
Setelah Raka selesai mandi iya keluar dari kamar mandi, dan mendapati Shasa tengah berbaring sambil menutup mata.
Raka berjalan mendekat pada shasa! Melihat Shasa menutup mata, ada rasa takut di dalam hatinya, mengingat akan penyakit Shasa itu tak pernah lepas dari pikirannya, Raka tidak bisa membayangkan Jika sewaktu-waktu Shasa benar-benar akan meninggalkannya.
"Shasa,," Raka dengan Pelang menyentuh wajah Shasa dan mengelusnya
"Kamu tidur?" Tanyanya
Shasa membuka matanya
"Ada apa?" Tanya shasa Membuat Raka Tersenyum bahagia dan langsung memeluknya.
"Hey.. ada apa? Tanya Shasa penasaran
"Tidak,,, tidak ada apa-apa" Raka menggelengkan kepalanya
"Tahu tidak? Meski seharian selalu bersamamu tapi aku tetap merasa merindukanmu, aku selalu sangat merindukanmu" ucap Raka
Shasa Tersenyum dan mengacak rambut Raka yang masih basah dan bermaksud untuk melepaskan pelukan Raka
"Jangan,, biarkan aku seperti ini untuk sesaat" ucap Raka sambil mempererat pelukannya
Air mata Raka menetes ke pipinya, dan dengan cepat iya menghapusnya, agar Shasa tidak melihatnya sedang bersedih.
Kesedihan dalam hatinya, Membuatnya merasa sakit, Raka meletakkan dagu di atas bahu Shasa
"Aku mencintaimu" ucap Raka berbisik di telinga Shasa
Tok.. tok.. tok... tiba-tiba Dari luar terdengar suara ketukan pintu
Raka melepas pelukannya, dan menoleh melihat ke arah pintu
"Tuan Raka,, nona Shasa,, tuan Andra memanggil anda untuk makan malam" ucap pelayan dari luar
"Baik,, kami akan segera kesana" ucap Raka
Raka kembali menoleh untuk melihat Shasa dan kembali untuk memeluknya
"Raka.. apa kamu tidak dengar? Kak Andra memanggil kita untuk makan malam, sekarang dia menunggu kita" tutur Shasa
"Siapa yang peduli, biarkan dia menunggu kita, aku ingin tetap seperti ini!" Ucap Raka sambil tersenyum
__ADS_1
"Kamu ingin seperti ini?" Tanya Shasa sambil menggelitik pinggang Raka
"Apa seperti ini?" Dia Terus menggelitik pinggang Raka
"Hahaha.. Shasa jangan.." Raka melepas pelukannya
"Apa yang kamu lakukan?
"Makanya lekas bergegas dan kita makan malam bersama dengan kak Andra" perintah shasa
"Baik,, baik,," Raka memegang tangan Shasa
"Baik tuan putri aku akan segera bergegas" ucap Raka dan berdiri melangkahkan kakinya menuju lemari
Raka menarik kursi roda dan membawanya ke hadapan Shasa
"Untuk malam ini aku ingin jalan sendiri," ucap Shasa saat melihat Raka dengan kursi roda di depannya
"Tapi dokter menyarankan agar kamu tidak terlalu capek"
"Raka,, aku hanya akan berjalan sampai keruang makan, itu tidak akan membuatku capek. Kak Andra pasti sudah menunggu lama, Sebelum dia mengutus pembantu untuk memanggil kita lagi, sebaiknya kita bergegas" ucap Shasa sambil menarik tangan Raka dan berjalan menuju ruang makan
Dengan bergandengan tangan, Shasa dan Raka berjalan dan sesekali saling menatap dan saling melemparkan senyum, dan saat melihat Andra duduk dan menatap mereka berdua, senyum keduanya hilang.
"Tidak terlalu lama" ucap Andra
Raka duduk berdampingan dengan Shasa, sambil mengambil piring untuknya dan untuk shasa, dan mengambil nasi serta lauk pauknya, tak lupa iya juga mengisi piring Shasa dengan nasi dan lauk pauk
"Besok aku berencana untuk pulang dan pastinya aku akan membawa Shasa bersamaku," ucap Raka Tampa melihat Andra sambil memasukkan makanan ke dalam mulutnya, hingga membuat Andra sampai berhenti untuk makan, Shasa pun berhenti untuk mengunyah saat mendengar pernyataan Raka yang secara tiba-tiba
"Saat ini Shasa sudah menjadi istriku, jadi aku punya hak untuk membawanya ke kediamanku, dan tinggal bersamanya" ucap Raka lagi, tidak menghiraukan apa yang di pikirkan oleh Andra
"Dan iya.. aku juga.."
