
"Raka,,," suara gemetar menyebut nama Raka keluar dari mulutnya, air mata yang tak terbendung lagi, mengalir deras hingga menetes ke lantai
Kesedihan Shasa sudah tidak dapat dia sembunyikan lagi, melihat kekasih hatinya itu terlalu kasar padanya
"Kamu mempercayai ku? Lalu kenapa kamu berpaling dariku? Tidakkah itu terlalu mencolok?" Raka Tersenyum merasa telah dibodohi
" Kamu memilih Andra dari pada aku. Katakan apa yang sudah dia berikan padamu? Kenapa harus dia?" karena kemarahan dalam hatinya, Raka kembali mendorong Shasa hingga kembali jatuh ke atas ranjang.
Raka berbalik! dengan marah di menghentakkan tangannya ke meja, hingga membuat Shasa jadi kaget.
Raka kembali berbalik untuk melihat Shasa yang tengah menangis,
Raka menarik kursi dan duduk di depan Shasa dan memegang wajah Shasa, menatapnya penuh dengan rasa marah
"Kamu pikir, dengan mengeluarkan air mata palsu mu itu, aku akan bersimpatik padamu? Shasa,, dengan apa yang kamu lakukan padaku, itu membuatku muak! Dan Aku membencimu" ucap Raka, Meski sebenarnya ucapan dari mulutnya itu bertentangan dengan hatinya.
Raka melepas tangannya, dari wajah Shasa dan berdiri, berbalik membelakangi shasa.
melihat Shasa menangis dan memasang wajah sedih di raut wajahnya membuat Raka tidak tega untuk melihatnya,
Raka terdiam untuk sesaat.
"Aku sangat mencintaimu, aku Benar-benar mencintaimu," tiba-tiba ucapan itu terdengar keluar dari mulut Raka
" setelah bertemu denganmu aku merasa kamu sudah merubah hidupku, aku merasa kamu berbeda dengan para wanita yang di luaran sana! Shasa,, aku tidak habis pikir kamu akan mempermainkan ku seperti ini," Raka berbalik dan kembali duduk di kursi
" Shasa,, lihat aku! aku akan memberikan segalanya untukmu, tinggalkan Andra! Dan kembali padaku, aku berjanji akan membahagiakanmu, apapun itu aku akan menurutinya asal kamu bersama denganku" pinta Raka dengan penuh harap, menatap mata Shasa dengan penuh ketulusan
Shasa memalingkan pandangannya, tidak berani untuk membalas tatapan mata dari Raka
__ADS_1
"Itu tidak mungkin dan tidak akan terjadi" jelas Shasa
"Kenapa?" Tanya Raka sambil memegang bahu Shasa
"Apa dia sudah melakukan sesuatu padamu? Katakan apa yang sudah iya lakukan padamu? Tanya Raka lagi sambil menggoyang-goyangkan bahu Shasa
"Apa karena materi? Apa ini karena masalah uang? Katakan berapa banyak yang iya berikan padamu, berapa banyak yang sudah kamu terima darinya, sehingga kamu sulit untuk meninggalkannya. Shasa,, aku bisa membayar semuanya, aku bisa mengembalikan Semuanya berapapun itu, dari itu datanglah padaku"
"Raka sudahlah,, jangan mengatakan apapun lagi." Shasa menggelengkan kepalanya
"Kenapa? Shasa,, aku bisa melakukan apapun dan bisa memberimu apa saja yang sudah iya berikan padamu, bahkan hidupku inipun bisa aku serahkan jika kamu mau." Jelas Raka dengan lantang
Shasa tersenyum namun air matanya tetap mengalir deras mendengar apa yang dikatakan oleh raka.
"Apa kamu yakin,, bisa memberikan hidupmu padaku? Apa itu bisa membuatku hidup untuk selamanya? Raka jangan berbasa-basi, aku tidak ingin mendengar ocehan darimu lagi," Shasa menghapus air matanya
"Jika kamu benar-benar memiliki rasa padaku, tolong biarkan aku pergi dari sini, aku tidak ingin tinggal disini" pinta Shasa,
"Raka,, aku mohon biarkan aku pergi dari sini" ucap Shasa dengan melipat jemari tangannya memohon pada Raka yang sejak tadi menatapnya dengan tatapan yang ganas.
