Antara Cinta Dan Kasih

Antara Cinta Dan Kasih
Tuan Raka terimakasih


__ADS_3

Didalam mobil taksi Raka tidak pernah memalingkan pandangannya, dia terus melihat Shasa yang masih bersandar di bahunya dengan matanya yang masih tertutup, sesekali Raka mengelus pipinya, mengusap rambutnya, menggenggam tangannya dan sesekali mencium keningnya.


Pak sopir yang melihat adegan itu tersenyum ikut merasa senang dengan perlakuan Raka pada Shasa.


"Tuan jika anda begitu mencintainya, tetaplah untuk terus menjaganya" ucap pak sopir yang tengah ikut campur pada perasaan Raka yang kini ada dalam hatinya sambil tersenyum


Raka hanya menganggukkan kepalanya, dan tetap fokus pada Shasa yang kini ada di sampingnya.


Sesampai di kediamannya Raka dengan cepat Turun dari taksi itu dan kembali mengangkat tubuh Shasa.


"Tuan muda,," sapa Anton yang kini ada di hadapannya


"Bayar tagihan dari taksi itu" perintahnya dan berjalan masuk ke dalam rumah,


Surti yang sudah menyambutnya, dengan cepat mengikuti langkah Raka dan dengan cepat membuka pintu kamar tamu, saat melihat majikannya itu mengarah ke kamar tamu itu.


"Tuan apa yang terjadi pada nona Shasa" Tanya Surti dengan penasaran.


Raka tidak menjawab pertanyaan dari Surti, dia hanya sibuk pada Shasa seorang.


"Cepat hubungi dokter Reza" perintah Raka lagi pada Surti yang masih berdiri di dekatnya


"Baik tuan" Surti mengangguk dan pergi untuk menghubungi dokter Reza


Raka membaringkan Shasa di tempat tidur dan kemudian melihat semua bekas goresan luka di bagian tubuh Shasa yang masih tak sadarkan diri.


"Apa sebenarnya yang sudah terjadi padamu" tanya Raka seakan ikut merasakan perih yang dirasakan oleh Shasa.


Dia memegang erat tangan Shasa dan sesekali menciuminya.


"Apa yang terjadi padamu? Siapa yang melakukan ini padamu? Bangunlah dan katakan siapa yang melakukannya. Aku berjanji akan membuatnya membayar dua kali lipat dari apa yang sudah mereka lakukan padamu" ucap dan Tanya Raka lagi, dengan perasaan yang sedih dan marah melihat keadaan Shasa yang sekarang ada di hadapannya


Dengan waktu yang lama Shasa terlihat seperti sedang tertidur pulas, malam pun telah menjelang, dan Raka sama sekali tidak beranjak dari duduknya, dia terus menjaga shasa Tampa berpaling sedikit pun darinya.


Hati yang di penuhi dengan rasa marah, cemas dan peduli akan diri Shasa, membuat hatinya tidak bisa untuk berfikir lain lagi.

__ADS_1


Tampa di sadari oleh Raka, Shasa kini membuka matanya, dan mendapati Raka yang tengah memegangi tangannya dan tertunduk di sampingnya, Shasa merasakan air matanya menetes ke tangannya


"Tuan apa kamu sedang menangis?" Tanya Shasa dengan tiba-tiba, membuat Raka tercengang dan dengan cepat melihat ke arahnya dan menghapus air matanya.


"Ah,, tidak.. untuk apa aku menangis?" ucapnya sambil menggelengkan kepalanya


Untuk sesaat Raka terdiam dan menatap Shasa yang telah membuka matanya, rasa bahagia dan senang telah membuat tatapan matanya seakan bersinar,


Raka menatapnya begitu dalam dan berusaha untuk menahan diri agar bisa menahan rasa ingin melampiaskan kekuawatiran nya yang sudah di rasakanya.


Namun semakin lama ia melihatnya semakin rasa itu muncul dalam hatinya


Tampa mengatakan apapun, dengan cepat Raka memeluknya, membuat Shasa tercengang dan tidak sempat untuk mengelak


"Uhuk.. uhuk.. uhuk..!! Tuan apa yang kamu lakukan, sekarang aku tidak bisa bernafas" ucapnya saat Raka memeluknya dengan erat dan menindih tubuhnya yang masih terbaring terlentang.


Mendengar perkataan Shasa Raka dengan cepat melepas pelukannya dan mendudukkan dirinya kembali di kursi.


