Till The End Of Time [ Inuyasha Fanfiction ]

Till The End Of Time [ Inuyasha Fanfiction ]
Chapter 83


__ADS_3

Berdiri di depan pintu masuk istana tanah selatan, Kagome, Sango dan Miroku berdiri dengan wajah penuh senyum menatap Rin. Bahkan, senyum mereka yang saking lebarnya  itu membuat gadis manusia tersebut merasa takut.


"A-ada apa, Kagome-sama, Miroku-sama, Sango-sama? Kenapa kalian menatap Rin seperti ini?" tanya Rin terbata-bata.


Kagome menggeleng kepala, dengan senyum yang tidak berubah. "Tidak apa-apa."


"Benar, Rin-chan," tambah Sango dengan senyum yang juga tidak berubah, begitu juga dengan Miroku yang mengangguk kepala.


"Keh." Cibir Inuyasha sambil membuang muka dan melipat dada di tangan. Inuhanyou itulah satu-satunya yang berwajah tidak peduli.


Inukimi yang melihat interaksi para manusia di depannya ikut tertawa keras. Tersenyum dengan senyum yang tidak kalah lebar dari Kagome dan yang lainnya, dia menatap Sesshoumaru yang berada di samping Rin. "Menurutmu, ada apa, Sesshoumaru?"


Sesshoumaru tidak menjawab pertanyaan Inukimi, seakan memang tidak mendengarnya. Kedua matanya  menatap ke depan pada sosok Kira dan Kiri yang berjalan mendekat menuntun Ah-un.


"Ah-un!!" panggil Rin gembira. Kedua kakinya langsung berlari cepat ke arah youkai naga berkepala dua yang meringkik bahagia dan menggoyangkan ekornya.


Memeluknya erat, Rin membenamkan wajahnya pada badan bersisik tersebut. Dua kepala Ah-un turun ke bawah, dan gadis manusia itu segera melepaskan pelukannya. Perlahan, tangannya membelai kedua kepala naga tersebut. "Rin sangat merindukan Ah-un."


"Akan lebih nyaman kau duduk dalam kereta tandu yang kusiapkan dari pada duduk di atas naga ini, Rin."  Ujar Akihiko tiba-tiba. Dia berjalan pelan keluar dari pintu gerbang istana tanah selatan, dan sepasang mata biru langitnya menatap Ah-un dengan sebuah kerutan di dahi.


Rin tertawa dan menggeleng kepala. "Rin merasa nyaman dengan Ah-un. Ah-un sudah menemani Rin sejak kecil."


Akihiko tidak mengatakan apa-apa lagi setelah mendengar ucapan Rin. Tapi, dia melihat naga berkepala dua itu meringkik dan menatapnya tidak suka.


Hari ini adalah hari kepulangan Rin dan yang lainya ke barat. Meski berat, Akihiko tidak dapat melakukan apapun lagi untuk menahan gadis manusia yang dicintainya di selatan.


Perlahan, mata Akihiko menoleh menatap Sesshoumaru yang ada di samping Rin. Tidak ada kata yang terucap diantara mereka seperti biasanya.


"Terima kasih sudah menyiapkan kereta untuk kami, Akihiko-san." ujar Kagome tiba-tiba sambil tersenyum kecil pada Akihiko. Kedua matanya bisa melihat jelas sebuah kereta yang ditarik beberapa ekor burung besar di belakang penguasa tanah selatan.


"Aku menjemput kalian, jadi, aku pasti juga akan mengantar kalian." senyum Akihiko. Ada perasaan lega karena akhirnya Kagome mau berbicara dan tersenyum padanya. Dia tahu jelas Rin sangat mempercayai miko ini, karena itu, dia tidak mau berada di sisi buruknya.


"Cih." cibir Inuyasha sekali lagi tidak peduli. Dia sama sekali tidak suka dengan semua ini, jika saja Kirara ada di samping dan mereka tidak harus cepat-cepat pulang, maka  sampai matipun, mereka tidak akan menaiki kereta selatan itu.


"Sampai ketemu lagi, Kagome." ujar Koga yang ada di belakang Akihiko tiba-tiba. Dia tersenyum lebar. "Aku akan membawa Ayame dan anak-anak kami untuk menemuimu nanti."


