
"Ha-ha-ha,, Reza apa kamu sedang ingin bercanda denganku?" Tanya Raka yang tidak percaya dengan apa yang di katakan oleh dokter Reza
"Kawan.. Apa kamu tahu? Shasa baru saja pulang dari sini! bersama dengan seorang laki-laki yang bernama Andra, dan apa kamu tahu? sekarang mereka tinggal bersama." Ucap Raka
" Disini mereka sangat intim, selalu memperlihatkan kemesraan di depan semua orang" ucap Raka lagi, sambil kembali mengambil botol minuman yang tengah di bawa oleh pelayan dan meneguknya, tanpa berhenti sampai isi dalam botol habis.
"Ahh... Sekarang hanya minuman ini yang paling mengerti aku" ucap Raka sambil menyimpan botol minuman yang ada di tangannya
"Tuan Raka Itu semua Terserah padamu, percaya atau tidak!" Tutur dokter Reza
"Aku sudah memberitahu Semuanya agar kamu tidak menyesal nantinya." Jelas dokter Reza
"Baiklah tuan Raka, selamat atas pertunangannya. Dan aku harus memutuskan panggilan ini, karena masih banyak pekerjaan yang sudah menungguku"
Setelah itupun panggilan dari dokter Reza terputus, Raka Memegang ponselnya dan Tersenyum mengingat apa yang di katakan oleh Dokter Reza
("pemilik obat yang kamu berikan padaku, itu mungkin saja sekarang sudah sekarat!")
Raka menggelengkan kepalanya
"Ada-ada saja dia, sekarat apanya? Dia baru saja ada di sini dan tanpa malu memperlihatkan kemesraannya bersama dengan Lelaki yang bersamanya," gumam Raka
Hhheeemmm... Raka menghela Nafas, mengingat akan diri Shasa membuatnya jadi kesal dan kembali mengambil sebotol minuman kemudian melangkahkan kakinya yang terasa berat, berjalan sempoyongan untuk keluar dari dalam kediaman Irawan.
"Raka.." panggilan dari santoso yang melihat Raka berjalan keluar dari dalam kediaman Irawan,
"Kamu mau kemana? Sekarang pesta belum selesai, kamu jangan pergi dan masuklah untuk menemani tamu undangan yang ada" jelas Santoso sambil menghampiri Raka yang berdiri membelakanginya
Raka yang menoleh dan Mendengar perkataan dari Santoso Tersenyum dan melangkahkan kakinya mendekati Santoso.
__ADS_1
Raka mengangkat kedua tangannya memegang kedua bahu Santoso, terlihat mengusap-usap bahu jas Santoso, sehingga minuman yang ada dalam botol yang ada di tangannya, karena guncangan dari tangan Raka membuatnya tumpah mengenai bahu jas santoso
"Apa yang tengah kamu lakukan? Tanya santoso saat melihat tingkah Raka yang aneh dan membersihkan bahu jasnya itu
"Raka Kamu mabuk?" Tanya Santoso lagi, Santoso mencoba untuk mengambil botol minuman yang ada di tangan Raka, namun dengan cepat Raka merebutnya kembali
"Ha-ha-ha,,, tuan Santoso kamu bisa saja" ucap Raka sambil meneguk minuman itu lagi
"Mana mungkin seorang Raka bisa mabuk hanya karena meminum beberapa botol saja!" Jelas Raka sambil menepuk-nepuk bahu Santoso, dan melepaskannya, kemudian kembali untuk melanjutkan langkahnya! Berjalan menuju mobilnya yang terparkir
"Raka.. kamu sekarang sedang mabuk, jangan menyetir sendiri, itu bisa membahayakan dirimu" tegur Santoso sambil menahan Raka dengan Menarik lengannya
"Iiitss,, jangan menghalangiku" ucap raka melepaskan tangan santoso dari lengannya
"Raka.. kamu sekarang sedang mabuk berat, apa yang terjadi padamu, ha..? Kenapa kamu bisa jadi seperti ini" tanya Santoso
Raka menatap jutek pada santoso, dengan mata yang merah akibat terlalu banyak minum membuat tatapan matanya itu jadi terlihat menakutkan
