![Till The End Of Time [ Inuyasha Fanfiction ]](https://asset.asean.biz.id/till-the-end-of-time---inuyasha-fanfiction--.webp)
Koga berjalan memasuki istana tanah selatan dalam diam. Tidak ada yang menghentikannya, malahan dia disambut dengan tangan terbuka oleh para youkai yang ada dalam istana ini. Dirinya memang tidak ada apa-apanya jika dibanding dengan Akihiko yang merupakan sang penguasa, tetapi bagaimana pun juga, dia masih boleh dikatakan sebagai salah satu tuan muda dari selatan—dirinya masih memiliki sedikit kekuasaan di istana ini.
"Dimana Akihiko-sama?" tanya Koga kepada salah satu youkai yang menyambutnya.
"Akihiko-sama ada di lapangan paviliun utara, Koga-sama." jawab youkai itu dengan hormat.
Koga tidak mengatakan apa-apa lagi, kakinya langsung melangkah ke tempat sang penguasa berada. Lapangan pavilun utara adalah tanah gersang tempat latihan pedang Akihiko. Sejak dulu, Akihiko memang selalu menghabiskan waktu disana, youkai serigala itu memang tidak pernah berubah.
Menghela napas, Koga hanya bisa merenung apa dia bisa melakukan misinya dengan baik.
'Saat kau sudah ada dalam istana, carilah keberadaan Rin-chan. Di mana dia disekap dan kondisi sekeliling. Semua itu akan sangat membantu misi penyelamatan ini.'
Kata-kata Kagome terlintas dalam pikiran Koga dan itu membuatnya kembali menghela napas. Dirinya meninggalkan Kagome dan yang lainnya di sekitar hutan istana tanah selatan. Ada banyak youkai kuat di istana ini, kemungkinan besar mereka mengenal Inuyasha dan Kenji dan mereka ingin menghindari pertempuran sebisa mungkin di sarang youkai ini.
Koga setuju bergabung dengan Inuyasha dan lainnya dalam misi penyelamatan Rin, karena memang dia tidak punya kepercaya diri dapat menghentikan Akihiko. Tapi, jika mengatakan seorang gadis manusia dapat menghentikan Sesshoumaru yang sudah setuju untuk berperang?
Koga sebenarnya juga tidak percaya. Dirinya mengenal Sesshoumaru, dia adalah youkai yang mirip dengan Akihiko. Youkai sejati dari keluarga penguasa yang tidak akan mungkin mendengar ucapan orang lain. Ya, dia tahu, gadis manusia yang dihidupkannya mungkin memang berbeda, tapi tidak mungkin inuyoukai itu akan mencabut keputusan yang sudah dibuat karena sang gadis memintannya, kan?
Kagome dan teman-temannya sangat percaya gadis itu mampu menghentikan perang ini, kecuali Inuyasha. Ironis sekali bagi Koga sekarang, karena satu-satunya yang setuju dengan pemikirannya justru anjing kampung itu.
Melangkah sampai di lapangan paviliun utara istana selatan, apa yang dilihatnya kemudian membuat Koga terpana tidak percaya.
Akihiko berada di sana, sedang berlatih pedang seperti biasa, namun bedanya adalah, di samping penguasa tanah selatan itu, ada seorang gadis manusia yang duduk memainkan shamisen dengan indah.
Suara petikan shamisen yang dipetik selaras dengan setiap gerakan Akihiko. Tidak memaksa, sangat harmonis, musik yang mengalun di udara itu bagaikan memang satu dengan gerakan sang penguasa tanah selatan.
Mata biru langit sang penguasa tanah selatan menatap lembut gadis manusia itu, dan ada seulas senyum di wajahnya. Akihiko yang seperti itu, Koga tidak pernah melihatnya, namun dia tahu; youkai serigala yang biasanya selalu bosan itu sedang dalam suasana hati yang bagus; sesuatu yang sangat langka.
Lalu, saat pandangannya jatuh pada sang gadis manusia, Koga tertegun. Dengan rambut sehitam langit tanpa bintang, kulit seputih salju, hidung yang mancung, bibir yang munggil dan pipi merona merah seperti mawar, lalu, mata coklat besar jernih yang bersinar penuh keluguan—gadis itu sangat cantik.
Namun, saat Koga menangkap bau musim semi dari sang gadis manusia, rasa tertegunnya segera berubah menjadi terkejut. Dia mengenal bau ini, ini adalah bau gadis kecil manusia yang selalu mengikuti Sesshoumaru dulu—gadis itu adalah Rin???
....xOxOx....
