Antara Cinta Dan Kasih

Antara Cinta Dan Kasih
Apa yang terjadi pada wanita itu?


__ADS_3

"Apa kamu sakit? Tanya Raka dengan perasaan cemas yang telah mengganggu dalam hatinya


"Ah.. Tidak,, aku sehat, ada apa?" balas shasa


Raka tersenyum mendengar Jawaban dari Shasa, dan tidak memberi jawaban padanya, atas pertanyaan nya itu, dan kembali duduk di tempatnya semula


Shasa mengerutkan keningnya dengan perasaan bingung terlihat di wajahnya, saat melihat tingkah Raka yang membingungkan


Raka yang sudah duduk dan memulai untuk menyantap makanan yang sudah di siapkan oleh surti.


Raka menyantap makanannya dengan lahap,


Sedangkan Shasa terlihat tidak begitu, bernafsu untuk melahap makanan yang tersedia untuknya, sesekali dia terdengar menghembuskan nafasnya dengan kasar, terlihat dia sedang memikirkan sesuatu yang ada di dalam kepalanya itu


Dari luar tiba-tiba terdengar bel bunyi.


Shasa menoleh tapi tidak beranjak dari tempat duduk, dia hanya mencoba untuk melihat siapa yang datang, namun pandangan matanya terhalang pada tembok besar yang menjadi pembatas dari ruang makan itu.


Karena tidak dapat melihat, siapa yang datang, Shasa melanjutkan makannya lagi,


Sedangkan Raka sama sekali tidak menghiraukannya, dia tetap serius makan dengan lahap, dan melihat Shasa yang ada di depannya


"Apa itu tidak enak?" Tanya Raka saat melihat Shasa terlihat begitu lesu untuk memakan makanan itu


"Ah,, tidak.. ini enak,!" Balas Shasa sambil memakan sesuap demi sesuap makanan yang ada di depannya


"Tuan Raka, kamu mengundangku, tapi tidak menyambut kedatanganku, kamu benar-benar keterlaluan," ucap seseorang yang tiba-tiba masuk begitu saja dalam ruangan itu sambil berdiri di dekat Raka dan melihat ke arah Shasa


Lelaki yang tak lain adalah dokter Reza, yang di undang oleh Raka untuk memeriksakan penyakit Shasa, terdiam sesaat, di saat dia melihat Shasa yang tengah duduk di hadapannya itu,


"Wah... Dia benar-benar cantik!" Ucap Reza sambil membungkuk dan berbisik di telinga raka


Raka tetap terdiam saat mendengar perkataan dari dokter Reza, dan terus menatap Shasa yang ada di depannya, dalam hatinya membenarkan pernyataan dari Reza, sehingga membuatnya tersenyum sendiri


Reza berdiri tegak dan berjalan menghampiri Shasa, sambil menjulurkan tangannya


"Hai... Aku dokter Reza, bisa dipanggil dengan sebutan Reza" ucap dokter reza dengan berbasah basi pada Shasa

__ADS_1


Shasa berdiri saat melihat Reza menghampirinya, dan tak segan untuk menjabat uluran tangan darinya.


"Aku Shasa," ucap shasa


Reza tersenyum melihat Shasa yang kini berjabat tangan dengannya


"Nama yang bagus, dengan kriteria yang kamu miliki memang sangat Cocok untukmu," ucap Reza pada Shasa dan tersenyum manis padanya.


Reza sengaja memancing kemarahan Raka, sehingga dia dengan sengaja tidak melepaskan jabatan tangan dari Shasa, Reza terus berbicara manis pada Shasa, sampai membuat Raka benar-benar sudah memakan umpan yang di berikan oleh reza


Raka berdiri dan berjalan menghampiri mereka, dan dengan cepat Raka melepaskan jabatan tangan mereka berdua.


"Kamu boleh mengajaknya berbicara, tapi tidak di izinkan untuk mengambil kesempatan untuk menyentuhnya" jelas Raka dengan tatapan marah pada dokter Reza.


Mendengar perkataan Raka, Reza malah tersenyum geli dan menepuk bahu raka yang ada di dekatnya sambil menggelengkan kepalanya,


"Tuan Raka kamu sekarang mulai berubah" ucap reza Dan duduk di kursi di samping kursi Shasa.


