Antara Cinta Dan Kasih

Antara Cinta Dan Kasih
Shasa apa yang membuatmu seperti ini


__ADS_3

Dan saat itu juga shasa memegang kepalanya dengan kedua tangannya


"Aaaaohk,, Shasa menjerit kesakitan


"Shasa ada apa" tanya andra dengan cepat saat melihat Shasa yang ada di sampingnya tiba-tiba menjerit


"Sakit,, kepalaku sakit! Aaaahk


Andra yang melihat Shasa begitu kesakitan menjadi panik dan berteriak memanggil seseorang yang ada di kediamannya itu


"Shasa apa yang terjadi padamu?" Andra panik dan cemas dengan ke adaan Shasa


"Siapapun di luar Cepat telfon dokter untuk kemari!" Teriak Andra dengan suara yang keras


Pembantu yang diluar mendengar teriakan dari Andra dengan cepat menghubungi dokter atas perintahnya, dan salah satu pembantu di kediamannya itu masuk dan menghampiri mereka


"Tuan apa ada yang bisa aku bantu? Tanya pembantu itu


Andra tidak menjawab! dia memijat kepala Shasa yang iya rasa sakit


"Shasa apa yang membuatmu seperti ini, jangan membuatku takut!" Ucap Andra yang berusaha untuk membantu Shasa meredakan sakit kepalanya dengan memijit kepalanya


Shasa menggeliat di tempat tidur, karena tidak bisa menahan rasa sakit yang di deritanya


"Aaaaaahk,, ini sangat menyakitkan" teriaknya di iringi dengan air mata yang mengalir di pipinya


Karena rasa sakit yang tidak bisa iya tahan! Shasa,, pinsang dan tak sadarkan diri di pelukan Andra


"Sha,, Shasa,, Shasa,,! Andra menggoyang-goyangkan tubuh Shasa, saat Shasa tidak lagi bergerak ataupun menangis kesakitan


"Shasa apa yang terjadi" Andra makin panik, dia mengangkat tubuh Shasa dan membaringkannya di ranjang yang sekarang iya tempati untuk duduk dan di bantu oleh pelayan yang dari tadi berdiri menunggu perintah dari majikannya itu.


"Shasa buka matamu, ada apa denganmu? Tolong jangan buat Kakak takut seperti ini! Ucap Andra sambil terus berusaha untuk menyadarkan Shasa

__ADS_1


Begitu lama Shasa tak sadarkan diri, dan akhirnya dokter pun datang


Tok... Tok... Tok... Ketukan pintu dari luar terdengar! pelayan yang ada di ruangan itu dengan cepat berjalan dan membuka pintu Tampa menunggu perintah dari andra


"Dokter Sofian,, silahkan masuk! Ucap pelayan itu saat melihat dokter itu sudah berdiri di depannya bersama dengan pelayanan lain di kediaman itu


Dokter Sofian berjalan dan menghampiri Andra yang ada di sisi ranjang selalu berusaha untuk membangunkan Shasa


"Dokter lihat,, apa yang terjadi padanya, tiba-tiba saja dia Merakan sakit kepala dan tak sadarkan diri saat melihat foto-foto itu" ucap Andra dengan rasa cemas yang sudah menyelimuti hati dan pikirannya sambil menunjuk foto-foto yang terpajang di dinding


"Tenang tuan,, anda jangan khawatir! Biar aku memeriksanya terlebih dahulu," ucap dokter Sofian


Andra berdiri dan mundur memberi tempat untuk dokter Sofian agar bisa leluasa memeriksa keadaan Shasa.


Dokter Sofian pun mulai memeriksa Shasa dengan teliti dan sangat hati-hati.


dia tidak ingin terjadi kesalahan pada hasil pemeriksaan yang dilakukannya.


Karena Andra yang mungkin terlihat baik di luarnya, namun dia memiliki sifat tersembunyi dalam hatinya yang terkenal kejam dan sadis pada seseorang yang menyinggung dan melakukan kesalahan padanya! ataupun pada orang yang di anggap penting baginya


"Dokter bagaimana dengan keadaannya? Apa yang terjadi padanya? Tanya Andra dengan tergesa-gesa


" Tuan,, gadis ini mungkin memiliki trauma dalam ingatannya, dia tidak bisa mengingat ataupun mencoba untuk mengingat masa lalunya, jika dia memaksakan dirinya untuk mengenang masa lalu, akan terjadi seperti ini lagi! Bahkan bisa lebih buruk dari ini


