
"Setelah mamanya pergi, Raka sudah tidak menganggap ku lagi sebagai papanya, karena dia merasa, kepergian mamanya itu karena kesalahan om.
dia sama sekali tidak pernah peduli padaku lagi, setiap harinya selalu bersama dengan gadis yang bernama Fiona itu,
bersama dengannya, om merasa Raka mendapat banyak pengaruh buruk.
dari itu om tidak menyukainya,
Laura, Fiona,, dia itu sudah pergi ke Paris dua belas tahun yang lalu, setahu om mereka tidak pernah saling menghubungi lagi, om mendapat kabar selama dua belas tahun itu, Raka dan Fiona tidak pernah berhubungan lagi, selama Fiona meninggalkan kota ini, selama itu juga Raka dan Fiona saling hilang kontak
tidak mungkin dengan selama itu, raka masih memiliki perasaan padanya. Laura.. Raka mengatakan itu hanya semata-mata agar kamu membatalkan pertunangan ini, dia sengaja ingin membuat om marah, karena Raka memang selalu ingin menentang apa yang om ingin lakukan, karena dia sangat membenciku," jelas Santoso dengan panjang lebar sambil memasang wajah yang menyedihkan, hingga membuat Laura menjadi simpatik padanya.
"Tapi om,, tidak mungkin Laura akan meneruskan pertunangan ini, jika Rakanya sendiri tidak mau menerimanya." Tutur Laura
"Apa lagi jika benar dia sekarang mencintai wanita lain, Laura tidak ingin menjadi orang ketiga bagi hubungan mereka," jelas Laura lagi
"Sayang kamu pasti sering mendengar tentang kabar Raka di kalangan para wanita, dia itu pria yang dingin dan egois, mana mungkin dia memiliki wanita dalam hatinya, jika sifat dinginnya itu tidak dihilangkan.
Tante rasa Raka menunggu seseorang untuk menghangatkan hatinya itu, agar es yang membuat hatinya membeku bisa mencair dan kamu bisa memiliki kesempatan itu jika kamu mau.
__ADS_1
Raka adalah pria yang sebenarnya sangat baik, sifat dinginnya dan sifat arogannya itu semata-mata hanya untuk melindungi dirinya saja, karena merasa selama ini tidak ada yang memperhatikannya jadi dia bersikap seperti itu" jelas dara yang mencoba untuk mencari muka, agar di cap sebagai ibu tiri yang baik
"Benar Raka umumnya sangat baik, dia terkenal sebagai pria yang berhati dingin, itu mungkin hanya karena selama ini dia tidak bisa mempercayai siapapun, dan kamu pasti sering mendengar jika selama ini dia tidak pernah berkencan dengan wanita manapun. Dan om sangat yakin Raka tidak memiliki Wanita di dalam hatinya untuk saat ini." Lanjut Santoso berusaha untuk meyakinkan Laura, agar percaya jika putranya itu adalah pria yang baik.
"Sayang kamu sudah mendengar semuanya, dan mama juga percaya Raka lelaki yang baik, saat melihatnya mama tidak mendapat ada sifat jahat pada dirinya. Jika benar dia tidak pernah berkencan kamu bisa ambil kesempatan itu untuk masuk kedalam hatinya, jika Raka sudah menyukai dan mencintai seseorang, mama yakin dan percaya dia akan begitu mencintainya melebihi dirinya sendiri dan tidak akan melepaskannya lagi. Itulah sifat Raka yang sebenarnya" jelas debi menambah penjelasan dari Santoso dan Dara agar putrinya itu yakin jika Raka lelaki yang pas untuknya dan mau menerima perjodohan yang mereka sudah sepakati
"Tapi ma,, sebenarnya Laura sudah...
