampion sebagai penerang, dikelilingi salju yang menumpuk, Rin membangunkan panggung tempat duduk para tamu—panggung dengan kayu mahoni yang diukir indah dan dicat merah berlambang barat. Tatami mutu terbaik dengan bantal berbalut sutra menjadi tempat duduk para undangan. Makanan dan sake terbaik di seluruh tanah jepang disiapkan, lalu nyanyian, suara alat musik serta tarian terbaik dipersembahkan. Sekali lihat saja, semua orang yang hadir akan tahu dan dapat merasakan, betapa mewah dan megah pesta ulang tahun yang sedang diadakan. Pesta yang benar-benar menunjukkan pada semua hadirin betapa makmur dan besarnya tanah barat.
"Pesta yang sungguh luar biasa, kan, Sesshoumaru? Tidak salah kau mempercayai acara penting ini pada Rin kecil," ujar Inukimi yang duduk di samping Sesshoumaru tiba-tiba. Matanya menatap panggung dan sekelilingnya penuh kepuasan. "Dengan kemampuan seperti ini, kelak, dia akan dapat menjadi seorang nyonya rumah yang sangat hebat."
Sesshoumaru tidak mengatakan apa-apa, tapi dia setuju dengan apa yang dikataan Inukimi. Dari posisi tempat duduk, Rin berhasil menyiapkan tempat bagi para youkai dan hanyou yang hadir sesuai dengan jabatan dan juga kekuasaan klan mereka tanpa kesalahan sedikit pun, begitu juga dengan makanan dan minuman kesuakaan mereka. Sepertinya gadis manusia itu benar-benar mengetahui semua seluk-beluk dunia youkai dengan sempurna.
Mengamati sekeliling, Sesshoumaru bisa melihat, youkai dan hanyou dari selatan duduk di depannya, youkai dan hanyou dari timur di kanan, youkai dan hanyou utara di kiri, dan terakhir, youkai serta hanyou dari barat dan netral di deretan yang sama dengannya. Sesshoumaru tidak bisa menyembunyikan sebuah seringai kecil yang muncul di wajahnya.
'Manfaatkanlah segala sesuatu yang bisa kau manfaatkan, tidak peduli sekecil apapun itu.'
Kata yang pernah diajarkan para guru youkai pada Rin, ternyata benar-benar dipahami gadis manusia itu dengan baik. Sesshoumaru sadar, sekali, sekilas, susunan tempat duduk ini seakan bertujuan memperjelaskan pada siapapun yang hadir dari mana mereka berasal. Namun, dibaliknya, melihat betapa cepat dan akrabnya para klan dibawah wilayah barat dan netral terjalin dalam pesta ini berkat suasana pesta, serta makanan-sake yang tersedia, tujuan dari susunan tempat duduk ini adalah salah satu bentuk pancingan agar para youkai dan hanyou klan netral bersedia bergabung dengan barat—untuk semakin memperbesar dan memperkuatkan wilayah Tanah Barat.
Nyonya rumah yang hebat? Tidak. Rin kelak bukan akan menjadi seorang nyonya rumah yang hebat, dia kelak pasti akan menjadi seorang nyonya rumah yang sungguh luar biasa. Semenjak setahun yang lalu, selain masalah politik dan kekuatan di wilayah Tanah Barat, Sesshoumaru tidak pernah lagi mengurusi masalah istana. Masalah para penghuni, persediaan, perawatan bahkan keuangan istana, semuanya Rin yang memegangnya, dan sejauh itu, dibawah tangannya, semua berjalan dengan sangat sempurna tanpa cela.
Sesshoumaru mengakui, Istana Tanah Barat sekarang sudah sangat berbeda dengan Istana Tanah Barat saat dirinya masih kecil. Saat dirinya masih kecil, istana tanah barat adalah tempat yang sangat gelap, dingin tanpa tawa. Namun, semenjak Rin ada, bagaikan membawa matahari masuk, Istana Tanah Barat berubah, menjadi begitu terang, hangat dan penuh tawa. Sesshoumaru tidak membenci perubahan yang ada, dan oleh para penghuni lainnya, mereka mencintainya. Karena itulah, Rin begitu dihormati dan dipuja oleh mereka, walau gadis itu merupakan seorang manusia.
