Antara Cinta Dan Kasih

Antara Cinta Dan Kasih
Semuanya tidak benar


__ADS_3

"Bos apa anda akan hadir di pesta ulang tahu, nona Laura malam ini?" Tanya Romi, sambil menyetir mobil yang di tumpangi oleh Raka


Raka mengabaikan pertanyaan dari Romi, jangankan menjawab untuk melihat Romi saja, Raka enggan


Semenjak pertemuan Raka dan Shasa di hari itu, dia bukan hanya menjadi pria dingin namun sekarang Raka juga menjadi pria yang pendiam, Raka sangat jarang untuk berbicara dengan siapapun. Dia selalu memilih untuk diam dari pada harus membuka suara ataupun berbicara pada orang


Romi yang tidak mendapat jawaban dari pertanyaannya hanya bisa menaikkan satu alisnya, dengan raut wajah yang jutek.


dia yang sudah tahu akan sifat atasannya, tidak peduli lagi jika setiap dari ucapanya itu tidak mendapat tanggapan dan itu tidak membuatnya untuk berhenti dari situ.


Romi yang memang sifatnya tidak bisa diam kembali untuk membuka mulut dan berbicara, meski tidak mendapat respon dari setiap perkataannya tapi dia tetap terus mengatakan apa yang ada di dalam pikirannya, Romi selalu mengutarakan setiap apa yang iya pikirkan tidak berpikir jika itu pantas di ucapkan ataupun tidak


"Bos,, tuan Santoso menginginkan anda untuk hadir malam ini di acara itu," ucap romi tapi Raka hanya terdiam mendengar perkataan darinya


"Tuan santoso dan tuan Irawan sepakat untuk membatalkan pertunangan Anda dengan nona Laura malam ini"


Ucapan dari Romi itu membuat Raka yang mendengarnya jadi menatapnya dan merespon ucapanya


"Apa katamu?" Tanya Raka dengan mengerutkan keningnya


" Benar bos, tuan Santoso mengatakan itu, dan tuan santoso meminta maaf soal pertunangan itu pada anda, karena sudah memaksa anda untuk bertunangan dengan nona laura, dan malam ini tuan Santoso dan tuan Irawan akan membatalkannya. Tuan Santoso berharap agar bos mau hadir, agar tidak menimbulkan isu dari para tamu, jika anda dan nona Laura sedang mendapat paksaan untuk bertunangan" jelas Romi.


***


Di tengah keramaian, Irawan dan Santoso berdiri di depan semua tamu undangan yang hadir,


Mereka berdiri dan di tatap pada Semua mata para tamu undangan yang datang.

__ADS_1


Di dalam keramaian itu, triwijaya dan putrinya Dona pun hadir untuk memeriahkan pesta ulang tahun Laura


Irawan dan Santoso saling menatap dan saling melemparkan senyuman dan saling memberi isyarat untuk memulai, apa yang ingin iya sampaikan.


Sebelum Irawan mengatakan apa yang ingin iya katakan, perlahan dia menarik nafas dan menghembuskannya, mencoba untuk mengatur nafasnya dan tenang


"Selamat malam semuanya, tuan dan nyonya! Terimakasih karena tuan dan nyonya mau menyempatkan diri untuk hadir di pesta putriku" ucap Irawan dan di iringi dengan senyum di bibirnya


"Sebelum acara tiup lilin di mulai, yang akan di lakukan oleh putriku Laura! kami dari keluarga besar Irawan dan tuan Santoso ingin mengatakan sesuatu, yang mengenai dengan pertunangan antara putriku dan putra dari tuan Santoso. Pertunangan yang tidak sempat di lakukan Tempo lalu, akan kami batalkan!" Ucap Irawan


Dan setelah Irawan selesai untuk mengatakan apa yang ingin dia sampaikan, santoso pun menambah dan membenarkan apa yang Irawan ucapkannya


"Benar yang dikatakan oleh tuan Irawan, pertunangan itu akan di batalkan" ucap Santoso, yang membuat para tamu undangan jadi saling menatap dan saling membuat pertanyaan satu sama lain


"Tuan Santoso. Bukannya tuan Raka sangat mencintai nona Laura, apa yang membuat mereka sampai ingin membatalkan pertunangannya itu, bahkan pertunangan itu pun belum sempat terjadi" tanya salah satu tamu yang hadir, yang tak lain adalah triwijaya.


bersama dengan Dona, triwijaya berdiri di tengah-tengah para tamu undangan dan memberi komentar atas apa yang di ucapkan oleh Santoso


Irawan dan Santoso kembali saling menatap, saat mendengar pertanyaan dari triwijaya, mereka berdua hanya terdiam dan tidak ada yang menjawab pertanyaan dari triwijaya.


