Antara Cinta Dan Kasih

Antara Cinta Dan Kasih
Tidur pun kamu begitu aktif,


__ADS_3

"Apa ada yang bisa saya bantu?" Tanya security yang ada di balik pagar dan memperhatikan pria yang kini berdiri di luar pagar


"Aku ingin bertemu dengan Raka, katakan padanya aku ingin membawa pulang Shasa," jelas Rendi langsung dari intinya, Tampa berbasah basi dulu


Security itu tiba-tiba menggaruk kepalanya yang sebenarnya tidak terasa gatal.


"Maaf tuan,, tapi ini sudah larut, aku takut jika tuan Raka sudah tertidur," ucap security itu


Mendengar perkataan dari security itu, amarah Rendi jadi meningkat, Rendi memegang pagar besi yang kokoh itu dan menatap tajam pada security, sambil mengguncang-guncangkan pagar itu


"Buka pagarnya sekarang atau aku akan membuat onar disini," ucap Rendi dengan mengancam security yang sudah terlihat kebingungan


"Jangan tuan, baik, baik aku akan mencoba agar pesan anda sampai pada tuan Raka," ucap security itu dan dengan cepat berjalan masuk kedalam rumah besar dan yang terlihat sangat luas itu.


Security itu dengan secara kebetulan bertemu dengan Anton yang tengah duduk bersama dengan Surti, menikmati indahnya malam, di halaman rumah itu


Senyum di bibir sang security terlihat, perasaan lega kini muncul di raut wajahnya, dia berjalan menghampiri Anton dan Surti yang tengah duduk bersantai


"Tuan Anton maaf, seseorang ada di luar sana ingin bertemu dengan tuan muda Raka," ucap security itu sambil menundukkan kepalanya dengan hormat


"Siapa dia?" Tanya Anton dengan penasaran


"Dia hanya berkata ingin menjemput nona Shasa, dan dia mengancam akan membuat onar jika tidak bertemu dengan tuan muda." Jelas security itu lagi


Anton dan surti saling menatap mendengar perkataan dari sang security


"Baiklah biar aku yang menyampaikannya pada tuan," ucap Surti dan berjalan masuk kedalam rumah.


Sedangkan Anton dan security itu berjalan menghampiri Rendi yang masih berdiri di luar pagar.


Saat sampai di depan pintu kamar Raka, Surti menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya dengan pelan kemudian mendekat pada pintu kamar dan mengetuknya


"Tok.. tok.. tok..


Tuan aku ada perlu yang harus di sampaikan" ucap Surti dengan sangat sopan

__ADS_1


Raka yang kebetulan belum tidur menoleh kearah pintu dan mencoba untuk melepas pelukannya dari Shasa dengan sangat hati-hati, agar tidak membangunkan Shasa yang masih tertidur pulas.


Raka Turun dari tempat tidur dan berjalan menuju pintu kamar dan membukanya, Raka keluar dan menutup pintu itu kembali dengan sangat pelan agar tidak mengeluarkan bunyi, yang bisa menggangu shasa


"Ad apa" tanya Raka


"Tuan diluar sana ada seseorang yang ingin menjemput nona Shasa," jawab Surti


Mendengar itu Raka melihat Surti dan mengerutkan keningnya


"Siapa dia?" Tanyanya lagi


"Aku juga tidak tahu pasti tuan" jawab Surti lagi


Raka berjalan menuruni tangga dan berjalan keluar rumah, dari kejauhan Raka melihat Rendi tengah berdiri di luar pagar dan di temani oleh security dan Anton yang berdiri di dalam pagar


Raka terus berjalan sambil tersenyum


"Dokter Rendi, apa yang membuatmu kemari?" Tanya Raka yang masih terus berjalan mendekat pada Rendi


"Kamu,,," Rendi menghentikan ucapannya dan kembali memegang erat pagar besi yang jadi penghalang di antara mereka, raut wajah yang sangat marah terlihat jelas di wajah Rendi saat ini


"Buka pagarnya, aku harus menjemput Shasa" tegas Rendi mencoba untuk menahan emosi dalam hati dan pikirannya.


"Maaf,,, dokter sekarang Shasa tertidur pulas, aku tidak akan membiarkan seseorang untuk mengganggunya, tidak terkecuali itu kamu.


