Antara Cinta Dan Kasih

Antara Cinta Dan Kasih
tuan Raka suka mengoleksi barang-barang wanita


__ADS_3

Tak menunggu lama Shasa keluar dari dalam kamar mandi, membuat Surti terkejut.


"Sudah.."tanyanya dengan keheranan


Shasa mengangguk


"Hee''eee


"Secepat itu?"tanya Surti lagi


Shasa pun mengangguk lagi, dan berjalan menuju tempat tidur, dimana Surti menyimpan pakaian ganti untuknya di atas tempat tidur.


Shasa mengangkat dan melihat pakaian yang disiapkan oleh Surti


"Ini terlihat bagus dan terlihat sangat mahal," ucap Shasa dan memerhatikan gaun 👗 yang berwarna biru Tampa lengan, yang panjang hanya sebatas lututnya


"Bibi ini terlalu bagus untuk Shasa, dan Shasa tidak terbiasa memakai gaun yang seperti ini," ucap Shasa mengembalikan gaun itu pada surti


Surti menerima gaun yang di kembalikan oleh shasa


"Kalau begitu kamu pilih sendiri," ucap Surti sambil membuka lebar pintu lemari yang ada di depannya,


Mata Shasa terbelalak melihat lemari itu penuh dengan pakaian wanita, Shasa mendekat dan sembari melihat-lihat satu persatu pakaian yang ada di lemari itu.


"Bibi, apa di rumah ini tinggal seorang wanita? Tanya Shasa setelah melihat isi lemari yang penuh dengan pakaian wanita


Surti tersenyum dan menggelengkan kepalanya,


"Tidak ada, selain tuan Raka, hanya ada para pelayan" jawab Surti sambil tersenyum,


"Tapi semua pakaian ini,," Shasa terdiam sejenak dan berpikir


"Jangan-jangan.. tuan Raka suka mengoleksi barang-barang wanita?" Tanya Shasa lagi dengan suara yang keras.


Ha-ha-ha


Setelah mengatakan itu Shasa dan Surti tertawa bersamaan


"Jangan mengada-ada," jelas Surti dalam tawanya

__ADS_1


"Tuan Raka sejak kecil sudah ditinggal oleh mamanya, dan setelah itu tuan besar Santoso menikah lagi, Raka di usia yang baru sembilan tahun yang masih butuh kasih sayang dari kedua orangtuanya, malah jadi korban perceraian dari kedua orangtuanya, sejak dari itu, tuan Raka bertemu dengan nona Fiona, yang baru berusia tujuh tahun. Mereka selalu bersama, hingga sampai tujuh tahun lamanya, tapi tetap saja nona Fiona juga pergi meninggalkannya. karena menurut tuan Raka, nona Fiona wanita yang spesial, setiap di hari ulang tahun nona Fiona, tuan Raka selalu menghadiahinya dengan pakaian-pakaian ini, berharap nona Fiona akan kembali kepadanya, tapi ini sudah dua belas tahun lamanya, nona Fiona pergi Tampa kabar." Ucap Surti dengan panjang lebar dia menceritakan kisah tentang Raka di masa lalu.


Shasa begitu serius mendengar cerita dari Surti, hingga dia teringan akan nasibnya, yang dia sama sekali tidak ingat dengan orang tuanya, shasa terbawa suasana, matanya menjadi berkaca-kaca


"Nona mungkin tuan Raka terlihat sedikit agak kasar, dia itu terlihat sedikit angkuh, arogan dan mungkin anda menganggapnya bersikap dingin, mungkin itu benar, tapi sebenarnya.. tuan Raka adalah pria yang sangat baik" jelas Surti lagi berusaha untuk menjadikan tuannya itu menjadi orang baik di mata shasa


Selesai dengan kata-katanya Surti, melihat Shasa yang terdiam dari tadi, mendengar cerita darinya


"Nona ada apa? Tanya Surti ketika melihat Shasa mematung dan tidak merespon setiap perkataan darinya


"Nona,,," Surti mencoba untuk memanggilnya lagi,


"Ah..." Shasa tiba-tiba tersadar dari lamunannya dan segera melihat Surti yang sedang menegurnya, dengan mata yang masih berkaca-kaca.


"Nona ada apa? Apa kamu menangis? Apa aku mengatakan sesuatu yang salah? atau sesuatu yang membuat hatimu jadi sakit?" Tanya Surti dan dengan melangkahkan kakinya, mendekat pada Surti.


