
Tidak butuh lama untuk mengemudi karena jarak yang iya tujuh tidak terlalu jauh, dan kini mereka telah sampai! Andra Turun dari mobilnya dan berjalan, membukakan pintu untuk Shasa yang terlihat bingung dan sedang mengamati pekarangan itu
"Ini dimana? Dan kenapa membawaku ke rumah ini?" Tanya Shasa dan terus melihat-lihat sekelilingnya
"Masuklah kamu akan tahu sebentar lagi," jelas Andra sambil tersenyum padanya
Shasa mengikuti langka Andra yang sedang berjalan masuk ke dalam rumah dan disambut baik pada para pelayan di rumah itu!
"Tuan" ucap para pelayan yang melihatnya sambil menundukkan kepalanya. Shasa yang melihat itu ikut menunduk saat sapaan dari mereka tidak mendapat balasan dari pria yang kini ada di depannya
dengan langkah kaki yang Pelang Shasa berjalan, terus mengikuti Andra yang ada di depannya! Andra menoleh dan melihat Shasa yang ada di belakangnya dan tersenyum, andra membuka pintu kamar dan menyuruh Shasa untuk masuk kedalam,
"Masuklah" ucap Andra
Shasa mengerutkan keningnya dan merasa aneh pada andra! Shasa berhenti dari langkahnya saat melihat Andra membuka pintu kamar untuknya,
"Tuan,, apa yang sedang anda rencanakan?" Ingan jangan coba-coba untuk macam-macam denganku" jelas Shasa
"Masuklah, ini tidak seperti yang kamu pikirkan! Aku yakin setelah masuk pertanyaan-pertanyaan yang ada dalam hati dan pikiranmu itu akan terjawab semuanya" jelas Andra yang terdengar serius
Meski ragu namun Shasa tetap berjalan untuk masuk! sesampai di ambang pintu, Shasa membulatkan matanya melihat pemandangan di dalam kamar itu, dimana terlihat ruang kamar dengan cat warna pink yang di penuhi dengan boneka,
"Ini sepertinya kamar seorang anak kecil" ucap Shasa sambil melangkahkan kakinya mengamati ruang kamar itu, dan mendekati foto yang terpajang di dinding, dengan ukuran besar dia mendekat dan menyentuh wajah yang ada dalam foto
"Ini mirip aku sewaktu kecil," ucapnya sambil melihat Andra yang dari tadi memperhatikannya
" kenapa foto yang mirip denganku bisa ada disini? Dan siapa mereka?" Tanya Shasa dan sesekali melihat Andra! dia terus melihat dan melihat bingkai foto itu
"Apa ini Aku? Tapi rasanya aku tidak pernah berfoto dengan mereka!" Shasa mengerutkan keningnya mengamati apa yang dilihatnya sekarang
"Jika ini aku! Kenapa aku tidak bisa mengingat jika aku pernah berfoto dengan mereka? Tanya Shasa lagi sambil melihat Andra yang tengah berdiri di sampingnya
__ADS_1
"Apa kamu yakin! Kamu mirip dengan anak itu sewaktu kamu kecil? Tanya Andra dan senyum dari bibirnya pun terlihat
" Coba lihat anak laki-laki itu apa kamu tidak merasa mengenal atau mengingatnya? Tanya Andra lagi sambil memegang bahu Shasa
"Tidak,," Shasa menggelengkan kepalanya
"Coba Lihat foto-foto ini?" Andra berjalan dan mengambil album foto yang ada di laci meja
"Lihatlah,, Apa kamu tidak merasa pernah bersama dengannya?" Tanya Andra lagi! sambil memperlihatkan semua foto-foto kecilnya dimasa mereka masih bersama dulu
Shasa masih menggelengkan kepalanya
"tuan,, apa sebenarnya yang ingin anda jelaskan padaku? Dengan menunjukkan semua foto-foto ini? Dan ini Kenapa wajah itu mirip denganku sewaktu aku masih kecil? Tanya Shasa yang sedang penasaran
Andra yang ada di sampingnya langsung memeluk Shasa
" Itu bukannya mirip, tapi sebenarnya foto-foto ini semua adalah dirimu," jelas Andra
Shasa melepaskan pelukan Andra darinya, dan masih saja tidak mengerti dengan apa yang di ucapkan oleh lelaki yang sebenarnya dia tidak kenal sama sekali dengannya
"Siapa kamu sebenarnya? Dari mana kamu tahu itu namaku? Apa kamu seorang penguntit?" Tanya Shasa sambil melangkah mundur dan menyilangkan kedua tangannya didepan dadanya
"Apa mau mu? Ingat jangan coba-coba untuk berniat jahat padaku!