"Apa maksudmu dengan kata mungkin?" Tanya Andra yang mulai memperlihatkan raut wajah yang sedang marah


"Tenang tuan, aku belum bisa memastikan apa yang terjadi padanya, ini hanya hasil analisis yang menurutku bisa terjadi kapan pun saat ada trauma di dalam ingatan gadis ini" jelas dokter Sofian dengan cepat untuk meredakan rasa amarah dalam hati andra


"Tuan jika anda ingin mengetahui lebih banyak lagi tentang penyakit itu! anda bisa membawa nona ini untuk di periksa lebih lanjut" jelas dokter Sofian lagi


Tatapan Andra yang tadinya begitu dalam kini melemah dan melihat Shasa yang terbaring di tempat tidur tak sadarkan diri


"Apa semua ini karena kesalahanku? Apa semuanya terjadi atas kelalaian ku? Shasa maafin kakak,,! kakak benar-benar tidak bisa menjadi seorang kakak yang baik untukmu." Ucap Andra dengan raut wajah yang terlihat sedih

__ADS_1


"Dokter, apa yang harus kita lakukan untuk membuatnya tersadar?


"Jangan khawatir tuan,, aku sudah menyuntiknya, dan sebentar lagi dia akan tersadar" ucap dokter Sofian


"Tuan maaf,, ini hanya sarang dariku! Jangan membiarkannya untuk mengingat apapun di masa lalunya, karena itu bisa berakibat fatal baginya." Jelas dokter Sofian dan merapikan alat medis yang iya bawa


"Tuan maaf,, aku harus pamit" ucapnya lagi sambil berdiri dari tempat iya duduk


Andra hanya menganggukkan kepalanya sebagai persetujuan darinya, dan membiarkan dokter Sofian pergi diantar oleh pelayan yang membawanya masuk.


Andra mendekat dan kembali duduk di sisi tempat tidur sambil menatap Shasa dengan mendalam


"Apa yang sudah kamu alami di masa lalu? Sehingga meninggalkan trauma yang begitu mendalam pada ingatanmu! Apa ini semua karena ulah paman dan bibi terhadapmu?" Pertanyaan yang di lontarkan pada dirinya sendiri membuat marah dalam hatinya sehingga dia mengepalkan kedua tangannya


Andra tidak bisa tenang dengan keadaan Shasa yang membuatnya khawatir, meski baru bertemu hari ini.


tapi kasih sayang untuk adiknya Shasa semuanya di berikan pada Shasa yang sekarang! yang ada di hadapannya, karena Andra percaya, Shasa yang dulu adalah Shasa yang sekarang, yang sedang terbaring tak sadarkan diri di hadapannya


Andra terus duduk di sisi tempat tidur untuk menunggu Shasa sampai tersadar.


"Raka,,," tiba-tiba Shasa yang masih memejamkan matanya menyebut nama Raka dari mulutnya, membuat Andra yang mendengarnya jadi bingung dengan apa yang dilontarkannya


"Shasa kamu sudah sadar? Lihat ini kakak" ucap Andra dengan cepat dengan rasa senang di hatinya


Shasa membuka matanya dan dengan cepat terbangun dari tempat tidur


"Kenapa aku masih disini?" Tanya Shasa sambil melihat sekelilingnya dan melihat Andra yang ada di hadapannya


"Tadi kamu tak sadarkan diri, jadi kakak membaringkan mu di sini. Shasa kamu tadi menyebut nama Raka, siapa dia? Kenapa bisa nama itu muncul di ingatanmu saat kamu tak sadarkan di? Apa dia yang sudah membuatmu seperti ini, apa yang telah dilakukannya padamu? Beritahu kakak, kakak akan memberinya pelajaran" tegas Andra


"Tidak,, Ini tidak ada hubungannya dengan dia sekarang aku baik-baik saja! Aku ingin kembali ke kost dan juga aku haru jari pekerjaan" jelas shasa


"Shasa kamu bisa tinggal disini, ini juga rumahmu, ini milik kamu! dan untuk apa kamu mencari pekerjaan, kakak bisa menjamin hidupmu, kakak bisa memenuhi semua kebutuhanmu, Shasa tinggallah bersama kakak

__ADS_1


"Tidak, tidak untuk hari ini! Aku butuh waktu untuk memikirkannya, aku akan datang sendiri jika aku sudah yakin pada semua ini" jelas Shasa


"Baiklah, pintu rumah ini akan selalu terbuka untukmu, Shasa,, kakak akan menunggu kedatanganku" tegas andra


__ADS_2