![Till The End Of Time [ Inuyasha Fanfiction ]](https://asset.asean.biz.id/till-the-end-of-time---inuyasha-fanfiction--.webp)
Manusia dan Youkai.
Mereka adalah makhluk hidup dengan species yang sangat berbeda. Rin tahu itu dengan baik. Dia memang masih kecil, tapi dia bukanlah seorang anak yang bodoh dan tidak tahu diri. Manusia memang lebih lemah dan lembut. Tapi, itu tidak berarti semua manusia baik. Dirinya sudah melihat dengan mata kepala sendiri keluarganya dibantai oleh manusia sepertinya. Lalu, ada youkai. Mereka memang kuat dan kejam. Mereka tidak segan membunuh manusia maupun sesama mereka sendiri. Namun, sama halnya untuk para manusia, tidak semua youkai kejam, buktinya, dia mengenal beberapa youkai yang sangat baik dalam hidupnya.
Manusia dan Youkai.
Dalam mata Rin, sesungguhnya, mereka memang tidak ada bedanya. Karena itu, dia tidak mengerti, kenapa dia diharuskan untuk memilih? Memilih antara dunia manusia dan youkai, dua dunia yang baginya hanya ada satu.
Kebingungan yang terus bertambah, membuat mata Rin menjadi berkaca-kaca. Ketakutan memenuhi hatinya, apakah dia benar-benar harus membuat keputusan sekarang? Memilih sesuatu yang tidak pernah dia tahu apa yang harus dipilih? Memilih sesuatu yang selama ini baginya adalah sama?
Sesshoumaru dapat merasakan dengan jelas kebingungan serta ketakutan Rin. Namun, dia tidak dapat bergerak. Meski terlalu cepat dan tidak sesuai dengan rencananya, dirinya juga tahu, ini adalah saatnya bagi gadis kecil itu memilih dunia di mana dia akan hidup, dunia manusia atau youkai.
"Rin, kemari," bujuk Kaede. Dia bisa melihat gadis kecil itu kebingungan. Tapi, dia tidak mempedulikannya. Dia harus menyelamatkan gadis kecil itu. "Ayo kita pulang ke desa, ke dunia manusia."
"Tidak Rin kecil," senyum Inukimi menimpa ucapan Kaede sambil mengelus lembut kepala Rin. "Rumahmu mulai sekarang adalah Istana Tanah Barat ini. Kau adalah Putri di sini. Duniamu mulai detik ini adalah dunia youkai seperti Ibunda, bukan manusia."
Rin yang masih terus kebingungan membuat Kagome yang melihat dari jauh merasa kesulitan dan bersalah. Dia tidak tahu harus berbuat apa, begitu juga dengan Sango, Miroku dan Kohaku. Mereka tidak bisa berbuat apa-apa, mereka tidak bisa sembarangan ikut campur dengan apa yang terjadi di depan. Inukimi jelas tidak akan mengijinkannya, semua keputusan sekarang hanya ada dalam tangan Rin yang masih kecil.
Menatap Inukimi dan Kaede yang bergantian, Rin hanya dapat berusaha mencari sebuah jalan keluar dari keadaannya. Tapi, dia tidak berhasil menemukannya. Dia tidak ingin melukai perasaan Inukimi dan Kaede yang dia tahu menyayanginya. Air matanya yang telah berhenti kembali mengalir. Mengangkat tangan untuk menutup telinganya, dia memejamkan mata. Apa yang harus dia lakukan? Dia tidak tahu harus berbuat apa. Dia tidak dapat memberikan jawaban.
Air mata.
Air mata Rin yang kembali mengalir membuat Sesshoumaru merasakan perasaan-perasaan aneh dalam hatinya lagi. Ada kemarahan, ketidaksukaan dan kebencian yang timbul. Dia tidak suka air mata itu. Untuk pertama kalinya, dia sadar, dia benar-benar sungguh sangat membenci air mata di wajah itu. Namun, kenapa sekarang, tiba-tiba saja dia tidak dapat menggerakkan badannya? Kenapa badannya seakan membeku?
Takut.
