![Till The End Of Time [ Inuyasha Fanfiction ]](https://asset.asean.biz.id/till-the-end-of-time---inuyasha-fanfiction--.webp)
Suara petikan shamisen mengalir memenuhi taman. Pada nada pertama, suara yang ada langsung menarik hati para youkai yang mendengar. Suara musiknya pelan, merdu dan juga–indah.
Di atas panggung, gadis manusia itu tersenyum dengan sejuta pesonanya. Bachi ditangannya terus bergerak, memainkan senar yang ada dengan lugas dan anggun.
Ada rasa hangat menyelimtui hati para pendengar. Musik yang mengalun indah itu bagaikan hangatnya musim semi setelah musim dingin berlalu; ceria dan menyenangkan, penuh senyum serta tawa.
Menutup mata, semua yang ada bisa merasakan, musik ini menyampaikan hangatnya matahari musim semi, indahnya bunga sakura yang bermekaran, lembutnya angin yang berhembus, serta kebahagiaan akan kebersamaan.
Sesshoumaru menatap Rin dalam diam, mata emasnya bersinar lembut. Tidak pernah berubah, gadis manusia itu tetap saja seperti itu. Kini dia benar-benar telah mekar sepenuhnya–bunga terindah di dunia.
Rin bisa merasakan pandangan Sesshoumaru padanya, disetiap petikan senarnya dan musik yang mengalir. Menutup mata, senyum di wajahnya melebar.
Musim semi.
Seperti apa musim seminya dalam istana tanah barat selama ini bersama inuyoukai itu. Setelah semua perkerjaan yang ada selesai, inuyoukai itu akan menemaninya di taman bunga sakura istana tanah barat. Dirinya akan bercerita banyak tentang segala hal, merangkai bunga, membaca dan merangkai puisi bersama, lalu–dirinya akan memainkan shamisen, menari dan bernyanyi untuk inuyoukai itu.
Musim semi sudah lama datang, musim yang paling disukainya di mana bunga mekar. Tapi baru hari ini Rin benar-benar merasa musim semi tiba. Karena inuyoukai itu sudah kembali, mereka sudah kembali seperti biasanya.
Tidak–Rin sadar, ternyata seperti itu, tidak hanya musim semi, untuk musim panas, musim gugur dan juga musim dingin. Dirinya baru bisa merasakan perubahan musim itu jika inuyoukai itu ada.
Apa itu musim? Apa itu pergantian musim?–bagi Rin, itu semua baru ada jika Sesshoumaru ada. Keberadaan inuyoukai itu–dia adalah bukti musim sesungguhnya dalam hidup gadis manusia itu.
Semua terpesona, tidak dapat memgalihkan pandangan. Setiap nada yang ada mengantarkan mereka ke dunia yang berbeda–dunia dimana kebahagiaan satu-satunya yang ada. Tidak ada yang meragukan, ini adalah musik shamisen terindah yang ada di dunia.
Lalu, perlahan, suara musik menjadi pelan dan pelan, hingga akhirnya berhenti, menandakan musik yang telah usai. Menyadarkan mereka akan kenyataan, namun selamanya meninggalkan keindahan dalam hati.
Akihiko tidak dapat mengalihkan pandangannya sedikitpun dari gadis manusia di atas panggung. Gadis itu selalu mengejutkannya, tidak pernah dapat ditebaknya. Senyum lembut mengembang di wajah tampannya, tatapan matanya semakin lembut. Kepada gadis manusia itu, bagaimana dia tidak jatuh cinta?
Keheningan memenuhi taman sakura, Rin dapat melihat pandangan tertegun para youkai yang menatapnya, dan itu membuatnya gugup. Reaksi mereka jelas bukan sesuatu yang diperkirakannya.
Menoleh wajah menatap Sesshoumaru, Rin mencari konfirmasi, apakah dia melakukan kesalahan. Namun, saat mata mereka bertemu lagi, dia melihat mata emas itu masih menatapnya lembut, dan perlahan, inuyoukai itu mengangguk kepala.