"Aku akan menantikannya, Koga." tawa Kagome lepas.


"Tidak perlu!! Jauhkan keluargamu dari Kagome!!" teriak Inuyasha kesal. Dia berdiri di depan Kagome menutupinya dari pandangan Koga.


Akihiko tidak menonton perdebatan antara Inuyasha dan Koga lagi. Melangkah maju, dia mendekati Rin dan Sesshoumaru. Kedua mata biru langitnya menatap penguasa tanah barat datar. "Kuharap kau ingat katamu, anjing. Aku akan mengunjungi barat dalam waktu dekat."


Sesshoumaru tidak mempedulikan Akihiko. Dia diam membisu dengan wajah datar seakan tidak mendengar apapun.


"Rin akan menunggu kedatangan anda, Akihiko-sama," sela Rin sambil tertawa. "Terim kasih karena telah menjamu kami dengan baik selama di selatan. Rin pasti akan menjamu anda sebaik ini juga saat anda tiba di barat."


Ucapan Rin membuat Akihiko tersenyum kembali. Kedua mata biru langitnya teralih lagi pada gadis manusia itu, dan seulas senyum lembut kembali mengembang di wajah tampannya. "Aku akan menantikannya, Rin."


Sesshoumaru menatap tidak suka saat Akihiko tersenyum lembut menatap Rin. Membungkukkan badan sedikit, dia kemudian mengangkat badan mungil Rin dengan lengan kanannya.


"S-sesshoumaru-sama!!" panggil Rin terkejut. Kedua tangannya segera menyentuh pundak Sesshoumaru mencari keseimbangan. Mata coklat jernihnya menatap inuyoukai itu bingung.


"Kita pulang." ujar Sesshoumaru pelan. Kedua mata emasnya menatap gadis manusia itu lurus.


"Eh??" seru Rin terkejut. Namun, tidak sempat mengatakan apa-apa lagi, Sesshoumaru langsung meloncat ke atas langit dan terbang menjauh.


Saat telah berada di atas langit, Rin yang sadar dari perasaan terkejutnya kemudian tertawa. Menoleh menatap Akihiko di bawah, dia melambaikan tangannya. "Sampai jumpa, Akihiko-sama!!"


Inukimi tertawa keras melihat Sesshoumaru dan Rin. Dengan anggun, inuyoukai itu kemudian meloncat ke atas Ah-un yang dengan segera terbang ke atas langit mengejar majikannya, begitu juga dengan Kira dan Kiri.


"Eh?? Tunggu kami, Kakak!! Rin!!!" teriak Kagome terkejut penuh kepanikan melihat Sesshoumaru, Rin dan yang lainnya yang telah menjauh.


Tidak membuang waktu, Kagome segera menarik Inuyasha menaiki kereta yang telah di siapkan Akihiko, diikuti Sango dan Miroku.


"Terima kasih, Akihiko-san!! Sampai ketemu lagi!!" teriak Kagome gembira saat kereta itu mulai terbang ke atas langit.

__ADS_1


Akihiko tidak membalas Kagome, kedua mata biru langitnya hanya menatap terus sosok Rin yang menjauh dalam gendongan Sesshoumaru. Kedua tangannya terkepal erat. Sekali lagi, dia hanya bis menatap gadis manusia yang dicintainya hilang dari hadapannya tanpa dapat melakukan apapun.


....xOxOx....


"Kita akan berpisah di sini, Rin-chan." ujar Kagome tersenyum menatap Rin yang masih duduk di atas lengan Sesshoumaru. Dia menjulurkan keluar kepalanya dari jendela kereta yang terbuka.


"Eh??" seru Rin terkejut dan menatap Kagome.


"Kalian akan ke barat, kan? Akan lebih cepat untuk mencapai desa  jika kami mengambil arah timur sekarang." Jelas Kagome lagi dengan senyum yang masih ada di wajahnya.


"Baiklah, Rin mengerti." Balas Rin kemudian dan tersenyum kecil. Berpisah dengan Kagome dan yang lainnya secepat ini membuat dia merasa sedikit sedih, tapi dia juga tahu, Shiro, Aya, Maya dan Mamoru pasti sangat merindukan kedua orang tua mereka.


