
Dengan wajah yang memar karena habis berkelahi, Raka dan Rendi terlihat Mondar-mandir di depan rita yang tengah duduk sambil memijat keningnya
Rasa cemas dalam hatinya membuat Raka, merasa gelisah
"Aku tidak bisa tinggal diam disini" tutur raka sambil menggelengkan kepalanya, dan melihat pada Rita yang Terlihat sangat kawatir
"Bibi tetaplah disini untuk menunggunya, siapa tahu Shasa akan pulang" tutur Raka lagi.
"Mudah-mudahan dia benar akan kembali dengan cepat. bibi bisa menghubungiku jika dia kembali, ini kartu namaku, dan nomor ponselku ada di situ" jelas Raka dan Tampa menunggu lama dia berjalan keluar dari dalam warung.
Dan untuk Rendi sendiri kegelisahan dan kecemasan dalam hatinya membuatnya berfikir lain.
"Bibi bagaimana jika kita melapor pada pihak yang berwenang" ucap Rendi
"Mereka bisa membantu kita untuk mencarinya" tutur Rendi lagi yang sudah ke habisan ide
Mendengar ucapan dari Rendi, Raka menghentikan langkahnya dan menoleh melihat Rendi.
"itu tidak akan membawakan hasil, ini belum sampai dua puluh empat jam. shasa pergi baru beberapa jam yang lalu, itu belum bisa di nyatakan hilang pada pihak yang berwajib" jelas Raka dan kembali membalik badan dan meneruskan langkah kakinya.
"Raka benar, kita tidak bisa membuat laporan jika sebelum Shasa menghilang selama dua puluh empat." Jelas Rita yang membenarkan ucapan dari raka
Raka yang sudah berada di luar masuk kedalam mobil, menyalakan mobilnya dan melajukanya dengan pelan
"Shasa kamu sekarang ada di mana?" Tanyanya pada diri sendiri dengan rasa cemas dan bingun
Dengan Pelang Raka melajukan mobilnya sambil melihat kanan kiri, dengan harapan bisa dengan cepat menemukan Shasa.
Raka menyetir dan fokus pada setiap orang yang berlalu lalang di pinggir jalan dan dengan cermat dia mengamati mereka. dan Tampa sengaja di kejauhan depan sana terlihat sekelompok anak jalanan yang sedang berkumpul dan terlihat saling dorong karena memperebutkan sesuatu.
Raka mengerutkan keningnya melihat kejadian itu, entah dengan hal apa Raka yang sedang cemas dan mengkhawatirkan Shasa tertarik dengan keributan itu.
Raka menepi kemudian memarkirkan mobilnya, dan keluar dari dalam mobil dan menghampiri kerumunan itu.
__ADS_1
"Itu milikku, aku yang menemukannya terlebih dahulu" ucap salah satu anak lelaki itu
"Ada apa ini?" Tegur Raka dengan tiba-tiba yang tengah ikut campur pada keributan yang sebenarnya tidak perlu dia campuri.
Para anak jalanan itu berhenti untuk saling dorong, dan menoleh kearah suara yang dengan tiba-tiba menegur mereka.
Para anak jalanan itu terdiam tidak menjawab, dan Tampa sengaja Raka melihat salah satu dari mereka tengah memegang tas yang menurut Raka itu ada kemiripan dengan milik shasa
Raka memicingkan matanya memperhatikan tas yang ada di genggaman salah satu anak jalanan itu, Raka mengamatinya dengan tatapan yang serius.
Itu sungguh kebetulan Raka yakin tas pinggang yang ada di tangan anak itu adalah milik shasa.
"Apa yang ada di tanganmu? Dan itu milik siapa?" Tanya Raka dengan tatapan sinis
"Apa aku bisa melihatnya?" Tanya Raka sambil menjulurkan tangannya ke depan dengan harapan anak itu mau bekerja sama, memberikannya kesempatan untuk memperlihatkan tas itu
"Ini milikku, tidak ada hubungannya denganmu" ucap anak jalanan itu yang sedang memegang tas dan memasukkan tas itu dalam pelukannya.