Akihiko menggerakkan pedangnya, telinganya bisa mendengar jelas suara petikan merdu shamisen yang menyelaras dengan gerakkannya. Senyum mengembang di wajah tampanya, ada suatu perasaan aneh dalam hatinya; perasaan damai.
Gadis manusia yang aneh itu, hari ini, pagi-pagi datang mencarinya dengan sebuah shamisen di tangan.
"Akihiko-sama akan berlatih pedang lagi, kan? Ijinkan Rin memainkan shamisen disamping anda, ya?"
Tidak ada rasa takut. Dengan senyum indah dan mata lugu bagaikan anak kecil, dia memohon pada Akihiko. Akihiko tidak menemukan kekuatan untuk menolak permintaannya. Semenjak dia mengetahui dirinya menginginkan gadis manusia ini, tidak tahu mengapa, dia bisa mentoleransi segala sikap gadis itu.
Rin.
Nama gadis manusia itu adalah Rin yang berarti dingin. Nama yang sangat bertolak belangkang dengan kepribadiannya, sebab gadis itu sangat hangat bagaikan mentari pada musim semi.
Saat gadis ini menginjakkan kakinya ke istana tanah selatan, Akihiko tidak pernah memperhatikannya. Namun, saat dia memperhatikannya dengan baik, dia menyadari gadis itu benar-benar berbeda dari semua makhluk yang dengan semua yang pernah dilihatnya. Akihiko memang memerintahkan kepada siapapun untuk tidak membunuh atau menyentuh gadis manusia itu. Dia juga tidak mengurungnya, sebab dia berpikir gadis itu pasti akan mengurung diri penuh ketakutan di sarang youkai ini. Namun, gadis itu dengan leluasa tanpa takut berjalan di istananya. Bahkan, di istana tanah selatan di mana dia disandera, dia masih bisa tersenyum kepada semua youkai yang ada.
Apakah youkai penghuni istana ini tidak menyukainya?—Jawabannya tidak. Mereka semua hanya menatap bingung gadis manusia itu. Kebingungan yang kemudian akan berubah menjadi tertegun. Senyum gadis manusia itu yang hangat—ada pesona yang bisa membuat para youkai terpana.
__ADS_1
Menoleh mata biru langitnya menatap gadis manusia tersebut, pandangan Akihiko melembut. Dengan kimono biru khas tanah selatan, rambut hitam tanpa bintang, jari-jari putih kecil yang memetik shamisen, sepasang mata coklat besar yang berbinar, lalu, senyum menawan di wajah cantiknya—gadis manusia itu benar-benar sebatang bunga yang menawan.
Petikan di shamisen itu kemudian perlahan berhenti dan Akihiko juga dengan pelan menghentikan gerakannya. Gadis manusia itu langsung bertepuk tangan dengan senyum yang semakin lebar. "Indah sekali Akihiko-sama! Benar-benar seperti tarian yang indah!!"
Akihiko tidak mengatakan apa-apa, dia menatap senyum itu dalam diam. Jika dia bisa melihat senyum ini setiap hari, hari-harinya yang membosankan pasti akan menjadi lebih berwarna.
"Akihiko-sama." panggil seseorang tiba-tiba.
Akihiko dengan pelan menoleh wajahnya menatap sumber suara. Matanya menemukan Koga yang berlutut dengan tangan kanan di dada memberikan hormat padanya. Dia sudah menyadari kehadiran youkai serigala itu yang mendekat dari tadi.
"Koga," Balas Akihiko pelan. Wajahnya telah kembali pada ekspresi bosan seperti biasa.
"K-koga-san," gumam Rin dengan pelan tiba-tiba saat melihat youkai serigala itu.
Akihiko dan Koga menoleh wajah menatap gadis manusia itu. Dan meski sedang tersenyum, ada sedikit ketakutan di wajah cantiknya.
Koga tersenyum kecil melihat wajah Rin. Dia tahu, gadis itu pasti memiliki sedikit rasa takut padanya, sebab bagaimana pun juga, gadis itu pernah mati dalam mulut serigala bawahannya. Namun, untuk Akihiko, pandangan Rin menjadi satu pertanyaan; kenapa dia takut pada Koga?
"Kau mengenal Koga, Rin?" tanya Akihiko kemudian. Mata birunya menatap lurus Rin. Tersenyum lembut, dengan pelan dia mendekati Rin dan mengulurkan tangan membantunya berdiri.
Rin segera menerima uluran tangan itu. Dengan senyum gusar yang masih ada, dia kemudian mengangguk kepala. "Iya, Rin mengenal Koga-san."