Kata itu terbesit dalam hati Sesshoumaru seketika, membuat matanya yang selalu nampak malas dan tanpa ekspresi membesar. Inuyoukai itu bagaikan tersadar, dia tahu apa yang membuatnya tidak dapat bergerak, dia tahu alasan kenapa seakan badannya membeku sekarang, yakni; takut akan jawaban Rin. Jawaban yang akan meluncur keluar dari mulut gadis kecil di depannya itulah yang membuat badannya tidak dapat bergerak, membuatnya membeku. Apa yang akan dilakukannya jika Rin memilih manusia yang merupakan spesiesnya sendiri? Membiarkannya? Mengijinkannya? Meninggalkannya?
Tidak! Menepis jauh-jauh perasaan yang berkecamuk dalam hatinya, Sesshoumaru menutup mata dan berusaha mengendalikan perasaannya. Yang dirasakannya bukan marah, tidak suka atau benci karena air mata itu, terlebih lagi, perasaan yang dirasakannya bukanlah perasaan takut akan kehilangan gadis kecil yang dulu dihidupkannya—gadis kecil yang tanpa diketahui telah menjadi bagian penting dalam hidupnya. Bukan itu!
Namun, saat mata Sesshoumaru melihat air mata itu lagi, perasaan yang sama kembali melanda hatinya. Tanpa mengalihkan pandangan, tanpa disadarinya, mulutnya terbuka, membisikkan nama sang gadis dengan pelan dan dibawa angin.
__ADS_1
"Rin..."
Suara panggilan yang pelan yang dibawa angin itu berhasil merebut perhatian Rin. Suara yang datar tanpa emosi, suara yang dia hapal dengan baik tanpa perlu berpikir lagi—suara Sesshoumaru. Menolehkan kepala, dia menatap pemilik suara itu. Lalu, saat mata coklatnya bertemu dengan mata emas sang pemilik suara, dunianya bagaikan terhenti. Melihat wajah tanpa emosi inuyoukai yang ditakuti dan disegani semua makhluk hidup di depannya, dia sadar; pilihan atau keputusannya. Dia tiba-tiba saja tahu apa yang harus dijawabnya sekarang.
Melepaskan diri dari pelukan Inukimi, Rin segera berjalan mundur beberapa langkah, membiarkan inuyoukai itu tertegun. "M-maaf, Ibunda," ujarnya terbata-bata sambil menghapus air matanya. "Maafkan, Rin. Rin suka pada Ibunda. Ibunda benar-benar mirip dengan Ibunda Rin yang telah meninggal. Rin tidak berbohong saat mengatakan ingin selalu bersama Ibunda," menatap wajah Inukimi, Rin menggigit bibirnya dengan air mata yang masih saja tetap mengalir turun. "T-tapi, tapi, bukan seperti ini... R-rin, Rin tidak bisa menjelaskannya dengan baik. T-tapi, dunia tempat Rin dapat hidup bukanlah dunia Ibunda, bukan dunia youkai..."
Penjelasan Rin yang terbata-bata disela isak tangisnya membuat Inukimi dan semua yang ada di sana terkejut, terutama Sesshoumaru.
'Dunia tempat Rin dapat hidup bukanlah dunia Ibunda, bukan dunia youkai...'
Bukan dunia Ibunda? Bukan dunia youkai? Apakah itu jawabannya? Apakah gadis kecil itu memilih manusia? Rin memilih dunia manusia? Ketakutan yang tidak dapat dijelaskan dan dibendung tiba-tiba menyerang Sesshoumaru. Tidak! Tidak! Dia tidak dapat mengijinkan keputusannya itu!
Inuyasha, Kagome, Miroku, Sango dan Kohaku tidak dapat mempercayai apa yang mereka dengar barusan, sebab, sejak saat gadis kecil itu tinggal di desa mereka, mereka sudah tidak meragukan sedikit pun lagi jika dia akan memilih dunia youkai dari pada dunia manusia. Sedangkan untuk Kaede, dia hanya dapat tersenyum dan bernapas lega akan jawaban Rin. Gadis kecil itu tidak memilih dunia youkai. Gadis itu benar dan telah membuat keputusan yang tepat. Rin adalah manusia, dan dia memang seharusnya hidup ditengah-tengah makhluk hidup sejenisnya; manusia.