"Aku hanya ingin melihatnya, jika aku menyukainya aku akan membelinya dengan harga yang mahal" ucap Raka mencoba untuk membujuk anak jalanan itu dengan menawari anak itu untuk menghargainya
("Apa istimewanya tas ini, kenapa orang ini menginginkannya?, terlihat ini hanya tas biasa yang sama sekali tidak berharga, dan lagi pula tas ini tidak memiliki nilai yang berharga di dalamnya") tutur anak itu dalam hatinya
"Apa itu benar? Apa omongan mu bisa di percaya?" Tanya anak lelaki itu merasa ragu dengan ucapan raka
"Tentu saja ini kartu namaku, kalian bisa menghubungiku atau dantan kekantor untuk menagih janjiku, aku janji akan memberi uang pada kailan" jelas Raka sambil memberi kartu namanya pada para anak jalanan itu.
Anak itu saling tatap menatap, setelah menerima kartu nama dari Raka, terlihat anak lelaki yang memegang tas mengangguk dan mulai percaya pada raka. Karena melihat dari tampan dan materi yang di gunakan nya anak itu percaya jika Raka orang yang terpandang tidak akan membohongi mereka
" Baik lah ini, lihat saja" anak itu dengan senang hati menyerahkan tas pinggang ke pada Raka.
Dengan cepat Raka menerimanya dan melihat dengan teliti luar tas itu, setelah dia yakin itu milik Shasa, dengan cepat Raka membuka tas itu dan mendapati dompet di dalam tas, Raka pun tak segan untuk membuka dompet itu.
Matanya terbelalak saat melihat ada foto Shasa dan bibi rita di dalam dompet itu
__ADS_1
("Ini benar milikinya") tutur Raka dalam hatinya
"Bagaimana kamu menemukan tas ini dan di mana?" Tanya Raka dengan nada dingin
"Katakan dulu apa kamu tertarik pada tas itu?" Tanya balik dari anak lelaki itu.
Raka menatap tajam pada anak itu, sehingga membuat anak itu tertunduk melihat tatapan mata Raka yang berbeda dari sebelumnya.
"Kalian menemukan tas ini dimana?" Tanyanya lagi dengan nada suara yang keras dan membentak, membuat anak itu serentak kaget mendengar bentakan darinya.
Anak itu saling menatap lagi
" Aku menemukannya di sana," anak itu menunjuk kearah yang tidak jauh darinya.
"dan ini aku juga menemukan ponsel ini," jelas anak lelaki itu sambil menyerahkan ponsel yang di ambil dari dalam saku celananya, dengan perasaan takut
Raka menerima ponsel itu dan memastikan jika itu benar milik Shasa
"Apa kalian melihat pemiliknya?" Tanya Raka lagi
"Tidak,,! Aku memungut itu saat tidak ada seorang pun di sana" jawabnya Tampa melihat Raka yang sedang menatapnya. Dan teman-teman yang ada bersamanya mengangguk-anggukkan kepalanya membenarkan ucapan darinya.
Raka makin kawatir saat mendengar jawaban dari anak itu
("Shasa apa yang terjadi padamu? Apa kamu dalam masalah?") Tanyanya lagi dalam hati sambil melihat tas dan ponsel yang ada di tangannya.
"Aku suka dengan tas dan ponsel ini, kalian pergi ke warung Rita, aku akan menyuruh seseorang untuk membawakan uang pada kalian" ucap raka sambil membalik badan untuk pergi
"Tunggu,,!" Teriakan dari anak jalanan itu. "Bagaimana kami akan percaya , jika kamu akan bersungguh-sungguh dengan ucapan mu, jika tampanya ada jaminan" tanya salah satu dari anak itu
Raka terdiam dan merasa bingung, kemudian terlihat memasukkan tangannya kedalam saku celana dan mengeluarkan dompetnya. Raka terlihat membuka dompet dan mengeluarkan beberapa lembar uang kertas, dan di berikan pada anak itu.
"Ambil ini untuk kalian bagi, Tampa adanya tambahan kalian juga tidak akan merugi," jelas Raka sambil memberikan uang kepada anak itu.
__ADS_1
Para anak jalanan itu tersenyum bahagia, menerima uang dari Raka.
"Baik.. ini aku akan mengambilnya, dan kami akan tetap ketempat dimana kamu tunjuk, dan menunggu orang yang akan memberi kami tambahan uang ini" ucap anak lelaki itu.