Dan di saat itu pula Laura keluar dari kamarnya di temani oleh Debi dan Paula temannya, dan berjalan turun dari lantai dua kediamannya


Santoso dan Irawan menoleh ke arah tangga di mana Debi dan Laura sudah Turun menuruni anak tangga.


Untuk sesaat, Laura yang begitu cantik mengalihkan perhatian mereka yang ada di kediamannya itu, Laura tampil begitu mempesona anggun dan begitu berwibawa


Debi dan Laura serta Paula berjalan mendekat ke pada Irawan dan Santoso. Laura Berdiri di depan para tamu undangan, dan melemparkan senyum manis di bibirnya dan tidak sengaja menangkap sosok Dona yang sudah berdiri di sana, laura menatap Dona yang ada di tengah-tengah mereka.

__ADS_1


Seketika senyum di bibir Laura hilang di saat dia melihat kehadiran Dona di acaranya itu


Laura mengingat akan Dona, yang pernah memberinya peringatan untuk menjauhi Raka, membuat Laura jadi tidak berani untuk menatapnya lagi,


tapi di wajah Dona tidak memperlihatkan ekspresi apapun terhadap Laura, dia berdiri menatap Laura dengan tatapan yang biasa-biasa saja, Dona tidak memperlihatkan tatapan marah ataupun semacamnya terhadap Laura


Semenjak penyekapan yang di lakukan oleh Andra terhadap Dona selama beberapa hari, kini Dona tidak begitu tergila-gila lagi pada Raka. Karena menganggap kemalangan yang terjadi padanya itu semua karena rasa cintanya pada Raka.


Kehadirannya di pesta itu hanya untuk membuang stress yang sudah di alaminya.


Dona menjadi pendiam dan tidak banyak ikut campur lagi dengan urusan yang tidak menyangkut dengan dirinya.


"Nona Laura, anda begitu cantik malam ini" ucap salah satu dari mereka yang mengagumi kecantikan Laura


Laura mengangkat kepalanya yang tertunduk melihat orang yang tengah memujinya


"Terimakasih" balas Laura dengan tersenyum


"Nona Laura, kenapa anda harus membatalkan pertunangan Anda dengan tuan Raka? Padahal sebagian dari kami memandang, anda dan tuan Raka begitu serasi dan sangat cocok satu sama lain"


Mendengar pertanyaan itu, Laura menoleh untuk menatap Irawan dan melihat Santoso, mencoba untuk mencari jawaban dari pertanyaan salah satu tamu undangan yang hadir, dan Laura kembali melihat kearah Dona lagi


"Sebelumnya anda tidak jadi bertunangan, karena anda dinyatakan sakit, dan tuan Raka memiliki pekerjaan penting, dan sekarang anda mengumumkan jika anda ingin membatalkan pertunangan yang belum sempat terjadi, apa sebelumnya kalian memang tidak berencana untuk bertunangan"


"Benar! Tuan Santoso dan tuan Irawan sebelumnya anda mengundang kami untuk memeriahkan pesta pertunangan untuk putra putri anda, dan sekarang anda mengundang kami untuk pembatalan pertunangan itu? Apa Anda sedang mempermainkan kami?" Pertanyaan dari Triwijaya lagi mencoba untuk memanasi setiap tamu undangan, karena rasa sakit hatinya.


"Semuanya tidak benar,," tiba-tiba dari luar terdengar pernyataan itu.

__ADS_1


"Pertunangan itu akan tetap berlanjut dan akan tetap di laksanakan malam ini" tiba-tiba Raka berjalan masuk dan memberikan pernyataan itu, hingga membuat semuanya tercengang


Raka berjalan ke depan menghampiri Laura, yang tengah berdiri di samping orang tuanya, dan santoso


__ADS_2