Antara Cinta Dan Kasih

Antara Cinta Dan Kasih
Tamparan itu untuk menanggung kesalahanmu pada Shasa


__ADS_3

"Kamu ingin membawaku kemana? Lepaskan aku, kemarin majikan mu sudah berjanji akan melepaskan ku" jelas Susi dengan suara yang keras


Lelaki yang membawanya itu, tidak menghiraukan apa yang dikatakan olehnya dan terus menarik lengannya agar mengikutinya dan menuju pada ruangan di mana ada Dona di sana


Lelaki itu mendorong Susi saat mereka sudah ada di dalam ruangan! mengarah ke arah Dona yang masih terduduk, dan diam di hadapan Andra dan David


"Aaaaohk.." Susi menjerit kesakitan saat lututnya tergores oleh lantai yang sudah rusak.


"Susi,,," Dona menegurnya saat melihat Susi juga ada di ruangan itu


"Apa yang kamu lakukan disini? Kenapa kamu juga ada disini? Tanya Dona dengan penasaran


Susi menoleh saat mendengar suara Dona yang sedang menegurnya


"Dona,, kamu? Apa mereka juga menculik mu?" Tanya Susi sambil mendekat pada Dona dan memeluknya


"Benar,, apa kamu tidak apa-apa?" Tanya Dona


Susi mengangguk dan melihat tangan dan kaki Dona yang terikat


"Susi, tolong lepaskan ikatan ini dari tanganku" tutur Dona sambil membelakangi Susi dan memperlihatkan tangannya yang terikat


Sebelum melepaskan ikatan itu, Susi melihat ke arah Andra dan David, karena merasa takut, namun dia memberanikan diri untuk membantu Dona


Ikatan tangan Dona kini sudah terlepas dan dengan cepat dia membuka ikatan yang ada pada kakinya, dan setelah itu berdiri di hadapan Andra dan david


"Kalian,,, apa yang kalian inginkan, kenapa membawa kami kemari?" Tanya Dona sambil memegang tangan Susi yang ada didekatnya


Andra tersenyum melihat kedua wanita itu di hadapannya


"Nona Dona apa kamu mengenal Shasa?" Tanya Andra tanpa basa-basi sambil berdiri dan berjalan menghampirinya


Dona terdiam sejenak, Mendengar pertanyaan dari Andra


"Apa semua ini ada hubungan dengannya, apa kamu menculik ku karenanya? Siapa kamu? ada hubungan apa kamu dengannya?" Tanya-tanya Dona membuat Andra tersenyum


"Nona Apa kamu sedang mengintrogasi ku? Tanya Andra


" Kamu tidak perlu tahu, apa hubungannya dia denganku, disini kamu tidak di izinkan untuk bertanya, kamu hanya bisa menjawab apa yang aku pertanyakan" jelas Andra

__ADS_1


"Apa kamu mengenalnya?


"Iya aku mengenalnya!" Jawab Dona dengan lantang


"Apa masalahmu dengannya sehingga kamu berniat untuk mencelakainya?" Tanya Andra lagi dengan raut wajah yang mulai terlihat marah


"Mencelakainya?" Dona tersenyum


"Seandainya aku di beri kesempatan untuk mencelakainya aku berniat untuk membunuhnya


Plaak... Tiba-tiba tamparan keras melayang ke pipi Dona saat dia selesai mengatakan ucapanya


"Aaaauhk.. apa yang kamu lakukan?" Dona memegang pipinya yang terasa perih akibat tamparan itu


"Aku tidak pernah membedakan antara pria dan wanita yang mencoba untuk mengganggu ketenanganku, siapa pun dia akan mendapat balasan dariku, jika melakukan sesuatu yang salah pada orang yang penting bagiku," tegas Andra dengan tatapannya yang tajam


"Apa maksudmu,, jika sebenarnya Shasa juga termasuk penting bagimu?" Tawa Dona terdengar


"Ha-ha-ha,, tuan,, aku merasa kasihan padamu. Apa kamu tidak tahu jika Shasa memiliki hubungan dengan lelaki lain? Apa kamu tidak tahu jika dia mencintai orang lain? Jelas dona


"Aku tidak peduli dengan semua itu, hanya saja aku tidak ingin seorang pun melukainya! Termasuk kamu" Tegas Andra


"Apa maksudmu? Aku hanya sekedar menculiknya, dan tidak melukainya sama sekali apa lagi untuk mencelakainya