"Sesshoumaru-sama, Inukimi-sama," panggil suara berat seorang pria tiba-tiba. Menatap sumber suara, Sesshoumaru melihat seorang youkai harimau mendekati mereka dan memberi hormat. "Pesta yang luar biasa sekali. Anda benar-benar luar biasa Inukimi-sama, pesta ini pasti akan membekas selamanya dalam hati siapapun yang hadir. "
"Terima kasih, Tobi. Aku senang kau menyukai pesta ini," tawa Inukimi. "Namun, bukan aku yang menyiapkan ini semua. Putri angkatku, Rinlah yang seharusnya menerima pujianmu."
Mendengar nama Rin disebutkan, mata Tobi langsung terbelalak, sebuah senyum lebar mengembang di wajahnya. "Rin-sama?" tanyanya dan kemudian tertawa. "Begitu, ya? Rin-sama memang selalu penuh kejutan."
Sesshoumaru hanya diam membisu mendengar tawa Tobi. Tobi dari klan harimau. Sudah bukan rahasia lagi jika pemimpin klan harimau ini sangat menyukai Rin. Klan harimau sampai dua tahun yang lalu merupakan klan netral, dan tidak pernah tertarik sedikitpun untuk bergabung dengan Barat. Namun, berkat pertemuan Rin dengan Tobi pada undangan Sesshoumaru pada klan harimau ke istana ini, mereka akhirnya bergabung. Sepertinya, gadis manusia yang dihidupkannya memang memiliki sebuah pesona aneh yang bisa membuat para youkai memihaknya. Dengan sikapnya yang naif, polos dan hangat, sebenarnya sudah ada berpuluh-puluh klan youkai netral yang akhiirnya bergabung dengan barat setelah mengenalnya.
"Di mana Rin-sama, Sesshoumaru-sama, Inukimi-sama?" tanya Tobi lagi sambil menatap sekelilingnya.
"Benar sekali," tambah Kurokuma, youkai pemimpin klan beruang dari belakang Tobi tiba-tiba sambil tersenyum. "Di mana Rin-sama, Sesshoumaru-sama, Inukimi-sama? Kami sama sekali tidak melihat beliau sejak tiba di Istana Tanah Barat."
Sesshoumaru tetap diam membisu tidak menjawab, ada perasaan tidak suka yang muncul dalam hatinya. Mata emasnya bisa melihat betapa banyaknya mata yang kini tertuju padanya, menunggu jawaban di mana gadis manusia itu berada.
"Rin kecil akan bergabung dengan kita nanti," tawa Inukimi tiba-tiba. "Dia sedang sibuk mempersiapkan semua acara menarik yang akan terus berlanjut karena tidak ingin mengecewakan para hadirin."
Jawaban Inukimi langsung membuat semua yang ada tersenyum puas. Rin akan hadir dan bergabung dengan mereka nanti. Itu adalah satu-satunya hal yang ingin mereka dengar sekarang, sebab dengan begitu mereka akan memiliki kesempatan untuk mendekati gadis manusia yang dikenal sebagai Hime-sama dari Barat.
Sesshoumaru yang masih tetap diam membisu hanya bisa mengepalkan tangan dengan wajah tanpa ekspresi saat mendengar tawa para undangan. Apa yang ada dalam pikiran para youkai dan hanyou di sekelilingnya, dia tahu, dan berani sekali mereka semua berpikir seperti itu! Mendekati Rin? Walau mereka adalah youkai sejati yang kuat dan berkuasa, tidak ada seorang pun dari mereka yang pantas untuk Rin!
Inukimi yang duduk di samping Sesshoumaru tahu apa yang ada dalam pikiran putra satu-satunya itu, karena itulah, dia tertawa semakin keras. Betapa tidak sukanya putranya itu saat seseorang pria menatap dan tertarik pada Rin, mungkin hanya dirinya yang tahu. Pesta ini, dia ingin sekali melihat bagaimana ekspresi wajah tidak berekspresi inuyoukai Penguasa Tanah Barat itu di pengujung pesta—saat Rin mempersembahkan hadiahnya.
Tidak jauh dari Sesshoumaru, Inuyasha duduk dengan kedua tangan yang terlipat di dadanya, sedangkan matanya menatap bingung sekaligus waspada sekelilingnya yang penuh youkai dan hanyou. " Aku tidak mengerti, Kenapa aku harus duduk disini dan menghadiri pesta seperti ini?"
