Antara Cinta Dan Kasih

Antara Cinta Dan Kasih
Shasa hanya merindukan om


__ADS_3

Shasa terduduk dan terus memikirkan setiap kata dari Vani, sehingga Vani pergi pun dia tidak menghiraukannya lagi


("kamu terlalu polos, hingga tidak menyadari perasaan Rendi padamu, aku tahu dari kecil kalian sudah bersama, dan aku tahu dari kecil dia selalu menjadi pelindungmu, tapi Shasa apa kamu tahu, itu semua yang membuatnya tidak pernah melirik wanita lain, perasaannya padamu begitu besar, hingga dia tidak bisa menyukai dan mencintai wanita lain lagi")


Kata-kata itu yang mengganggu di pikiran shasa.


Rita yang sudah mendengar semua perkataan dari Vani, keluar dan memegang bahu Shasa dari belakang.


Shasa menoleh dan melihat Rita dengan tatapan yang menyimpan banyak tanda tanya, namun dia tidak bisa untuk mengutarakannya


Rita tersenyum, dan mengusap rambut Shasa


"Jangan menghiraukannya, Rendi bahagia jika bersamamu, itu tidak membuatnya tersiksa, seharusnya kamu senang dan berbahagia mendengarnya." Ucap Rita mencoba untuk merendahkan kegelisahan di hati Shasa.


"Tapi bi,, buatku kak Rendi hanya sekedar saudara bagiku, aku menyayanginya bagaimana layaknya seorang adik, aku tidak memiliki perasaan yang jauh lebih dari itu," tutur Shasa


"Shasa,, bibi senang jika kamu bersamanya, selama ini dia yang menjaga dan melindungi mu, dari itu bibi yakin Rendi tidak akan pernah menyakitimu di kemudian hari.


Shasa tercengang mendengar perkataan dari Rita, dia mengerutkan keningnya dan menggelengkan kepalanya.


"Berarti bibi juga beranggapan sama dengan Vani?" Tanya Shasa dengan tatapan yang seakan tidak percaya


Rita tersenyum dan memegang bahu Shasa


"Tingkah laku Rendi, sudah mengatakan semuanya, di wajahnya sangat terlihat jelas bagaimana dia menyukaimu, semua orang yang melihatnya akan tahu tentang itu, bibi sudah mengetahuinya dan bibi senang akan hal itu" jelas Rita dengan nada yang lemah lembut


"Tapi bi,, Shasa tidak ingin itu terjadi, aku tidak ingin kak Rendi menaruh hati padaku, aku tidak ingin hubungan persaudaraan kami terputus hanya karena perasaannya yang tak jelas seperti itu." Jelas Shasa sambil melepaskan tangan rita dari bahunya, dan berjalan pergi.


"Shasa kamu mau kemana?" Tanya Rita dengan rasa kawatir


Shasa terus melangkah dan pergi menjauh dari warung bibi Rita, Tampa memberi jawaban dari pertanyaan bibi Rita.


Pikiran Shasa terganggu akan kenyataan yang baru saja di dengarnya, dia merasa percaya dan tidak percaya, tapi itulah kenyataannya yang tidak bisa dia terimanya.


"Kak Rendi aku menyayangimu sebagai kakak laki-lakiku, Shasa tidak mengharapkan perasaan yang lebih darimu, cukup untuk menjaga dan melindungi ku bagaimana selayaknya seorang kakak, itu yang bisa membuatku sangat bahagia. " Ucap Shasa dalam hatinya.


Shasa berjalan sejak dari tadi, dan tidak menyangka jika langka kakinya membawanya ke klinik dokter Antoni, Shasa tertegun dan terus memandangi klinik dokter antoni, ada keraguan dalam hatinya untuk masuk ke dalam


Shasa menghela nafas.

__ADS_1


"Kenapa aku kemari?" tanyanya pada diri sendiri


Untuk sesaat Shasa terdiam dan terus memandangi klinik yang ada di hadapannya,


"Sebaiknya aku masuk saja" ucapnya lagi pada diri sendiri.


Shasa meyakinkan dirinya, dan sudah bertekad untuk masuk dan bertemu dengan dokter antoni.


kini langkah kakinya terasa begitu berat, tapi Shasa tetap berusaha untuk membuatnya berjalan dan masuk kedalam klinik


Shasa berjalan, membuat dirinya terlihat santai dan terus menyapa setiap karyawan yang bertatap muka dengannya.