"Haaa.... Tidak apa-apa bibi.. aku hanya terharu mendengar cerita dari bibi tentang kehidupan tuan raka," jawab Shasa sambil tersenyum manis pada Surti


Surti mengangguk anggukan kepalanya


"Ya,, sudah cepat pakai pakaianmu, takutnya tuan sudah menunggumu" Surti dengan segera membantu Shasa untuk memilih pakaian yang cocok untuknya


Sembari memilih pakaian Shasa baru merespon cerita Surti mengenai Raka tadi.


"Heeemmm.. kasihan dia" ucap Shasa


Surti mengangguk.


"Dari itu aku berharap kamu tidak meninggalkannya, aku melihat tuan sangat menyukai nona, aku tidak bisa membayangkan apa yang terjadi, jika nona juga pergi meninggalkannya," Surti mencoba untuk membuat Shasa mengasihani tuannya itu agar dia merasa berat jika harus meninggalkannya.


Shasa tersenyum sambil memakai pakaian yang kini sudah dipilihnya di bantu oleh Surti.


"Bibi, kamu salah.. aku dan tuan Raka baru bertemu dua hari yang lalu, tidak mungkin dengan waktu sesingkat itu, dia memiliki perasaan suka padaku secepat itu," ucap Shasa sambil menggeleng-gelengkan kepalanya


"Nona anda salah, Dimata tuan sekarang itu terlihat sangat jelas jika dia begitu menyukai nona, aku berharap nona tidak membuatnya terluka,


Meski aku hanya sekedar pengasuhnya tapi rasa sayang yang kumiliki untuknya, melibihi kedua orangtuanya. Aku tidak ingin tuan mengalami sakit untuk yang ketiga kalinya, aku mohon jangan melakukannya kan itu" ucap Surti sambil menghapus air mata yang menetes di pipinya


"Nona aku sangat berharap anda mau menerimanya," ucap Surti dan memegang kedua tangan shasa memandangnya dengan penuh harap

__ADS_1


Shasa tersenyum


"Bibi aku..


"Sudah jangan bicara lagi," ucap Surti dengan cepat memotong ucapan dari Shasa dan menarik tangannya berjalan keluar dari dalam kamar dan melangkahkan kakinya menuju ruang makan.


Shasa terdiam dan mengikuti langkah Surti, dan masuk di ruang makan, dimana Raka tengah duduk sambil menunggunya.


Senyum di bibir Raka terlihat saat melihat Shasa kini ada di depannya


"Aku menunggumu sejak dari tadi" ucap Raka sambil menatapi Shasa dengan tatapan yang kagum karena menurutnya, Shasa begitu terlihat cantik dengan pakaian yang di pakainya


"Kamu terlihat sangat cocok dengan pakaian itu" ucap Raka lagi sambil tersenyum


Shasa hanya terdiam dan terus menatap raka mencari kebenaran atas ucapan Surti kepadanya


( Nona anda salah, Dimata tuan sekarang itu terlihat sangat jelas jika dia begitu menyukai nona, aku berharap nona tidak membuatnya terluka, )


Kata-kata itu terngiang lagi di kepala shasa, hingga Shasa tidak fokus dengan apa yang di ucapkan Raka padanya


Shasa duduk di kursi berhadapan dengan raka, sedangkan Surti sibuk untuk meladeni mereka.


Shasa Tampa sadar terus menatap Raka yang ada di hadapannya, Tampa berkedip meski beberapa kali Raka memanggil-manggil namanya,dan menyentil kan jemari tangannya di hadapan wajah Shasa,


karena hal itu Raka tidak tinggal diam, dia berdiri dan melangkah menghampiri Shasa yang duduk berhadapan dengannya. Raka menepuk bahu Shasa


"Shasa ada apa denganmu?tanya Raka sambil menepuk bahunya


Shasa pun jadi kaget dan mendongakkan kepalanya melihat Raka yang tengah berdiri di sampingnya


"Heem,,," Shasa menyahut karena kaget


"Tuan Raka,, kamu ada apa?" Tanya Shasa yang baru sadar dari lamunannya.


"Apa kamu mengatakan sesuatu?" Tanya shasa lagi dengan wajah yang terlihat kebingungan


Raka menyentuh dahi Shasa, mencoba untuk merasakan tinggi suhu di tubuhnya,


Shasa yang terlihat tidak seperti biasanya membuat Raka menjadi cemas

__ADS_1


Rita hanya menggelengkan kepalanya, melihat tingkah majikannya itu.


"Tuan, kamu terlalu menghawatirkan nya, kedepannya itu yang akan membuatmu, selalu merasakan rasa cemas, yang Tampa sebab," ucap Surti dalam hatinya sambil melihat tingkah laku majikannya itu.


__ADS_2