Till The End Of Time [ Inuyasha Fanfiction ]

Till The End Of Time [ Inuyasha Fanfiction ]
Chapter 59


__ADS_3

Kaki Rin terus melangkah, melihat ke depan, dia sudah hampir mencapai puncak gunung houshi. Tapi semakin dekat, semakin sulit kakinya melangkah. Tanah salju yang diinjaknya terus bergoyang bagaikan gempa, dan juga, telinganya bisa menangkap jelas suara ledakan, teriakan kesakitan dan tawa kegilaan dari kejauhan.


Pertempuran youkai itu, Rin tahu jelas seperti apa. Saat kecil, dia sudah melihat dengan kepala matanya sendiri kerusakan yang tersisa; alam yang hancur.


Memusatkan pikirannya, Rin terus melangkah. Salju memang sudah berhenti turun, tapi langit musim dingin di puncak gunung houshi semakin menggelap. Rin tidak tahu, apakah itu karena pertempuran youkai di atas sana ataupun karena memang kemauan alam.


Semakin dekat, hidung Rin mencium bau anyir darah yang menusuk indra penciuman. Lalu, yang dilihatnya saat tiba di puncak gunung adalah sesuatu yang tidak ingin dilihatnya, yakni; darah, kesakitan, ketakutan, kegilaan dan kematian—perang.


Mata Rin terbelalak, jangtungnya berdetak cepat dan kesedihan mendalam memenuhi hatinya. Kini jauh di depannya, begitu banyak youkai-youkai yang dikenal maupun tidak dikenalnya tergeletak bersimbah darah, terluka dan bahkan—mati.


Tidak ada seorangpun yang menyadari kehadiran Rin di sana, karena bau darah dan aura youkai yang begitu banyak berbaur menelan keberadaan seorang gadis manusia yang lemah. Terlebih lagi, mata Rin juga bisa melihat bahwa semua mata youkai yang ada terpusat pada dua sosok yang sedang bertarung jauh-jauh di depannya.


Pedang dan pedang beradu, ledakan demi ledakan yang menyisakan kehancuran dimana-mana. Dua sosok daiyoukai terpenting dari tanah barat dan selatan sedang bertarung dalam sosok mereka yang tidak manusiawi lagi; mata merah darah, bibir lebar dengan taring panjang, aura youki yang mengerikan—mereka sudah mulai kembali ke sosok asli youkai mereka.


Mata Rin kemudian terpusat pada inuyoukai sang penguasa tanah barat. Serangan dan youki yang mengerikan, gadis manusia itu sangat terkejut, sebab ini adalah pertama kalinya dia melihat sosok yang selalu kalem dan tak berekspresi itu diliputi kemarahan seperti ini.


Takut, kah? Sebagai seorang manusia, jika melihat sosok inuyoukai itu sekarang, ketakutan luar biasa pasti akan memenuhi hati. Tapi, Rin tidak merasa takut sedikitpun, yang ada malahan—kekhawatiran.


Kekhawatiran dalam hati saat melihat sosok yang semakin lama semakin larut dalam kemurkahan, kekhawatiran inuyoukai itu akan terluka—kekhawatiran dia akan kehilangan.


"S-sesshoumaru-sama..."


Rin memanggil pelan nama inuyoukai penguasa tanah barat itu. Sangat pelan hingga dia sendiri tidak bisa mendengarnya karena suara keributan yang ada.


Namun, Sesshoumaru yang berada di kejauhan dan sedang bertarung mendengarnya. Terkejut, inuyoukai itu mengarah pandangan menatapnya.


Pandangan mereka bertemu. Namun sedetik kemudian, ada keanehan yang terjadi, untuk pertama kali dalam hidupnya, Rin melihat inuyoukai itu menatap wajahnya penuh ketakutan. Mengabaikan lawan dan berlari ke arahnya, penguasa tanah barat itu berteriak kuat memanggil namanya. "Rin!!!!"


Tidak disadari Rin sendiri, dari belakang, satu panah youki melesat cepat mengincarnya.


....xOxOx....


"Hentikan gadis manusia itu, Takeru-sama!!" teriak Akiko saat pandangannya jatuh pada sosok Rin yang berada di kejauhan.