Setelah sampai di luar ruangan dokter Antoni Shasa mengetuk pintu


Tok.. tok.. tok..


Shasa tidak menunggu izin dari dokter antoni dan membuka pintu untuk masuk.


Kleek,,


Suara pintu terbuka, Shasa masuk dan melihat Antoni yang sedang duduk di meja kerjanya, sambil memegang dahinya,


"Om,," Shasa kembali untuk menegurnya namun tidak ada reaksi dari dokter Antoni,


Shasa akhirnya memukul bahu dokter Antoni


"Om apa yang kamu pikirkan?" Tanya Shasa sambil memukul bahu dokter Antoni, hingga membuat dokter Antoni jadi kaget


"Shasa kapan kamu datang?" Tanya dokter Antoni, yang telah sadar dari lamunannya.


Shasa tersenyum seperti biasanya, dia terlihat aktif dan tidak terlihat ada beban di wajahnya, Shasa sangat ahli jika masalah hatinya, Meski sesakit apapun dia , shasa pasti mampu untuk menyembunyikannya.


"Baru saja, om sedang memikirkan apa?" Tanya shasa dengan tersenyum manis


"Tidak ada apa-apa. Kamu kesini apa sakit lagi" tanya dokter Antoni dengan kawatir


Shasa menggelengkan kepalanya


"Tidak,, Shasa hanya merindukan om Antoni, jadi mampir kemari" tutur Shasa sambil duduk di kursi yang ada di depan meja dokter Antoni

__ADS_1


Shasa terdiam untuk sesaat dan terus menatap dokter Antoni yang ada di depannya, Shasa menghela nafas sehingga membuat dokter Antoni melihat ke arahnya.


"Ada apa? Kamu ingin mengatakan sesuatu pada om?" Tanya dokter Antoni pada Shasa seakan-akan dapat membaca pikiran Shasa


Shasa tersenyum dan mengangguk


"Om Shasa ingin mengatakan sesuatu!" Sebelum melanjutkan perkataannya Shasa terdiam lagi untuk sesaat,


"Bagaimana jika kita mencarikan calon pendamping untuk kak Rendi?" Tanya Shasa yang membuat dokter Antoni menatapnya dengan tatapan serius.


"Kenapa kamu memiliki pikiran yang seperti itu? Apa kamu dengan Rendi ada masalah?" Tanya dokter Antoni


"Tidak,,,! Hanya saja sekarang kakak sudah cukup dewasa, tapi Shasa tidak pernah mendengarnya dia berkencan dengan seorang wanita" tutur Shasa


Dokter Antoni berdiri dari duduknya dan melangkahkan kakinya


"Om juga berpikiran sama denganmu! Om sudah bertanya padanya, tapi dia mengatakan sudah memiliki seseorang dalam hatinya, dan Rendi menyuruh om untuk menunggu sampai besok, baru dia akan memperkenalkan nya pada om" jelas dokter Rendi Tampa melihat kearah Shasa


"Besok,?" Tanya Shasa dengan cepat


"Katanya seperti itu, om juga tidak tahu pasti, siapa wanita yang tidak beruntung yang akan mendapatkan hati putraku itu," tutur dokter antoni sambil menoleh kearah Shasa dan tersenyum.


"Jangan terlalu dipikirkan, masalah Rendi om yang akan mengurusnya, kamu jangan mengisi pikiran-pikiran dalam otakmu, itu bisa memancing rasa sakit dalam hatimu," jelas dokter Antoni sambil memegang bahu Shasa


" Bagaimana dengan keadaannmu belakangan ini?" Tanya dokter Antoni


Shasa tersenyum dengan menyembunyikan banyak hal dalam hatinya.


"Shasa sangat baik" ucapnya dengan wajah datar


"Om Shasa ingin pamit, Shasa kemari Tampa sepengetahuan bibi, dia pasti akan cemas memikirkan Shasa lagi" tutur Shasa


Dokter Antoni mengangguk dan melepaskan pegangannya dari bahu Shasa sambil tersenyum.


Tidak menunggu lama Shasa pun berbalik dan melangkahkan kakinya berjalan menuju pintu dan pergi.


Dalam hati Shasa begitu terasa berat, mendengar perkataan dari dokter antoni, dia merasa perkataan dari Vani dan Rita itu adalah nyata


Shasa memikirkan sebuah cara agar bisa membuat Rendi menghilangkan perasaannya itu padanya

__ADS_1


__ADS_2