Antara Cinta Dan Kasih

Antara Cinta Dan Kasih
kamu bisa saja


__ADS_3

Suasana di dalam ruangan itu di penuhi canda dan tawa dari keluarga Santoso dan keluarga Irawan.


"Santoso,, sepertinya putriku laura sudah terpikat olehnya" Ucap Debi sambil melihat kearah Raka dan tersenyum


"Kamu membesarkan seorang putra yang begitu mempesona sehingga putri kami Laura tidak bisa memalingkan pandangannya" Ucap Debi lagi menggoda putri semata wayangnya itu,


"Ma,, Apa sih? Jangan membuat Laura malu di depan mereka" Ucap Laura dengan wajah yang terlihat memerah dan mulai salah tingkah.


Semuanya tertawa mendengar kata laura, kecuali Raka yang hanya terdiam tidak peduli dan memegang gelas minuman yang ada di depannya, Dia terlihat menggoyang-goyangkan minuman dalam gelas dan meminumnya sampai habis.


"Raka,, Bagaimana pendapatmu dengan Laura?" Tanya dara pada Raka dengan tatapan yang memiliki maksud tertentu


Raka tetap diam dan hanya melihat dara yang menanyainya dengan tatapan tidak suka


Santoso yang sangat mengerti akan sifat dinginnya, anaknya itu segera menjawab pertanyaan istrinya yang di tujukan untuk raka


"Apa maksudmu,, Dengan bagaimana?


Wanita secantik ini, lelaki mana yang mampu untuk menolaknya?" Ucap Santoso sambil tertawa dan melihat kearah keluarga Irawan


"Ha-ha-ha Kamu bisa saja," Ucap Irawan di dalam tawanya


"Kalau begitu bagaimana jika kita segera melakukan acara pertunangan untuknya? Hal baik seperti ini jangan menunggu lama-lama itu tidak akan baik kedepannya"


Ucap dara lagi penuh dengan makna


Dara sengaja memancing Raka agar, sifatnya yang sebenarnya di perlihatkan pada keluarga irawan. Dara tidak rela jika Raka dan Laura bersama, Baginya Raka tidak boleh hidup dengan bahagia.


Mendengar kata-kata dari dara, membuat mood dalam hati Raka menjadi hilang. Raka menaruh gelas kaca yang sudah kosong di atas meja dengan keras, Suara hentakan yang tiba-tiba itu, membuat semuanya yang mendengar jadi kaget.


Raka berdiri dari kursi dan melihat jam tangannya, dan setelah itu memasukkan kedua tangannya kedalam saku celananya


"Hari ini aku masih ada janji dengan klien, dari itu aku harus pergi dulu" Ucap Raka dengan dingin, Dan berjalan meninggalkan tempat itu tampak menunggu persetujuan dari mereka yang tengah duduk bersamanya.


Dara yang melihat adegan itu dalam hatinya tersenyum bahagia, melihat Raka yang masuk kedalam pertunjukan permainannya. Dara Mengambil segelas minum yang ada di depannya dengan santai dan meminumnya dengan perlahan.


Tatapan mata dara yang di penuhi dengan kepuasan, memandangi punggung Raka hingga menghilang dari pandangan.

__ADS_1


Dengan sikap Raka, Keluarga Irawan terdiam, dan saling menatap. Mereka bingung dengan kelakuan Raka,


Melihat keluarga itu merasa tidak nyaman dengan sikap Raka, Santoso dengan cepat memalingkan perhatian mereka.


"Mari-mari kita makan," Ucap Santoso dengan segera


"Jangan hiraukan dia, kamu pasti tahu sifat anak muda sekarang sangat tidak bisa di tebak, Apa lagi dengan putraku itu. Raka kami hanya tahu bekerja, Selama ini dia tidak pernah berkencan dengan wanita manapun jadi tidak tahu cara untuk menghadapi wanita, Apa lagi dengan wanita secantik putrimu ini, mungkin dia merasa agak sedikit malu" Ucap Santoso dan tersenyum, meski dalam hatinya ada sedikit kemarahan, akibat kelakuan dari raka


"Kedepannya Laura aku harap kamu bisa mengambil hatinya, om akan memberimu dukungan lebih untuk mendapatkan hati putraku itu. Kamu cantik dan berkelas,


Aku yakin dengan cepat kamu akan meluluhkan hatinya yang membeku" Ucap Santoso lagi dan melihat ke arah Laura


Laura tersenyum dan mengangguk, Sikapnya itupun membuat semuanya tertawa dan melupakan sikap Raka tadi.