Kedua mata coklat jernihnya berbinar bahagia dan seulas senyum yang sangat indah merekah memenuhi wajah cantik Rin. Bangkit penuh kebahagiaan, dia segera membungkuk memberi hormat. Anggukan kepala Sesshoumaru membuat dia sangat gembira, tidak apa-apa jika tidak disukai yang lain, asalkan inuyoukai itu suka, itu sudah cukup.
Senyum dan bungkukkan hormat Rin dengan seketika menyadarkan semua yang ada dalam taman akan terpanaan mereka. Lalu, tidak tahu siapa yang memulai, suara tepuk tangan terdengar.
Plok-plok-plok
Suara tepuk tangan yang tidak berkesudahan kemudian memenuhi taman yang sepi. Suara pujian dari para youkai terdengar memenuhi langit malam.
"Indah sekali, Rin-sama."
"Luar biasa, Rin-sama."
"Ini adalah permainan shamisen terindah yang pernah kudengar dalam ratusan tahun hidupku."
Pujian demi pujian terus memenuhi taman. Wajah Rin yang ada di atas panggung langsung bersemu merah. Tapi, tidak dapat disembunyikan juga tawa dan senyumnya. Mata coklatnya tidak teralih dari sosok inuyoukai yang dicintainya.
Dalam setiap pujian yang terucap, tersembunyi dari pandangan semua yang ada, Akihiko duduk dengan tenang. Wajahnya tanpa ekspresi, tapi kedua mata biru langitnya yang berbaur dengan warna merah bersinar penuh kemarahan. Kedua jari-jemarinya terkepal kuat. Penguasa tanah selatan bisa melihat jelas arah pandangan gadis manusia itu; Sesshoumaru.
Turun dari atas panggung, dengan berpuluh-puluh mata yang masih terarah padanya meski pertunjukkan baru di atas panggung telah dimulai, Rin melangkah pelan ke arah Sesshoumaru, Inuyasha dan yang lainnya.
Mata emas Sesshoumaru bisa melihat jelas, Rin tersenyum dan membalas para youkai yang memujinya sepanjang jalan. Semakin mendekat, saat mata mereka bertemu lagi, gadis manusia itu menundukkan kepala ke bawah. Wajahnya memerah sempurna hingga ke telinga.
Sesshoumaru kurang lebih bisa menebak apa yang ada dalam pikiran Rin. Gadis itu pasti sedang memikirkan apa yang terjadi antara mereka berdua. Ada perasaan tergelitik dalam hati inuyoukai penguasa tanah barat melihat itu semua, betapa Rin terlihat sangat manis dan juga lucu sekarang.
"Kau luar biasa sekali, Rin-chan!!" puji Kagome semangat. "Aku tidak menyangka kau sepintar itu memainkan shamisen."
"Iya, kau harus mengajarkan pada Aya dan Maya kelak, Rin-chan." Setuju Miroku sambil tertawa.
"Iya, Aya dan Maya pasti akan gembira sekali kalau kau bersedia mengajar." Tambah Sango, wajahnya berseri.
"Anda benar-benar hebat, Rin-sama." Puji Koga yang ada di sana juga dengan penuh kekaguman. Dia bersikap sesopan yang dia bisa, sebab dia tahu, gadis manusia di depananya adalah kisaki selatan di masa mendatang.
Inuyasha tidak mengatakan apa-apa, tapi kedua matanya bersinar penuh kebanggaan, siapa yang tidak senang adiknya dipuji seperti itu?
__ADS_1
Rin tersenyum menatap Kagome dan yang lainnya. Menganggauk pelan, wajahnya yang masih memerah tidak berani menolehkan pandangan pada Sesshoumaru sama sekali.
"Kau adalah kebanggaan barat, putriku." ujar Inukimi tiba-tiba. Dia bangkit berdiri dan berjalan mendekati Rin. Tangan kanannya membelai lembut wajah gadis manusia itu. Seulas senyum merekah di wajah cantiknya. "Kau adalah kebanggaanku."
Pujian Inukimi membuat Rin tertawa, dia gembira jika keberadaannya dapat berguna bagi barat.
Melihat tawa Rin, tangan kanan Inukimi kemudian turun ke bawah mengenggam tangan gadis manusia itu. "Ayo, duduklah di samping Ibunda."
"Eh?" seru Rin terkejut. Di samping Inukimi? Bukankah itu berarti di samping Sesshoumaru?