"Jadi orang yang menculiknya itu adalah kamu?" Tanya Andra dengan marah


"Benar tapi aku tidak


Plaak... Tamparan sekali lagi melayang ke pipinya sebelum ucapannya selesai


"Aaaaohk... Dona terhentak ke lantai akibat kerasnya Tamparan itu


Susi yang melihat itu dengan cepat menjauh dari Dona akibat rasa takut dalam dirinya. melihat apa yang di alami oleh dona


"Kamu,,," Dona mencoba untuk bangun dan kembali untuk berdiri,


Tamparan keras itu membuat mulut Dona terluka dan berdarah, Dona mengusap darah di mulutnya dan melihatnya! rasa takut di dalam matanya kini muncul, karena merasa lelaki di depannya itu benar-benar tak pandang bulu


"Tuan kamu salah! Aku tidak pernah melukai Shasa dan tidak pernah, mencoba untuk mencelakainya.aku pernah menculiknya tapi, tidak melakukan apa pun padanya" jelas Dona

__ADS_1


Andra membalas tatapan mata dari Dona dan melihat ada kejujuran di dalam matanya, Andra memegang lengan Dona dengan keras,


"lihat luka-luka yang ada pada diriku, itu semua adalah ulah darimu karena mencoba untuk mencelakai Shasa dengan mengarahkan mobil dengan laju yang kencang kepadanya, apa menurutmu dia akan hidup jika kamu berhasil menabraknya?" Tanya Andra dengan amarah yang sudah membara


"Aaaaohk.." Dona mencoba untuk melepaskan genggaman tangan dari lengannya karena merasa sakit


" Tuan kamu salah, aku akan mengakuinya jika meman aku yang melakukannya! tapi ini tidak, aku sama sekali tidak pernah melakukan itu" jelas Dona


Mendengar penjelasan dari Dona,, Andra merasa sedikit percaya padanya dia menoleh dan melihat Susi yang sudah terlihat sangat ketakutan, dan dia sudah menebak pernyataan dari Susi itu tidaklah benar,


Andra melihatnya dengan tatapan yang begitu mendalam dengan amarah yang ada di hatinya, tatapan mata itu membuat Susi yang melihatnya bergetar ketakutan dan dengan cepat berlutut di hadapan Andra


"Tuan,, aku minta maaf, aku benar-benar minta maaf! aku yang sudah melakukannya,, aku sudah bersalah aku minta maaf" ucap Susi sambil melipat kedua tangannya di hadapannya Andra


"Tolong jangan melakukan apapun padaku, aku benar-benar minta maaf, dan aku berjanji tidak akan mengulanginya lagi, aku sudah di butakan oleh rasa cintaku pada Raka! bukan hanya Dona, tapi aku pun sangat mencintainya, tuan aku mohon lepaskan aku" ucap Susi yang benar-benar sudah ketakutan pada Andra


Penyataan dari Susi membuat Dona melihat dengan tatapan marah padanya, Dona tidak menyangka sahabatnya itu juga memiliki perasaan pada Raka, Pria yang begitu di cintainya


"Susi apa maksudmu? Kamu sudah tahu jelas jika aku mencintai Raka, tapi kamu..


"Dona aku minta maaf! seperti dirimu perasaan ini tidak bisa hilang begitu saja, di dalam hatiku! Aku juga sangat menyukai dan mencintainya" ucap Susi yang tengah memotong ucapan dari Dona


Susi kembali melihat ke arah Andra dan memohon belas kasih padanya


"Tuan aku sudah mengakui kesalahanku, tolong maafkan aku


Plaaak.. seperti Dona, Susi pun mendapat tamparan keras dari Andra


"Aaaaohk.." jerit Susi


Tamparan itu untuk menanggung kesalahanmu pada Shasa


"Plaakk.. tamparan yang kedua kalinya di terima oleh Susi,


"Itu tamparan dariku akibat luka-luka yang ada di tubuhku ini" jelas Andra


Susi jatuh tersungkur akibat tidak bisa menahan, tamparan dari andra!


Diiringi dengan air mata, Susi memegang pipinya yang terasa sakit akibat tamparan itu, dia berlutut dan memeluk kaki Andra yang menatapnya seakan ingin menerkanya

__ADS_1


"Ampun tuan,, aku tahu aku salah, aku mohon ampuni aku" tutur Susi


__ADS_2