Antara Cinta Dan Kasih

Antara Cinta Dan Kasih
Bukannya kita sama-sama naif,


__ADS_3

"Apa yang kamu takutkan?" Tanya Andra sambil memegang bahu David


"Tidak ada tuan,, aku sama sekali tidak takut" David menggelengkan kepalanya


"hanya saja aku merasa kasihan pada mereka, dan lagi pula mereka berdua sudah cukup tersiksa saat berada di dalam jeruji besi itu" jelas David sambil tertunduk tidak berani melihat Andra yang tengah berdiri di hadapannya sambil memegang bahunya.


Andra pun Tersenyum Mendengar jawaban dari David dan menepuk-nepuk bahu David


"Baiklah,, aku mengerti! Sekarang semua itu aku serahkan padamu. terserah padamu akan berbuat apa! Apa pun yang ingin kamu lakukan pada mereka berdua, aku tidak akan ikut campur," jelas Andra dan melepas tangannya dari bahu David dan kembali duduk di kursi besarnya


Perkataan dari majikannya itu membuat David Tersenyum


"Terimakasih tuan,," ucap David dengan cepat, dan melangkahkan kakinya berjalan keluar dari dalam ruangan Andra dan pergi meninggalkan Andra sendiri didalam ruangan itu.


***


Di sisi lain, Santoso di dalam ruangannya terduduk dan mengingat akan perkataan Raka padanya! yang membuatnya merasa kesal dan marah


("Jangan menghalangiku, jika kamu tidak ingin melihatku benar-benar memberontak,"


"aku sudah bersabar dengan tidak memberimu pelajaran dengan apa yang sudah kamu lakukan hari ini! Itu karena aku menganggap mu sebagai, orang yang lebih dewasa dariku,")


Kata-kata itu terngiang di pikiran Santoso. Dia menghentakkan tangannya di atas meja dengan marah


"Anak itu benar-benar sudah berani,, dia melotot dan membentak padaku. Dan sudah berani mengancamku." Gerutu Santoso


"Shasa? Siapa yang dia maksud, selama ini aku tidak pernah mendengar nama itu terucap dari bibirnya, atau pun Mendengar nama itu terjalin dengannya, tapi kenapa tiba-tiba kemarin dia mempertanyakannya, seolah-olah aku telah menyekapnya" Santoso menggelengkan kepalanya tidak mengerti dengan Semuanya


"berarti wanita yang bernama Fiona kemarin! bukan wanita yang di sukai olehnya atau di cintainya, dia memiliki wanita lain di dalam hatinya" guman Santoso pada diri sendiri


"Shasa?" Santoso terus mengulang dan menyebut nama shasa karena merasa penasaran padanya dan terlihat memijit-mijit dahinya.

__ADS_1


Karena sibuk dengan pikirannya sendiri, Santoso tidak menyadari jika seseorang sedang masuk kedalam ruangannya itu, seorang wanita yang berkelas dan anggun berjalan menghampirinya.


Veri yang mengikuti wanita itu dari belakang mendekat pada Santoso yang tengah hanyut dalam lamunannya.


"Tuan,," Veri mencoba untuk menyadarkan Santoso.


Santoso sadar dan melihat Veri, Veri memberi isyarat pada Santoso dengan kehadiran wanita yang kini ada di hadapannya.


Santoso melotot dan berdiri saat melihat wanita yang kini berdiri di hadapannya


"Ratna,,!"


Ratna yang acuh tak acuh melihat sekeliling ruangan yang di tempati oleh Santoso


"Ini tidak berubah sama sekali, masih sama seperti dua belas tahun yang lalu" ucap Ratna sambil terus melihat-lihat ruangan itu


"Untuk apa kamu kemari?" Tanya Santoso dingin


"Mas kamu sama sekali tidak berubah, disini tidak ada yang berubah, pemilik ataupun ruangan ini" tutur Ratna yang mulai berbasa-basi


" Sudah Jangan berbelit-belit, katakan apa tujuan kamu kemari?


"Hheemmm.. Ratna menghela nafasnya


"Baiklah,, aku langsung ke intinya." Tutur Ratna


"Ini tentang masalah Raka, aku tidak bisa tinggal diam jika kamu memaksanya untuk bertunangan dengan wanita yang dia tidak sukai, dari itu aku kemari untuk memberitahumu! Dia putraku dan tentunya aku ingin dia bahagian dengan wanita pilihannya sendiri, jadi aku berharap kamu jangan pernah berniat untuk mengatur hidup yang akan dia jalani sendiri!" Jelas Ratna, yang tentu saja akan membuat Santoso merasa dia seenaknya saja ikut campur.