"Ini terlihat enak, lebih baik aku makan malam disini, kebetulan sekarang aku sedang lapar," ucap Reza, dan mengambil piring yang ada di atas meja.


Shasa mengangguk dan duduk, mereka pun makan bersama, Tampa menghiraukan Raka ya berdiri dengan tatapan yang tidak menyenangkan


***


Di sisi lain seorang wanita yang berjalan di setiap dudut rumah sakit, dan di ikuti oleh ketiga algojonya, menghentikan langkahnya, dia berbalik dan melihat ketiga algojo itu dan menatap mereka dengan tatapan yang seakan ingin menerkanya hidup-hidup, kemarahan dalam hatinya membuat tubuhnya seakan gemetar.


Plaak...


Wanita itu melayangkan tamparan pada setiap algojonya itu


Omelan dan tamparan pada seorang wanita, yang tidak lain adalah Dona, membuat para algojo itu terdiam sambil memegangi pipinya.


"Kalian semua tidak becus, pekerjaan yang semudah ini tidak bisa kalian lakukan, ccuueee" kemarahan dalam diri Dona membuatnya berkata-kata kasar pada ketiga lelaki bayaran itu


"untuk apa aku mengeluarkan uang yang banyak membayar kalian dengan mahal, jika cara kerja kalian seperti ini. untuk membawa satu orang saja, kalian tidak mampu, badan sebesar itu, tapi tidak memiliki kekuatan yang mampu mengalahkan Raka Santoso.


Sekarang kalian pergi dari sini, kedepannya aku tidak ingin mendengar kalian gagal lagi." Ucap Dona dengan kemarahan yang membara dalam hatinya

__ADS_1


"Baik nona," ucap mereka serentak dan pergi meninggalkan Dona sendiri


Setelah semuanya berlalu pergi Dona mengepalkan tangannya


"Aaaaaaaahk...


Raka,, kamu benar-benar mempermainkan ku, jika bukan karena rasa cintaku padamu, aku tidak akan mengampunimu untuk saat ini" teriak Dona dengan kemarahannya


Di lorong rumah sakit Dona berdiri sendiri dan marah-marah sendiri, setiap pasien dan pembesuk yang lewat melihatnya dengan tatapan yang aneh,


Mereka saling berbisik membicarakan Dona, yang telah hilang kendali akibat perlakuan Raka yang sudah membohonginya, untuk menyuruhnya menemuinya di rumah sakit


"(Apa yang terjadi pada wanita itu? Dia terlihat cantik tapi, sayang sekali kelihatannya di sudah tidak waras)"


Ucap salah satu dari mereka yang melintas di dekat Dona.


"Apa yang kalian lihat? Pergi dari sini," ucap Dona karena tahu dia sekarang jadi pusat perhatian di rumah sakit itu


Setelah itu dia pun melangkahkan kakinya pergi dan meninggalkan rumah sakit dengan membawa kemarahan yang, telah Raka berikan padanya.


***


Dokter Reza dan Shasa terlihat tengah berduaan di ruang kerja raka. Dimana shasa yang duduk setengah berbaring sambil memejamkan matanya, menjawab setiap pertanyaan dari dokter Reza, dan mengeluarkan unek-unek yang dia rasa perlu di utarakan pada orang lain, dan tetap merahasiakan hal yang menurutnya itu rahasia.


"Nona Shasa jika anda ingin trauma anda segera sembuh, anda harus bekerjasama denganku, menjawab setiap yang aku pertanyakan padamu, aku harap Anda tidak menyembunyikan apapun dariku, itulah kerja sama yang paling baik


Reza ingin mengetahui masalah yang di alami oleh Shasa di masa lalu, hingga meninggalkan trauma yang begitu mendalam padanya, sampai saat ini.


Shasa hanya terdiam mendengar apa yang di katakan oleh dokter Reza dan tetap menutup matanya


Kleek,,,


Pintu terbuka dari luar, Raka terlihat berjalan masuk, kedalam ruangan dan melihat dokter Reza sudah memulai pengobatannya.


"Ssssst, jangan berisik"


Ucap dokter Reza sambil menempelkan jari telunjuknya di bibir

__ADS_1


__ADS_2