Akiko yang menyadari keberadaan Rin diliputi kemarahan. Bagaimana bisa gadis manusia itu berada di sini sekarang? Apakah artinya Yukimura telah gagal?


Takeru mengarahkan pandangannya pada sosok yang dikenal sebagai Hime dari barat. Selain kecantikannya yang memang tidak biasa, dia tidak menemukan kelebihan apapun dari gadis manusia itu.


"Bunuh dia, Tekeru-sama!!" teriak Akiko lagi menatap Takeru. Youkai rubah itu merasakan perasaan tidak enak dalam hatinya. Dalam lubuk hati terdalam, ada satu perasaan yang mengatakan bahwa semua rencana mereka akan berantakan jika gadis manusia itu hidup.


Takeru tidak mengerti Akiko yang menginginkan kematian gadis manusia itu dengan begitu kuat. Namun, dia menyanggupinya. Ada kegembiraan dalam hati saat dia membayangkan bagaimana reaksi Sesshoumaru melihat gadis manusia peliharaannya itu mati di depan mata.


Tidak membuang waktu, Takeru membuka telapak tangannya dan menciptakan sebuah panah hitam. Menarik busurnya, sebuah panah youki muncul. Mengarahkannya pada sosok gadis manusia itu, dia tersenyum sinis dan melepaskan anak panah.


Anak panah youki melesat cepat, sebuah gerbang dimensi tiba-tiba terbuka menelan anak panah itu. Menghilang, anak panah itu kemudian muncul lagi tepat dibelakang hime dari barat mengincar kepalanya.


....xOxOx....


Rin tidak tahu apa yang terjadi, dunianya bagaikan bergerak dengan sangat cepat tak bisa dicerna pandangannya. Diiringin suara teriakkan Sesshoumaru yang memanggil namanya, dunia bagaikan berputar. Lalu, tangan seseorang tiba-tiba menarik dirinya, memaksa dia maju ke depan. Tidak dapat menjaga keseimbangan, gadis manusia itu jatuh menabrak dada seseorang yang segera memeluknya erat.


Dari belakangnya, Rin mendengar suara ledakan yang sangat kuat memekakkan telinga. Asap tebal mengepul, dan saat dia menfokuskan pandangan pada sosok yang memeluknya, senyum menghiasi wajah cantiknya. "Kira-sama!!"


Kira, inuyoukai pengawal kepercayaan penguasa tanah barat berdiri dengan sebilah tombak yang terhunus ke depan. Tangan kanannya memegang erat tombak yang siap sedia melancarkan serangan, sedangkan tangan kirinya memeluk erat pinggang Rin.


....xOxOx....

__ADS_1


"Sialan!!" teriak Takeru penuh kemarahan saat melihat apa yang terjadi dari kejauhan.


Mengerahkan kekuatan youkinya, penguasa tanah utara itu kembali menarik busur di tangan. Sebuah anak panah besar muncul, dan saat dia melepaskan bidikannya, anak panah itu kemudian membelah diri menjadi puluhan anak panah.


Sama seperti serangan pertamanya, gerbang dimensi muncul menelan semua anak panah itu. Anak panah itu muncul kembali mengelilingi Rin dan Kira, mengincar mereka.


....xOxOx....


Puluhan anak panah yang mengelilingi mereka, membuat mata Kira terbelalak. Anak panah ini bukan anak panah biasa, dan dengan jumlah sebanyak ini dia tahu dia tidak akan mampu menghindar semuanya, terlebih lagi dengan keberadaan Rin dalam pelukannya.


Kira tidak bisa mengambil resiko jika anak panah itu melukai Rin. Dirinya yang merupakan seorang youkai mungkin akan mengalami luka yang cukup serius, tapi dia akan selamat. Lain halnya dengan Rin yang merupakan seorang manusia biasa; gadis manusia itu tidak akan bisa bertahan.


Membuang tombaknya, Kira membuat keputusan terbaik yang ada dalam benaknya untuk menyelamatkan Rin. Inuyoukai itu memeluk erat gadis itu dengan kedua tangan, meringkuk badan dan menjadikan dirinya sebagai sebuah tameng.


"Rin-sama!!!!!"


"Rin!!!!"


"Rin kecil!!"


"Rin!!!"


