
Raka berjalan ke depan menghampiri Laura, yang tengah berdiri di samping orang tuanya, dan santoso
"Raka apa yang kamu katakan?" Tanya Santoso penasaran dengan apa yang di katakan oleh Raka! namun pertanyaan itu tidak mendapat jawaban dari Raka
Raka berdiri di hadapan Laura dan meraih kedua tangannya dan mengangkatnya, memenggenggamnya
"Apa kamu ingin bertunangan denganku?" Tanya Raka kepada Laura.
Tingkah Raka membuat Irawan dan Santoso jadi menatapnya tanpa berkedip
" Bertunangan lah denganku, aku janji akan membahagiakanmu, apa kamu bersedia?" Tanya Raka lagi
Tidak menunggu waktu yang lama untuk berpikir, Laura mengiyakan pernyataan dari Raka,
"baik aku bersedia," ucap Laura mengangguk, dan kemudian Laura menatap kearah Dona lagi, dengan tatapan mata yang seakan minta maaf kepadanya, tapi tatapan matanya itu tidak mendapat respon dari Dona, Dona terlihat sangat tenang.
Tanpa berpikir lama, Laura mengangguk karena sebelumnya iya pun memang sudah berencana untuk tidak membatalkan pertunangan mereka.
Laura yang memiliki motif, menerima pertunangan itu berlangsung! karena berencana untuk menggunakan Raka, membalas mantan pacarnya Dilan yang sudah menyakiti hatinya
Dan begitupun dengan Raka, dia pun miliki motif tersendiri untuk melakukan pertunangan itu lagi bersama dengan Laura.
Mendengar pernyataan Laura, yang menerima lamaran dari Raka, Irawan dan Santoso serta Debi tersenyum bahagia, hubungan yang selama ini mereka selalu atur untuk anak-anak mereka kini terpenuhi. Santoso dengan kebahagiaan di raut wajahnya memeluk Irawan yang ada di dekatnya
Irawan pun membalas pelukan dari Santoso
"Apa aku sedang bermimpi?" Tanya Irawan sambil melepaskan pelukannya
Santoso menggelengkan kepalanya
"Aku pun tidak menduga ini akan terjadi, sebentar lagi kita akan jadi besan" ucap Santoso dengan nada yang kegirangan
Di tengah kebahagiaan itu Andra dan Shasa berjalan masuk dan di ikuti dengan David di belakangnya. untuk sesaat semua mata tertuju pada mereka berdua.
__ADS_1
kecuali mereka yang tengah berbahagia! Keluarga Irawan dan Santoso tidak menyadari akan kehadiran Andra dan shasa
Malam itu Shasa yang berdandan begitu sangat cantik menjadikan para tamu laki-laki maupun wanita menatapnya tampa berkedip untuk melihatnya. Kecantikannya itu membuat semuanya terpesona
Dona menoleh, saat mendengar nama Andra di sebut oleh mereka yang mengenalnya, dan begitupun dengan triwijaya.
Ada rasa takut di hati Dona saat melihat Andra dan shasa serta David yang sudah berdiri di sana, Dona melangkahkan kakinya, berdiri di belakang Triwijaya papanya, bermaksud untuk bersembunyi dari Andra agar tidak terlihat olehnya
Dan sedangkan Triwijaya yang melihat Shasa untuk sesaat tercengang. Triwijaya terus menerus melihatnya dan menatap Shasa, sesekali iya mengelus-elus matanya memastikan apa yang sedang iya lihat.
Triwijaya yang mencoba untuk melangkahkan kakinya untuk mendekat pada Shasa, namun dengan cepat Dona Memegang tangannya.
