Antara Cinta Dan Kasih

Antara Cinta Dan Kasih
Di mana dia?


__ADS_3

Raka mendekatkan ponselnya di telinga dan dengan cepat memberinya jawaban


"Halo,," jawaban dari Raka terdengar membuat Santoso yang ada di balik ponsel Raka terdengar begitu senang


"Raka putraku,, akhirnya kamu menjawab panggilan dariku juga" ucap Santoso dari balik ponsel Raka


"Apa ini? Apa maksud dari perkataan Veri? Apa yang sudah kamu lakukan padanya? Ini tidak ada hubungannya dengan nya, jangan melibatkan dia" tutur Raka dengan sangat marah


"Raka,, papa hanya ingin kamu hadir di sini dan bertunangan dengan Laura, hanya itu yang papa inginkan darimu, setelah itu kamu bisa membawanya pulang" jelas Santoso


"Lalu apa yang sudah kamu lakukan? Kenapa harus mengancam ku dengan menggunakan dirinya? Ini antara kamu dan aku, tidak ada hubungan dengannya! Lepaskan dia,, jangan sampai kamu membuatnya ketakutan" tutur Raka lagi, yang telah beranggapan jika Santoso telah melakukan sesuatu pada Shasa


"Ha-ha-ha" tawa Santoso terdengar dari balik ponsel


"Raka,, apa kamu menganggap papa sekejam itu? Jangan takut dan khawatir,, papa tidak akan melakukan apapun padanya jika kamu menurut dan mematuhi dengan semua yang apa papa katakan padamu" ucap Santoso yang terdengar sedang bahagia


"Kamu...


Tet.. tet.. tet..


Santoso memutuskan panggilannya, Sebelum Raka mengutarakan apa yang ingin di ucapkannya


"Halo,,, halo,," Raka melihat ponselnya dan membanting ponsel itu dengan marah saat Santoso sudah memutuskan panggilannya


Raka membuka pintu mobilnya dan turun dari mobil! Dan melayangkan tinjunya pada Veri yang masih berdiri di samping mobilnya, Raka dengan amarahnya, tidak memberi ampun pada Veri yang sama sekali tidak mengelak ataupun membalas pukulan yang di terimanya dari Raka


"Katakan, dimana dia?" Tanya Raka dengan suara yang keras sambil memegang kera kemeja Veri dengan kedua tangannya


"Tuan muda, jika anda tidak ingin terjadi sesuatu padanya, sebaiknya anda menuruti semua perkataan dari tuan besar, anda tahu sendiri bagaimana dengan sifat tuan besar, dia sama sekali tidak ingin ucapannya di bantah" jelas Veri yang mulut dan keningnya kini mengeluarkan darah akibat pukulan dari Raka


"Aku tidak akan menuruti perintah darinya, sebaiknya kamu mengatakan dimana dia sekarang! Sebelum aku membunuhmu" tegas Raka yang amarahnya sudah sampai ke ubun-ubun


Veri tersenyum melihat raut wajah Raka yang begitu menyedihkan


"Tuan muda,, wanita itu ada di tangan tuan besar, meski anda membunuhku sekarang! Itu tidak akan menguntungkan Anda begitupun dengan wanita itu" jelas Veri yang terlihat sangat tenang Meski Raka sudah memukulinya sampai berdarah

__ADS_1


Ucapan dari Veri Membuat Raka tidak bisa berbuat apa-apa, dia melepaskan pegangan tangannya dari kera kemeja Veri yang di kenakannya sambil mendorong Veri hingga terjatuh di lantai


Raka menghentakkan tangannya memukul udara, dan menarik rambutnya sendiri dengan rasa marah yang ada di dalam hatinya!


"Aaaaaaa... Teriak Raka yang tidak bisa berbuat apa-apa lagi


"Tuan silahkan" Veri yang sudah membuka pintu mobil untuk Raka, mempersilahkannya untuk masuk ke dalam mobil.


