Antara Cinta Dan Kasih

Antara Cinta Dan Kasih
tolong jelaskan padaku agar aku tahu kesalahanku,


__ADS_3

Dilan membuka pintu apartemen miliknya, dan berjalan masuk bersama dengan laura


Laura yang benar-benar bukan dirinya sekarang, begitu bersemangat dan dengan cepat berjalan masuk kedalam apartemen Dilan, dia berjalan santai mendekat pada lemari pendingin dan mencari minuman alkohol di dalamnya,


Laura berjalan duduk di sofa sambil membawa banyak minum kaleng alkohol di tangannya


"Sayang kemarilah, temani aku" tutur Laura


Dalam hati Laura yang merasa sedih dengan pertunangan yang akan di lakukan kan besok lusa bersama Raka membuatnya stres dan ingin membuat dirinya benar-benar mabuk agar bisa melupakan hal itu.


Semenjak pertemuan Laura dan Raka di kantornya, dia benar-benar sudah tidak menyukai Raka lagi, dan menyimpan rasa benci padanya akibat ucapannya, Laura merasa tersinggung dan terhina, sebab itu dia tidak ingin menjalin hubungan dengan Pria yang sepertinya, namun keputusan dari kedua orangtuanya tidak bisa di ganggu gugat lagi, Laura hanya bisa menurut namun dalam hatinya terasa sakit.


"Laura sudahlah, jangan minum lagi! ini sudah terlalu banyak" jelas dilan sambil mengambil kaleng minuman yang ada di tangan Laura


"Kenapa mereka memaksaku? Dilan aku tidak ingin bertunangan dengan Raka Santoso" ucapnya sambil mengambil kembali kaleng menjadi Niman yang ada di tangan Dilan


"Aku mengerti! aku juga tidak ingin kamu bertunangan dengannya" jelas Dilan


Laura menatap Dilan


"Benarkah?"


Dilan mengangguk


Melihat anggukan dari dilan Laura dengan cepat memeluk dilan yang ada di depannya


"Aku mencintaimu, dan hanya ingin bersama denganmu" ucapnya dan mempererat pelukannya


"Aku juga mencintaimu" jawab dilan


Laura melepas pelukannya dan menatap mata Dilan dan kemudian dia dengan pelan memajukan kepalanya mencium bibir Dilan dan kemudian kembali menatapnya


"Dilan aku sangat mencintaimu! Dan aku rela memberi segalanya padamu, Sebelum orang lain mendapatkan semuanya" ucapanya lagi sambil kembali mencium bibir Dilan

__ADS_1


Dilan yang sebagai lelaki normal yang juga memiliki nafsu dan hasrat dalam bercinta tidak akan bisa menolak, sesuatu yang sudah membuat dirinya dalam suasana panas! karena rasa tegang yang ada di bagian tubuhnya.


Rayuan dan godaan dari Laura tidak bisa iya tolak begitu saja.


Dilan yang merasakan kehangatan dari sentuhan Laura, benar-benar merasakan panas yang membara dalam dirinya, hingga pakaian yang di kenakan pun membuatnya merasa sesak, dilan membuka kancing kemeja yang di kenakannya dan membalas ciuman mesra dari Laura dengan nafsu yang bergejolak dalam dirinya, hingga membuat hubungan dari antara dua insang itu tidak bisa lagi untuk berdalih dari kebahagiaan surga duniawi sesaat


***


Sedang Di kediaman Raka


Fiona terlihat mondar mandir di ruang tamu, menunggu kepulangan Raka yang sudah hampir tengah malam, belum menunjukkan batang hidungnya


"Kak Raka,, ada apa denganmu! Ini sudah dua hari kamu mendiami ku dan menjaga jarak dariku, dan sekarang jam segini kamu belum pulang juga" ucap Fiona dalam kekhawatirannya


"Apa aku sudah berbuat salah padamu?" Tanya Fiona


Kleek.. tak lama kemudian pintu dari luar terdengar terbuka, Fiona yang ada di ruang tamu berjalan dan menghampiri raka yang tengah melangkahkan kakinya berjalan masuk ke dalam rumah


"Kak Raka kamu sudah pulang?" Tanya Fiona dan berjalan mendekat pada Raka.


"Kak Raka,, apa kamu sudah makan?" Tanya Fiona mencoba untuk menunjukkan kepeduliannya pada Raka


Namun kepedulian itu tidak membuat Raka, merespon dirinya! Raka tetap berjalan Tampa mengatakan sepatah kata darinya.