Wajah Rin seketika memerah kembali. Namun, Inukimi yang melihatnya tidak peduli. Tertawa, dia menarik tangan gadis manusia itu dan menempatkannya tepat di samping putra kandungnya.
Menunduk kepala ke bawah, Rin sama sekali tidak berani mengangkat kepala. Wajah merahnya terlihat jelas di mata meraka yang ada di sekitarnya.
Kagome dan Sango tidak dapat berhenti tersenyum melihat sikap Rin, begitu juga untuk Kira dan Kiri. Miroku hanya tertawa dan menggeleng kepala berpikir ini adalah masa muda.
Untuk Koga, youkai serigala itu menatap Rin penuh kebingungan, karena dia berpikir Rin adalah pasangan Akihiko. Sedangkan untuk Inuyasha, dia membuang muka.
Inuyasha sebenarnya ingin sekali memisahkan Sesshoumaru dan Rin, tapi wajah merah serta tidak dapat dipungkiri juga–kebahagiaan yang terpancar dari gadis manusia itu membuat dia mengurungkan niatnya.
"Rin." suara Sesshoumaru yang datar dan berat tiba-tiba memanggil namanya, membuat Rin terkejut. Mengangkat wajahnya yang memerah, gadis manusia itu menatap inuyoukai penguasa tanah barat.
"I-iya, Sesshoumaru-sama." terbata-bata, Rin membalas panggilan Sesshoumaru, wajah merahnya semakin merah.
Perlahan, Sesshoumaru menolehkan wajah menatap gadis manusia itu. Mata emasnya bersinar lembut. "Musikmu indah."
Musikmu indah.
Rin tertegun mendengar pujian Sesshoumaru. Namun, sedetik kemudian, senyum merekah di wajahnya–senyum indahnya yang lebih indah dari bunga.
Hati Rin berdetak kencang dan perasaan sesak dirasakan. Hanya saja, dia tahu, sesak ini adalah karena kebahagiaan. Lebih dari siapapun di dunia–dirinya hanya ingin pujian dari Sesshoumaru.
Senyum yang tidak pernah berubah, senyum yang sangat disukainya. Perlahan, tangan kanan Sesshoumaru terangkat, terarah untuk menyentuh pipi gadis manusia yang tersenyum padanya.
Namun, sebelum tangan Sesshoumaru menyentuh pipi itu, tangan seseorang menghentikannya.
Menoleh pada pemilik tangan dan suara, Sesshoumaru dan Rin melihat Akihiko yang tidak tahu sejak kapan telah berada di depan mereka tersenyum ramah.
"Kau tidak pernah berhenti mengejutkanku, Rin." senyum Akihiko lagi. Dengan kasar, dia kemudian menepis tangan Sesshoumaru. Matanya perlahan terarah pada inuyoukai itu, penuh dengan intimidasi dan juga kebencian.
Sesshoumaru tidak mengatakan apa-apa, tapi dia membalas tatapan mata Akihiko tajam. Perasaan tidak suka juga terpancar jelas di mata emas itu.
Koga yang berada di situ tidak tahu harus berbuat apa. Dia bisa merasakan jelas, ketegangan di antara kedua daiyoukai itu, jika dibiarkan terus, taman hanami ini bisa menjadi arena pertarungan.
Inuyasha dan yang lainnya, termasuk Inukimi, Kira dan Kiri juga menyadari perubahan suasana dan ketegangan yang ada. Tapi, belum sempat mereka melakukan apa-apa, suara pelan Rin memecahkan keheningan.
"Terima kasih, Akihiko-sama," senyum Rin. Dia yang berada paling dekat dengan kedua penguasa tanah jepang sepertinya sama sekali tidak menyadari keadaan. "Rin senang, jika semua yang ada menyukai permainan shamisen Rin."
Senyum dan ucapan Rin seketika membuat Sesshoumaru dan Akihiko menoleh wajah pada gadis manusia itu. Melihat senyumnya, mau tidak mau, mereka berdua kemudian menghentikan tatapan tajam dan tidak suka mereka.
Tersenyum kembali, Akihiko kemudian mengulurkan tangannya pada Rin. "Ayo, Rin. Kita kembali ke tempat dudukmu."