Karena melihat Andra tidak merespon apa yang di katakan oleh Raka, Shasa melirik Raka yang masih terus mengoceh, menyiku pinggangnya, dan setelah Raka melihatnya, Shasa menggelengkan kepalanya, mengisyaratkan agar dia berhenti untuk berbicara
Andra melihat dengan apa yang di lakukan oleh Shasa, bagaimana iya menghentikan Raka untuk berbicara.
Andra menghela nafas
"Hhaaa... Memiliki seorang anak gadis memang seharusnya begitu, Sebelum dia menikah kita harus mempersiapkan diri untuk melepaskannya suatu hari nanti, karena ada kala dia akan menikah dan dia pasti akan mengikuti suaminya," tutur Andra dan tersenyum
__ADS_1
"Shasa,, kakak baru saja menemukanmu, dan baru saja ingin memberi mu segala sesuatu yang seharusnya dari dulu kamu memiliki semuanya! Tapi ternyata waktu begitu singkat, sekarang kamu sudah menikah dan akan meninggalkan kakak, tapi apa boleh buat, itulah yang harus terjadi!" Andra Tersenyum lagi
"Tapi Asalkan kamu bahagia kakak tidak akan pernah menghentikan mu, di mana ataupun dengan siapa kamu ingin bersama kakak tidak mempermasalahkan itu, semuanya hanyalah.. asalkan kamu bahagia!" Jelas Andra
"Kakak.. terimahkasih" balas Shasa
" Tidak,, jangan katakan itu! Kakak bahagia jika kamu bahagia, anggap saja itu semua demi ke bahagia kakak, yang terdapat pada kebahagiaan mu"
***
Raka menjulurkan tangannya untuk membantu Shasa turun dari mobil, iya Memegang lengan Shasa dan meletakkan tangannya di atas kepala Shasa bermaksud untuk melindunginya agar kepala Shasa tidak terbentur
"Hati-hati" ucap Raka
Anton yang melihat kedatangan majikannya, bergegas berjalan mendekat.
"Tuan.. nyonya.." Anton menundukkan kepalanya menyambut kedatangan Raka dan Shasa
Raka dan Shasa masuk ke dalam rumah
"Tuan.. nyonya.. selamat datang" ucap Surti menyambut kedatangan Raka dan Shasa
Shasa hanya mengangguk dan tersenyum, membalas sambutan dari Surti
Setelah masuk kedalam kamar, Shasa duduk di sisi tempat tidur sambil melihat Raka yang tengah berjalan ke arahnya
"Kamu pasti capek," ucap Raka
" sebaiknya kamu berbaring dan istirahat" ucap Raka lagi sambil meraih bantal dan membiarkan Shasa untuk berbaring di atasnya
Sebelum berbaring Shasa Memegang tangan Raka, dan menatapnya
"Raka.. aku minta maaf, aku sudah menyusahkan mu, aku hanya bisa menyulitkan mu! Apa dengan aku yang seperti ini kamu bisa bahagia?" Ucap Shasa sambil menatap mata Raka, dengan mata yang berkaca-kaca
"Kamu jangan bicara seperti itu, aku sama sekali tidak merasa kamu sudah menyulitkan ku, malah bersamamu aku merasa sangat bahagia, tidak peduli kamu berpikir seperti apa, namun jujur dalam hatiku aku sangat bahagia." Jelas Raka sambil memegang wajah Shasa
Shasa bersandar di dada bidang Raka, yang duduk di hadapannya, dia memejamkan matanya dan menghela nafas
"Raka.. apa benar aku akan mati? apa secepat itu? Sebenarnya aku takut,, aku sangat takut, mungkin ini terdengar lucu , tapi aku masih ingin hidup, aku ingin hidup lebih lama lagi" ucap Shasa, air matanya pun menetes dan membasahi dada kemeja Raka yang di kenakannya
Raka memeluk Shasa dengan erat, sesekali mencium keningnya
__ADS_1
"Tidak.. itu tidak akan terjadi, itu tidak akan terjadi" Raka menggelengkan kepalanya terus menggelengkan kepalanya