Membalikkan badan menghadap Kaede, Rin terus menghapus air matanya. "N-nenek Kaede," panggilnya pelan dan dibalas miko tua itu dengan senyum serta anggukan kecil. "M-maaf, maafkan Rin. Rin tahu, anda menyayangi Rin dan selalu menjaga Rin. T-tapi, R-rin tidak bisa memilih anda. Dunia tempat Rin dapat hidup juga bukan dunia anda, bukan dunia manusia..."
"Eh!" seru Inuyasha, Kagome, Miroku, Sango dan Kohaku bersamaan, kebingungan dengan jawaban Rin yang lagi-lagi diluar dugaan. Begitu juga dengan Kaede dan Inukimi yang terdiam seribu bahasa menatap gadis itu karena terkejut, bingung sekaligus tidak mengerti.
Tetap tidak mempedulikan reaksi semua yang ada, Rin menggerakkan kepala hingga mata coklatnya bertemu dengan mata emas Sesshoumaru. "Se-Sesshoumaru-sama," panggilnya pelan. Kedua tangannya tergengam erat penuh kegugupan. "Dunia yang ingin Rin pilih adalah Sesshoumaru-sama."
Mata semua yang ada terbelalak.
"Hei!" teriak Inuyasha kesal. "Bukankah itu artinya dunia yang kau pilih adalah dunia youkai, gadis kecil?!"
"Bukan! Bukan! Bukan seperti itu!" teriak Rin keras membalas pertanyaan Inuyasha sambil menggeleng kepala. Menutup mata, air mata kembali mengalir. "Dunia yang Rin pilih bukan dunia youkai. Sesshoumaru-sama memang seorang youkai. Tapi, bagi Rin, sejak dulu, Sesshoumaru-sama adalah Sesshoumaru-sama. Tidak lebih dan tidak kurang. Manusia atau youkai, Rin tidak peduli itu semua, sebab yang Rin inginkan adalah Sesshoumaru-sama. Dunia yang Rin inginkan adalah dunia dimana Sesshoumaru-sama ada. Rin ingin selalu bersama Sesshoumaru-sama."
Tidak ada seorang pun yang dapat berbicara saat mendengar pengakuan Rin. Mereka terdiam seribu bahasa, sebab jawaban gadis kecil itu lagi-lagi diluar dugaan—atau tidak?
Sesshoumaru juga tetap diam membisu seperti yang lainnya, tapi kedua mata emasnya kali ini benar-benar sudah terbelalak menatap Rin saat jawaban dunia yang dipilihnya meluncur keluar. Dirinya? Diakah dunia yang dipilih gadis kecil itu? Bukan dunia manusia atau youkai, dunia yang dipilih Rin adalah dirinya sendiri; Sesshoumaru.
'Rin ingin selalu bersama Sesshoumaru-sama.'
__ADS_1
Hangat.
Perasaan takut dalam hatinya hilang seketika, digantikan dengan perasaan lega dan hangat yang tidak dapat dijelaskan. Dia tidak akan kehilangan gadis kecil itu. Gadis kecil itu tidak akan meninggalkannya, akan selalu ada dalam dunianya. Dari semua yang ada, dirinyalah yang dipilih; Rin memilih dirinya.
"Rin." Panggil Sesshoumaru pelan tiba-tiba. Suaranya tetap sama, datar tanpa emosi. Takut-takut, Rin membuka kedua matanya yang berlinang air mata dengan badan gemetaran. Namun, dia tidak berani menatap wajah tuannya, dia mengigit bibir bawahnya, takut akan kemurkahan atau ketidaksukaan jawaban yang diberikannya.
"Rin, " panggil Sesshoumaru lagi. "Kemari."
