
Raka duduk di ruang kerjanya, sambil mengingat kejadian di pantai bersama dengan shasa, mengingat bagaimana Shasa tergeletak tak sadarkan diri dan bagaimana dia melihat wajah Shasa yang begitu pucat, membuat dirinya tidak bisa merasa tenang.
Sesekali Raka mendengus dan menghela nafas dengan kasar, rasa takut yang selalu menghantui dirinya tak lepas dari ingatan dimana Shasa yang begitu iya cintai, jadi hilang kesadaran saat bersamanya
Raka mengambil saputangan yang ada di dalam laci mejanya, membukanya dan melihat pil obat yang di ambil tanpa sepengetahuan oleh Shasa.
Dalam pikiran Raka begitu banyak tanda tanya dan tebakan yang iya pikirkan mengenai dengan obat yang kini ada di tangannya.
Dia terus melihat dan memerhatikan obat itu seakan ingin menanyainya, penyakit apa yang iya coba sembuhkan!
Karena rasa penasarannya pada obat itu, Raka mengambil ponsel yang ada di depannya dan mencoba untuk menghubungi dokter Reza, namun tidak ada jawaban darinya, berungkali Raka Mencoba namun tetap tidak ada jawaban, hingga membuat Raka merasa kesal
"Orang ini kemana? Tanyanya dalam hati dengan perasaan kesal dan menyimpan ponselnya kembali di hadapannya.
Raka memijit dahinya karena merasa sedikit sakit, akibat banyak pikiran!
Kekhawatiran dan rasa cemasnya pada shasa memenuhi pikirannya
Raka berdiri dari duduknya bermaksud untuk keluar dari ruang kerjanya, namun langkah kakinya di hentikan oleh suara ponsel yang berdering, Raka kembali mendekat pada meja kerjanya meraih ponselnya dan melihat nama yang sedang menghubunginya
"Fiona!" Ucap Raka mengerutkan keningnya, dan tidak ada niat untuk menjawab panggilan itu, Raka menyimpan ponselnya dan berjalan keluar dari dalam ruang kerjanya, membiarkan ponselnya berdering terus menerus.
Raka berjalan menuju kamarnya dan masuk, belum lama iya didalam, suara ketukan pintu terdengar dari luar membuatnya menoleh dan mendengus
"Heeemm,, Masuk" ucapnya dan berjalan menuju sofa dan duduk
Kleek,, suara pintu kamar terdengar terbuka dari luar, seorang wanita yang berparas cantik dan anggun masuk dengan senyum manis di bibirnya terlihat, berdiri di hadapan Raka
"Kak raka" panggilnya membuat Raka tercengang dan segera berdiri dari duduknya
Wanita itu berjalan mendekat dan tanpa menunggu lama, langsung memeluk Raka yang ada di hadapannya
"Kak Raka, maaf selama ini aku ingkar janji dan tidak pernah menghubungimu" ucap wanita itu
"Fiona" ucap Raka untuk memastikan itu dia
"Benar ini aku Fiona! Kak Raka aku sangat merindukanmu," ucap Fiona lagi sambil mengeratkan pelukan darinya, namun Raka tidak membalas pelukannya itu, dan juga tidak mengelak ataupun melepaskannya
"Fiona kapan kamu Tibah?" Tanya raka
__ADS_1
"Fiona datang kemarin, Fiona mencoba untuk menghubungi kak Raka tapi selalu tidak ada jawaban, dan tadi pun kak Raka tidak menjawab panggilan dariku," jelas Fiona dengan lirih
"Ponselku ada di ruang kerja, jadi aku tidak mendengarnya" jelas Raka membela diri
"Lalu Tante farah?
"Mama sudah ada di rumah sakit, untuk melakukan pengobatan, dokter merekomendasikanku untuk segera melakukan tes terapi kejiwaan agar, penyakitnya tidak berlarut, berkepanjangan" jawab Fiona
"Kamu yang sabar ya,," ucap Raka menyemangati Fiona yang masih memeluknya
"Kak Raka,, Fiona berencana untuk beberapa hari tinggal disini apa itu boleh? Sampai aku menemukan tempat tinggal" jelas Fiona yang sedang minta izin pada Raka untuk di perbolehkan tinggal di kediamannya sambil melepaskan pelukannya
"Kak Raka ini hanya untuk beberapa hari, aku janji setelah mendapat tempat tinggal aku akan segera pindah" jelas Fiona lagi, saat tidak mendapat jawaban dari Raka
"Tapi Fiona, pria dan wanita tinggal bersama dalam satu atap akan menjadi bahan cemoohan, aku tidak ingin itu terjadi padamu" jelas Raka, yang bermaksud untuk menolak Fiona dengan secara halus
"Kak, kita tidak berdua di dalam rumah ini ada Surti dan juga Anton dan juga para pembantu lainnya, itu tidak akan menjadi masalah" jelas Fiona yang membuat Raka tidak bisa menolak dan hanya bisa menyetujui permintaan darinya.