"Karena ini adalah pesta ulang tahun kakak, Inuyasha." jawab Kagome yang duduk disamping hanyou itu sambil menyuapin makan pada Shiro yang telah berusia dua tahun lebih dipangkuannya.
"Ya! Justru itu! Kenapa aku bisa hadir di pestanya!?" balas Inuyasha lagi sambil menatap Kagome dengan ekspresi penuh kekesalan.
"Sudahlah, Inuyasha," tawa Miroku yang juga ada disana, "Jarang-jarang kita diundang ke pesta seperti ini," menatap Sango, Kohaku serta putra-putrinya, dia tersenyum. "Benar, kan?"
"Iya," tawa Kohaku senang sambil meneguk sake manis yang tersedia untuk mereka. Sango mengangguk kepala menyetujuhi, sedangkan untuk Aya, Maya dan Mamoru, mereka bertiga sedang menyantap makanan enak khusus untuk mereka dengan lahap penuh senyum. Miroku benar, pesta yang mereka hadiri ini, mereka tidak tahu lagi, kapan akan mereka alami lagi.
"Nikmati saja pesta ini, Inuyasha-san," ujar Jinenji tiba-tiba dari belakang Inuyasha. Menuangkan sake pada cawan Inuyasha, dia tersenyum gembira. "Kau harus tahu, betapa kerasnya Rin-chan telah berjuang untuk menyiakan semua ini."
Inuyasha tidak berkata apa-apa saat mendengar ucapan Jinenji. Dia hanya dapat mendesah pelan. Jika saja bukan karena undangan yang ditulis Rin, serta kereta mewah yang sudah disiapkan untuk mereka, sampai matipun, Inuyasha tidak mungkin akan menghadiri pesta ini.
"Istana Tanah Barat adalah tempat yang menyenangkan, Inuyasha-san," tawa Jenenji pelan. "Kalian semua pasti akan menyukainya."
Inuyasha tetap tidak mengatakan apa-apa, dia hanya meneguk cawan sakenya sambil menutup mata. Semenjak setahun yang lalu, Jinenji dengan resmi telah tinggal di Istana Tanah Barat dan menjadi Tabit Istana. Sepertinya Sesshoumaru mengakui keahlian hanyou itu. Dan sebenarnya, Inuyasha cukup terkejut saat melihat siapa saja yang hadir di pesta ini, ada banyak sekali hanyou. Berpikir dalam hati, dia hanya dapat menebak-nebak, apakah kakak seayahnya itu sekarang tidak lagi membenci hanyou? Tidak lagi membenci manusia? Jika itu benar, bagaimana itu bisa terjadi?
"Kau Inuyasha, kan?" tanya seorang youkai monyet tua tiba-tiba sambil duduk tepat di hadapan Inuyasha. Dia mengenakan sehelai kimono dan hakama hitam, dengan baju jirah. Matanya yang berwarna hijau menatap lurus hanyou itu, sedangkan tangannya mengelus-ngelus jengotnya putih panjangnya. "Kau mirip sekali dengan Taisho. Dan itu putramu, kan?" tanyanya lagi sambil menatap Shiro yang ada dipangkuan Kagome dan tertawa keras. "Dia juga mirip sekali dengan anjing itu."
"Siapa kau?" tanya Inuyasha bingung sambil menatap lurus youkai monyet di depannya.
Berhenti tertawa, youkai monyet itu tersenyum lebar."Namaku, Kenji. Aku adalah teman ayahmu semasa dia masih hidup."
"Eh?!" seru Inuyasha terkejut dengan mata terbelalak, begitu dengan yang lainnya.
"Melihatmu dan Sesshoumaru duduk dalam ruangan yang sama tanpa mengangkat pedang seperti sekarang, kurasa Taisho akan sangat gembira di alam baka sana." tawa Kenji lagi. Bangkit dari tempat duduknya, youkai monyet itu kemudian duduk di samping Inuyasha. Tidak mempedulikan pandangan hanyou serta manusia disekeliling, dia mengambil cawan sake yang ada ditangan Inuyasha dan meneguknya. "
"Kenji-sama!" panggil Myoga yang ada di bahu Inuyasha gembira dan meloncat ke pundak Kenji. "Lama tidak bertemu, Kenji-sama!"
"Myoga," panggil Kenji sambil menatap youkai kutu kecil tersebut. "Ya, lama tidak bertemu. Dan kelihatannya kau sehat-sehat saja."
"Kau mengenalnya, Myoga?" tanya Inuyasha pelan dengan kening berkerut.