"Apa kamu merasa sakit? Katakan dimana yang sakit?, apa aku menyakitimu?" Tanya-tanya Raka membuat Shasa tersenyum


"Kamu masih lemah, tetaplah untuk berbaring" jelas Raka sambil menahan Shasa yang mencoba membangunkan dirinya


"Tuan aku merasa sudah berbaring cukup lama dan sekarang aku capek, sekarang aku ingin duduk" jelasnya dan memegang tangan Raka agar dia membantunya untuk bangun


Raka hanya menurut dan tidak mengatakan apa-apa lagi, dia mengangkat tubuh Shasa dan menyandarkannya di sandaran tempat tidur.


"Bagaimana, apa kamu merasa nyaman sekarang?" Tanya Raka dengan wajah yang masih terlihat cemas.


Shasa mengangguk dan tersenyum.


"Tuan Raka terimakasih," ucapanya pada Raka dan memperlihatkan senyum manisnya


"Ini terakhir kalinya kamu mengucapkan terimakasih padaku, kedepannya jangan mengucapkannya lagi, dan aku tidak ingin kamu memanggilku dengan sebutan tuan, namaku Raka, kamu bisa manggilnya dengan Raka" jelas Raka yang terdengar memberi peringatan dan perintah pada Shasa


"Baiklah,,!" Tutur Shasa dan terdiam sejenak menatap Raka yang sekarang begitu memerhatikan nya.

__ADS_1


Shasa terdiam untuk sesaat, sambil melihat langit-langit kamar itu dan di pikirannya sekarang mengarah pada Rita.


"apa bibi sudah tahu aku disini?" Tanya Shasa yang tiba-tiba teringat oleh Rita.


Raka menggelengkan kepalanya


"Belum,,! Aku belum sempat untuk memberitahunya! Apa kamu ingin menghubunginya?" Tanya Raka sambil mengambil tas dan ponsel Shasa yang ada di atas meja.


"Ini beberapa anak jalanan menemukannya di jalan, lihatlah apa ada yang hilang?" Tanya Raka lagi sambil menyerahkan tas dan ponsel itu pada Shasa.


Shasa mengangguk


"bibi Sekarang pasti sudah sangat mengkawatirkan ku!" Ucapnya sambil mengambil dan terlihat mengacak dan melihat isi tas dan dompetnya dengan serius.


Raka hanya terdiam menatapnya, meski merasa bahagia sudah menemukannya, namun dalam hatinya masih terasa cemas dan kawatir.


melihatnya tak sadarkan diri di depannya, itu membuat Raka hampir gila karena takut akan kehilangannya.


Raka merasa bahwa begitu banyak hal yang telah dia sembunyikan dan di pendam oleh Shasa seorang diri,


tapi untuk saat ini, Raka juga tidak berani untuk bertanya padanya karena melihatnya masih ada ketakutan di dalam tatapan matanya itu yang berusaha Shasa sembunyikan.


Di benak Raka kini terdapat begitu banyak tanda Tanya yang terpendam di pikirannya, tapi tetap dia tahan untuk bertanya, agar tidak menimbulkan ketidak nyamanan di dalam hati Shasa.


"Sepertinya ada yang hilang!" ucap Shasa yang membuat Raka jadi tersadar dari lamunannya


"Benar,, fotoku yang disini telah hilang" ucapnya lagi sambil mengangkat dompetnya dan memperlihatkannya pada raka


"Itu tidak hilang, aku yang sengaja mengambilnya, memberikannya pada anak jalanan itu, karena sudah meminta bantuan darinya untuk mencari mu" jelas Raka, yang membuat Shasa mengangguk-anggukkan kepalanya


"Oh.." ucapanya singkat dan Shasa sambil mengambil ponselnya


"Aku harus menghubungi bibi, dia pasti sudah begitu cemas dan kawatir padaku," ucapnya lagi sambil terlihat mendekatkan ponsel di telinganya.


Shasa terdiam menunggu Jawaban dari panggilannya itu, dan tidak menunggu lama panggilan darinya itu pun mendapat respon.

__ADS_1


"Halo Shasa! Apa ini beneran kamu? Sekarang kamu dimana, kenapa pergi Tampa memberi tahu bibi? Apa kamu mendapat kesulitan?" Tanya Rita dengan suara yang terdengar serak.


__ADS_2