Santoso Tersenyum sinis Mendengar perkataan dari ratna


"Apa aku tidak salah dengar? Selama dua belas tahun kamu pergi dan tidak pernah datang untuk menjenguk atau melihat ke adaannya, dan sekarang kamu mengakuinya sebagai putramu? Apa itu tidak berlebihan?" Tutur Santoso

__ADS_1


"Mas,, Bukannya kita sama-sama naif, kamu pun selama ini tidak pernah memperdulikannya, dan sekarang kamu ingin mengatur hidupnya! Dan seolah-olah kamu itu adalah orang tua yang baik baginya! Apa itu juga tidak berlebihan? Ratna membalas sindirin dari Santoso


"Bukanya kamu selama ini hanya sibuk dengan wanita mu dan putra keduamu yang tak tahu malu itu" Ratna yang menyimpan sakit hatinya pada Dara membuatnya tidak bisa mengendalikan ucapanya saat mengingat akan dirinya


"Ratna,," Santoso membentak Ratna saat mencoba membuat untuk mengatai Dara istrinya


"Oups maaf,," Ratna menutup mulutnya sendiri


"mungkin aku terlalu terbawa emosi setelah mengingatnya, kedatanganku kemari hanya untuk memberitahumu jangan membuat putraku kesulitan karena keangkuhan mu itu, jangan memaksanya untuk bertunangan dengan putri Irawan, karena dia memiliki seseorang dalam hatinya yang ia cintai" jelas Ratna lagi


"aku tidak akan berdiam diri jika kamu melakukan itu, selama bertahun-tahun aku sudah terlalu banyak diam, dan sekarang itu tidak akan terjadi lagi" ancam Ratna yang membuat Santoso sampai tertawa


"Ha-ha-ha,, Ratna darimana kamu memiliki nyali sebesar itu? Kamu berani menentang ku! Apa selama ini kamu sudah begitu menderita? Sehingga pikiran dalam kepalamu itu jadi terganggu?" Tutur Santoso, yang tengah meledek sekaligus merendahkan Ratna


Senyum di bibir Ratna terlihat saat mendengar ledekan itu, Ratna menarik kursi yang ada di depannya dan duduk di hadapan Santoso dan menatapnya dengan serius


"Dua belas tahun ini aku bekerja mati-matian hanya untuk hari ini, dan ini.. aku ada sesuatu yang ingin aku tunjukkan padamu" Ratna mengeluarkan selembar kertas dari dalam map yang iya bawa


"Aku ingin memperingatimu, berhati-hatilah pada istrimu Dara, dan putrinya Dila, jika kamu lengah sedikit, dia benar-benar akan menghancurkan mu" jelas Ratna dan berdiri dari duduknya


"Jangan salah paham dengan apa yang aku ucapkan, karena kamu adalah ayah dari putraku Raka! jadi aku punya hak untuk memperingati mu, selama ini kamu memelihara ular berbisa di dalam rumahmu sendiri


"Apa maksudmu? Siapa Dila?" Santoso bertanya dengan mengerutkan keningnya tidak mengerti dengan apa yang di katakan oleh Ratna


"Ratna apa kamu masih tidak bisa menerima dengan apa yang terjadi di masa lalu? Sehingga kamu berniat untuk menjelek-jelekkan dara di hadapanku?


"Masalah rumah tangga mu tidak perlu aku ikut campur, kamu perlu cari tahu sendiri, dan lembaran kertas itu menyatakan jika aku memiliki setengah saham dari perusahaanmu."


Santoso memerhatikan lembaran kertas yang kini ada di tangannya, dia menggelengkan kepalanya merasa tidak percaya dengan apa yang di lihatnya.


"Bagaimana mungkin ini bisa terjadi?"

__ADS_1


" Pertanyakan itu pada istri mu dara, dan aku membeli saham itu dari putrinya Dila! beberapa hari ini, Dila dengan leluasa mengotak Atik saham perusahaan, dan itu karena kecerobohan darimu" jelas Ratna dan berjalan keluar dari dalam ruangan Santoso! Meninggalkan Santoso yang sedang berpikir keras tentang apa yang di katakan olehnya.


__ADS_2