Senyum gusar yang ada di wajah cantik itu, membuat Akihiko sadar, hubungan Rin dengan Koga sepertinya tidak hanya sekadar saling mengenal, ada sesuatu yang tidak terucapkan di dalamnya. Menoleh wajah menatap Koga lagi, dia tersenyum lagi, namun berbeda dengan senyum lembut yang ditunjukkan kepada Rin, senyumnya ini adalah senyuman tajam penuh intiminasi; senyum yang menginginkan jawaban tanpa kebohongan. "Bagai mana kalian bisa saling mengenal? Hubungan kalian sepertinya lumayan baik."
Pertanyaan selanjut Akihiko membuat Koga tertegun. Koga seakan tidak percaya dengan apa yang dilihatnya; sikap peduli Akihiko kepada Rin bukanlah kebohongan.
"K-kami, kami.." Koga terbata-bata mencari jawaban dari pertanyaan Akihiko. Dirinya tidak mungkin mengatakan menjawab jujur bagaimana dia mengenal gadis itu, serta apa hubungan mereka, karena gadis itu pernah mati ditangan bawahannya.
"Hubungan hamba dengannya adalah kematian pertamanya disebabkan oleh serigala dalam rombonganku." potong Koga tegas tiba-tiba.
Jawaban Koga membuat Rin dan Akihiko menoleh kepala menatapnya. Youkai serigala itu tidak mengatakan apa-apa lagi, dia menundukkan kepala ke bawah. Dirinya tidak berani berbohong dan membiarkan Akihiko mengetahui sendiri kenyataan hubungan mereka.
Koga mengenal Akihiko sang penguasa tanah selatan sejak kecil. Daiyoukai itu memiliki banyak selir, dan dari semua selir itu adalah Tsubasa adalah selir kesayangan. Namun, tidak pernah dia melihatnya bersikap lembut terhadapnya seperti terhadap Rin. Terlebih lagi, dia bisa merasakan obsesi sang penguasa tanah selatan pada gadis itu. Bagaimana gadis manusia itu bisa membuat sang penguasa tanah selatan menjadi seperti ini??
....xOxOx....
Dalam kamarnya, tangan Tsubasa bergerak menulis sesuatu dengan kuas ditangan. Senyum merekah di wajah cantiknya, semua persiapan untuk perang di depan telah sempurna, dirinya tinggal menunggu aba-aba dari Akihiko untuk memulainya.
Akihiko.
Wajah sang penguasa tanah selatan terbayang dalam benaknya, dan diiringin wajah tampan itu, wajah gadis manusia yang diculiknya juga terbayang. Senyum di wajah Tsubasa langsung menghilang digantikan kemarahan.
"Kenapa Kakak berwajah seperti itu?" tawa suara seorang wanita tiba-tiba.
"Kakak seharusnya tersenyum di hari yang indah ini." Tambah suara seorang wanita lagi sambil tertawa.
Tsubasa menoleh wajahnya ke arah sumber suara, dia menemukan dua orang youkai wanita tersenyum ke arahnya—senyum sinis penuh hinaan.
"Apa yang membuat kalian berdua datang mengunjungiku, Cho-san, Hana-san?" tanya Tsubasa sambil tersenyum. Namun, senyum yang diberikan bukanlah senyum hangat, melainkan senyum dingin.
__ADS_1
Kedua youkai di depannya adalah Cho dan Hana, dua dari sekian banyak selir Akihiko. Cho adalah youkai kupu-kupu dan Hana adalah youkai bunga. Keduanya memiliki rupa yang sangat cantik dan juga merupakan youkai kuat. Namun, mereka tidak pernah menjadi selir kesayangan seperti halnya Tsubasa. Itulah penyebab hubungan mereka yang tidak baik. Meski sama-sama merupakan selir sang penguasa tanah selatan, mereka selalu bersaing untuk mendapatkan perhatian sang penguasa.
Hana tersenyum mendengar pertanyaan Tsubasa, tertawa kecil, dia menutup mulutnya dengan kipas yang ada ditangannya. "Aku hanya mengunjungi Kakak untuk menyemangati Kakak."
"Kami berdua takut Kakak akan sedih dan kehilangan semangat," timpa Cho sambil tersenyum menyeringai. " Kami semua sudah mendengar Akihiko-sama yang sangat tertarik dengan gadis manusia yang kau bawa dari barat."
Senyum di wajah Tsubasa menghilang begitu mendengar ucapan Cho. Mata merahnya langsung memerah pekat seperti darah.
Akihiko yang tertarik pada gadis manusia yang diculiknya sudah bukanlah rahasia. Dalam sehari saja, semua yang melihat sikap sang penguasa tanah selatan itu tahu, gadis itu akan menjadi kesayangan. Tidak peduli sebagai selir ataupun mainan, gadis itu memiliki perhatian daiyoukai itu.