Dari kejauhan, Rin bisa mendengar jelas suara-suara yang meneriak namanya, suara youkai dari barat yang mengenalnya, suara Inukimi, Akihiko dan-suara Sesshoumaru.


Sekali lagi, Rin merasakan dunianya berputar dengan sangat cepat. Dalam pelukan Rin, dia tidak bisa melihat apa-apa. Namun, dia bisa merasakan jelas ada sesuatu menusuk tubuh yang sedang memeluknya.


....xOxOx....


"Kira!!!!!" Kiri berteriak kuat memanggil nama saudara kembarnya. Kedua mata emasnya terbelalak tidak bisa menyembunyikan perasaan takut dalam hati.


Di sisi lain, jauh di belakang Rin dan Kira berada, Inuyasha, Kagome, Miroku, Sango dan Kenji juga telah tiba di puncak gunung houshi. Mata mereka terbelalak tidak bisa menyembunyikan ketakutan.


"Rin!!!"


....xOxOx....


"Rin!!" suara Akihiko yang penuh kepanikan terdengar memanggil nama gadis manusia itu. Dia ikut berlari di belakang Sesshoumaru melupakan pertarungan mereka barusan.


Di depan, Sesshoumaru yang berlari secepat yang dia bisa, melihat sendiri, anak panah youki itu terarah dan menusuk Kira yang melindungi Rin. Dan itu semua membuat inuyoukai penguasa tanah barat sadar untuk pertama kali dalam hidupnya yang panjang, apa itu; ketidak berdayaan.


Tidak peduli betapa kuat dia berlari, dia tidak akan bisa berada di samping gadis manusia itu, mengapainya—menjauhkannya dari bahaya.


Rin ingin selalu bersama Sesshoumaru-sama.


Senyum musim semi abadi itu terlintas dalam benaknya. Apa yang akan terjadi jika pada dirinya jika dia kehilangan senyum itu? Seperti apa jika dia kehilangan kehangatan tubuh kecil itu? Jika dia kehilangan gadis manusia itu untuk selamanya—kini dia tahu; dia bisa gila.


"Rin!!!"


....xOxOx....


Suara teriakan yang memanggil namanya, suara ledakan dan tanah tempatnya terduduk yang terus berputar. Rin tidak bisa memikirkan apa-apa, yang ada hanyalah kebingungan. Saat semuanya berhenti, dia merasakan cairan hangat mengalir turun membasahi punggungnya, menyadarkan dia kembali dari apa yang terjadi.


Perlahan, Rin merasakan kedua tangan yang memeluknya terlepas. Kebingungam dia mendongak kepala menatap inuyoukai yang memeluknya. "Kira-sama, ap—"


Ucapan Rin tidak pernah terselesaikan. Mata coklatnya menatap terkejut sosok Kira yang kini menatapnya.

__ADS_1


"A-anda tidak apa-apa, kan, Rin-sama..." ujar inuyoukai itu pelan.


"K-Kira-sama.." panggil Rin pelan, suaranya bergetar hebat. Di depannya sekarang, Kira duduk dengan berpuluh-puluh lubang disekujur tubuh. Darah merah mengalir tanpa henti.


"Syukurlah..." tersenyum kecil melihat ekspresi wajah Rin, Kira kemudian menutup matanya. Badan inuyoukai itu kemudian ambruk ke arah Rin yang segera memeluknya.


"K-kira-sama.." panggil Rin. Darah merah Kira membasahi kimono yang dikenakannya, namun, dia tidak peduli, menggerak tangan, dia mengoyang-goyangkan badan inuyoukai yang sudah tidak bernapas itu. "Kira-sama!!!"


Air mata jatuh membasahi pipi Rin. Kebingungan dan ketakutan memenuhi dirinya. Menatap sekeliling, dia bisa melihat sosok Seshhoumaru, Akihiko, Inukimi, Kiri yang berlari ke arahnya. Lalu, pandangannya kemudian terarah pada youkai-youkai yang terluka dan tidak bernyawa yang ada.


Kau bisa menghentikan perang ini, Rin.


Kata-kata yang diucapkan Kenji padanya terlintas dalam pikiran Rin. Dia seakan ingin tertawa pada dirinya sendiri; betapa naifnya dia yang pernah berpikir dia sanggup dan bisa.


