Antara Cinta Dan Kasih

Antara Cinta Dan Kasih
Apa kamu tidak mempercayaiku?


__ADS_3

meski Rita juga tahu Rendi sangat baik pada Shasa, tapi shasa menyukai dan mencintai orang lain, dari itu Rita tidak bisa membiarkan kebahagiaan Shasa kedepannya akan menjadi berantakan dan hancur hanya karena perasaan Rendi padanya.


" kakak juga sangat merindukanmu" ucap Rendi sambil membalas pelukan dari Shasa.


"Shasa apa nyonya Ratna sudah pergi?" Tanya Rita yang sengaja mengalihkan perhatian Shasa, agar melepaskan pelukannya dari Rendi.


Dan itupun berhasil Shasa melepas pelukannya dari Rendi dan menoleh melihat Rita yang tengah menanyainya


"Iya bi,, dia baru saja pergi!" Jelas Shasa


"Ratna? Siapa dia?" Tanya rendi penasaran karena baru pertama kali dia mendengar nama itu


" Dia teman baru Shasa," dengan cepat Shasa menjawab pertanyaan dari Rendi, karena tidak ingin membiarkan Rita yang menjawab dan memberitahu bahwa itu adalah ibu dari Raka.


Shasa sudah berjanji pada Ratna akan merahasiakan kedatangannya, dari itu Shasa memberi kode pada Rita dengan cara menggelengkan kepalanya agar tidak memberitahu Rendi tentang dirinya.


"Kak Rendi apa yang membawamu kemari?" Tanya Shasa


Rendi hanya terdiam dan tidak menjawab pertanyaan dari Shasa, dia melihat kearah Rita dan mendekatinya.


"Bibi,, Rendi ingin minta maaf dengan masalah yang tempo lalu, Rendi menyesal telah berdebat dengan bibi" tutur Rendi yang sedang minta maaf dengan tulus


"Apa kalian saling bertengkar lagi?" Tanya Shasa penasaran


Rita tidak memberi jawaban pada Rendi dia, berjalan masuk kedalam warung Tampa menghiraukannya


"Kak salah apa yang telah kamu perbuat hingga membuat bibi marah seperti ini?" Tanya Shasa sambil menyenggol Rendi dengan lengannya


Rendi yang melihat Rita tidak menghiraukannya makin merasa bersalah, dan dia ikut masuk kedalam warung Tampa peduli pada shasa yang tengah menanyainya


"Kak Rendi kamu mengabaikan ku?" Tanya Shasa lagi saat melihat Rendi masuk kedalam warung Tampa menghiraukan dirinya.

__ADS_1


Shasa pun ikut masuk dan mendapati Rendi tengah berlutut dihadapan Rita yang sedang duduk


"Bibi Rendi benar-benar menyesal, Rendi minta maaf" jelas Rendi


"Bibi memangnya apa yang kakak lakukan? Apa perlu shasa yang menggantikan bibi untuk menghukumnya?" Tanya shaaa yang selalu saja ikut campur! Tanpa menunggu jawaban dari Rita Shasa langsung menjewer telinga Rendi mencoba untuk membuat mereka rujuk kembali


"Dasar anak nakal, beraninya kamu membuat bibiku marah" ucap Shasa yang tengah membuat drama agar bisa membuat bibinya tersenyum


"Aaaaohk... Aaaaohk.. Shasa apa yang kamu lakukan, cepat lepaskan telinga Kakan terasa ingin lepas" ucap Rendi hingga membuat Rita tersenyum.


Saat melihat Rita tersenyum Shasa melepaskan telinga rendi dan melihat Rendi dengan cepat meletakkan kepalanya di atas pangkuan Rita.


"Bibi jangan pernah mendiami ku lagi, sungguh aku tidak bisa jika bibi marah padaku! selama ini bukan hanya kepada Shasa, bibi juga terus merawat dan menjaga diriku, dari itu Rendi tidak bisa jika bibi marah padaku," jelas Rendi dengan nada yang terdengar sedih.


Shasa yang selalu nya memang seperti anak kecil, juga dengan cepat duduk dan meletakkan kepalanya di pangkuan Rita, tidak ingin kalah dari Rendi, shasa mulai mengusik Rendi yang ada di hadapannya


Mereka kembali seperti biasa! bercanda gurau bersama dan saling tertawa lepas.


Shasa dengan cepat berdiri untuk mengambilnya dan melihat nama yang sedang menghubunginya.