Perintah tersebut, seketika membuat air mata dan gemetaran dibadan Rin berhenti. Terkejut, dia segera mengangkat kepala menatap Sesshoumaru di depannya. Wajah itu tetap tidak berekspresi, datar tanpa emosi. Namun, bukan itu yang dilihatnya, yang dilihatnya adalah mata emasnya. Sepasang mata dimana dia selalu bisa melihat ekspresi sebenarnya dari Inuyoukai di depannya. Tidak ada kemurkahan atau ketidaksukaan, mata itu tetap mata yang dikenalnya, mata orang yang menyelamatkannya, mata hangat yang selalu memberikannya ketenangan dan kedamaian—mata yang selalu disukainya.
"Aku tidak akan mengulangi perintahku untuk ketiga kalinya," jelas Sesshoumaru tanpa menolehkan matanya sedikitpun dari gadis di depannya. "Kemari."
Tidak membuang waktu sedikit pun lagi, dengan kaki kecilnya yang tidak beralas, dengan senyum serta tawa lebar di wajah, Rin langsung berlari menuruni tangga menuju Sesshoumaru. Kebahagiaan yang tidak terkira memenuhi hatinya.
Benar! Manusia atau youkai, dunia manusia atau dunia youkai, selamanya, itu tidak akan pernah penting baginya. Dunia manusia tidak menerimanya, dia tidak peduli, dunia youkai menolaknya, itu juga tidak apa-apa. Baginya, dunia yang diperlukannya adalah dunia Sesshoumaru. Jika Sesshomaru menerimanya, itu sudah cukup, sebab sejak dia membuka matanya pada hari dimana dia dihidupkan kembali oleh inuyoukai itu, inuyoukai itulah dunianya—Sesshoumarulah dunia Rin yang sebenarnya.
Sesshoumaru membuka tangan saat melihat Rin yang berlari dan meloncat dari tangga ke arahnya, dia segera menangkap badan kecil itu dengan tangan kirinya. Tidak dipedulikan sedikit pun orang-orang disekelilingnya, Ibundanya, para manusia, bahkan Inuyasha yang mulutnya terbuka lebar, sebab, keberadaan Rin telah merebut semua perhatiannya.
"Sesshoumaru-sama.." panggil Rin pelan dalam gendongan Sesshoumaru. Tawa dan senyum tidak menghilang, tangan kecilnya dengan pelan dan lembut bergerak menyentuh pipi inuyoukai itu.
Hangat.
Angin bertiup, membawa semua kelopak bunga sakura yang gugur terbang di sekeliling mereka. Bau musim semi dari tubuh kecil itu, suara yang memanggil namanya dengan lembut, sentuhan tangan di pipinya begitu hangat. Pipi yang merona kemerahan, mata yang tertutup, senyum lebar penuh kebahagiaan—pemandangan senyuman gadis kecil manusia itu berhasil membuat dirinya terpana. Senyum di wajah itu...
Ya! Itu adalah senyum yang sama dengan senyum yang dulu pertama kali diperlihatkan Rin padanya. Senyum penuh kebahagiaan dan kehangatan, tanpa kebencian, ketakutan. Senyum yang membuatnya memutuskan untuk menyelamatannya—senyum yang sessungguhnya sangat disukainya.
"Selamanya, Rin ingin selalu bersama Sesshumaru-sama..."
Sesshoumaru tidak mengatakan apa-apa mendengar pengakuan Rin untuk kedua kalinya, tapi tangan kanannya yang bebas dengan pelan bergerak dan membenamkan wajah Rin pada mokomko dipundak kirinya. Menutup mata, perasaan yang sangat aneh dan tidak perah dirasakannya tiba-tiba memenuhi seluruh relung hatinya. Perasaan yang hangat, damai, tenang dan sangat menyenangkan, perasaan yang sangat disukainya.
Rin sudah membuat keputusan. Karena itu, kini, juga tiba saatnya dirinya membuat keputusan. Membuka mata, Sesshoumaru menatap wajah Inukimi yang menatapnya dengan ekspresi wajah terkejut. Ya, dia tahu sekarang, keputusan yang akan diambilnya hanya ada satu. 'Selamanya bersama', dia akan mengabulkannya, pilihan Rin, keputusan Rin—dunia yang dipilih gadis kecil paling berharga baginya.
__ADS_1
....xOxOx....