"Aku bisa saja melaporkanmu pada pihak yang berwajib, tutur Shasa
"Tuan,, aku tidak mengenal dirimu, Sekarang aku ingin pergi dari sini" tutur Shasa lagi dan mengangkat kaki untuk meninggalkan kamar yang saat ini iya tempati
"Shasa ini aku Andra kakak kandung kamu, lihat foto ini! Itu adalah kita berdua," jelas Andra sambil menahan Shasa dari langkahnya
"Lihat ini adalah dirimu, dan anak lelaki itu adalah aku, kita adalah kakak dan adik, kita adalah saudara" jelas Andra yang Mencoba untuk meyakinkan shasa
__ADS_1
"Tidak mungkin, aku tidak kenal siapa kamu, jangan mencoba untuk menipuku!
"Shasa kakak tidak sedang menipumu, ini adalah fakta, kamu itu adalah adik kandungku, selama dua belas tahun kamu menghilang Tampa kabar, sekarang kakak sudah menemukanmu, kakak janji akan membalas semua penderitaan yang sudah kamu lalui. Tolong percaya sama kakak" jelas Andra sambil memegang bahunya dan menatap Shasa yang ada di depannya
"Apa anda memiliki bukti jika aku adikmu?
Andra mengangguk
"Kakak bisa saja membuktikannya, dengan cara melakukan tes DNA, tapi Shasa Tanpa melakukan itupun kakak sudah yakin dan percaya kamu adalah adik kandungku yang selama ini aku cari-cari
Shasa terdiam dan mencoba untuk memahami semua yang dikatakan oleh Andra,
" Jika kamu kakak kandungku kenapa bisa aku terlantar? Kenapa aku harus mengalami semua kesulitan dan penderitaan di masa lalu? dulu kamu membiarkan ku menghilang begitu saja, dan untuk apa kamu baru mencari ku sekarang?
"Kamu benar,, kakak bersalah tapi Shasa itu diluar kendali kakak, sekarang kakak sudah menemukanmu, kakak akan membayar semua yang sudah hilang darimu, Kaka janji akan melakukan apa saja yang bisa membuatmu bahagia, tolong percaya pada kakak
"Tidak,,, Tolong biarkan aku untuk berfikir sejenak, ini sangat tiba-tiba bagiku! aku benar-benar tidak bisa mempercayai semuanya
Shasa berjalan dan duduk di atas ranjang sambil memandang semua foto-foto yang terpajang di dinding, dia terus menatapnya, melihat mereka-mereka yang ada bersamanya di dalam bingkai foto
"Shasa,, kakak tidak bermaksud untuk membuatmu bisa mengingat semuanya, kakak Hanya ingin kamu mengakui kakak sebagai saudara kandung mu! Hanya itu yang kakak inginkan darimu. Sebelum orang tua kita meninggal kakak pernah berjanji padanya, untuk menjaga dan melindungi mu, tapi kakak lalai dengan tugas kakak, Shasa ijinkan kakak untuk menebus semua kesalahan kakak" ucap Andra sambil duduk di samping shasa
Shasa terdiam mendengar semua perkataan dari Andra dan mulai sedikit ada rasa percaya di hatinya
("Apa itu semua benar?" Shasa bertanya pada dirinya sendiri, dalam hatinya)
Shasa yang terus terdiam sambil mencoba untuk mengingat sedikit tentang dirinya di masa lalu, dengan menatapi semua foto-foto yang terpajang di hadapannya dan yang ada di album foto.
ada sedikit ingatan yang terlintas dimana Shasa tidak begitu asin dengan kamar itu, dia melihat setiap sudut ruang kamar itu.
di dalam ingatannya terdapat sebuah bayangan dimana disaat seorang anak kecil sedang masuk di dalam kolom tempat tidur sedang menyimpan sesuatu
__ADS_1