"Tidak, aku tidak akan membiarkan mu pergi," ucap Raka sambil berjalan menghampiri Shasa
"sekarang kamu harus membayar apa yang sudah kamu lakukan padaku, rasa sakit di hatiku ini tidak akan hilang sebelum aku membalas mu!" Tutur Raka sambil memegang bahu Shasa, mendorong mundur tubuh Shasa dan menghimpitnya ke daun pintu.
Raka mencoba untuk mencium paksa bibir Shasa yang selalu mengelak darinya, dia memegang tangan Shasa yang selalu meronta-ronta untuk melepaskan diri darinya, Shasa berusaha untuk mendorong tubuh Raka yang sudah menyimpitnya, namun kekuatan Shasa sudah terkuras habis untuk meronta-ronta, dia tidak Memiliki tenaga lagi
"Tidak," Shasa menggelengkan kepalanya
"Raka,, jangan lakukan ini padaku, aku mohon" suara yang terdengar melemas, dan Isak tangis Shasa membuat Raka meninju daun pintu dengan keras, membuat jemari tangannya terluka.
__ADS_1
Shasa memejamkan matanya, saat mendengar hantaman pintu yang sangat keras dari pukulan tinju Raka dan berteriak kaget
"Aaaaaaaahk.." Shasa menutup telinganya dan menangis menjatuhkan dirinya untuk terduduk di lantai, sambil membiarkan dahinya bersandar di lututnya
"Raka,, Kenapa kamu lakukan ini padaku? Aku ingin pulang, biarkan aku pergi" ucapan Shasa, di iringi dengan tangis yang cukup keras.
Raka melihat Shasa dengan tatapan sinis, dia berjalan menuju sofa, dan duduk! Tampa mengatakan apapun, Raka meneguk minuman keras dalam botol dan terus menatap Shasa yang tengah menangis seperti anak kecil
Rasa marah di hati Raka, tidak bisa iya pendam lagi, Raka berteriak marah
"Aaaahk..." Dan melemparkan botol yang ada di tangannya, dengan tingkah Raka yang seperti itu, membuat Shasa jadi takut padanya, Shasa terus menangis dan memeluk lututnya
"Sudahlah jangan menangis lagi,," Raka mendekat pada Shasa lagi dan menarik tangan Shasa! membuatnya untuk berdiri
"Aaaaohk.." jerik Shasa kesakitan dan mencoba untuk mengangkat sedikit kakinya agar tidak menyentuh lantai dengan tingkahnya itu, membuat raka melihat lantai tempat Shasa berpijak penuh dengan darah yang berceceran, matanya membulat dan raut wajahnya berubah seketika
"Shasa,, kamu terluka?" Dengan cepat raka berlutut dan melihat telapak kaki Shasa yang sudah di penuhi dengan darah, dia melihat pecahan kaca vas bunga menusuk telapak kakinya terlalu dalam
Rasa marah di hatinya kini berubah menjadi rasa cemas dan kekhawatiran yang mendalam.
"Kakimu terluka!" Raka yang panik dengan cepat mengangkat tubuh Shasa, membawanya ke sofa dan mendudukkannya, dia pun duduk di sofa dan mengangkat kaki Shasa meletakkan di atas pahanya
"Apa yang sudah aku lakukan!" Raka meraih ponsel yang ada di atas meja dan berniat untuk menghubungi dokter Reza , tapi dengan cepat Shasa menghentikannya
"Jangan menghubunginya, Raka aku hanya ingin pergi dari sini, aku mohon biarkan aku pergi" ucapan yang berulang kali Shasa ucapkan membuat Raka jadi salah paham lagi padanya
"Shasa,, ini yang kesekian kalinya kamu memohon padaku! Apa kamu benar-benar tidak bisa melihat keseriusan hatiku padamu? Apa segitu sukanya kamu pada Andra, hingga aku yang begitu mencintaimu, kamu abaikan.
"Tidak,, " Shasa menggelengkan kepalanya. Kini rasa sesak di dadanya mulai menyerangnya
__ADS_1
Shasa yang tidak ingin Raka sampai tahu akan penyakitnya itu, mencari cara agar bisa dengan cepat keluar dari kamar hotel