"Inuyasha-sama, beliau adalah Kenji-sama, pemimpin klan monyet, sahabat sekaligus tangan kanan ayahanda anda dan Sesshoumaru-sama semasa hidup."
Jawaban Myoga membuat Kenji tertawa keras. "Aku tidak menyangka akan melihatmu di sini lagi, Myoga. Tidak pernah terpikir olehku jika Sesshoumaru akan kembali mentorelansi kehadiranmu, hanyou," matanya kemudian jatuh pada Kagome, Miroku dan yang lainnya, "Bahkan manusia di istana ini."
__ADS_1
Inuyasha dan yang lainnya tidak mengatakan apa-apa. Tapi, mereka semua setuju dengan apa yang dikatakan youkai monyet tersebut.
"Rin-rin memang hebat," senyum Kenji lagi. "Hime-sama dari Barat memang sungguh luar biasa."
"Rin-rin? Hime-sama dari Barat? Maksud anda Rin-chan, ya?" tanya Kagome bingung.
Pertanyaan Kagome membuat Kenji menatap miko tersebut. Mengangguk kepala, dia kembali tertawa. "Ya. Rin-rin. Di dunia youkai, dia terkenal sebagai Hime-sama dari Barat. Tidak ada yang dapat mempungkiri bahwa dialah penyebab Sesshoumaru yang dulunya begitu membenci manusia dan hanyou kini mentoleransi mereka."
"Cih," cibir Inuyasha sambil membuang muka. "Kami tidak memerlukan toleransi sedikit pun akan keberadaan kami pada si berengsek itu."
"Itu bagimu, Inuyasha," balas Kenji sambil menatap sekelilingnya, "Tapi tidak bagi semua hanyou dan manusia di Barat."
"Maksudmu?"
Tidak menatap Inuyasha, Kenji kembali meneguk sake hanyou itu. "Hanyou dan manusia di Tanah Barat sangat bersyukur akan sikap Penguasa baru mereka sekarang, Inuyasha. Tidak semua hanyou kuat sepertimu, apalagi manusia yang rapuh. Toleransi yang diberikan Sesshoumaru, ijin sepenuhnya bagi mereka untuk bergabung dengan Tanah Barat telah memberikan mereka perlindungan."
"Perlindungan? Sesshoumaru? Kau bermimpi, ya?" cibir Inuyasha lagi tidak mempercayai penjelasan Kenji.
"Tidak. Kenji-sama benar, Inuyasha-san," sela Kohaku yang dari tadi diam membisu. "Selama perjalananku menjadi Taijiya, aku tahu apa yang dikatakan Kenji-sama benar. Hanyou dan manusia di Tanah Barat, kini, hidup dengan damai, makmur dan perlindungan penuh dari serangan apapun sekarang."
Menoleh wajah pada Kohaku, Inuyasha, Kagome dan yang lainnya menatap tidak percaya ucapan taijiya muda itu. Mereka yang setelah berkeluarga sudah jarang melakukan perjalanan melintas jepang lagi, karena itu, ini adalah pertama kalinya mereka mendengar berita-berita yang mengejutkan itu.
"Sesshoumaru-sama sebagai penguasa baru memberlakukan peraturan-peraturan. Dan jujur, peraturannya sangat bagus dan membuat puas semua yang ada, baik itu manusia, hanyou maupun youkai."
"Peraturan?"
"Iya," senyum Kohaku lagi. "Salah satunya, manusia harus membayar pajak pada Istana Tanah Barat, sebagai gantinya, beliau memberikan perlindungan penuh dari semua serangan. Lalu, youkai maupun hanyou tidak boleh menyerang manusia, dan sebagai gantinya, Istana Tanah Barat memberikan bantuan untuk klan mereka setiap saat."
"Kalau begitu manusialah yang malang," sela Inuyasha. "Aku berani bertaruh, pajaknya pasti sangat tinggi. Si berengsek itu pasti akan mengambil keuntungan habis-habisan dari manusia."
"Kau salah, Inuyasha," potong Kenji, kepalanya terangkat menatap bulan purnama di atas langit. "Pajak yang diminta justru sangat kecil, dan juga, bantuan dari Istana Tanah Barat selalu diberikan jika ternyata ada desa atau kota manusia yang memerlukan bantuan."
