Antara Cinta Dan Kasih

Antara Cinta Dan Kasih
aku merasa sangat bahagia


__ADS_3

Shasa benar-benar menikmati pemandangan itu, dan terlihat sangat bahagia, kesejukan karena tiupan angin, seakan menerbangkan semua penderitaan dalam hatinya.


Shasa merentangkan kedua tangannya merasakan tiupan angin yang menghembus sambil memejamkan matanya dan tersenyum


Melihat kebahagiaan Shasa, dalam hati Raka pun merasakan kebahagiaan itu! dia tersenyum dan terus menatap Shasa yang begitu menyukai tempat itu


Raka mendekat pada Shasa yang masih merentangkan tangannya, dan memeluknya dari belakang


"Apa kamu menyukai tempat ini?" Tanya Raka


Shasa mengangguk dan terus menutup matanya, merasakan semua kebahagiaan! dan mencoba untuk membuang semua penderitaan dalam hidupnya.


Shasa tidak mengelak dari pelukan Raka yang memeluknya dari belakang dia tetap merentangkan tangannya dan merasakan hangatnya pelukan dari Raka.


"Jika kamu menyukainya, aku akan selalu membawamu kemari, aku berjanji padamu" ucap Raka lagi sambil mencium kepala Shasa yang ada di bawa dagunya


Shasa mengangguk lagi dan berbalik, menghadap pada Raka! dan membalas pelukan dari Raka.


"Terimakasih karena sudah membuatku sebahagia ini" ucapnya sambil mengeratkan pelukannya pada Raka


"Hei,,, ada apa? Kenapa kedengarannya kamu sedang bersedih? Bukannya kamu sedang bahagia?" Tanya Raka sambil mencoba untuk mendongakkan kepala Shasa yang menempel di dada bidangnya.


Shasa yang masih memeluknya mendongakkan kepalanya sambil melihat Raka yang menatapnya dan menggelengkan kepalanya


"Tidak,, aku merasa sangat bahagia! aku hanya merasa, hari ini hari yang begitu membahagiakan dalam hidupku, itu yang membuatku terharu" jelasnya hingga membuat Raka yang mendengarnya tersenyum


Raka menundukkan kepalanya dan mengecup kening Shasa dan kembali tersenyum padanya


"Bersamaku, aku harap kamu tidak memiliki kesedihan apapun, aku ingin kamu hanya merasakan kebahagiaan" tuturnya dan terus memeluk Shasa


Sekarang Kasih sayang yang di dapatkan oleh Raka membuat Shasa seakan melupakan segalanya, dia merasakan kebahagiaan yang berbeda saat bersama dengan bibinya ataupun dengan Rendi.


Dia berharap akan selalu merasakan kebahagiaan itu kedepannya, Tampa ada penderitaan.

__ADS_1


Tampa sadar! Shasa yang terlena akan kasih sayang Raka terhadapnya, mebuat dia menjinjitkkan kakinya dan membuat Raka menundukkan kepalanya lagi! dan mencium bibir raka,


Untuk sesaat Raka tercengang dengan tingkah Shasa yang tiba-tiba menciumnya begitu saja, namun itu tidak membuatnya untuk mengelak dan menghindarinya!


Karena Raka merasa Shasa kesusahan untuk menciumnya, dia malah mengangkat tubuh Shasa dan berjalan menuju mobilnya dan mendudukkannya di atas depan mobil, dan membalas ciuman Shasa dengan begitu agresif. Raka memejamkan matanya mencoba untuk meresapi ciuman yang begitu menggairahkan di lakukan oleh shasa membuatnya dengan nafsu yang tinggi terus mencium bibir Shasa sampai iya puas.


Ciuman yang begitu lama membuat Shasa malu saat tersadar dengan apa yang baru saja iya lakukan, dia menutup wajahnya dengan kedua tangannya saat Raka menyudahi ciumannya itu.


Raka tersenyum melihatnya dan melerai tangannya yang menutupi wajahnya.


"Jangan merasa malu, sekarang aku milikmu dan kamu bebas melakukan apa saja yang kamu inginkan kepadaku" jelas Raka sambil memegang dagu Shasa


Karena tidak ingin menatap mata Raka, Shasa langsung memeluknya lagi.


