Antara Cinta Dan Kasih

Antara Cinta Dan Kasih
Mereka menculik ku


__ADS_3

Raka melepaskan Dara dengan kasar, setelah mendengar ia ingin memberitahu keberadaan Shasa padanya


"Aaaaohk.." jerit Dara saat Raka melepaskannya dengan kasar


"Raka kamu benar-benar keterlaluan, ingat aku adalah mamamu, statusku di rumah ini, adalah istri dari papamu Santoso! aku bisa saja mengaduhkanmu karena kekurang ajarmu padaku" tutur dara


"Sudah jangan berbelit-belit, cepat katakan di mana ia di kurung!" Tutur Raka


" Ingat jangan mencoba untuk memainkan trik padaku, dan jangan mencoba untuk main-main denganku, aku bisa melakukan apapun padamu jika aku mau, bahkan untuk menghancurkan mu sekarang itu sangat mudah bagiku, jadi aku peringatkan padamu untuk tidak sekali-kali untuk mengusikku dan melakukan kesalahan padaku" jelas Raka dengan wajah yang terlihat serius hingga membuat Dara menelan ludah karena merasa takut


"Aku mendengar mas Santoso mengurungnya di gudang belakang" ucap Dara yang kini terlihat mulai takut pada Raka yang terlihat seperti bukan dia yang biasanya


Mendengar petunjuk dari Dara,, Raka langsung melangkahkan kakinya berjalan keluar dari kamar Santoso! dan berjalan menuju gudang belakang yang di tunjuk oleh Dara.


"Tuan Raka,," seseorang menyebut namanya dari belakang saat Raka ingin membuka pintu gudang yang sudah ada di hadapannya


Raka menoleh dan melihat Veri sudah berdiri di belakangnya bersama dengan dua bawahan algojonya.


"Tuan muda,, tuan besar sudah menunggu anda, hari baik akan datang setelah beberapa menit lagi" jelas Veri, sambil melihat jam di pergelangan tangannya


Raka tidak menghiraukan Veri dan tetap pada niat dia yang sebelumnya, ingin membuka pintu gudang yang ada di hadapannya.


Raka Mencoba untuk membuka pintu gudang itu! namun pintu itu terkunci, dan kemudian raka mencoba untuk mendobraknya


"Tuan muda, tolong jangan membuatku sulit, berhentilah untuk berkeras kepala!" Ucap Veri yang melihat Raka bersusah paya untuk mendobrak pintu itu


"Cepat bawa tuan muda" perintah Veri pada kedua algojo itu, saat Raka tidak menghiraukan ucapan darinya


Raka berhenti untuk mendobrak dan melihat dua algojo yang sudah mendekat padanya, Raka tersenyum dan melayangkan pukulannya pada kedua algojo itu saat ingin menyentuh dirinya hingga terjatuh


"Jangan coba-coba untuk menyentuh ku, dan katakan padanya aku tidak akan bertunangan dan jangan pernah memaksaku" tegas Raka pada veri


"Sekarang serahkan kunci pintu ini padaku, Sebelum aku berlaku kasar padamu" ucap Raka pada veri


"Tuan muda, kunci ada pada tuan besar! Jika anda ingin memintanya datanglah kepadanya!" Jelas Veri

__ADS_1


"Veri,, kamu benar-benar sudah menguji kesabaranku" bentak Raka


"Jangan memaksaku untuk benar-benar menghajar mu! Jadi cepat dan serahkan kuncinya sekarang" ucap Raka dengan suara yang keras sambil mendekat pada Veri bermaksud untuk menyerangnya


"Tuan muda,," Veri mencoba untuk mengelak, namun dengan cepat Raka melayangkan tinjunya ke wajah Veri hingga terjatuh


" Kamu benar-benar, tidak bisa di andalkan" tutur Raka sambil menarik kera kemeja Veri yang terbaring di lantai hingga membuatnya berdiri kembali


"Cepat serahkan kuncinya padaku" ucap Raka lagi


Kedua bawahan Veri dengan cepat menyerang raka, saat melihat majikannya sudah terancam! namun Raka yang sudah ahli dari ilmu bela diri, dengan mudah mengelak dan kembali menyerang mereka, melayangkan beberapa pukulan dengan keras hingga membuat kedua algojo itu jatuh tidak berdaya


Melihat algojo itu terlentang di lantai Raka kembali pada Veri yang berdiri di hadapannya


"Jangan membuatku terus mengulang perkataan ku, serahkan kunci itu sekarang" tutur Raka yang sudah tidak sabar lagi menghadai veri


Raka mencoba untuk menggeledah tubuh Veri, mencari keberadaan kunci gudang, namun Veri menghalangi Raka dengan memegang tangannya.