Ekpresi sedih di wajah Rin dapat ditangkap jelas oleh Kagome. Tertawa, dia kemudian membuka mulutnya lagi. "Tidak perlu sedih, Rin-chan. Sesampai di desa, kami akan segera membawa anak-anak ke istana tanah barat mengunjungimu."


"Eh??" seru Rin terkejut, kedua mata coklatnya terbelalak menatap miko masa depan itu bingung.


"Iya. Kami semua akan segera ke istana tanah barat mencarimu." Tambah Sango semangat, dia juga ikut menjulurkan kepalanya keluar dari jendela kereta.


Miroku yang ada dalam kereta tertawa keras melihatnya, sedangkan untuk Inuyasha, dia kembali berdecak tidak suka.


"Kenapa kalian semua akan ke istana tanah barat?" tanya Rin kemudian. Dia senang Inuyasha dan yang lainnya akan ke istana tanah barat, tapi, dia juga bingung karena tidak menemukan alasan bagi mereka untuk berada di sana.


Pertanyaan Rin disambut dengan tawa lagi oleh Kagome dan Sango. Perlahan, mata miko masa depan itu teralih pada Sesshoumaru. "Kakak, kenapa kami ke istana tanah barat?"


Sesshoumaru menoleh sebentar menatap Kagome. Namun, seperti biasa dia tidak menjawab dan hanya menatapnya dengan wajah datar tanpa ekspresi. Membuang muka, inuyoukai itu kemudian kembali menoleh wajahnya ke depan.


Tawa Kagome semakin keras. Kedua mata hitamnya kemudian menatap sosok Rin yang kebingungan serta Sesshoumaru yang tidak berekspresi.


Youkai dan manusia.


Ras yang berbeda, apalagi untuk Rin dan Sesshoumaru. Mereka berdua adalah lambang paling jelas untuk kuat dan lemah, keras dan lembut, hitam dan putih–bulan dan matahari. Tapi, saat mereka bersama seperti ini,  mereka sangat serasi. Mereka bersatu tanpa kecacatan.


Siapa Sesshoumaru?–Kagome ingat jelas saat pertama kali dia melihat inuyoukai itu. Dia adalah youkai kuat yang dingin, kejam, pembenci manusia dan tidak berperasaan. Namun sekarang, siapa Sesshoumaru?–Kagome tidak akan menjawab seperti itu lagi, sebab–inuyoukai itu telah berubah.


Inuyoukai itu masih sangat kuat dan dingin, tapi dia mungkin tidak membenci manusia lagi seperti dulu. Lalu, yang paling penting, dia memiliki perasaan sekarang.


Gadis manusia itulah yang merubahnya. Dengan senyum dan tawa–dengan kehangatannya, gadis itu menaklukkan hati es yang tidak pernah mencair selama ratusan tahun. Demi gadis manusia ini, Kagome tahu, Sesshoumaru bisa melakukan apapun.


Apa pertanyaan Sesshoumaru untuknya pada malam terakhir di istana tanah selatan?–itu adalah pertanyaan yang tidak pernah disangkanya akan keluar dari mulut Sesshoumaru sang daiyoukai penguasa tanah barat.


'Bagaimana cara melamar seorang wanita sesuai tradisi manusia?'


....xOxOx....


Rin menatap api unggun yang dinyalakan Kira dalam diam dalam kegelapan malam. Perlahan, mata coklatnya kemudian teralih pada Sesshoumaru yang duduk di depannya.


Dalam hutan di mana mereka berada sekarang, Rin hanya berduaan dengan Sesshoumaru. Kira dan Kiri pergi mencari makanan untuk gadis manusia itu, sedangkan untuk Inukimi, mantan penguasa tanah barat itu menghilang tidak tahu ke mana bersama Ah-un.


Angin malam yang berhembus dingin kemudian membuat Rin bergerak lebih mendekatkan diri pada api unggun mencari kehangatan. Mengosok-gosok tangannya, dia kemudian memeluk dirinya sendiri.


"Rin." panggil Sesshoumaru tiba-tiba dan membuat Rin mengangkat kepala menatapnya.