"Aku tidak percaya!" teriak Inuyasha. "Para youkai di bawah wilayah tanah barat pasti tidak akan mungkin puas dengan upah pajak kecil yang dibayar. Makhluk serahkan seperti mereka pasti tidak akan puas."
Kenji tertawa dan menoleh kepala menatap Inuyasha. "Serahkan? Kau mungkin benar. Tapi, kau mungkin tidak tahu, semua klan youkai dan hanyou di bawah Tanah Barat adalah mereka yang bersumpah setia dengan darah kepada penguasa mereka. Apa yang diperintahkan Penguasa mereka adalah mutlak, mereka selamanya akan mematuhinya. Terutama, perintah yang sesungguhnya juga sangat menguntungkan mereka."
Inuyasha terdiam seribu bahasa. Dia tidak dapat menemukan kata-kata untuk membalas ucapan Kenji. Namun, dia tetap tidak setuju, Sesshoumaru tidak mungkin orang yang seperti itu! Inuyoukai itu kejam, dingin dan tidak berperasaan.
"Sesshomaru seorang penguasa yang sangat luar biasa, Inuyasha. Dia kuat, pintar dan berkarisma," lanjut Kenji lagi sambil menatap Sesshoumaru dengan mata hijaunya. "Dan sejujurnya, tidak pernah terpikir olehku bahwa dia bisa seperti ini dulu. Kini, di bawah pimpinannya, Barat telah mencapai puncak kejayaan. Dia pemimpin yang jauh lebih hebat dari Inu No Taisho."
Pujian demi pujian yang diarahkan pada Sesshoumaru membuat Inuyasha tidak tahan lagi. "Tidak! Dia dingin dan tidak berperasaan! Dia yang seperti itu tidak mungkin bis- "
"Kau benar. Kakakmu itu terlalu dingin dan buta akan perasaan, bahkan selama ini, aku tidak pernah melihat ekpresi sedikitpun di wajahnya kecuali saat dia bayi," potong Kenji lagi. Namun sejenak kemudian, dia tersenyum. "Karena itulah Rin-rin ada."
"Rin? Memangnya apa hubungan sikap Sesshoumaru dengan keberadaan Rin?"
Kenji tertawa keras "Karena Rin-rin adalah ba—" jawaban Kenji terputus karena suara seruan kekaguman tiba-tiba terdengar memenuhi taman tempat mereka berada.
"Akiko," ujar Kenji pelan sambil menatap youkai wanita yang merebut perhatian semua hadirin. "Rubah betina, Putri satu-satunya Asano, Sang Penguasa Tanah Timur."
"Cantik sekali youkai itu. Apakah menurutmu dia akan bersedia menjadi istri Mamoru kelak, ayah?" tanya Mamoru tiba-tiba merebut perhatian Inuyasha dan yang lainnya.
"Kurasa tidak—dan aku tidak menginginkan menantu yang ternyata jauh lebih tua dariku." jawab Miroku sambil tersenyum gugup. Putranya ini ternyata memang mewarisi semua sifatnya. Sango hanya bisa medesah putus asa, sedangkan Inuyasha, Kagome dan yang lainnya hanya dapat menggeleng kepala.
Akiko yang berjalan mendekati Sesshoumaru bisa melihat betapa semua pandangan mata tertuju padanya yang telah diakui sebagai youkai tercantik di dunia youkai. Namun, dia tidak mempedulikannya, memasang senyum paling indah dan mengoda, dia menatap lurus Penguasa Tanah Barat yang duduk tanpa ekspresi di depannya.
"Selamat ulang tahun, Sesshoumaru-sama. Hamba, Akiko, Putri Asano, Sang Penguasa Tanah Timur, menggantikan Ayahanda hamba untuk menghadiri pesta ini." membungkukkan badan dengan pelan, Akiko memperlihat dengan jelas seluruh lekukkan tubuhnya yang dibalut kimono tipis dan ketat pada inuyoukai di depannya.
Sejak pertama kali melihat Sesshoumaru yang berkunjung ke Tanah Timur beberapa tahun yang lalu, Akiko sudah memutuskan bahwa dirinyalah yang kelak akan menjadi pasangan sah dari inuyoukai tersebut. Melihat rupa, kekuatan serta kekuasaan yang dimilikinya, youkai rubah itu tahu, dia tidak akan menemukan siapapun lagi yang lebih sempurna darinya.
Sesshoumaru hanya mengangguk kepala. Tidak sedikit pun dia tertarik dengan youkai wanita yang ada di depannya.
