Antara Cinta Dan Kasih

Antara Cinta Dan Kasih
Jangan ikut campur dengan urusan mereka,


__ADS_3

Raka pun kembali tertawa lepas dan menghindar dari pukulan shasa, Namun Shasa yang belum merasa puas terus saja memukulinya, Sehingga Raka harus menangkap tangannya dan memegangnya dengan erat. Adegan saling menatap itu pun terjadi lagi. Namun itu tidak berlangsung lama,


Ponsel dari saku celana Raka tiba-tiba berdering, Dengan suara dering itu membuat mereka tersadar, hingga membuat Shasa dengan cepat memalingkan pandangannya menggeleng- gelenkan kepalanya dan berjalan cepat untuk mendahului dan menghindari Raka Yang terlihat sedang sibuk mengambil ponsel yang sedang berbunyi itu


Raka mengeluarkan ponselnya dan menatapnya, melihat nama yang sedang menghubunginya, Tapi Nomor yang telah menghubunginya itu tidak memiliki nama.


Dan akhirnya Raka memutuskan panggilan itu, Tampa peduli siapa yang menghubunginya, dan kembali memasukkan ponselnya kedalam saku celana lagi! Raka berjalan dengan cepat agar dia bisa mengejar Shasa yang sudah menjauh, Dengan langkah kaki panjangnya itu, memudahkannya, untuk sampai di dekat Shasa dengan cepat.


Raka kini berjalan di samping shasa


Tampa mengatakan apa pun. Dan Shasa pun mendiaminya.


Dan tidak lama kemudian ponsel Raka berbunyi lagi, Dengan perasaan kesal dan dengan ekspresi wajah yang terlihat marah,


Raka memasukkan tangannya lagi ke dalam saku celana, dan mengambil ponselnya. Raka melihat nomor yang memanggilnya, itu nomor yang tadi.


Raka menekan tombol jawab dan menjawab panggilan itu.


Raka mengangkat ponsel itu dan mendekatkannya di telinganya Tampa bersuara, Raka hanya diam dan menunggu seseorang yang ada di balik telfon itu untuk berbicara


Dan tidak menungggu lama, suara dari balik ponselnya pun terdengar


"Halo Raka apa ini kamu?" Terdengar suara tanya seorang wanita yang tengah bertanya padanya, dengan nada yang terdengar sedang cemas.


Raka terdiam untuk sesaat dan setelah itu menjawab pertanyaan itu


"Benar ini aku" Ucap Raka singkat dan membenarkan ucapan dari wanita itu.


"Raka,, Sekarang om Santoso masuk rumah sakit, darah tingginya naik lagi,


sehingga harus di larikan ke rumah sakit, dan om Santoso ingin bertemu dengan kamu" Ucap wanita yang kini ada di balik telfon itu.

__ADS_1


Raka menghentikan langkahnya saat mendengar ucapan dari wanita itu,


Rasa percaya dan tidak percaya muncul dalam benaknya. Karena ini bukan yang pertama kali buat raka, Mengingat, hari dimana Santoso papa kandungnya sendiri, pernah melakukan hal yang serupa, menyuruh seseorang untuk menghubunginya dan menyuruhnya untuk menemuinya di rumah sakit, hanya demi menikahi Dara, Dan menyatakan dia dilarikan ke rumah sakit, itu yang membuat Raka sedikit ragu untuk percaya pada wanita itu


Di sisi lain Shasa yang tidak menyadari Raka tertinggal jauh di belakangnya , Menoleh dan melihatnya, Shasa berdiri di tempat, memandangi Raka dari kejauhan


Melihat sosok pria yang begitu tampan, elegan, dan menarik membuat Shasa sedikit mengaguminya.


Sedangkan raka dengan serius pada orang yang kini mengajaknya berbicara di balik telfon


"Kamu siapa? Dan Dari mana kamu mendapatkan nomor ponselku?" Tanya Raka. Meski ragu namun ada sedikit kekuawatiran yang muncul dalam hatinya.


"Ini aku Laura, Putri dari Irawan, Kita pernah bertemu di restoran itu, saat orang tua kita merayakan pertemuan keluarga." Jelas dari wanita itu yang tak lain adalah laura


"Laura?" Tanya Raka sambil mengerutkan keningnya.


