
Raka hanya terdiam melihat Ratna, tanpa beranjak dari tempat iya berdiri, ada rasa cemas di dalam hatinya, namun sifat keras kepalanya membuatnya untuk tetap tidak perduli dengannya
"Kak Raka apa yang kamu lakukan di sana? Cepat panggil ambulans" tutur Fiona dengan cemas melihat Ratna yang tengah terbaring di lantai
Pembantu yang bermaksud untuk memanggil mereka sarapan, tercengang saat melihat majikannya itu sudah tergeletak di lantai
"Nyonya.. apa yang terjadi? pembantu yang melihat Ratna berteriak memanggil nama majikannya itu
"Cepat panggil ambulans" pinta Fiona
Pembantu itu bukannya menelfon ambulans dia malah dengan cepat berlari keluar untuk memanggil sopir, agar Ratna bisa dengan cepat di bawa ke rumah sakit
"Tante.. bangun.." Fiona berusaha untuk membangunkan Ratna
"Kak Raka, apa hati kak Raka terbuat dari batu? Ini mama kandung kak Raka! Kenapa kak Raka tidak menunjukkan sedikit pun kepedulian padanya?" Fiona yang melihat Raka hanya berdiri di sana menegurnya
"Aku tidak punya waktu untuk mengurusi kalian" jelas raka dan berjalan untuk keluar dari dalam rumah Ratna.
Namun Sampai di ambang pintu langkah Raka terhenti lagi saat Raka melihat sang pembantu dan sopir Ratna berlari masuk ke dalam rumah, mereka terlihat khawatir.
Raka membalik badan untuk melihat mereka yang sedang kebingungan untuk mengangkat tubuh ratna
Raka yang berdiri tidak bisa tinggal diam lagi, Rasa peduli dan rasa cemasnya pun tidak bisa iya sembunyikan lagi, iya berjalan menghampiri mereka,
"Minggir.." Raka yang berdiri di belakang mereka bertiga berlutut untuk mengangkat tubuh ratna yang tergeletak di lantai, saat Fiona, ART dan sopir sudah memberinya ruang
Raka berdiri dan berjalan keluar rumah sambil menggendong tubuh Ratna, berjalan menuju mobilnya
Fiona mendahului Raka dan masuk ke dalam mobil untuk menunggu Raka membawa Ratna.
Raka memasukkan Ratna ke dalam mobil dan membaringkannya, di pangkuan Fiona yang sudah duduk menunggunya, dan kemudian Raka masuk ke dalam mobil untuk menyetir Dan membawa Ratna ke rumah sakit.
"Tante.. bangun.." ucap Fiona mencoba untuk membangungkan Ratna sambil menepuk-nepuk pipi ratna
Karena rasa cemasnya, Raka sesekali menoleh ke belakang untuk melihat keadaan Ratna yang masih belum sadar.
***
__ADS_1
Di dalam ruang kamar pasien, Ratna terbaring masih tak sadarkan diri, Raka dan Fiona berdiri di belakang dokter yang tengah Memeriksa ke adaannya,
Fiona terlihat begitu cemas, sedangkan Raka berdiri dan terlihat sangat santai, menatap setiap gerakan dari dokter tanpa ekspresi di raut wajahnya
Setelah Dokter sudah memeriksa Ratna dan hendak keluar dari dalam kamar pasien yang di tempati oleh Ratna, Raka pelan-pelan melangkahkan kakinya mendekat pada dokter sambil berdehum
"Eheeem.." Raka melihat Ratna
"Dokter Bagaimana dengan keadaannya?" Tanya Raka, meski terus menyembunyikan rasa pedulinya pada Ratna, tapi Tanpa iya sadari jika sebenarnya itu terlihat sangat mencolok
Sang dokter Tersenyum
"Jangan khawatir, nyonya Ratna hanya sedikit lelah saja, akhir-akhir ini mungkin dia terlalu banyak pikiran, hingga membuatnya drop, tapi tenang.. dia baik-baik saja, sebentar lagi dia akan sadar" jelas sang dokter sambil menepuk-nepuk bahu Raka
"Terimakasih dokter" Raka mengangguk mengerti
Sang dokter juga mengangguk membalas anggukan dari Raka
"Sekarang aku masih harus memeriksa pasien lain, jadi tuan Raka aku pamit" ucap sang dokter
Setelah dokter pergi, ART masuk kedalam kamar tempat Ratna di rawat dan berjalan ke arah Raka
"Tuan Raka,, ponsel nyonya dari tadi berdering terus, aku tidak berani untuk menjawabnya, jadi aku bawa kemari" jelas ART itu sembari menyerahkan ponsel Ratna yang ada di tangannya ke pada Raka
Raka mengambil ponsel yang di sodorkan padanya, dan melihat nama yang terus menghubungi nomor Ratna.