"Manusia itu hidupnya singkat, Kakak," lanjut Cho lagi. Dirinya puas melihat ekspresi Tsubasa sekarang, sebab selama ini, youkai burung ini selalu memandang rendah mereka yang tidak dipedulikan Akihiko. "Kakak hanya perlu membagi perhatian Akihiko-sama untuk sementara."
Cho yang ingin kembali tertawa tiba-tiba merasakan jari-jari yang menyentuh lehernya. Dalam satu kedipan mata, lehernya telah tercekit kuat oleh jari itu. Matanya terbelalak saat melihat mata Tsubasa yang penuh nafsu membunuh terarah padanya.
"Apa yang kau lakukan Tsubasa!!" teriak Hana panik melihat Cho yang diserang Tsubasa tiba-tiba.
Tsubasa menoleh wajah menatap wajah panik Hana. Kedua youkai yang berani bertingkah di depannya memang kuat, tapi dibanding dengannya, mereka tetap bukanlah tandingannya. Mengapa dia bisa menjadi selir kesayangan Akihiko?—itu karena dialah yang terkuat.
"Kehilangan kalian berdua tidak akan mengurangi kekuatan selatan. Akihiko-sama tidak akan keberatan sedikitpun jika aku membunuh kalian." Tawa Tsubasa kemudian dan mematahkan leher Cho.
....xOxOx....
Koga berjalan pelan dalam hutan di samping istana tanah selatan. Pikirannya sekarang benar-benar kacau, dia tidak ingat jelas bagaimana dia bisa berada di sini sekarang.
Youkai serigala itu hanya ingat tatapan tajam Akihiko padanya saat dia menjawab apa hubungan dirinya dengan Rin. Dirinya berpikir dia akan mati di tangan sang penguasa tanah selatan itu tadi. Dalam klan serigala, dia adalah alpha, tapi Akihiko adalah alpha dari segala alpha. Dirinya tidak akan dapat melawan pemimpin mutlak dipuncak klan jika sang penguasa menginginkan kamatiannya.
Ya! Koga cukup yakin dia tidak akan pernah dapat melihat anaknya kelak jika Rin tidak ada disana saat itu-jika gadis manusia itu tidak manarik Akihiko meninggalkannya sendiri.
Rin.
Wajah cantik gadis manusia yang dikenal sebagai Hime dari barat terbayang dalam pikirannya. Koga jadi bertanya-tanya dalam hati, bagaimana bisa gadis manusia itu bisa merubah Akihiko jadi seperti itu?
Mengingat lagi ke masa lalu, saat gadis itu masih kecil, saat dia pertama kali melihatnya bersama Sesshoumaru, Koga sempat berpikir, kenapa inuyoukai pembenci manusia itu membiarkan gadis itu berada di sampingnya? Jawabannya terjawab sekarang. Siapa yang menyangka gadis itu akan tumbuh besar secantik itu? Mungkinkah Sesshoumaru sudah menyadarinya? Karena itulah dimelindunginya?
Koga kembali menggeleng kepala. Tidak peduli bagaimana dia berpikir, dia tidak mendapat jawabannya, dan saat dia sadar, dirinya telah berada di depan gua dimana Inuyasha, Kagome, Sango, Miroku dan Kenji bersembunyi.
Kagome, Miroku, Sango dan Kenji langsung berjalan keluar begitu menyadari kehadiran Koga. Hanya Inuyasha yang masih berada dalam gua dengan wajah tidak peduli.
"Kau sudah tau dimana Rin-chan disekap, Koga?" tanya Kagome dengan senyum di wajah.
Miroku, Sango dan Kenji tidak mengatakan apa-apa, tapi mereka menunggu jawaban dari Koga yang ada di depan mereka.
"Rin, dia," Koga tidak tahu harus menjawab apa, ekspresi wajahnya berubah menjadi tidak bisa dijelaskan, antara bingung bercampur tidak percaya. "Tidak akan mudah menyelamatkannya sekarang.."
"Apa maksudmu serigala kurus?" hardik Inuyasha dan berlari keluar. Meski terlihat penuh emosi, dia tetap tidak bisa menyembunyikan perasaan khawatir dalam hatinya, sebab baginya, Rin sudah bagaikan seorang adik perempuan.
Koga tidak membalas julukan yang ditujukan oleh Inuyasha padanya seperti biasa, mungkin karena pikirannya masih sangat kacau. Menghela napas, youkai serigala itu kemudian mencoba memberikan penjelasan sesingkat mungkin. "Akihiko-sama menyukainya. Dia ada dalam pengawasan sang penguasa tanah selatan..."
"Apa??!!!!!"
__ADS_1
....xOxOx....