Tapi itu tidak membuat Raka untuk berhenti, Raka kembali melangkahkan tinjunya pada Veri beberapa kali, hingga Veri pun juga tidak berdaya.


Raka tersenyum saat mendapatkan kunci itu dan melihat Veri yang terkapar berusaha untuk bangun dan meski sudah kesakitan dia tetap mencoba untuk menghalangi Raka masuk kedalam ruangan itu


"Tuan muda, jangan mencoba untuk melawan tuan besar, jangan membuat dia marah! setelah anda bertunangan wanita itu akan di lepaskannya," Jelas Veri dengan suara yang berat akibat menahan rasa sakit yang di deritanya, karena pukulan dari Raka yang terlalu keras


Raka tidak memperdulikan Veri yang terus mengoceh, dia tetap memilih kunci yang segitu banyaknya untuk di cocokkan pada kunci pintu gudang itu


Raka terus berusaha mencoba kunci itu satu persatu, dan terus berusaha untuk membuka pintu gudang.


Pintu gudang yang sesekali di dobrak oleh Raka, membuat orang yang ada di dalam gudang merespon suara yang terdengar dari luar


Fiona dengan tangan dan kaki yang di ikat dan mulut yang disumbat, membuka matanya saat mendengar suara Raka di balik pintu.


Fiona berusaha untuk bersuara, dia berusaha untuk berteriak, namun itu semua hanya sia-sia.


Fiona berpikir untuk mencari cara agar bisa memberi sinyal pada Raka agar dia tahu keberadaannya di dalam,

__ADS_1


Fiona berusaha untuk mendekat pada pintu gudang yang di tempati nya sekarang.


"Kak Raka,, aku disini! Ucapnya dalam hati, di iringi dengan air mata yang jatuh menetes ke pipinya


Kleek,,, akhirnya pintu gudang pun berhasil di buka oleh Raka, dan dengan cepat Raka masuk, dia membulatkan matanya melihat Fiona dengan tangan dan kakinya yang terikat


"Fiona,," ucap Raka dan dengan cepat berlutut untuk melepas kain yang menyumbat mulutnya dan melepas ikatan dari tangan dan kaki Fiona


"Kak Raka,," Fiona memeluk Raka sambil menangis saat ikatan tangannya sudah di lepas oleh raka


"Fiona kenapa kamu bisa ada disini?" Tanya Raka dan melihat sekeliling ruangan itu untuk mencari keberadaan Shasa.


"Mereka menculik ku, dan membawaku kemari, kak Raka,, Fiona sangat takut tolong bawa Fiona pergi dari sini" ucap Fiona yang masih memeluk erat Raka


"Raka" seseorang menyebut namanya dari belakang dengan sangat keras dan terdengar sangat marah


Raka melepas pelukan Fiona, menoleh dan melihat Santoso sudah berdiri di ambang pintu dengan tatapan mata yang memerah


Raka berdiri dan membantu Fiona yang memegang tangannya untuk berdiri juga,


Raka melangkahkan kakinya berjalan mendekat pada Santoso yang berdiri di hadapannya


"Katakan di mana dia?" Tanya Raka yang sudah membalas tatapan dari mata Santoso


"Tuan,," dari belakang Santoso! Anton terlihat dan menyapa Raka sambil menundukkan kepalanya


"Bos,," Romi pun ikut menyapanya


Santoso menoleh melihat Anton dan Romi, dan dengan banyaknya anggota yang mengikutinya


"Apa maksudmu dengan ini? Apa kamu ingin mencoba untuk menyerang papa?" Tanya santoso


"Katakan dimana dia?" Tanya Raka mengulang pertanyaannya


Santoso menaikkan satu alisnya

__ADS_1


"Siapa yang kamu maksud?" Tanya Santoso dengan penasaran sambil mengerutkan keningnya


__ADS_2