"Hamba membawakan hadiah dari Ayahanda hamba, Sesshoumaru-sama," senyum Akiko lagi. Dua orang dayang di belakangnya langsung berjalan ke depan dan memperlihatkan hadiah yang dimaksud, yakni; kain sutra serta permata. "Sutra dan permata terbaik dari timur. Semoga berkenaan dengan hati anda."
Sesshoumaru tetap tidak mengatakan apa-apa, dia hanya menatap sejenak hadiah itu dengan wajah tanpa ekspresi.
"Seshou-"
"Terima kasih," potong Inukimi yang ada di samping Sesshoumaru tiba-tiba dengan suara datar dan bosan. Menepuk tangannya dia memanggil para dayang yang ada dibelakangnya. "Antarkan Putri dari Timur itu ke tempatnya. Aku tidak ingin pesta ini terhenti lebih lama dari ini."
Akiko ingin memprotes ucapan Inukimi, dia yang sudah mempersiapkan diri untuk mendekati dan mengoda Penguasa Tanah Barat tersebut tidak ingin membuang kesempatan yang ada. Namun, untuk menjaga nama baik timur, dengan memasang sebuah senyum manis, dia menundukkan kepala setuju sebagai tanda hormat.
Inukimi yang melihat Akiko berjalan ke tempat duduknya hanya dapat memasang wajah bosan dan tidak suka. Rubah betina itu sedang berusaha mengoda putranya, dia tahu itu, dan sebagai ibu, dia tidak suka. Putra yang dia besarkan dengan begitu sempurna, terlalu bagus untuk rubah betina serakah dan tak tahu malu itu.
Menatap sekelilingnya lagi, Inukimi kemudian tersenyum kecil. Tidak ada seorangpun Penguasa wilayah tanah lain yang hadir di pesta ini, mereka semua hanya megirim pengganti. Timur mengirim Akiko, Utara mengirim Heihimaru, youkai kerbau tangan kanan Takeru, sang Penguasa Tanah Utara, lalu Selatan mengirim Tsubasa, Selir kesayangan Akihiko, Sang Penguasa Tanah Selatan. Sepertinya hubungan barat dengan ketiga wilayah lainnya tidak begitu bagus, namun, sepertinya juga tidak terlalu buruk. Ketidakhadiran penguasa, namun kehadiran pengganti mereka yang penting, terlihat jelas bahwa ketiga daerah lainnya sekarang menghormati dan sekaligus menwaspadai barat yang semakin hari semakin berkembang menjadi kuat dan besar.
"Sebagai mantan Penguasa Tanah Barat, aku mengatakan padamu, Sesshomaru, kau benar-benar penerusku dan Taisho yang hebat. Barat sekarang benar-benar telah sangat kuat." puji Inukimi pelan tanpa menoleh wajah pada putranya.
Pujian Inukimi tidak membuat Sesshoumaru merasakan apa-apa, dia hanya mendengus pelan. Sangat kuat? Tentu saja, barat sekarang adalah miliknya, sesuatu yang telah lama ingin dibangun dan menjadi salah satu tujuan hidupnya—menciptakan barat yang tidak tertandingi.
Namun, tidak lama kemudian, di tengah-tengah suara tawa serta musik yang mengalun, hidung Sesshoumaru dan Inukimi tiba-tiba berhasil menangkap bau musim semi samar di udara. Menoleh wajah ke depan panggung, mata Inukimi melihat para pemain musik telah menghentikan musik mereka, sedangkan para penari dengan cepat melangkah kaki turun dari atas panggung. Tersenyum menyeringai, inuyoukai itu tahu, inilah puncak pesta yang berlangsung ini. "Nah, sekarang," tawanya pelan. "Mari kita menikmati pesta ini."
Lampu lampion yang mengelilingi tempat pesta tiba-tiba padam dengan berurutan dan membuat bingung para hadirin. Bantuan cahaya bulan purnama di langit serta ketajaman mata mereka yang rata-rata merupakan youkai dan hanyou masih membuat mereka dapat melihat sekeliling dengan baik. Namun, belum sempat para hadirin mengungkapkan kebingungan dalam hati, pandangan mereka tiba-tiba menjadi gelap gulita, seakan ada kain hitam yang menutup mata mereka, termasuk Sesshoumaru dan Inukimi.