"Sudahlah jangan bahas masalah ini terus, sebaiknya kita menikmati hidangan yang sudah siap di santap ini," ucap Irawan dengan tiba-tiba memotong ucapan dari Laura, karena dia tahu Laura akan mengatakan sesuatu yang akan membuat Santoso berfikir ulang untuk melanjutkan perjodohan itu
"Benar silahkan untuk duduk dan menikmati hidangan ini," lanjut Debi
Tampa menunggu jawaban dari Santoso dan dara, Irawan sudah melangkahkan kakinya dan menarik tangan Laura agar mengikutinya
"Ada yang harus papa jelaskan padamu" ucapnya sambil menarik tangan Laura
Laura menurut dan mengikuti papanya, dan berjalan di belakangnya, Irawan berjalan menuju taman belakang rumahnya, karena sudah merasa sudah jauh dari keluarga Santoso dia berbalik dan melihat Laura yang mengikutinya dari belakang.
"Ada apa pa,,?" Tanya Laura yang melihat papanya menatap tajam dirinya
__ADS_1
"Laura, papa sudah merencanakan pertunangan mu dengan keluarga Santoso sejak lama, jadi papa mohon padamu jangan membuat harapan papa itu hancur hanya karena kamu tidak menyukai Raka" jelas Irawan
"Tapi pa,, sebenarnya Laura sudah punya ..
"Tidak,, papa tidak akan mengijingkan mu bersama laki-laki lain selain Raka Santoso" jelas Irawan dengan cepat memotong ucapan dari Laura.
"Pa,, tapi Laura tidak menyukai Raka dia begitu kasar dan berbicara seenaknya, dia sangat angkuh dan arogan, Laura tidak suka dengan sikapnya itu." Jelas Laura
"Papa tidak mau tahu,, Laura kamu adalah anak papa satu-satunya, dan papa ingin kamu bersama dengan laki-laki yang jelas asal usulnya dan yang pasti laki-laki itu harus mapan dan papa yakin dengan begitu kamu akan hidup bahagia," jelas Irawan yang mencoba untuk meyakinkan Laura
"Sayang,, Raka adalah pria yang baik dan dia masuk dalam kategori pria muda yang mapan, hidup bersamanya papa yakin kamu tidak akan kekurangan apapun, dan kamu akan hidup bahagia, Hanya itu yang papa harapkan." Jelas Irawan yang membuat Laura menjadi murung
"Pa,, kehidupan Laura kedepannya, Laura yang akan menjalaninya. jadi hanya Laura yang tahu kebahagiaan seperti apa yang akan Laura ingin. Pa,, bersama Raka itu tidak akan membuat Laura bahagia, sekarang Laura memiliki laki-laki lain yang Laura cintai, jadi Laura harap jangan melanjutkan pertunangan ku ini." Jelas Laura dengan tatapan yang penuh harap
"Laura,, kamu tidak pernah membantah papa sebelumnya, apa ini karena laki-laki yang kamu maksud itu, sehingga berani membantah papa, sayang ini semua hanya demi kamu, cobalah untuk mengerti dengan apa yang papa lakukan, kedepannya kamu tidak boleh berhubungan dengan lelaki itu lagi, kamu harus fokus untuk mengambil hati Raka, agar secepatnya dia jatuh hati padamu" ucap dan peringatan Irawan pada putrinya Laura
"Pa,, jangan memaksa Laura, ini adalah kehidupan ku, dan aku yang akan menjalaninya, tolong papa jangan ikut campur, papa tidak tahu sama sekali tidak tahu, kehidupan seperti apa yang Laura inginkan" jelas Laura yang membuat Irawan menjadi marah
"Laura selama ini papa sudah menuruti semua yang kamu mau, papa selalu memperhatikan dirimu dan tidak pernah membuatmu kekurangan apapun, papa selalu mencoba untuk yang terbaik bagimu, memenuhi semua permintaan darimu," ucap Irawan mengingatkan Laura akan pengorbanannya selama ini.
__ADS_1
" Laura ini permintaan yang pertama dan terakhir papa, apa tidak bisa kamu mengabulkannya? Papa tidak akan meminta apapun lagi darimu jadi papa mohon jangan mengecewakan papa untuk kali ini saja" ucap Irawan lagi dan pergi meninggalkan Laura yang masih berdiri sendiri di taman belakang, Irawan memberi waktu pada Laura agar bisa berfikir dan merenungi semua kata-katanya.