Tempat duduk Rin yang dimaksud Akihiko tidak lain adalah tempat duduk di sampingnya semalam. Pusat dari pesta ini dan juga tempat duduk tuan rumah.
Tapi, tangan kanan Sesshoumaru kembali terangkat. Dia mengulurkan tangannya di depan Rin, menjadikannya sebagai pemisah antara penguasa tanah selatan dan gadis manusia tersebut. Mata emasnya kembali menatap Akihiko. "Tempat Rin adalah di samping Sesshoumaru ini."
Ucapan dan sikap Sesshoumaru yang tidak dapat ditebak membuat semua yang ada di sana tertegun tidak percaya, tidak terkecuali Rin.
Kedua mata coklat gadis manusia itu terbelalak tidak percaya menatap Sesshoumaru. Hati Rin kembali berdetak cepat. Perasaan sesak kembali memenuhi hatinya–sesak karena kebahagiaan.
Tempat Rin adalah disamping Sesshoumaru ini.
Kata-kata itu, betapa Rin bahagia. Inuyoukai itu benar-benar mengijinkannya untuk berada di sampingnya. Perlahan senyum kebahagiaan kembali merekah di wajah cantiknya.
Akihiko bisa melihat jelas senyum bahagia Rin, dan itu membuat kemarahan dalam hatinya semakin membesar. Tidak menurunkan tangannya sedikitpun, dengan mengontrol kemarahan yang ada, dia tetap tersenyum. "Yang membuat keputusan adalah Rin, bukan kau, anjing."
__ADS_1
Rin tertegun dan menatap bingung Sesshoumaru dan Akihiko. Kali ini, dia merasakan dengan jelas kalau mereka berdua tidak menyukai keberadaan satu sama lain.
Ketegangan yang tadi sempat mencair kembali lagi, bahkan ketegangan makin meninggi, baik Sesshoumaru dan Akihiko tidak terlihat akan mengalah.
Rin yang ada di tengah menjadi semakin bingung, apa yang terjadi antara kedua penguasa ini?–dia benar tidak mengerti.
Miroku yang melihat kejadian di depannya tertawa kecil menggaruk kepala, dia kemudian menatap Inuyasha dan juga Koga. "Mereka mengingatkan aku pada kalian berdua."
Inuyasha dan Koga menoleh wajah dengan pandangan melotot mendengar ucapan Miroku. Mereka berdua tidak mengatakan apa-apa, tapi tatapan mata mereka jelas keberatan dengan ucapan biksu itu
"Ya!" suara tawa Kagome tiba-tiba memecahkan ketegangan. Berdiri, dia berjalan ke belakang Rin. "Rin-chan, kau harus ganti baju. Kau tidak mungkin memakai baju seberat ini terus, kan? Ayo, aku dan Sango akan membantumu."
"Eh?" kebingungan, Rin menatap Kagome. Dirinya memang masih mengenakan kimono dua belas lapis untuk pertunjukkan, dan pakaian ini sepertinya memang tidak begitu cocok dengan acara hanami ini. Tapi, dirinya juga tidak mungkin meninggalkan Sesshoumaru dan Akihiko dalam keadaan seperti ini, kan?
Kagome tidak memberikan kesempatan pada Rin untuk menolak, dia menarik gadis itu berdiri dan menyeretnya pergi. Menoleh wajah ke belakang, miko masa depan itu tersenyum pada Sesshoumaru dan Akihiko. "Silakan lanjutkan Kakak, Akihiko-san."
Sango tertawa keras, berdiri, dia berjalan mengikuti Rin dan Kagome. Dia tahu apa yang maksud miko masa depan itu, mereka memang tidak boleh membiarkan gadis manis itu berada di tengah kedua daiyoukai bodoh itu sekarang.
Miroku bertepuk tangan melihat para wanita yang menghilang dari pandangan. Dia menatap Inuyasha. Ini adalah kedua kalinya, Kagome menghentikan Sesshoumaru dan Akihiko. "Kau benar-benar memiliki istri dengan keberanian terbesar di dunia, Inuyasha."
"Cih." Berdecak tidak suka, Inuyasha membuang mukanya.
