Antara Cinta Dan Kasih

Antara Cinta Dan Kasih
Biar aku yang mengantarnya


__ADS_3

Shasa berjalan mendekat pada Rita.


"Bibi mereka mencoba membawa tuan Raka dengan secara paksa," ucap shasa sambil melihat ke arah raka, Tampa peduli dengan perkataan Rendi, yang sudah melarangnya, untuk tidak ikut campur dengan urusan mereka


"Aku tidak punya urusan dengan kalian, dan aku tidak ingin berurusan dengan kalian, sebaiknya kalian pergi dari sini.


Jangan membuat onar dan rusuh di tempat ini.


Jika seseorang itu ingin menemui ku,


Biar dia sendiri yang datang untuk mencari ku,


Aku tidak punya waktu untuk mengurusi urusan kalian yang tidak jelas"


Jelas Raka lagi kepada mereka dengan tatapan yang mulai memancarkan kemarahan.


"Tuan muda raka, maaf ini perintah untuk kami, Kami harus membawa anda,


Apapun yang terjadi, itu sudah jadi tugas kami"


Ucap salah satu dari algojo itu dengan nada yang memaksa sambil mendekati Raka, dan mencoba untuk membawa Raka dengan paksa.


Raka pun tak tinggal diam, dia bersikeras untuk menolak ajakan dari mereka.


"Aku sudah katakan pada kalian jika, seseorang yang membayar mu ingin menemui ku, katakan padanya untuk datang sendiri" jelas Raka lantang


Algojo itu saling menatap dan saling memberi kode dan saling menganggukkan kepalanya, mereka berdua terlihat berjalan menghampiri Raka dan masing-masing memegang tangan Raka


"Tuan muda Raka, maaf jika kami lancang, tapi ini sudah menjadi tugas kami" ucap salah satu dari mereka dan mendorong Raka menuju ke arah mobil. agar Raka mau berjalan dan masuk ke dalam mobil mereka.


Raka dengan marah, mengepalkan kedua jemari tangannya dan melakukan perlawanan pada mereka,


Raka yang sudah terlatih sejak masih remaja hingga dewasa, sudah sering melakukan perkelahian yang sama sekali tidak membuatnya gentar.


Dengan kekuatan dari otot-otot lengannya, dia melepaskan pegangan tangan kedua algojo itu dengan sangat mudah, dan membuat mereka tidak berdaya. Dengan rasa marah di dalam hatinya,


Raka melayangkan tinjunya kepada algojo algojo itu Tampa ampun.


Kedua algojo itu pun terhentak ketanah, dan menjerit kesakitan saat tinju Raka mengenai wajah mereka.

__ADS_1


Perkelahian Raka dan algojo itu membuat Shasa menutup mata karena tidak berani melihat kekerasan yang terjadi di depan matanya itu.


Karena kekerasan yang iya saksikan itu,


Membuat Kejadian yang menimpanya di masa lalu seketika muncul di ingatannya, di mana saat dia di pukuli dan di siksa dengan cara yang keji, adegan-adegan itu, terlintas di ingatan Shasa,


meski ingatan itu tidak terlihat begitu jelas, namun rasa takut dalam hati Shasa, jelas terasa sehingga membuat kepalnya terasa sakit, wajahnya mulai memucat. Keringat dingin pun mulai keluar bercucuran di wajahnya yang cantik itu


"Ada apa?" Tanya rendi yang tengah melihat ke arah Shasa yang raut wajahnya, tidak seperti biasanya.


Mendengar pertanyaan dari Rendi dengan nada kawatir yang di lontarkannya, Rita pun menoleh, dan melihat shasa.


Ini pertama kalinya setelah untuk Shasa di usia yang sudah menginjak Sembilang belas tahun, di mana dia harus melihat kekerasan yang langsung di depan matanya sendiri


Shasa menggelengkan kepalanya, dan memegang tangan Rita yang ada di sampingnya, Rita merasakan tangan Shasa terasa dingin dan tubuhnya gemetar


"Bibi kepalaku sakit" ucap Shasa dan memegang erat tangan Rita dan terus menutup matanya disaat melihat adegan di depannya saling pukul memukul,


Shasa terlihat lemah dan hampir terjatuh namun dengan sigap Rendi, menangkapnya.