"Raka,, kenapa nomornya bisa tersimpan diponselku?" Tanyanya dalam hati, namun itu membuatnya senang


Senyum di bibir Shasa terlihat dan menoleh ke arah Rita dan Rendi yang hanya terdiam menatapnya, agar tidak mendapat gangguan dari mereka berdua, Shasa berjalan keluar dari dalam warung, dan menjawab panggilan dari Raka.


Rendi yang melihat shasa keluar, berdiri dan bermaksud untuk mengikutinya, namun dengan cepat Rita mencegahnya sambil memegang tangannya


"Rendi,, apa bisa kamu menghilangkan perasaanmu itu pada shasa? Kita bisa kembali seperti dulu, menjalin sebuah hubungan keluarga bersama-sama, kamu, Shasa, Antoni, dan bibi" jelas Rita dengan tatapan penuh harap pada Rendi


"Bibi yakin Tampa adanya perasaan dalam hatimu untuknya,. Shasa tidak akan pernah mengabaikan dan menjauh darimu, tetaplah seperti dulu menjadi seorang kakak baginya, yang selalu melindunginya, itulah yang terbaik untuk kalian" jelas Rita lagi, hingga membuat Rendi menggelengkan kepalanya


"Bibi,, maaf itu aku tidak bisa, perasaan ini datang dengan sendirinya, aku tidak bisa menghilangkannya begitu saja, aku benar-benar mencintai Shasa.

__ADS_1


"Tapi dia tidak miliki perasaan yang sama denganmu! Dia menyukai Raka" Tampa sengaja Rita mengucapkan hal yang seharusnya dia masih sembunyikan kepada Rendi, Rita terdiam sesaat! namun semuanya sudah terlanjur.


Rendi kembali menggelengkan kepalanya saat mendengar ucapan dari Rita


"Itu tidak mungkin! bibi mereka baru bertemu beberapa hari, kenapa bibi mengizinkannya. Bibi kehidupan kita dan Raka sangat jauh berbeda, dia orang dari kalangan bisnis yang terpandang, bisa saja suatu hari nanti akan menyakiti Shasa dengan statusnya" jelas Rendi yang tidak rela jika Shasa benar-benar sudah jatuh cinta pada Raka


Menanggapi ucapan dari Rendi, Rita terdiam dan merasa yang di katanya itu benar, tapi melihat dari dalam tatapan Raka, ada ketulusan yang terpancar dari dalam sana saat melihatnya


"Kamu salah, Raka terlihat tulus pada Shasa, dan aku percaya itu, Rendi cobalah untuk mengerti dan memberi kesempatan untuk Shasa agar bisa memilih kebahagiannya sendiri" tutur Rita


"Tapi bagaimana denganku bi..! Apa kamu tidak mempercayaiku? Selama dua belas tahun kami selalu bersama apa itu tidak cukup untuk membuktikan bahwa aku layak untuk mendampinginya dan menjaganya.


Rita terdiam lagi dan tidak memberi elakan dari perkataan Rendi, diapun tidak memungkiri bagaimana sikap dan perlakuan Rendi pada shasa selama ini.


"Heeemmm, Rita menghela nafas


"Mungkin saja bibi bisa membantumu untuk itu! tapi bagaimana dengan papamu?" Tanya Rita dengan tatapan yang tidak begitu yakin


"Soal papa aku yang akan menjelaskan padanya," tutur Rendi


Shasa yang sudah menutup panggilan dari Raka terlihat begitu bahagia masuk kedalam warung, dan melihat Rita dan Rendi seperti baru saja melakukan perdebatan


"Pemandangan apa ini? Apa kalian bertengkar lagi?" Tanya Shasa dan mengubah ekspresi wajahnya yang terlihat bahagia menjadi wajah yang terlihat penasaran


Rita menoleh dan tersenyum, kemudian berdiri dari duduknya


"hari ini bibi merasa tidak enak badan, bibi ingin pulang dan istirahat, kalian berdua jaga warung, dan jika tidak bisa tutup saja" jelas Rita dan berjalan keluar dari dalam warung tanpa menunggu persetujuan dari mereka


"Kak bukannya tadi sudah baikan? Kenapa sekarang terlihat jutek lagi, apa yang kamu katakan padanya?" Tanya Shasa sambil duduk di bangku


"Seperti yang bibi katakan dia hanya tidak enak badan, kami baik-baik saja jangan terlalu dipikirkan" jelas Rendi sambil tersenyum manis pada Shasa

__ADS_1


__ADS_2