Antara Cinta Dan Kasih

Antara Cinta Dan Kasih
aku harus pergi sekarang


__ADS_3

"Tapi nona anda sedang sakit, tuan Raka akan marah jika mengetahui anda bekerja disaat masih sakit" jelas surti


Sedang Shasa Hanya berdiam diri sambil mendengar percakapan dari mereka! Perasaan yang tidak nyaman menyelimuti hatinya dan rasa penasaran akan diri Fiona membuat Shasa tidak bisa untuk tidak bertanya


"Nona Fiona, anda tinggal disini?" Tanya Shasa dengan rasa ingin tahunya


"Benar, aku baru datang kemarin, apa kamu kuliah? Aku baru melihatmu hari ini," tanya balik Fiona


Shasa tersenyum dan menggelengkan kepalanya


"Oh aku tahu, kamu baru datang hanya untuk menggantikan orang terdekatmu yang bekerja disini?" Tanya Fiona lagi


Lagi-lagi Shasa hanya tersenyum


Surti sudah tidak tahan dengan pikiran Fiona yang menganggap Shasa adalah seorang pembantu di rumah itu! Surti meski harus tetap terlihat baik padanya tapi dalam hatinya sudah mengumpatnya


"Nona Fiona sebaiknya anda kembali ke kamar anda, biar Kami yang memasak di sini!


Fiona terdiam dan menatap Shasa


"Aku merasa bosan tinggal di kamar sendiri, apa kamu mau menemaniku? Jangan khawatir kak Raka tidak akan memarahimu jika tidak bekerja, aku yang akan menjelaskan padanya?


"Tapi nona Fiona, dia..


Lagi-lagi Surti tidak bisa melanjutkan ucapannya, karena Shasa terus menghentikannya


"Jika nona Fiona ingin aku temani, itu tidak jadi masalah, Shasa tidak perlu repot-repot lagi untuk memasak" ucap Shasa sambil tersenyum


"Benar juga! Mari ikut aku" ucap Fiona


Fiona dan Shasa berjalan bersama menuju kamar Fiona yang iya tempati untuk saat ini senyum di wajah Shasa selalu di perlihatkan! Meski sebenarnya dalam hati Shasa sedikit merasa tidak nyaman dengan hal itu


"Shasa apa kamu sudah lama bekerja disini?"


"Tidak juga, seperti yang anda bilang tadi, aku disini hanya untuk menggantikan seseorang, mungkin saja besok aku tidak datang lagi, atau bisa juga datang kembali"


Mendengar jawaban dari shasa membuat Fiona mengangguk-anggukkan kepalanya

__ADS_1


"Nona Fiona kalau anda sendiri, apa memang tinggal di sini? Ini baru pertama kalinya aku melihat dan mendengar nama anda, dan aku belum pernah mendengar, orang di kediaman ini menyebut nama anda, apa anda bukan keluarga tuan Raka?" Tanya Shasa sengaja untuk mengetahui hubungan Rakan dan Fiona


Namun tanya-tanya Shasa itu membuat Fiona tersenyum


"Kamu benar, sebenarnya aku dan kak Raka sama sekali tidak memiliki hubungan keluarga, aku hanya teman semasa kecilnya, kami bertemu disaat masih kecil hingga kami remaja, dulu kami selalu bersama dan melakukan hal bersama, dan dulu kami sangat dekat"


Setelah mengatakan itu Fiona terdiam dia terdengar menghela nafas sambil berjalan dan duduk di sofa yang ada di dalam kamarnya


" Kami berpisah hampir tiga belas tahun lamanya, itu semua adalah kesalahan dariku, selama aku pergi tidak pernah menghubunginya, selama itu aku merasa kak Raka akan marah dan benci padaku, tapi setelah aku kembali! Aku menemukan Perasaannya padaku sama sekali tidak berubah, dia masih sama kak Raka yang dulu, yang selalu memerhatikan dan mencemaskan ku dia sangat memperdulikanku, itu yang membuat aku merasa senang dan bahagia" jelas Fiona yang panjang lebar hingga membuat dalam hatinya Shasa terasa teriris pisau yang sangat tajam.


Shasa terdiam dan tertunduk, mendengar Fiona menceritakan tentang kisah hidupnya bersama dengan Raka di masa lalu dan masa kini, Shasa tidak menyangka Raka akan tega untuk menyakitinya seperti itu, dimana dia menyatakan cinta padanya, namun juga memilih teman semasa kecilnya untuk tinggal bersama.