"Shasa,," panggil Rendi dengan panik


"Kalian cukup, sudah cukup jangan membuat keonaran di sini" teriak Rendi. Dengan marah sambil memegang bahu Shasa


Raka menoleh ke arah Rendi yang meneriaki mereka, Raka pun berhenti saat melihat Shasa yang sudah memucat dan terlihat sangat lemah.


Raka dengan cepat berjalan untuk menghampiri Shasa, rasa kawatir dalam hatinya begitu mendalam hingga membuatnya merasa takut.


"Apa yang terjadi?" Tanya Raka sambil menatap wajah Shasa yang terlihat tidak baik


"Ini semua karena ulah mu, sebaiknya kamu pergi dari sini, atau ikut bersama mereka. Jangan membuat onar disini" ucap Rendi penuh dengan amarah


Raka melihat Rita saat mendengar perkataan dari Rendi.


"Shasa takut dengan kekerasan, hal seperti ini akan selalu terjadi, jika seseorang melakukan tindak kekerasan di depan matanya." Jelas Rita pada Raka dengan tatapan mata yang sangat kawatir terhadap Shasa.


"Lalu apa yang kalian tunggu, cepat bawah dia ke rumah sakit," ucap Raka dengan panik


Kekuawatiran di hati Raka tak kalah dari kekuawatiran Rendi dan Rita.

__ADS_1


Raka melepas paksa tangan Rendi dari bahu Shasa, dan mengangkat tubuh kecil Shasa. Untuk membawanya ke dalam mobilnya dan berencana untuk membawa Shasa ke rumah sakit.


"Raka,,, apa yang kamu lakukan" tanya rendi saat tangannya di hentakkan Raka dengan keras.


"Aku akan membawanya ke rumah sakit, dia harus di tangani dengan cepat" ucap Raka dengan nada yang sedikit gemetar


"Bibi aku akan membawa Shasa, tolong jangan menghalangiku, aku mengenal banyak dokter hebat, aku pastikan akan menyembuhkannya" ucap Raka dengan sangat berharap sambil melihat ke arah Rita dengan tatapan yang kawatir.


"Tidak perlu," ucap Shasa dengan tiba-tiba. nada yang lemah terdengar dari mulutnya.


"Sebentar lagi ini akan sembuh dengan sendirinya, tidak perlu membawaku ke rumah sakit"


Ucap Shasa lagi sambil memegang erat lengang Raka yang telah mengangkat tubuhnya itu. Karena rasa sakit di kepalanya sangat menyakitinya.


Karena pegangan erat itu, Raka tahu jika Shasa sangat menderita saat ini


"Tidak,, aku tetap akan membawamu," ucap Raka dengan keras kepalanya, dan melihat lagi ke arah Rita


Rita menganggukkan kepalanya, membolehkan Raka untuk membawa Shasa ke rumah sakit, karena dia juga merasa kawatir dengan keadaan Shasa yang seperti itu.


"Biar aku yang mengantarnya" ucap Rendi, dan mencoba untuk mengambil Shasa di dalam gendongan Raka,


Tapi Raka tidak mengijingkannya dan menghindar dari Rendi yang mencoba merebut Shasa darinya.


Rita memegang tangan Rendi,


"Biarkan dia yang membawanya," ucap Rita, sambil melihat Raka, hingga membuat Rendi merasa marah.


"Bibi apa yang kamu katakan? Kamu menyerahkan Shasa ke pada orang asing ini?


Bibi, aku ini seorang dokter, aku bisa menanganinya." Ucap Rendi dengan nada yang keras ke pada rita


Rita menggelengkan kepalanya kepada rendi, dan melihat kearah Raka dan menganggukkan kepalanya, menyuruh Raka agar membawa Shasa secepat mungkin.


"Pergilah, sekarang aku serahkan Shasa kepadamu" ucap Rita dengan tulus


Raka dengan cepat melangkahkan kakinya setelah mendengar persetujuan dari rita, dia berjalan menuju mobilnya sambil melihat Shasa yang begitu menderita karena sakit kepala yang menyerangnya.


namun teman algojo itu yang menyetir mobil mereka Turun dari mobil, badannya tak kalah besar dari kedua temannya yang baru saja di kalahkan oleh Raka mencoba menghalangi jalannya.

__ADS_1


Dia berjalan dan menghadang langkah Raka


__ADS_2