"Apa kamu sengaja menggodaku?" Tanya Shasa yang tidak melepaskan pelukannya pada Raka


"Bukan aku yang menggodamu! Tapi malah sebaliknya kamu yang menggodaku, kamu selalu menempel padaku, buktinya sekarang kamu yang sedang memelukku" jelas Raka hingga membuat Shasa dengan cepat melepaskan pelukannya, dan memukul lengan Raka yang sedang berdiri di hadapannya


Raka tersenyum dan menyentil hidung Shasa


Shasa mengangguk.


Melihat anggukan dari Shasa, Raka tersenyum dan berjalan membuka bagasi mobil dan mengambil beberapa makanan yang ada didalamnya dan membawanya pada Shasa.


Mereka berdua duduk di atas depan mobil sambil makan dan saling senyum bahagia dan saling bercanda gurau.


"Habis makan bagaimana jika kita kesana" ucap Shasa sambil menunjuk tepi laut yang ada di depannya


"Baiklah, Sebelum itu habisi ini dulu" ucap Raka sambil memasukkan kue ke dalam mulut Shasa, hingga membuat Shasa tidak bisa berbicara karena mulutnya penuh


Suara Tawa Raka terdengar!


Shasa dengan cepat mengunyah dan mencoba untuk menelan kue yang ada di dalam mulutnya sambil menunjuk Raka yang masih menertawakannya dan sudah berjalan mendahuluinya ke tepi laut

__ADS_1


"Awas kamu yah,, tunggu jangan lari kamu!" Teriak Shasa yang mencoba untuk turun dari mobil dan berlari mengejar Raka yang sudah jauh darinya


"Apa kamu bisa mengejar ku? Dengan langkah kaki yang seperti itu" Teriak Raka sambil tertawa meledeknya


Raka berhenti berlari dan hanya berjalan saat telah sampai di tepi laut dan sesekali menoleh kearah shasa yang masih terlihat berusaha untuk mendekatinya


"Cepatlah sedikit," teriak Raka lagi sambil berjalan membelakangi Shasa


Shasa berhenti untuk berlari, detak jantungnya terasa begitu cepat, sesak didalam dadanya terasa.


Shasa menggelengkan kepalanya sambil memegang dadanya, dia merasa itu terjadi hanya karena kecapean, dia tetap berjalan ke arah Raka yang jauh di hadapannya,


namun nafas yang terengah-engah membuatnya tidak bisa untuk melangkahkan kakinya lagi, lututnya terasa gemetar dan hatinya mulai merasakan sakit.


"Tidak jangan sekarang,, aku tidak ingin Raka melihatku seperti ini, Tuhan aku mohon" pinta Shasa, sambil menggelengkan kepalanya lagi dengan harapan sakit itu akan segera menghilang


Shasa mencoba untuk duduk agar bisa mengendalikan semuanya, namun itu sia-sia, pandangannya mulai gelap, sakit dalam hatinya membuatnya sampai tak sadarkan diri.


Shasa tergeletak di tengah pasir yang begitu luas, dibawa terik matahari, tanpa disadari oleh Raka dan tanpa siapapun yang melihatnya.


Setelah lama Raka berjalan sendiri, tapi Shasa belum juga menghampirinya, senyum Raka selalu terlihat, ketika dia bermain air laut sendiri dan terlihat ada seekor kepiting kecil yang menarik perhatiannya.


"Shasa cepat kemari" teriak Raka tanpa menoleh untuk melihatnya! dan mencoba untuk menangkap kepiting kecil itu.


Berusaha dan berusaha dan pada akhirnya Raka menangkapnya


"Aku berhasil,,, Shasa lihat apa yang aku dapat," ucap Raka sambil mengangkat kepiting kecil itu di hadapannya dan menoleh untuk memperlihatkannya pada Shasa dengan senyum bahagia di bibirnya


"Shasa" ucapnya saat melihat Shasa sudah tergeletak di kejauhan sana. Kepiting kecil yang ada di tangannya jatuh tanpa iya sadari.


Raka dengan cepat berlari menuju ke arah Shasa dengan kecemasan dan kekhawatiran yang seakan menusuk hatinya.


senyum bahagia yang baru saja di perlihatkanya seketika menghilang begitu saja, dan berganti dengan raut wajah yang terlihat sedih dan rasa takut

__ADS_1


"Shasa," ucapnya lagi saat telah sampai di dekatnya, dengan cepat Raka mengangkat kepala Shasa dan memangkunya


__ADS_2