Perang.


Kematian.


Kehilangan.


Luka perang—dia kembali merasakannya. Rin kembali kehilangan mereka yang merupakan keluarganya. Tidak hanya dirinya, kini berapa banyak youkai yang telah kehilangan seseorang yang disayangi. Jika dia tiba lebih cepat, apakah semua akan berbeda?—Dia, seorang manusia biasa yang tidak memiliki kekuatan apa-apa.


Mengangkat tangan, Rin meremas dadanya yang terasa sakit dan menemukan meido seki yang dipakainya. Sakit, hatinya sangat sakit. Menutup mata, dia berteriak putus asa. "Ahhhhh!!!!!"


Senyum para youkai dan Kira yang menyayanginya memenuhi pikiran Rin. Salahkah dirinya? Jika dia menginginkan kedamaian. Di dunia yang penuh kekacauan, salahkah jika di mengingikan kedamaian. Tidak peduli manusia maupun youkai, dia tidak menginginkan pertumpahan darah—dia ingin semuanya hidup dan berbahagia!!


Air mata Rin mengalir turun, menetes ke bawah. Lalu, saat salah satu tetesan air matanya mengenai meido seki ditangan—meido seki bersinar terang.


....xOxOx....


Semua yang ada di puncak gunung houshi menatap tidak percaya gadis manusia itu saat meido seki di tangannya bersinar terang. Sinar kuat yang bagaikan sebuah kekkai itu semakin meluas dan terang hingga semua yang ada terpaksa menutup mata.


Angin kuat bertiup, membuat semua yang tidak tahu apa yang terjadi berpijak kuat menjaga keseimbangan.


Sesshoumaru tidak tahu apa yang terjadi, mengangkat tangan dan menggunakan lengannya menghalangi cahaya yang terang, dia berusaha keras tetap maju meski angin kuat terus menghembus dirinya.


Cahaya yang ada semakin kuat dan kuat, begitu juga dengan angin yang bertiup. Inuyoukai penguasa tanah barat itu tidak tahu apa yang terjadi, tapi dia tahu, sumber cahaya dan angin ini adalah; Rin.


Sedetik kemudian, dalam satu kedipan mata, cahaya terang itu menghilang, begitu juga dengan angin kuat yang berhembus. Awan hitam di puncak gunung houshi menghilang, digantikan dengan mentari senja yang kemerahan.


Semua suara ribut terhenti, dan saat semua youkai yang ada membuka mata, mereka melihat keajaiban. Semua luka dibadan mereka sembuh tidak berbekas, dan tidak hanya itu, baik lawan maupun kawan mereka yang telah mati terbunuh, semuanya; hidup kembali.


Menatap tidak percaya dengan apa yang terjadi beribu-ribu pasang mata youkai yang ada menatap gadis manusia yang menjadi sumber cahaya.


Di bawah mentari senja merah, gadis manusia itu duduk dengan mata tertutup. Kedua tangannya memeluk erat meido seki di dada. Seketika semua yang ada sadar, tidak tahu bagaimana, dia telah menggunakan kekuatan dari pusaka tanah barat; meido seki—gadis manusia itu telah membangkitkan ratusan youkai dari kematian.


Rin kemudian membuka mata, menatap balik ratusan youkai yang telah bangkit kembali, lalu, pandangannya jatuh pada Kira di sampingnya yang juga telah membuka mata, menatap dirinya kebingungan bercampur tidak percaya.


Seketika juga, air mata kembali mengalir menuruni pipinya, namun kali ini, seulas senyum musim semi merekah di wajah cantik itu. "Syukurlah... Terima Kasih..."


Tidak ada yang tahu mengapa gadis manusia itu bersyukur dan juga tidak tahu, kepada siapa gadis manusia itu berterima kasih.


Pandangan Rin kemudian teralih pada Sesshoumaru yang sudah berada di depannya. Senyum di wajahnya semakin melebar, namun, sebelum dia dapat memanggil nama inuyoukai itu, dia kehilangan semua tenaganya. Pandangannya tiba-tiba menggelap dan yang terakhir diingatnya adalah suara yang memanggil namanya.


"Rin!!"

__ADS_1


....xOxOx....


__ADS_2