Mata Shasa mencoba untuk membendung air mata di kelopak matanya, dan menghela nafas dengan kasar


"Haah,, maaf kenapa aku malah jadi curhat padamu?" Tutur Fiona


Shasa terus terdiam dan tertunduk tidak lagi merespon apa yang dikatakan oleh fiona


"Shasa jangan berdiam diri di sana! Kesini dan duduk bersamaku" ucap Fiona sambil menepuk-nepuk sofa menyuruh Shasa untuk duduk di sampingnya


"Nona Fiona, maaf aku baru saja ingat jika hari ini aku ada janji dengan seseorang, aku harus pulang lebih awal," ucap Shasa lagi


"Tapi Shasa..


"Maaf nona, aku harus pergi sekarang" ucap Shasa lagi sehingga membuat Fiona tidak dapat melanjutkan ucapannya


Shasa melangkahkan kakinya dengan cepat, dan pergi meninggalkan kamar yang di tempati oleh Fiona Tampa menunggu persetujuan dari Fiona.


Shasa berjalan sambil tertunduk tidak ingin memperlihatkan raut wajahnya yang kini terlihat bersedih, dia pergi Tampa berpamitan pada Surti atau pun pada anton yang kini terlihat sedang sibuk dengan ponsel di tangannya, sehingga tidak menyadari jika Shasa sudah berjalan keluar dari kediaman raka


Fiona merasa aneh, pada tingkah Shasa yang seperti bukan pembantu, dan untuk menemukan jawaban dari rasa penasarannya dia mengikuti Shasa hingga sampai di ambang pintu.


Melihat Shasa sudah menjauh dari kediaman Raka, Fiona masuk dan berjalan menuju dapur dimana Surti sedang sibuk untuk menyiapkan makan malam


"Nona fiona, apa anda butuh sesuatu?" Tanya Surti saat melihat Fiona berjalan ke arahnya sambil melihat-lihat di sekitar Fiona


"Shasa mana?" Tanya Surti lagi

__ADS_1


"Shasa sudah pulang, katanya ada janji dengan seseorang" jelas Fiona


"Bi Surti, aku merasa ada yang aneh pada Shasa! Apa benar dia itu salah satu pembantu disini?" tanya Fiona dengan penasaran


Surti terdiam, tidak tahu harus jawab apa pada Fiona, mengenai tentang Shasa Surti tahu jika majikannya sangat menyukainya, tapi dengan Fiona dia juga tahu pasti bagaimana hubungan mereka dulu bersama dengan Raka! Surti tidak bisa menjawab pertanyaan dari fiona sehingga dia mencari alasan untuk menghindar darinya


"Nona Fiona, maaf aku tinggal sebentar! Aku melupakan sesuatu yang penting harus aku kerjakan" jelas Surti dan dengan segera meninggalkan Fiona tanpa menunggu jawaban darinya


"Ada apa ini? Semuanya pergi begitu saja tanpa menunggu persetujuan dariku! Apa karena aku hanya sekedar tamu di sini, jadi mereka sama sekali tidak menghargai ku" tutur Fiona dengan kesal.


***


Sedangkan Raka yang sudah selesai dengan meetingnya dengan mitra kerja dari luar negeri terlihat berjalan menuju ruangannya.


Raka duduk dan mengambil ponsel yang ada di hadapannya, dengan secara kebetulan ponselnya itu pun berbunyi


"Anton?" Tutur Raka dalam hati saat melihat nama Anton tertera di dalam layar ponselnya


Raka menekan tombol jawab dan mendekatkan ponselnya di telinga


"Tuan,, anda dari mana saja?" Tanya Anton dengan cepat saat panggilannya mendapat jawaban


"Ada apa?" Tanya Raka dengan nada dingin


" Tuan,,, nona Shasa ada di rumah!"


"Apa maksudmu?" Tanya Raka lagi sambil mengerutkan keningnya


"Tuan,, nona Shasa datang kemari bermaksud memasak makan malam untuk anda, tapi sekarang nona Shasa sudah pergi tanpa sepengetahuan ku dan juga Surti, kami juga tidak tahu kenapa dia pergi tanpa pamit dulu, tapi kata Surti sebelumnya! dia bersama dengan nona Fiona di dalam kamar" jelas anton


"Baik aku mengerti" tutur Raka


Dengan cepat Raka memutuskan panggilan Anton dan kembali untuk memencet tombol ponselnya


Mata Raka seketika terbelalak melihat begitu banyak panggilan dari Shasa.


Raka mencoba untuk menghubungi Shasa kembali namun ponsel Shasa sudah tidak aktif lagi

__ADS_1


__ADS_2