"Apa-apaan ini?" teriak Inuyasha penuh kewaspadaan. Pandangan yang menjadi gelap tiba-tiba ini adalah ulah youkai, hanyou itu yakin akan hal itu. Apakah pesta ini adalah perangkap? Perangkap yang disiapkan untuk membunuh semua yang ada.
Di tengah kepanikan semua yang ada, suara tiupan seluring yang disertai petikan kecapi merdu tiba-tiba terdengar. Lalu, dengan tiba-tiba pula, dalam sekali kedipan mata, pandangan gelap yang menyelubungi pandangan semua yang ada di taman tersebut menghilang. Seketika juga, semua yang ada langsung terdiam dengan mata mereka terbelalak, sambil menahan napas, tidak terkecuali Sesshoumaru.
Ditengah-tengah panggung yang ada. Di bawah limpahan cahaya bulan purnama, seorang gadis manusia berdiri dengan mata tertutup. Dia mengenakan sebuah kimono indah panjang berwarna merah dengan sulaman emas berlambang barat. Rambut panjangnya yang sehitam langit malam tanpa bintang tertata rapi dengan bunga-bunga serta tusuk konde emas sebagai hiasannya. Bulu mata yang sangat panjang dan lentik, hidung yang mancung, kulit seputih salju serta bibir semerah darah-betapa kecantikkan gadis itu seakan berhasil membuat waktu terhenti.
Membuka mata coklat besarnya dengan pelan, gadis itu kemudian menatap lurus Sesshoumaru yang tepat berada di depannya. Sebuah senyum musim semi dengan segera merekah di wajah sang gadis saat mata mereka bertemu-senyum yang berhasil membuat inuyoukai itu tidak bisa melihat apapun lagi kecuali gadis masusia yang ada di depannya; Rin.
Dalam pandangan penuh kekaguman semua yang ada. Mengikuti musik yang mengalir, melangkah kaki, Rin mengangkat tangan dan membuka mulut untuk menyanyikan sebuah lagu yang dikarangnya sendiri untuk inuyoukai di depannya. Ini adalah hadiah darinya, tarian serta lagu yang hanya akan dipersembahkan kepada Sesshoumaru seorang saja sepanjang keberadaannya.
__ADS_1
Anata wa tottemo kanpekina omokage
( Kau begitu sempurna )
Mata Sesshoumaru terbelalak mendengar lirik lagu yang dinyanyikan suara merdu bagaikan dentingan lonceng tersebut. Tidak dapat bergerak dia hanya dapat terus mengikuti setiap gerakan tarian gadis di depanya.
Me no mae ni nani yori mo ichiban utsukushi sugata
( Dimataku kau begitu indah )
Shitau koto wa anata dake
( Kau membuat diriku akan selalu memujamu )
Menatap Sesshoumaru lagi, Rin kembali tersenyum. Mengerakkan tangan, melangkah kaki dengan pelan dan anggun, meneruskan tariannya mengikuti alunan musik, dia mencurahkan segenap perasaannya; berusaha menyampaikan apa yang dirasakannya pada inuyoukai tersebut, melalui lirik lagu, suara serta tarian yang ada.
Mai ippo anata no koto wo omoidasu
( Di setiap langkahku, kukan selalu memikirkan dirimu)
Anata wa sonzai shinai jinsei o omou koto ga dekinai
( Tak bisa kubayangkan, hidupku tanpa dirimu)
Setiap lirik yang dinyanyikan Rin, Sesshoumaru hanya dapat terpana. Dalam cahaya bulan purnama, di setiap gerak dan loncatannya tariannya yang anggun, inuyoukai itu tidak tahu lagi, di mana dia akan dapat melihat keindahan yang luar biasa di hadapannya sekarang
Mata emas bertemu dengan mata coklat.
Senyum di wajah sang gadis manusia menjadi semakin lebar dan indah. Rin tidak berbohong akan apa yang dinyanyikannya. Tanpa Sesshoumaru, dia tahu, dirinya tidak akan pernah ada. Makanan, minuman, pakaian, tempat tinggal, senyum, tawa dan bahkan kebahagiaannya; itu semua adalah pemberian inuyoukai itu. Hari ini, padanya, dia ingin memberitahu, betapa penting keberadaan inuyoukai tersebut dalam hidup seorang manusia lemah seperti dirinya.