Fiona melihat tingkah Raka, membuat hatinya jadi kesal


" Kak Raka,,, apa kamu memiliki masalah atau apa aku punya salah? Aku merasa kamu begitu dingin padaku selama dua hari ini!" Tanya Fiona lagi, saat melihat tingkah Raka yang benar-benar tidak memperdulikannya


"Kak Raka, katakan apa masalahmu dan apa kesalahanku? Agar aku bisa membantumu atau bisa memperbaiki kesalahan yang aku perbuat dan bisa membuatmu merasa senang seperti sebelumnya" tutur fiona


Raka hanya menatap dingin Fiona Tampa menjawab pertanyaan darinya


"Kak Raka

__ADS_1


Sebelum ucapan Fiona dilanjutkan, Surti berjalan menghampiri Raka dan menyapa Raka,


Surti memang dengan sengaja memotong perkataan dari Fiona yang akan terus bertanya pada Raka, yang suasana hatinya tidak sedang baik


"Tuan anda sudah pulang?" Surti berjalan dan mengambil jas Raka yang ada di tangannya Tampa berkata apa-apa lagi


"Sekarang aku merasa lelah, tolong untuk tidak mengganggu ku," jelas Raka sambil melihat Surti dan berjalan menuju kamarnya Tampa memperdulikan Fiona yang ada di dekatnya


"Kak Raka,,," panggil Fiona dengan suara yang keras


"Apa kamu akan terus seperti ini padaku? Aku sama sekali tidak tahu apa yang sudah membuatmu marah, tolong jelaskan padaku agar aku tahu kesalahanku, jangan mengacuhkan ku seperti ini! Jelas Fiona


Raka menoleh dan melihat Fiona yang raut wajahnya terlihat sedih. Meski merasa marah pada Fiona, namun Raka tidak akan mengatakan hal itu padanya, karena bagaimanapun juga Fiona sudah seperti keluarga baginya, meski mereka sebenarnya tidak memiliki hubungan darah


"Aku hanya merasa lelah dan ingin beristirahat, kamu kembalilah ke kamarmu dan tidur! Ini sudah hampir larut" jelas Raka dan tersenyum pada Fiona


Fiona yang mengenal Raka semasa mereka kecil, sangat tahu akan sikap Raka.


Semasah mereka bersama Raka tidak akan bisa menyembunyikan apapun darinya, segala hal yang di sembunyikan oleh Raka akan diketahuinya


"Kak Raka, Fiona tahu kamu marah padaku dan menyembunyikan sesuatu dariku, apa tidak bisa kamu mengatakannya agar aku bisa memperbaikinya?" Ucap Fiona dengan suara yang terdengar lembut


"Dua hari ini dia menghilang dan aku tidak tahu harus mencarinya kemana! Sekarang aku merasa resah dan gelisah, tolong jangan menambah pikiran dariku." Jelas Raka dan melangkahkan kakinya berjalan menuju kamarnya dan masuk kedalam! meninggalkan Fiona yang masih berfikir keras dari ucapannya itu


"Nona fiona, nona Shasa adalah orang penting bagi hidup tuan Raka, selama dua hari ini dia menghilang dan tidak tahu dia di mana saat ini" jelas Surti yang masih berdiri di tempatnya


"Shasa? Gadis yang bersamaku dua hari yang lalu?" Tanya Fiona


Surti mengangguk sebagai jawaban dari pertanyaan Fiona


"Apa maksud bibi, dia orang penting! Bukankan dia hanya sekedar pembantu pengganti disini, kenapa itu bisa jadi orang penting bagi kak raka" tanya Fiona lagi dengan rasa penasarannya


"Nona Shasa adalah kekasih dari tuan Raka, dia wanita tuan raka yang sangat di cintainya, sekarang dia pergi entah kemana, saat pertemuan anda dengannya" jelas surti

__ADS_1


"Nona,, anda jangan bertanya lagi pada tuan Raka, anda yang paling tahu akan sifatnya, meski anda berbuat salah dia tidak akan menyalakan nona Fiona, karena dia juga perduli dengan anda" jelas Surti lagi dan berjalan pergi meninggalkan Fiona sendiri.


Fiona tersenyum dalam kesedihan yang kini di rasakannya, dia melangkahkan kakinya berjalan menuju kamar yang sudah menjadi kamarnya, dan masuk dengan membawa ucapan Surti kedalam pikirannya


__ADS_2