
Laura yang ada di dalam sebuah bar terlihat sedang asyik, duduk bersama dengan seorang lelaki sambil meneguk minum keras yang ada di dalam gelas.
Keduanya terlihat begitu senang mendengar alunan musik yang terdengar membangkitkan semangat jiwa muda mereka
Laura yang sudah setengah mabuk berdiri dari duduknya melangkahkan kakinya, berjalan sambil menggoyangkan tubuhnya dengan begitu riang gembira mengikuti alunan musik dengan sangat antusias
"Sayang kemarilah, kita akan menghabiskan malam ini dengan bersenang-senang bersama" ucap Laura sambil menarik tangan teman lelaki yang masih duduk melihatnya sampai dia berdiri
"Laura kamu sudah mabuk sebaiknya aku mengantarmu pulang sekarang" tutur lelaki itu sambil menarik tangan Laura yang sudah tidak bisa mengendalikan dirinya akibat banyaknya minuman yang iya telan
"Tidak aku masih ingin disini," Laura melepas tangannya dari genggaman lelaki itu! Dan kembali melangkahkan kakinya ke tengah-tengah mereka yang sedang asyik bergoyang
Lelaki itu melihatnya dan menggelengkan kepalanya dan berjalan menghampiri Laura yang sudah terlihat begitu terbawa oleh suasana! dan bergoyang Tampa henti
Lelaki yang bersama Laura yang bernama Dilan yang tak lain adalah kekasih hati Laura, berjalan kedepan dan menarik tangan Laura
"Dilan sayang,, apa yang kamu lakukan" Laura mencoba melepaskan tangannya dari Dilan
"Kita pulang sekarang, kamu terlalu banyak minum, dan sekarang kamu sudah mabuk
"Tidak,, aku tidak ingin pulang, dan aku tidak mabuk, aku masih ingin disini! Jika ingin pulang, sana pulang sendiri" tutur Laura
"Jangan menggangguku, aku suka tempat ini!" Ucapnya sambil terus menggoyangkan badannya
"Laura,,, kamu mabuk.. sekarang kita pulang ya!" Bujuk Dilan
"Sayang,,, sudahlah jangan terus menggangguku"
Dilan tidak mendengar apa yang di ucapkan oleh Laura, dia sudah ke habisan akal untuk mengajak Laura agar ingin ikut pulang bersama dengannya, Dilan menunduk dan mendekatkan bahunya ke perut Laura dan mengangkat tubuhnya, berjalan keluar dari dalam bar.
Laura memberontak agar di turunkan
"Dilan turunkan aku, apa yang kamu lakukan?" Tutur Laura dan terus memberontak
__ADS_1
"Dilan aku sepertinya ingin muntah" ucap Laura lagi dan mulai mual, Mendengar perkataan Laura! dilan dengan cepat menurunkannya
Laura menutup mulutnya, dan dengan cepat berjalan menuju Unjung tembok yang tidak jauh darinya, Laura terus mual-mual dan sesampai di tempat yang iya tuju terdengar Laura memuntahkan semua isi dalam perutnya.
Dilan berjalan mendekat pada mobilnya dan menunggunya laura ditempat dimana iya telah memarkirkan mobilnya itu.