Inukimi juga ikut tertawa, dia kemudian berdiri. Mengangkat sake di tangan dia tersenyum lebar. "Bagaimana kalau kau bergabung ke tempat ini saja, serigala kecil?"
....xOxOx....
"Jadi, bagaimana perasaanmu sekarang, Rin-chan?" tanya Kagome dengan senyum lebar. Kedua matanya berbinar menatap Rin yang baru selesai mengganti kimono dua belas lapisnya dengan sehelai kimono sutra biasa berwarna merah jambu.
"Maksud anda, Kagome-sama?" tanya Rin bingung.
"Sesshoumaru dan Akihiko, siapa pilihanmu?" timpah Sango semangat. Seulas senyum lebar menghiasi wajahnya.
Rin kembali kebingungan mendengar pertanyaan Sango. Sesshoumaru dan Akihiko, apa maksudnya? Tapi, seketika juga, dia teringat akan apa yang dikatakan Akihiko kemarin malam.
"Rin.." gumam Rin pelan sambil menundukkan kepala. Tapi, kemudian, dia mengangkat kepala menatap Kagome dan Sango. "Rin sudah menolak tawaran Akihiko-sama kemarin malam."
"Tawaran? Semalam?" tanya Kagome dan Sango bersamaan. Kebingungan dengan jawaban Rin.
Rin mengangguk kepala. "Rin tidak mungkin menjadi Kisaki selatan dan meninggalkan barat, kan?"
"Kisaki????!!" teriak Kagome dan Sango bersamaan lagi. Mata mereka berdua terbelalak karena tidak percaya.
"I-iya." balas Rin terbata-bata karena terkejut dengan reaksi Kagome dan Sango.
Kagome dan Sango menatap tidak percaya Rin. Akihiko menawarkan Rin menjadi Kisaki selatan? Menawarkan seorang gadis manusia menjadi kisaki youkai?–jika yang ada di depannya bukanlah Rin, sampai matipun mereka tidak akan percaya.
"Akihiko-san, benar-benar luar biasa. Dia bergerak cepat sekali," puji Kagome kagum. Sejenak kemudian dia seperti tersadar dan bergumam pelan sendiri. "Hmm, apa ini perbedaan anjing dan serigala, ya?"
Mau tidak mau Kagome teringat dengan hubungannya dengan Inuysha dan Koga. Koga dulu juga selalu jujur dan tidak basa-basi saat mendekatinya, tidak seperti Inuyasha. Sekarang Sesshoumaru dan Akihiko juga begitu, atau–apakah sikap kedua inu bersaudara itu memang adalah turunan dari ayah mereka?
Sango yang tersadar dari perasaan terkejutnya, kembali bertanya, "Kau sudah menolaknya?"
Rin kembali mengangguk kepala dan tersenyum. "Rin merasa Akihiko-sama hanya bingung sesaat dengan perasaannya. Beliau tidak mungkin benar-benar menyukai Rin, kan?"
Kagome dan Sango tersenyum, ada perasaan kasihan dalam hati kepada Akihiko begitu mendengar jawaban dan melihat senyum Rin. Gadis manusia di depannya sepertinya benar-benar tidak sadar dengan perasaan penguasa tanah selatan.
"Rin-chan," panggil Sango kemudian. Dia menarik napas dan menatap lurus gadis manusia di depannya. "Bagaimana kalau Akihiko-san benar-benar serius dengan perasaannya?"
Perasaan dan sikap Akihiko pada Rin, Sango bisa melihat jelas. Jujur, penguasa tanah selatan memiliki pandangan yang cukup baik di matanya. Taman, hanami dan segala perlakuannya–Akihiko adalah salah satu orang yang selalu berusaha mebuat gadis manusia ini tersenyum dan tertawa. Youkai itu bukanlah pilihan yang buruk.
Rin tertegun dengan pertanyaan Sango. Bagaimana jika Akihiko benar-benar serius menyukainya?
Rin
Suara dan wajah Sesshoumaru tiba-tiba melintas dalam pikiran Rin. Seketika dia langsung sadar, seulas senyum mengembang di wajah cantiknya. "Tetap sama. Rin tidak akan pernah meninggalkan Barat; Rin tidak akan mencintai orang lain selain Sesshoumaru-sama."
__ADS_1
....xOxOx....