"Kamu.. Yang sudah membuat hidupku hancur dan menderita" ucap Raka sambil menunjuk-nunjuk wajah santoso
Karena terlalu mabuk, Raka menangis seperti anak kecil, mengingat bagaimana Shasa sudah memperlakukannya, membuatnya cemburu, dengan memperlihatkan kemesraan bersama dengan lelaki lain. Hingga Membuat dalam hatinya terasa panas seakan telah membakar sesuatu di dalam sana
"Raka kamu sekarang mabuk, sebaiknya aku menyuruh Veri untuk mengantar mu pulang dan beristirahat"
"Tidak... Apa peduli mu padaku? Dulu dan sekarang kamu hanya peduli pada dirimu sendiri! sekarang jangan bersikap baik padaku karena itu tidak akan membuatku mengikuti semua apa yang kamu inginkan," jelas Raka
"Raka kamu salah paham padaku, aku tidak pernah berfikir seperti itu, semua yang aku lakukan itu Semuanya untuk kebahagiaan mu, aku tidak pernah sedikitpun berniat untuk menghancurkan hidupmu" jelas Santoso
"Sudahlah, aku tidak suka Membuat drama yang membosankan, jadi jangan berpikir untuk memerangkan perang seperti orang yang baik" jelas Raka sambil memukul-mukul kepalanya, dan mengedip-ngedipkan matanya merasa jika Perasaannya Sudak tidak enak.
__ADS_1
Raka yang karena mabuk tidak bisa menyeimbangkan tubuhnya, iya pun terjatuh ke tanah
"Ssiall.." ucap Raka mengumpat saat dirinya berusaha untuk bangun dan berdiri, namun karena kemampuan minumnya cukup buruk dia tidak bisa untuk mengendalikan dirinya.
Santoso mendekat dan mencoba untuk membantunya berdiri, tapi seperti biasa Raka tidak akan pernah menerima bantuan darinya
"Jangan pernah mencoba untuk menyentuh ku, aku bisa berdiri Tampa bantuan darimu" tutur Raka, tapi untuk sekarang, menggerakkan tangannya saja pun iya sudah tidak mampu.
Raka Tersenyum
"Hemm.., sial.." ucapnya sambil berbaring di tanah
Melihat tingkah raka yang tidak jauh berbeda dengan tingkah anak kecil membuat Santoso menengok kanan kirinya, untuk memastikan tidak ada yang melihat kelakuan putranya itu
Disaat Santoso mulai melihat situasi Sebelum meminta bantuan pada veri dia melihat, Ratna tengah berjalan ke arahnya.
Santoso terdiam sambil melihat Ratna mendekat pada Raka yang tengah berbaring di tanah, Ratna berlutut di samping Raka dan menatap Raka dengan tatapan yang penuh dengan kerinduan
"Raka,," ucap Ratna menyebut nama Raka
Raka perlahan membuka matanya yang terasa berat, dan melihat wajah Ratna, Tampa ekspresi apapun dan tanpa reaksi apa-apa, Raka kembali untuk matanya dan tersenyum!
"Heemm... Untuk kesekian kalinya, setiap aku di situasi seperti ini! Kenapa harus kamu yang selalu muncul dalam ingatanku?" Ucap Raka sambil memijit dahinya yang terasa berat namun matanya tetap tertutup
"Kenapa bayangan mu selalu datang?, Padahal aku sama sekali tidak ingin melihatmu" ucap Raka lagi
"Aku tahu kamu membenciku, dan aku menerima itu karena itu memang salah ku yang tak bisa di maafkan" jelas Ratna sambil mengelus wajah Raka yang masih Terbaring di tanah
"Raka,, mama tidak pernah berharap agar kamu mau memaafkan mama! Yang mama harapkan darimu, kamu sehat selalu dan mendapatkan cinta Yang tulus mencintaimu" ucap Ratna sambil berdiri dan melihat Santoso yang dari tadi hanya menatapnya tanpa mengatakan apapun
__ADS_1
"Aku sudah mengatakan padamu, jangan pernah memaksanya untuk bertunangan, tapi apa yang kamu lakukan?" Ucap Ratna ke pada Santoso