"Iya benar itu aku" Jelas Laura


Raka kini tersadar akan keberadaan Shasa, dan segera melihat Shasa yang sudah begitu jauh darinya, Dia pun melanjutkan langkahnya dengan cepat untuk mengejarnya.


Raka memasukkan ponselnya lagi ke dalam saku celana dan melangkahkan kakinya mengejar Shasa yang sudah begitu jauh darinya


Shasa terlihat sudah sampai di warung Rita, dan kini berdiri berdampingan dengan Rendi, entah apa yang kini mereka bicarakan, membuat Raka yang melihatnya jadi penasaran. Raka dengan cepat melangkahkan kakinya, agar bisa dengan cepat sampai di sana.


Shasa dan Rendi melihat ke arah Raka yang berjalan menghampirinya. Shasa memperlihatkan senyum manisnya pada Raka. Hingga membuat Rendi yang melihatnya memasang wajah yang cemburu.


Raka pun membalas senyuman dari Shasa dan terus melangkah untuk menghampirinya


Namun langkah kakinya terhenti,


saat tiba-tiba mobil mewah berhenti di hadapannya.Terlihat dua algojo yang berpakaian serba hitam dan Memakai kacamata hitam, Turun dari mobil dan menghampiri raka.

__ADS_1


Mereka terlihat seperti, bodigar yang terbayar mahal, dari seseorang. Tubuh mereka yang besar dan kekar akan membuat orang akan merasa takut jika berhadapan dengannya


"Tuan muda, Maaf kedatangan kami kemari ingin menjemput anda. anda harus ikut dengan kami sekarang." Ucap salah satu dari algojo itu Tampa basah basi sambil menundukkan kepalanya dengan penuh hormat.


Raka mengerutkan keningnya dan menyipitkan matanya, melihat kedua algojo itu melihatnya dengan cermat, namun tidak satupun dari mereka yang iya kenali.


"Kalian siapa? Dan ada urusan apa kalian mencari ku?" Tanya Raka dengan nada tegasnya


Algojo itu saling menatap dan salah satu dari mereka menundukkan kepalanya lagi dan menjawab pertanyaan dari Raka.


"Seseorang ingin bertemu dengan tuan muda raka, sebaiknya anda ikut dengan kami, Sesampai di sana Anda akan tahu sendiri siapa dia! Dan untuk apa dia mencari anda" Jelas salah satu dari mereka yang tengah menjemput Raka.


Raka tersenyum sinis, kepada kedua algojo itu. Dan menatap mereka dengan keangkuhannya.


"Aku tidak peduli dengan siapa dia, jika ingin menemui ku, biarkan dia sendiri yang mendatangiku, aku tidak punya banyak waktu untuk melakukan hal yang tidak penting bagiku" ucap Raka dengan sedikit arogan.


Melihat adegan di depannya, Shasa hendak berjalan menghampiri Raka yang tengah berdiri berhadapan dengan kedua algojo itu. Namun langkah kakinya di hentikan oleh Rendi yang berdiri di sampingnya, yang telah ikut menyaksikan adegan yang, sedikit demi sedikit mulai memanas


"Jangan ikut campur dengan urusan mereka, kita hanya orang luar, biarkan dia sendiri yang menyelesaikannya" Ucap Rendi menghentikan Shasa dengan cara memegang tangannya.


"Tapi kak Rendi, mereka terdengar memaksanya, apa itu tidak keterlaluan?" Jelas Shasa yang kini mulai merasa perihatin terhadap Raka.


Tapi rasa yang ditunjukkan untuk Raka,


Membuat Rendi menatap sinis pada Shasa yang kini, mulai berani membantah ucapannya demi Raka yang baru di kenalnya itu.


"Kamu menghampirinya, itu juga untuk apa? Kamu bisa apa?" Jelas Rendi pada Shasa dengan nada tegasnya.


Shasa terdiam dan menundukkan kepalanya, melihat kedua kakinya, dan tidak berani lagi untuk menatap Rendi yang sudah membantahnya.


Dari dalam warung Rita keluar dan menghampiri Rendi dan Shasa,

__ADS_1


"Apa yang sedang kalian ributkan?" Tanya Rita, dan melihat ke arah Raka yang tengah berdiri dengan seseorang yang terlihat memiliki jabatan khusus dengan pakaiannya yang serba hitam itu


"Siapa mereka? Tanya Rita yang baru saja melihat adegan itu


__ADS_2