"Jawab saja" ucap Raka sambil mengembalikan ponsel itu pada ART setelah melihat nama yang tengah memanggil
"Baik tuan.." ART itu menerima ponsel dari Raka, menundukkan kepalanya dan berjalan keluar dari dalam kamar pasien, untuk menjawab panggilan itu,
Karena tidak ingin mengganggu istirahat majikannya, dia keluar agar tidak menimbulkan suara
"Kak Raka,, kak Raka mau kemana?" Tanya Fiona saat melihat Raka sudah beranjak dari tempat iya berdiri dan melangkah untuk keluar
"Ada apa?" Tanya balik Raka dengan nada dingin
"Aku ada keperluan mendadak, tolong untuk sementara kak Raka jaga Tante Ratna"
__ADS_1
"Kenapa harus aku, di luar masih ada pembantu" balas Raka
"Setelah bangun, Tante Ratna harus makan, dan itu harus makanan yang sehat, jadi makanan itu harus di masak di rumah oleh pembantu! Tante Ratna tidak akan ada yang menjaganya jika kak Raka juga pergi" jelas Fiona
Raka melihat ke arah Ratna yang masih terbaring, dan ada rasa kasihan yang muncul dalam hatinya. Raka tidak mengatakan apapun namun juga tidak melanjutkan langkahnya! Membuat Fiona mengambil kesempatan itu untuk cepat-cepat pergi dari tempat itu.
"Kak Raka jaga Tante Ratna baik-baik" ucap Fiona dan berjalan keluar meninggalkan Raka yang masih berdiri
Raka terus berdiri dan memandangi Ratna, iya berjalan mendekat dan menarik kursi dan duduk di samping ranjang pasien yang di tempati oleh Ratna
Fiona Tersenyum, saat sudah keluar! Dan menghampiri pembantu yang hendak masuk kedalam kamar tempat Ratna di rawat
"Bibi,, kak Raka menyuruh bibi untuk membuatkan makanan sehat untuk Tante Ratna, dan sekalian juga buat makanan untuknya, karena kak Raka belum sempat sarapan tadi" ucap Fiona
" Baik nona" pembantu itu mengangguk mengerti dan segera berjalan pergi, dan Fiona pun berjalan untuk melihat Farah mamanya yang sangat kebetulan dia di rawat tidak jauh dari rumah sakit yang iya tempati sekarang
Raka duduk dan terus menatap Ratna yang masih tak sadarkan diri. Seketika airmatanya menetes melihat wanita yang selama ini iya rindukan tengah terbaring di hadapannya
"Kenapa baru muncul sekarang? Sejak lama aku menunggu kedatanganmu, tapi kenapa baru sekarang? Setelah aku sudah tidak lagi memikirkan mu?" Gumam Raka dalam hatinya
Raka menghela nafas, dan mengusap air matanya yang sudah membasahi pipinya dan berdiri.
Raka melangkah, berjalan menuju pintu dan hendak membuka pintu kamar, namun tiba-tiba pintu sudah terbuka dari luar.
Raka yang berdiri melihat Santoso sudah berdiri di hadapannya. Melihat Raka ada di depannya Santoso Tersenyum
"Kamu disini?" Tanya Santoso meski sebenarnya iya tahu jika pertanyaannya itu tidak akan mendapat jawaban dari Raka.
Melihat Raka Tampa Berbicara padanya, Santoso melanjutkan langkahnya Menghampiri Ratna yang masih terbaring
"Apa kata dokter?" Tanya Santoso lagi sambil duduk di sisi tempat tidur Ratna dan menatapnya
Menunggu Jawaban dari Raka yang tak kunjung di jawab, Santoso berdiri di hadapan raka
"Apa segitu bencinya kamu padaku?" Tanya santoso
Raka hanya memalingkan pandangannya dan bermaksud untuk keluar dari dalam kamar
__ADS_1