
Raka dan Vani memasang wajah cemberut melihat mereka yang begitu dekat.
"Kak Rendi Shasa hanya tersedak kue ini, Jangan kuatir" Jelas Shasa memperlihatkan piring yang berisi kue di depannya
Meski Shasa sudah menjelaskan pada Rendi namun Rendi tetap, merasa kawatir dengan keadaan Shasa, dia terus mengelus-elus punggung Shasa yang masih saja batuk
"Jangan terlalu berlebihan, Dia sudah mengatakan baik-baik saja" Ucap Raka dengan wajah yang cemberut saat sudah tidak tahan melihat Rendi begitu dekat dengan shasa
Raka merasa ada rasa cemburu di hatinya ketika melihat Shasa di dekati oleh pria lain, meski itu adalah Rendi, Yang Shasa anggap sebagai saudaranya
Namun Raka tahu, di dalam hati Rendi Shasa bukan hanya sekedar saudaranya dia memiliki perasaan lebih dari itu terhadap Shasa
Mendengar perkataan dari raka! Rendi melihat kearah suara yang ada di samping,
begitu pun dengan vani, Melihat Raka yang tengah duduk membuatnya penasaran akan kedatangannya.
"Kamu.." Rendi terus melihat kearah Raka yang merasa tidak asing pada wajahnya
"kamu Pria malam itu?" Ucap Rendi pada Raka
Raka mengangguk
"Iya itu aku." Ucapnya membenarkan ucapan dari Rendi
Sedangkan Vani mengerutkan keningnya dan memastikan yang di lihatnya itu. Dan menegur Raka saat dia sudah yakin bahwa itu adalah dia.
"Kamu Raka Santoso?" Tanya Vani sambil berjalan mendekat pada Raka.
Raka mengangguk lagi, sebagai jawabannya
"Kamu mengenalinya?" Balas Rendi bertanya pada Vani
Vani mengangguk
"Iya.. Raka Santoso siapa yang tidak tahu." Ucap Vani dengan senyum manis di bibirnya, dan Tampa basah basi Vani menjulurkan tangannya pada Raka
"Aku Vani" Ucap Vani yang tengah berdiri di hadapannya dan memperkenalkan dirinya
Tampa menunggu lama Raka pun berdiri dari duduknya dan membalas jabatan tangan dari Vani.
"Aku Raka" Ucapnya singkat
Vani tersenyum melihat tangannya di jabat oleh Raka, dan merasa bangga pada diri sendiri karena pria yang terkenal dengan sebutan pria dingin, angkuh dan arogan, kini terlihat manis dan menyenangkan
"Melihat dirimu yang sekarang, membuatku tidak percaya akan pada rumor yang beredar, Ini jauh dari kebalikannya. Kamu terlihat hangat dan menyenangkan, " Ucap Vani yang sudah tidak menghiraukan Rendi dan Shasa lagi.
__ADS_1
Vani terus menatap Raka yang begitu tampang dan menawan dan ada rasa bersyukur pada hati Vani bisa berkenalan dengan Raka bahkan bisa berbicara langsung dengannya.
Pria yang populer di kalangan wanita kini ada di depannya bahkan berbicara dengannya, membuat Vani merasa bangga pada diri sendiri
Namun perkenalan Raka dan Vani membuat shasa beranggapan lain.
Dan salah paham pada Raka. Shasa mengira Raka telah menggoda Vani, dan mencoba untuk mendekatinya
Padahal Shasa sudah memutuskan untuk menyatukan Rendi dan vani,
Dan pada akhirnya, Shasa yang tidak bisa tinggal diam melihat jabatan tangan yang tidak terlepas dengan beberapa saat
Shasa berdiri dan menghampiri mereka berdua, melepaskan jabatan tangan Raka dan vani
"Tuan Raka,, Aku harus membicarakan sesuatu padamu," Ucap Shasa dan menarik tangan Raka dan bergegas meninggalkan tempat itu
"Bibi,, Shasa ingin berjalan-jalan sebentar" Teriak Shasa yang sudah mulai menjauh dan terus berjalan memegangi tangan Raka.
Rendi yang melihat itu tidak tinggal diam dan mengikuti mereka,
"Kalian mau kemana?" Tanya rendi yang sedang mengikutinya
Shasa berhenti dari langkahnya, melihat Rendi ada di tengah-tengah mereka, dan begitupun dengan Raka.