***


Raka yang kini duduk dalam mobil menarik nafas dan membuangnya dengan kasar,


"Ada apa bos? Apa ada masalah?" Tanya Romi yang melihat atasannya itu seperti ada masalah.


"Apa sekarang kamu punya pekerjaan baru untuk mengetahui urusan pribadiku? Fokus untuk menyetir, Dan Jangan banyak bertanya" Ucap raka dengan nada marah


"Sekarang kita mau kemana?" Tanya Romi lagi dengan suara pelan dan sedikit takut


"Pulang ke rumah" Jawabnya dengan nada cuek dan dengan ekspresi wajah yang begitu menakutkan


***


Anton yang sedang berdiri di taman mengamati tukang kebung yang sedang membersikan taman itu, melihat mobil berhenti. Dia bergegas menghampiri dan membukakan pintu untuk seseorang yang ada di dalamnya.


"Tuan muda anda pulang cepat hari ini?" Tanya Anton yang kini bekerja menjadi kepala pelayan di rumah pribadi Raka.


Dan menunduk.


Raka menganguk dan berjalan masuk, melepaskan jas dan memberikan nya pada Surti yang kini berjalan disampingnya


"Bi,, Malam ini aku harus menghandiri sebuah acara, Siapkan pakaian untukku" Ucap Raka pada Surti

__ADS_1


"Baik tuan" Jawab Surti dengan penuh hormat


Raka berjalan masuk dalam ruang kerjanya, duduk di kursi dan memegang dahinya,


mengingat akan perkataan Santoso yang menjodohkannya dengan laura, Dia mengepalkan kedua jemari tangannya dan menghantam meja


"Apa haknya untuk menjodohkan ku?, Ini tidak boleh di biarkan aku harus berbuat sesuatu," Ucap Raka dalam hatinya.


Raka duduk sambil bersandar di kursi besarnya itu, Dia menatap bingkai foto yang terpajang di atas meja, dan memandang dengan tatapan yang mendalam.


"Ini sudah dua belas tahun telah berlalu,


Tapi aku belum mendapat kabar apapun darimu," Ucap Raka dan mengambil bingkai foto itu, Dia membersihkan kaca bingkai foto dengan lengan kemeja yang di pakainya


"Apa yang terjadi? Kamu berjanji padaku untuk menghubungiku setiap hari, Tapi selama bertahun-tahun tidak pernah ada kabar darimu, Nomor ponselmu pun tidak bisa di hubungi. Apa kamu sudah melupakanku?"


Tanda tanya dalam hati Raka kini di lontarkan pada foto Fiona yang ada di depannya itu. Raka menyimpan kembali bingkai foto itu di posisi semula dan kembali bersandar


"Tok.. tok.. tok.. Ketukan Pintu ruang kerja Terdengar dari luar.


"Masuk," Ucap Raka


Kleek... Pintu terbuka dari luar Terlihat Surti berjalan masuk dan membawa segelas minuman untuknya


"Tuan muda, Sepertinya anda terlihat banyak pikiran! Apa hari ini ada yang mengganggu pikiranmu?" Tanya Surti dan menyimpan gelas yang berisi minuman jus di atas meja.


"Ingat apapun itu, anda jangan sampai mengabaikan kesehatan sendiri, Itu yang paling penting." Ucap Surti lagi


Raka hanya mendengarkan apa yang di katakan oleh Surti tapi tidak menjawab apa yang telah di pertanyakan nya.


Surti yang sudah tahu dengan sifat majikannya itu berjalan keluar, Tampa menunggu untuk mendengarkan Jawaban dari Raka. Selama bertahun-tahun Surti yang sudah merawatnya hingga dewasa,


Jadi dia tahu pasti dengan sifat tuan mudanya itu.


Sebelum menutup pintu Surti sempat melihat Raka yang masih bersandar di kursi, Mendongakkan kepalanya melihat langit-langit ruangan kerjanya


Sebagai pengasuh Raka, Surti sudah sangat menyayanginya seperti anak kandungnya sendiri

__ADS_1


Sejak Raka lahir dan sampai detik ini dia yang selalu ada untuknya, Sebagai pengganti dari kedua orangtuanya, Surti Adalah yang paling berjasa di dalam hidup Raka


__ADS_2