"Pa,," Dona menggelengkan kepalanya, saat triwijaya melihatnya
"Sayang ada apa?" Tanya Triwijaya saat melihat ekspresi Dona yang sedang ketakutan
Dona hanya menggelengkan kepalanya, dan tetap berdiri di belakangnya papanya, sambil memegang tangannya
"Rossa?" Tiba-tiba panggilan Nama itu keluar dari mulut triwijaya dengan cukup keras, hingga membuat Andra mendengarnya menoleh dan melihat ke arah triwijaya dan menatapnya dengan jeli
"Rossa,, apa benar itu kamu?" Tanya Triwijaya, dan bermaksud untuk melangkah mendekat, namun untuk sekali lagi Dona menghentikannya
"Pa,, jangan kemana-mana" ucap Dona, sambil menarik tangan papanya dengan kedua tangannya saat hendak melangkah
Triwijaya menggelengkan kepalanya dan mengurungkan niatnya untuk menghampiri Shasa
"Ini tidak mungkin, itu tidak mungkin dia" ucap triwijaya, menyadarkan dirinya sendiri
Karena Triwijaya sudah menyebut nama Rossa ibunya, itu menarik perhatian Andra,
Andra Terlihat berbisik dengan David dan setelah itu, David menunduk dan pergi dari sana
Andra menatap keheranan pada triwijaya, karena triwijaya mengenal akan mendiam ibunya! dan tanpa sengaja iya bertatap mata dengan Dona yang sedang mengintip dari belakang punggung papanya, dengan cepat Dona bersembunyi lagi saat tahu jika Andra melihat dirinya
__ADS_1
Andra sama sekali tidak peduli dengan kehadiran Dona, dan bahkan iya terlihat begitu tenang seakan-akan tidak pernah melihat Dona sebelumnya dan tetap berdiri di samping Shasa, memegang tangan Shasa yang sedang menggandeng lengannya.
Sedangkan Shasa terus mencari keberadaan Raka, karena Kedatangannya di pesta itu, dengan niat hanya untuk melihat Raka sekali dan pergi
Namun karena tubuhnya yang kecil dan agak pende, iya tidak bisa melihat dari jarak jauh, karena banyaknya tamu undangan yang menghalangi pandangannya.
Sebagian dari mereka yang mengenal dan melihat kedatangan Andra, satu persatu menyapanya dan menundukkan kepala padanya
"Tuan Andra,, anda juga hadir?" Tanya salah satu dari mereka yang tahu siapa andra.
Pria muda yang sukses yang kaya raya dan sangat Tampan! banyak pebisnis yang ingin bekerja sama dengannya, dan juga banyak yang Irih padanya
Andra hanya menganggukkan kepalanya mendengar mereka yang menyapanya, dan kemudian tetap dengan wibawanya, berdiri berdampingan dengan Shasa yang tengah menggandeng lengannya.
Mereka berdua berdiri saling menggandeng tangan bagaikan sepasang kekasih, yang membuat para wanita Irih dengannya.
Karena begitu banyaknya yang menyapa Andra, membuat mereka yang berdiri di depan sana Mendengar namanya, tak hanya Irawan dan Santoso, namun Raka pun dengan cepat melihat ke arahnya
Raka melihat Andra dengan senyum di bibirnya membalas setiap sapaan dari mereka yang menyapanya, namun tidak melihat Shasa yang tengah berdiri di samping andra, Karena tertutupi oleh tubuh besar lelaki tamu undangan yang ada di hadapannya.
Santoso dan Irawan Tersenyum bahagia melihat Andra, dan Andra pun membalas senyuman itu saat melihatnya
"Baik tuan dan nyonya, karena hari baik akan segera tiba, maka kami tidak akan membuang waktu lagi untuk melangsungkan pertunangan putra dan putri kami" jelas Irawan
Shasa yang tidak menyangka akan menyaksikan pertunangan Raka, menggenggam erat lengan Andra, meski sudah membuat Raka untuk membencinya, namun dia pun tetap tidak bisa melihat pria yang begitu iya cintai bertunangan dengan orang lain
Andra yang menyadari akan hal itu, menepuk-nepuk tangan Shasa yang sudah memegang erat lengannya itu, dia mencoba untuk menguatkan hati Shasa
"Apa kamu ingin pergi dari sini?" Tanya Andra sambil Melihat Shasa, namun Shasa tidak menjawab pertanyaannya itu, Shasa tetap melihat kedepan, melihat Raka yang sedang berdiri berhadapan dengan Laura.
Dan di sisi lain Paula dengan cepat berjalan ke arah Raka dan Laura, masing-masing memberinya satu kotak cincin yang akan di pakaikan untuk mereka.
"Sekarang saatnya kalian untuk saling bertukar cincin" ucap Irawan
__ADS_1