"Kak Rendi Shasa ada urusan sebentar dengannya" Ucap Shasa sambil melihat Raka
Jelas shasa lagi
"Ingat jangan mengikuti kami" Ucap Shasa dan menunjuk pada Rendi
Kemudian Shasa pun melanjutkan langkahnya, Tampa sadar Shasa berjalan terus memegangi tangan Raka, hingga membuat Rendi yang melihatnya menjadi merasa marah, Namun juga tidak mampu untuk berbuat apa-apa. Rendi tetap di tempat dan tidak mengikuti Shasa lagi.
Raka yang merasakan rasa bahagia di hatinya terus memperlihatkan senyumnya,
Melihat Shasa yang kini ada di depannya terus memegangi tangannya.
Setelah lama berjalan mereka sampai di taman yang ada di tengah kota itu, taman yang begitu indah, menjadi tempat yang romantis untuk para pasangan. Begitu banyak muda mudi yang asyik duduk dan bersantai di taman itu dan tak hanya anak mudah, para orang tua pun tidak ketinggalan untuk menikmatibpemandangan dan kesejukan di taman yang cukup luas itu.
Shasa yang merasa sudah jauh dari warung menghentikan langkahnya, dan melihat kebelakang.
Senyum Shasa terlihat. Saat mengetahui Rendi tidak lagi mengikutinya
"Akhirnya.." Tampa sadar ucapan itu terucap dari bibir Shasa
Raka jadi bingung mendengarnya
__ADS_1
"Apa maksudmu?" Tanya Raka yang dari tadi hanya diam dan mengikutinya.
Shasa tersadar dan melihat tangan Raka yang ada dalam genggamannya, Dan dengan cepat Shasa melepaskan genggaman tangannya itu, dan meneruskan langkah kakinya
Raka mengikutinya sambil melihat sekelilingnya, Raka baru sadar jika ada tempat yang seindah itu di tengah kota ini,
"Nona kecil apa maksudmu, membawaku kemari?" Tanya Raka lagi dan terus berjalan mengikuti Shasa dengan rasa penasarannya dan di sertai rasa bahagia di hatinya
"Kamu ingin membicarakan soal apa padaku?" Tanya Raka lagi
"Ini.. Ini hanya.. hanya.." Shasa jadi salah tingkah, dan berhenti melangkah, tidak tahu mau bilang apa pada Raka
Melihat tingkah laku Shasa, Raka jadi tertawa lepas.
"Apa jangan-jangan kamu merasa cemburu melihat nona Vani mendekatiku? Sehingga kamu mengajakku kemari!" Ucap Raka menggoda Shasa.
"Ccceeh.. Siapa juga yang cemburu? Justru aku hanya membuatmu pergi dari sana, agar kak Rendi dan vani bisa lebih akrab lagi Tampa gangguan darimu" Jelas Shasa pada Raka dengan wajah masamnya.
"Aku tahu kamu menyukai Vani, Tapi maaf aku beritahu padamu, jauhi dia karena Vani akan ku jodohkan dengan kak Rendi," Jelas Shasa lagi dan melihat Raka dengan tatapan sinis
Raka terkejut mendengar perkataan dari Shasa,
"Aku.." Raka menunjuk dirinya sendiri,
"Aku menyukai nona Vani?" Darimana kamu bisa beranggapan bahwa aku menyukai nona Vani?" Tanya Raka dengan rasa penasarannya
"Bukannya Memang kamu menyukainya?
Di wajahmu itu sangat terlihat jelas, dengan wajah cantik yang di miliki Vani kamu tidak mungkin tidak terpesona padanya." Jelas Shasa dengan sangat yakin
"Aku sarankan, urungkan niatmu.
Vani cocoknya dengan kak Rendi" Ucapnya lagi sambil berjalan
Raka mengikutinya dan menggandeng bahu Shasa sambil berjalan, Raka memegang kepala Shasa dan mengacak-acak rambutnya dengan sangat senang,
"Tuan.. Apa yang kamu lakukan," Ucap Shasa dan melepas tangan Raka yang mengacak-acak rambutnya.
Gadis mudah yang tingginya hanya sebatas bahunya membuat Raka makin gemes untuk selalu mengerjainya. Raka selalu tersenyum dan sesekali tertawa lepas, seketika bersama dengan Shasa, Dia merasa nyaman bila selalu ada di dekatnya.
"Nona kecil aku tidak menyukai Vani. Aku sama sekali tidak tertarik padanya" Ucap Raka sambil menyenggol-nyenggol bahu Shasa.
Sssst
"Apa yang kamu lakukan" ucap Shasa kesal dan mendorong Raka menjauh darinya
__ADS_1
Raka tertawa lepas lagi dan sengaja membuat Shasa marah