"Ada apa Sesshoumaru-sama?" tanya Rin sambil tersenyum.


Perlahan, Sesshoumaru melepaskan baju jirah yang dipakainya dan membuka lebar kedua tangan. Mata emasnya menatap gadis itu, sedangkan wajahnya tetap datar tanpa ekspresi. "Kemarilah."


Mata Rin terbelalak mendengar ucapan Sesshoumaru. Wajahnya langsung memerah. Tidak berani bergerak, dia hanya dapat menatap inuyoukai itu seperti orang bodoh.


"Rin." panggil Sesshoumaru sekali lagi.


Dengan wajah merah, perlahan, Rin kemudian bangkit dan berjalan mendekati Sesshoumaru. Mengigit bibir bawahnya, dia kemudian duduk di tepat di depan inuyoukai itu.


Tidak berani menatap wajah Sesshoumaru, Rin segera memutar badannya hinga membelakangi inuyoukai tersebut. Kepalanya tertunduk ke bawah, berusaha menyembunyikan rasa malunya.


Sesshoumaru tidak bisa melihat wajah merah Rin lagi, namun, dia masih bisa melihat jelas sepasang telinga gadis manusia yang ikut memerah. Perasaan geli di dalam hatinya tidak tertahankan, seulas senyum lembut muncul menghiasi wajahnya.

__ADS_1


Perlahan, kedua tangan Sesshoumaru bergerak melingkar pinggang gadis mungil itu dan membawanya ke dalam pelukan hangat.


Rin tidak mengatakan apa-apa ataupun menolak pelukan tersebut. Dengan wajah yang semakin memerah, jantungnya berdetak semakin kencang. Namun, seulas senyum bahagia menghiasi wajah cantiknya.


Hangat.


Pelukan Sesshoumaru begitu hangat, Rin bisa mencium jelas bau khas inuyoukai itu yang begitu menenangkannya. Jantungnya yang berdetak cepat kemudian kembali normal, tanpa di sadari, dengan sendirinya, punggung Rin kemudian bersandar pada dada kokoh tersebut.


Tertawa kecil, Rin kemudian menutup mata. Kedua tangan mungilnya bergerak menyentuh tangan besar dan hangat di pinggangnya. Diam membisu, dia membiarkan dirinya hanyut dalam hangatnya pelukan youkai yang dicintainya.


Sesshoumaru bisa merasakan Rin kini telah nyaman dalam pelukannya. Bau musim semi unik yang diciumnya, serta, hangatnya tubuh mungil tersebut membuat dia merasa tenang dan juga damai.


"Rin." panggil Sesshoumaru lagi dengan pelan.


"Ya, Sesshoumaru-sama." balas Rin cepat. Dengan senyum terindahnya, dia kemudian menoleh wajah ke belakang menatap Sesshoumaru.


"Saat mencapai istana tanah barat. Sesshoumaru ini akan kembali meninggalkan istana untuk sementara waktu." ujar Sesshoumaru pelan. Kedua mata emasnya menatap lembut gadis itu.


"Eh?? Sesshoumaru-sama, anda mau ke mana?" tanya Rin terkejut. Kedua matanya terbelalak tidak percaya, dia segera membalikkan badan menatap inuyoukai itu.


Pertanyaan Rin membuat Sesshoumaru mau tidak mau teringat akan pembicaraannya dengan miko dan para manusia di istana tanah selatan.


"Bagaimana cara melamar seorang wanita sesuai tradisi manusia?"


"Eh!!!!" teriak Kagome terkejut. Begitu juga dengan Inuyasha, Miroku dan Sango yang bersembunyi di belakang pohon.


Mereka kini berada di sebuah taman yang terletak cukup jauh dari kamar Rin dalam istana tanah selatan. Taman itu sangat kosong, tidak ada siapapun di sana kecuali mereka.


"Sesshoumaru, kau sudah gila, ya??" tanya Inuyasha, dia berlari mendekati  Sesshoumaru dan Kagome dari tempat persembunyiannya.


Sesshoumaru tidak menjawab pertanyaan Inuyasha, membisu dia tetap menatap Kagome menunggu jawaban.