Sebaiknya anda pulang saja, urusan Shasa biar besok aku yang akan mengantarnya pulang," ucap Raka dengan tatapan sinis pada Rendi


"Kamu,," Rendi menghentikan ucapannya lagi, menatap Raka dengan tatapan yang penuh dengan kebuasan, seakan-akan ingin menerkam Raka hidup-hidup


"Kamu tidak memiliki hak atas Shasa, biarkan aku masuk aku harus membawanya."tegas Rendi lagi


Raka melangkahkan kakinya mendekat pada pagar besi,


"Dokter Rendi, sebaiknya anda pergi, aku bisa saja melaporkan mu, karena membuat keributan di rumahku. ini sudah larut, Shasa baru saja tertidur setelah melakukan pengobatan yang di lakukan oleh dokter reza, dan lagi pula bibi Rita yang memberiku izin untuk membawanya, jadi aku punya hak untuk menjaganya" jelas Raka dengan balasan tatapan yang sinis

__ADS_1


"Aku tidak punya banyak waktu untukmu," sambil melihat jam yang di pergelangan tangannya


"besok aku memiliki banyak pekerjaan di kantor, jadi aku harus tidur, sebaiknya anda pergi dari sini" jelas Raka lagi dan berbalik melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah besarnya itu.


"Tuan,, maaf jika aku lancang, sebaiknya anda pergi, nona Shasa disini baik-baik saja. Tuan Raka benar-benar menjaganya dengan baik" Ucap Anton yang mencoba untuk meyakinkan hati Rendi, agar tidak merasa kawatir lagi pada shasa


"Baik,,, tapi besok aku akan kemari lagi, jika tuan mu melakukan hal yang merugikan Shasa, aku pastikan akan membunuhnya sendiri dengan tanganku,"


Tegas Rendi lagi dengan mengepalkan kedua tangannya dan berjalan menuju mobilnya.


Raka kembali memasuki kamarnya dan melihat Shasa yang kini masih tertidur di atas ranjangnya. seperti anak kecil Shasa tertidur, dengan gaya-gaya yang menggemaskan, Raka tersenyum melihat Shasa yang sekarang tidur Tampa memakai bantal dan melentakkan kedua tangannya hampir menguasai tempat tidur itu.


Dengan senyum manis di bibir Raka, dia melangkah sambil membuka jam tangannya dan memperbaiki posisi tidur Shasa


"Tidur pun kamu begitu aktif, tidak heran saat kamu terbangun kelakuan mu seperti anak kecil," ucap Raka sambil mengecup kening Shasa, dan berbaring di samping Shasa dengan posisi terlentang melipat kedua tangannya, menaruh di bawah kepalanya sebagai pengganti bantal, Raka memikirkan tentang Rendi, yang menurutnya akan menjadi penghalang besar untuk mendapatkan hati Shasa.


Tiba-tiba Shasa membalikkan tubuhnya dan memeluk tubuh Raka seperti bantal guling, mendekatkan wajahnya pada dada bidan raka.


Raka melihat Shasa dan tersenyum lagi, dan melepaskan tangan dari bawa kepalanya dan memeluk Shasa dengan penuh kebahagiaan.


Raka pun mencoba menutup matanya dan tertidur.


***


Sedangkan di sisi lain Rendi dengan marah meluapkan amarahnya pada stir mobil yang kini ada di hadapannya, dia melajukan mobilnya dengan kecepatan yang tinggi dan terus mengumpat.


"Sial,, sial, aku tidak boleh tinggal diam.


Aku tidak boleh membiarkan Raka mendahuluiku untuk mendapatkan hati Shasa" ucap Rendi pada diri sendiri dengan perasaan kesal sambil menyentuh dahinya yang terasa sakit.


"Dua hari lagi hari ulang tahun Shasa yang ke 20, aku harus meluangkan waktu untuk menyatakan isi hatiku padanya" ucapnya lagi dan menganggukkan kepalanya, membenarkan ucapanya sendiri


"Sebelum itu aku harus menyiapkan segala sesuatu yang bisa membuatnya merasa senang agar bisa menerima perasaanku ini,


Tapi.... Apa semudah itu" ucap Rendi lagi pada dirinya sendiri, Rendi menggelengkan kepalanya, merasa tidak percaya diri, dengan apa yang direncanakannya.

__ADS_1


__ADS_2