cukup lama Dilan menunggu, tapi Laura Tidak kembali padanya, Dilan menghela nafas dan berjalan untuk menghampirinya
Plaaak,,, sebuah tamparan melayang ke pipi Laura
"Aaaaohk.. kamu,,, beraninya kamu menamparku, dasar wanita jal*n" tutur Laura sambil memegangi pipinya
Dilan yang mendengar suara Laura yang sepertinya sedang berkelahi dengan seseorang! Dengan cepat melangkahkan kakinya
"Aku peringatkan padamu jangan pernah coba-coba memiliki niat untuk memiliki Raka, batalkan pertunangan mu dengannya. Raka adalah milikku dia tidak pantas dengan orang lain, tidak terkecuali dengan kamu" tegas dari seorang wanita yang menunjukkan jari telunjuknya mengarah pada Laura dengan mata yang begitu panas, seakan-akan ingin membakar Laura hidup-hidup
Dilan berhenti dari langkahnya Mendengar perkataan dari wanita yang tengah bergaduh mulut dengan Laura
"Laura ada apa?" Tanya Dilan yang sudah ada di dekatnya
"Sayang wanita ini sudah menamparku" tutur Laura sambil menunjuk ke arah Dona yang masih berdiri di depannya
"Lihat dia,"Laura mendongakkan kepalanya melihat dilan yang ada di sampingnya
"dia adalah kekasih ku, aku mencintainya dan hanya mencintai dirinya" tutur Laura lagi sambil memeluk lengan Dilan
"Aku sama sekali tidak menyukai Raka, aku tidak ingin bertunangan dengannya. Apa kamu bisa membantuku untuk membatalkan pertunangan itu" tanya Laura melepaskan pelukannya dari lengan Dilan dan menggapai tangan Dona untuk memohon bantuan darinya
"Jangan menyentuhku," Dona melepaskan tangan Laura yang memegang tangannya, dia menatap dilan yang berdiri di samping Laura
"Baik aku percaya padamu, jika kamu tidak menyukai Raka! Tapi aku tidak bisa membantumu untuk membatalkan pertunangan itu," tegas Dona dan melangkahkan kakinya meninggalkan Laura dan Dilan yang masih berdiri di tempatnya
"Sayang apa kamu mencintaiku?" Tanya Laura yang mendongakkan kepalanya melihat dilan
__ADS_1
"Aku hanya mencintaimu! Aku tidak ingin bertunangan dengan Raka, bantu aku untuk membatalkan pertunangan yang akan di lakukan besok lusa" ucap Laura dan kembali memeluk lengan Dilan yang masih berdiri di sampingnya
"Hal itu nanti kita pikirkan, setelah kamu sadar sepenuhnya! Sebaiknya sekarang aku mengantar mu pulang
"Tidak,, aku tidak ingin pulang! Aku akan ikut bersamamu" ucap Laura dengan cepat dan merengek pada dilan seperti anak kecil
"Laura sekarang kamu sedang mabuk, pikiranmu tidak stabil, jangan membantah
"Pokoknya tidak,,, jika aku pulang papa akan memarahiku dan jika aku tidak pulang papa juga akan memarahiku, sebaiknya aku ikut denganmu, kita lanjutkan minum bersama" ucap Laura lagi
Laura menarik tangan Dilan dan membawanya menuju mobil yang sudah dia parkirkan.
Laura membuka pintu mobil untuk dilan dan menyuruhnya untuk menyetir
"Dilan sayang,, ini mobilmu, jadi kamu yang menyetir" ucapnya
Dilan dengan sabar menghadapi tingkah Laura yang sedikit merepotkan nya, dia turun dari mobil dan membuka pintu mobil untuk Laura dan menyuruhnya untuk masuk
"Baiklah aku akan masuk kedalam mobil tapi, jangan mengantarku pulang, aku ingin bersamamu malam ini" tutur Laura yang sudah benar-benar mabuk melupakan semua harga diri yang selama ini dia jaga
Dilan hanya mengangguk dan menutup pintu mobil saat Laura sudah berada di dalam mobil, dan dengan cepat dia pun masuk ke mobil untuk menyetir
Laura yang sedang mabuk benar- tidak terkendali dia terus menerus menggoda dilan di dalam mobil
"Laura jaga sikapmu, jangan seperti ini! Kamu sebaiknya diam aku sekarang sedang menyetir" Tutur dilan sambil terus menyetir
Dilan memarkirkan mobilnya saat dia sudah sampai, di apartemen miliknya dan turun dari mobil berjalan untuk membukakan pintu untuk Laura yang terus mengoceh dari tadi di dalam mobil
"Apa kita sudah sampai?" Tanya Laura sambil Turun dari mobil
Dilan hanya bisa mengangguk melihat Laura yang begitu agresif malam itu
Mereka berdua berjalan menuju apartemen dilan, Laura yang sedang mabuk terus menerus menempel pada dilan dan mengoceh sepanjang jalan.
__ADS_1