Untuk sesaat Raka terdiam, dalam hati dan pikirannya sama sekali tidak menginginkan Fiona untuk tinggal di rumahnya , tapi mengingat akan kedekatan mereka dulu, hanya dia yang bisa untuk membantunya, dan juga karena mengingat Fiona tidak memiliki siapa-siapa lagi untuk membantunya, membuat hati raka merasa sedikit tersentuh
"Baiklah,, besok aku juga akan mencoba membantumu untuk mencarikan mu tempat tinggal, jadi malam ini kamu bisa tinggal disini untuk sementara" tutur Raka pada akhirnya
"Mari aku antar ke kamarmu" tutur Raka lagi sambil berjalan dan membuka pintu kamarnya, Fiona pun dengan senang hati mengikuti Raka dari belakang, saat keluar, Surti terlihat berjalan menghampirinya, seakan dia sengaja menunggu mereka di luar kamar
"Tuan apa ada yang bisa saya bantu?" Tanya Surti
" Untuk sementara Fiona akan menginap di sini, jadi kedepannya ladeni dia dengan baik dan juga siapkan kamar untuknya" tegas Raka sambill melihat Surti yang yang berdiri di hadapannya
"Baik tuan,, nona Fiona silahkan" tutur Surti mempersilahkan Fiona untuk mengikutinya
"Baik" ucap Fiona mengangguk
Surti berjalan dan di ikuti oleh Fiona di belakangnya, berjalan menuju kamar tamu, Surti membuka pintu kamar itu,
"Nona Fiona silahkan masuk," ucap Surti
Fiona pun masuk dan melihat-lihat kamar yang dimasukinya mengamati dengan cermat dan tersenyum
"Kamar tamu ini sangat luas" ucap Fiona dan duduk di atas tempat tidur
__ADS_1
"Baguslah jika nona Fiona menyukainya, aku permisi untuk keluar" ucap Surti
"Terimahkasih bi,," ucap Fiona dan mengangguk
Surti berjalan keluar dari dalam kamar tamu yang kini di tempati oleh Fiona.
Dia berjalan dan melihat Raka yang tengah duduk seperti sedang memikirkan sesuatu
"Tuan,, apa ada masalah?" Tanya Surti
Raka menggeleng
"Bagaimana dengan Fiona? Apa dia suka kamar yang di tempati nya?" Tanya Raka
"Iya tuan, nona Fiona menyukai kamar itu" jawab Surti
"Baik, untuk kamar Shasa! Sebaiknya bibi menguncinya, dan jangan membiarkan seseorang pun untuk masuk, kecuali aku mengijingkannya" jelas Raka
"Baik tuan" ucap Surti mengangguk
Fiona yang ada di dalam kamar begitu senang dan bahagia, dia terlihat tersenyum-senyum sendiri sambil membayangkan wajah Raka yang baru saja ditemuinya
"Kak Raka kamu tumbuh dengan wajah yang begitu tampan dan gagah" ucap Fiona pada diri sendiri yang sudah jatuh hati padanya
"Untuk kali ini aku pastikan tidak akan meninggalkanmu lagi!" Ucapnya lagi pada dirinya sendiri
Tok.. tok.. tok..
Suara ketukan pintu dari luar terdengar membuat Fiona tersadar akan dari lamunannya, dia melihat kearah pintu dan dengan cepat berdiri dan berjalan menuju pintu untuk membukanya.
Fiona membuka pintu kamar dan mendapati Anton yang sudah berdiri di depannya
"Nona Fiona ini barang-barang Anda" ucap Anton
"Terimahkasih ucapnya sambil mengambil pegangan koper yang ada di tangan Anton dan membawanya masuk
"Kalau begitu aku pamit" ucap Anton lagi dan menunduk pada Fiona
Fiona mengangguk dan membiarkan Anton untuk pergi dan setelah itu kembali menutup kamarnya dan menarik kopernya, membukanya dan terlihat memasukkan pakaian yang di bawanya masuk ke dalam lemari.
__ADS_1