Watashi no soba ni kara hanarenaide
( Janganlah kau tinggalkan diriku)
Subete wo norikireru koto wa nai kara
( Takkan mampu menghadapi semua)
Anata to ironna koto toorinukeru kara
( Hanya bersamamu ku akan bisa)
Salju dengan pelan turun dari langit. Mata emas Sesshoumaru bisa melihatnya sambil menahan napas, di tengah salju, di tengah musim dingin di mana tiada bunga yang bermekaran, dalam tamannya, setangkai bunga telah mekar. Rin sekarang bagaikan setangkai bunga merah di musim dingin, di dalam salju, begitu indah, suci, murni dan tak ternoda—bunga yang akan dia jaga dengan hidupnya sendiri.
'Jangan kau tinggalkan diriku'
Lirik lagu itu, permohonan dalam lagu itu. Itu adalah permohonan gadis manusia itu, permohonan yang tidak berani diucapkannya; ketakutan terbesarnya. Dunia akan gelap, semua tidak akan berarti. Jika dirinya tidak bisa lagi bersama dengan inuyoukai itu, Rin tahu; dirinya hancur.
Anata wa watashi no shinzo
( Kau adalah darahku )
Anata wa watashi no chi
( Kau adalah jantungku)
Anata wa watashi no jinsei
( Kau adalah hidupku)
Kehangatan memenuhi hati Sesshoumaru. Sungguh hangat hingga menyesakkan. Betapa suara nyanyian dan lirik lagu itu membekas dalam hatinya, betapa dia tidak akan pernah lupa dan puas mendengar lirik ditujukan kepadanya oleh gadis manusia itu. Dia adalah darahnya, jantungnya—hidupnya.
Darah, jantung, lalu—hidup.
Kata-kata itu, itulah arti sesungguhnya dari keberadaan inuyoukai itu bagi seorang gadis manusia bernama Rin. Darahnya masih mengalir dalam nadinya adalah karena inuyoukai itu, jantungnya masih berdetak juga karena inuyoukai itu dan hidupnya sekarang adalah pemberian inuyoukai itu. Dia bisa hidup karena Sesshoumaru ada, dia sudah menyadarinya sejak dulu saat dia membuka matanya lagi pada kehidupan keduanya didekapan inuyoukai tersebut.
Bagi Rin, Sesshoumaru; dialah hidupnya.
Anata no okage de watshi wa kanzen ni natta
( Lengkapi diriku )
Itoshii hito e anata wa tottemo
( Sayangku kau begitu )
Senyum kembali mengembang di wajah Rin. Betapa dia menyanyanginya, apakah inuyoukai itu tahu? Betapa bahagia dirinya saat bisa berada disampingnya? Betapa dia tidak memerlukan apapun lagi, betapa dia tidak akan mempedulikan apapun—betapa lengkapnya dia hanya dengan berada disampingnya, betapa sering gadis mansia itu ingin bertanya padanya; tahukah anda Sesshoumaru-sama?
Mata masih beradu; emas dan coklat.
Tidak ada yang lain lagi. Sekarang, di taman ini, bagi inuyoukai serta gadis manusia itu, hanya ada mereka berdua saja; Sesshoumaru dan Rin. Semua tersampaikan, perasaan gadis manusia itu padanya; ketakutan , permohonan serta arti keberadaan dirinya, itu semua, kini, telah tersampaikan dengan baik.
Kanpeki da...
( Sempurna )
Mengakhiri tarian dan nyanyiannya, mata gadis manusia itu tetap menatap lurus mata inuyoukai di depannya. Tidak sedetikpun dia mengalihkan mata dan pandangannya dari inuyoukai itu dalam tariannya, begitu juga inuyoukai tersebut. Senyum di wajahnya semakin merekah, menjadi sebuah senyum terindah yang pernah diperlihatkannya—senyum yang benar-benar berhasil menguncang dunia inuyoukai itu.
Ya! Sesshoumaru, dia memang dingin dan jarang menunjukkan ekspresinya. Banyak yang mengatakan dia kejam, dan inuyoukai itu juga, kadang tidak segan membunuh siapapun yang membuatnya marah. Tapi, bagi Rin, di mata Rin sejak dulu, hanya ada satu kata yang dia tahu dapat menjelaskan inuyoukai yang begitu indah, begitu kuat, begitu berkuasa-inuyoukai yang dicintainya melebihi hidupnya sendiri, yakni...
Sempurna.
....xOxOx....
__ADS_1