Raka tidak bergerak dari tempat iya berdiri, dia memukul mobil dan menendang ban mobilnya akibat rasa marah yang tidak bisa iya tahan


"Tuan muda, semakin cepat Anda hadir, semakin cepat pula anda akan bertemu dengannya" jelas Veri yang mencoba untuk menenangkan hati Raka


Raka yang tidak bisa berbuat apa-apa, hanya bisa menurut dan ikut dengan Veri, untuk menghadiri acara pertunangannya bersama dengan Laura


Raka duduk di jok belakang sambil bersandar sambil melihat lurus ke depan, saat Veri melajukan mobilnya


"Shasa,, maaf.. karena aku kamu mendapat masalah, tunggu aku, aku pasti akan membebaskan mu" ucapanya dalam hati


Raka melihat suasana di luar jendela, melihat bagaimana hari itu tidak secerah hari biasanya, awan hitam telah menyembunyikan mentari yang menyinari bumi, sehingga membuat suasana siang itu menjadi gelap


***


Tet.. tet.. tet..


" Ponselnya tidak terhubung, apa dia masih sibuk? Tanya Shasa sambil kembali duduk di bangku, Shasa mendongakkan kepalanya melihat awan hitam yang sudah menyelimuti langit


" Ini akan Turun hujan! Apa dia akan datang atau tidak? tanya Shasa lagi


"Tapi jika aku pergi,, Bagaimana jika raka datang dan tidak melihatku disini? Dan bagaimana jika dia terus menungguku? Tidak,, Shasa menggelengkan kepalanya


"Aku harus tetap disini untuk menunggunya, aku tidak ingin dia yang menungguku disini" jelas Shasa pada dirinya sendiri


Setelah lama menunggu, Shasa merasa bosan dia berdiri dan menundukkan kepalanya, melihat kedua kakinya memainkannya dan sambil menendang-nendang bebatuan yang ada di dekat kakinya


Dan saat itu pun rintihan hujan turun, shasa mencoba untuk menghalangi air hujan agar tidak mengenai wajahnya dengan menggunakan kedua telapak tangannya untuk berlindung, Shasa berlari kebawah pohon besar yang tidak jauh darinya untuk berteduh, namun itu tidak membuat air hujan untuk tidak membasahi tubuhnya

__ADS_1


Meski telah basah Shasa tidak mengurungkan niatnya untuk tidak menunggu Raka, dia tetap berdiri di bawah pohon besar sambil menunggu kemunculan raka


"Aaahh,, ini sangat dingin," ucap Shasa


***


Tetesan air hujan terlihat jelas dari dalam mobil melalui jendela kaca mobil.


Raka terus terdiam sambil menunggu mereka sampai ke tempat yang di tuju


Veri memarkirkan mobilnya dan mengambil payung dan turun dari mobil, dan melangkahkan kakinya membuka pintu mobil untuk Raka sambil memayunginya dan berjalan


"Tuan silahkan," Veri mempersilahkan Raka untuk masuk, setelah dia sudah Turun dari mobil


Untuk sesaat Raka diam di tempat sambil melihat sekeliling.


Raka melangkahkan kakinya berjalan masuk di kediaman Santoso


"Putraku ,, kamu sudah datang?" Santoso menyambut Raka dengan sangat bahagian, setelah Raka terlihat memasuki kediamannya


Raka tidak membalas sambutan dari Santoso, dia hanya memasang wajah yang murung dan menatapnya dengan tatapan yang sangat marah, Raka berjalan dengan cepat menghampiri Santoso, yang memperlihatkan senyum manis di bibirnya


"Di mana dia?" Tanya Raka yang tidak bisa menahan kesabarannya dengan suara yang pelang


"Ha-ha-ha,,, Tawa Santoso Terdengar


" Kita akan membahas itu nanti, kemarilah sambut semua tamu yang datang, dia adalah kolega bisnis papa dan kolega bisnis kamu," jelas Santoso sambil memegang bahu Raka


Raka dengan wajah dinginnya, melepaskan tangan Santoso dari bahunya


"Aku tidak tertarik dengan semua ini, cepat katakan dimana dia" tanya Raka lagi


"Katakan,, jika tidak aku akan mengacaukan tempat ini, aku akan memberitahu semua tamu yang ada disini bagaimana kamu mengancam ku, untuk melakukan pertunangan ini.


"Apa kamu sedang mengancam papa?" Tanya Santoso

__ADS_1


"Itu yang kamu lakukan padaku, aku hanya mengikuti trik darimu" jawab raka


__ADS_2