Kagome yang masih terpaku tidak percaya berusaha mencerna pertanyaan Sesshoumaru. Benarkah yang dia dengar barusan? Melamar? Wanita? Tradisi manusia??


Wajah Rin yang tersenyum manis melintas dalam pikiran Kagome. Sedetik kemudian, senyum yang sangat lebar mengembang di wajahnya. "Kau bertanya pada orang yang tepat, Kakak!!"


"Kau tidak berniat melamar Rin, kan, berengsek!?? Dia masih kecil!!?" teriak Inuyasha lagi penuh kepanikan. Kedua tangannya mencengkeram kerah kimono Sesshoumaru.


"Osuwari, osuwari, osuwari, osuwari, " ujar Kagome sambil tertawa dan membuat Inuhanyou itu jatuh tersungkur ke bawah tidak bergerak sedikitpun. Tapi, dia tidak peduli, dengan mata berbinar-binar, dia menatap Sesshoumaru. "Kau harus melakukannya se-romantis mungkin, kakak."


Sesshoumaru tetap diam membisu menatap Kagome. Walau dia tidak dapat mengerti kata romantis yamg diucapkan miko itu.


"Siapkan bunga dan cincin. Ajak Rin-chan ke tempat yang indah berduaan seperti dalam taman sakura. Lalu, kau harus mengakui cintamu dan berlutut dengan satu kaki, kakak. Saat itu, keluarkan cincin yang kau sediakan dan bertanya padanya 'Rin menikahlah denganku.'–Kyaaaa!!!!" jelas Kagome dan kemudian berteriak sendiri tidak jelas.


Sesshoumaru menatap dengan pandangan tidak percaya pada Kagome yang masih terus berteriak. Tidak tahu kenapa, dia merasa dirinya telah bertanya pada orang yang salah.


"Kagome, kau jangan membuat Sesshoumaru bingung." tawa Miroku pelan. Dia menggeleng kepala melihat Kagome yang menjelaskan cara melamar wanita sesuai tradisi manusia yang tidak tahu berasal dari mana.


"Rin-chan, akan ketakutan kalau Sesshoumaru melakukan itu, Kagome." tambah Sango dengan senyum penuh kegugupan. Menatap Sesshoumaru, dia tidak bisa membayangkan inuyoukai itu melakukan apa yang dikatakan Kagome–bahkan dalam mimpi terliarnya, dia juga tidak bisa.


Menoleh pandangannya pada pasangan suami istri manusia yang berjalan mendekatinya, Sesshoumaru melihat Miroku tersenyum. "Cara melamar wanita sesuai tradisi manusia Sesshoumaru, pertama-tama, sediakanlah–Kimono."


"Sesshoumaru-sama." panggil Rin lagi dan menyadarkan Sesshoumaru dari pikirannya. Kedua matanya kembali menatap gadis manusia yang ada dalam pelukannya.


"Anda akan ke mana?" tanya Rin lagi, kebingungan karena sikap Sesshoumaru yang tidak seperti biasanya. Tangan kanannya terangkat menyentuh pipi inuyoukai itu lembut.


"Ada sesuatu yang harus Sesshoumaru ini cari dan dapatkan." jawab Sesshoumaru pelan. Tangan kirinya terangkat menangkap tangan Rin yang ada di pipinya.


"Apakah anda akan pergi lama?" tanya Rin lagi. Suaranya mengecil, ada kesedihan di dalamnya.


"Sesshoumaru ini tidak akan pergi lama," menarik lembut tangan mungil yang ada dipipinya, Sesshoumaru menutup mata dan menciumnya pelan. "Karena itu, tunggulah Sesshoumaru ini pulang.."


Ucapan dan sikap Sesshoumaru membuat Rin sangat terkejut. Wajahnya kembali memerah, namun, sejenak kemudian dia menganguk dan tersenyum malu-malu.


Wajah memerah dan senyum malu-malu Rin membuat Sesshoumaru kembali tersenyum. Perlahan, dia menarik gadis manusia itu kembali lagi ke dalam pelukannya yang erat. "Tunggulah Sesshoumaru ini.."

__ADS_1


....xOxOx....


__ADS_2