Antara Cinta Dan Kasih

Antara Cinta Dan Kasih
Untuk apa kamu kemari?


__ADS_3

Di ruang kerjanya, Andra berdiri menghadap rak buku sambil berpegangan pada tiang rak buku.


Air matanya tak berhenti untuk menetes setelah mendengar apa yang di katakan oleh dokter Dafa.


"Tuan Andra, Shasa tidak akan bisa bertahan lagi, kondisinya sudah sangat tidak memungkinkan, kanker dalam hatinya sudah tidak bisa lagi membuatnya untuk bertahan, setiap Rasa sakit yang iya derita itulah yang paling menyakitkan." Jelas dokter Dafa, namun Penjelasannya itu benar-benar sudah melukai Andra.


"Lakukan sesuatu, agar Shasa bisa di selamatkan, apapun itu! Katakan padaku, meski harus mengorbankan nyawa, asalkan dia bisa di selamatkan, aku akan melakukannya"


"Maaf tuan, untuk saat ini nona Shasa benar-benar sudah tidak bisa sembuh! meski mendapatkan donor hati itu semua hanya akan sia-sia" jelas dokter Dafa


Andra terdiam, iya melangkahkan kakinya menuju kursi dan duduk, rasa sedih dan kasihan pada Shasa Membuatnya tidak bisa melakukan apa-apa lagi, setelah mengetahui saudarinya itu sedang terpuruk dan dia tidak bisa melakukan apapun Membuatnya begitu merasa bersalah


"Tuan Andra,, apa pun yang akan terjadi, cobalah untuk menerima kenyataan" ucap dokter Dafa


Andra meletakkan siku di atas meja dan menyentuh dahinya yang terasa sakit


"Baiklah aku mengerti, sekarang sebaiknya kamu pergi, aku harus menenangkan diri dulu" ucap Andra


"Baik tuan.." jawab dokter Dafa


Belum sempat dokter Dafa untuk membuka pintu ruangan itu, ketukan pintu dari luar terdengar


Tok.. tok.. tok..


Andra melihat kearah pintu


"Masuk"


Kleek... suara pintu terbuka dari luar, dan dengan cepat seorang pembantu masuk dan menundukkan kepalanya, dengan tergesa-gesa pembantu itu tidak dapat berbicara dengan baik


"Tu.. tuan.. nona Shasa.." pembantu itu menunjuk keluar


"Ada apa dengannya" balas dokter Dafa


"Maaf tu.. tuan..! Aku.. aku mencoba untuk membangungkannya ta.. tapi nona tidak mau bangun, nona Shasa tidak bergerak dan tidak merespon apapun yang aku lakukan padanya " jelas pembantu itu


Andra Tidak mengatakan apapun saat mendengar perkataan dari si pembantu, Andra segera bergegas, berjalan menuju kamar Shasa. Dalam hatinya tidak menentu mengingat hal buruk yang akan terjadi


Dokter Dafa dan pembantu pun dengan segera menyusul Andra.


"Shasa.. shasa.. bangun..!" Andra menepuk-nepuk pipi Shasa mencoba untuk membangungkannya


"Shasa.. ini kak Andra, bangun..


Dokter Dafa mendekat pada Andra dan Shasa, memeriksa denyut nadi Shasa dan melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

__ADS_1


Dokter Dafa menggelengkan kepalanya saat selesai memeriksa keadaan Shasa.


Dokter Dafa menghela nafas dan melihat Andra


"Bagaimana? Dia baik-baik saja kan?" Tanya Andra dengan mata yang terbelalak melihat dokter Dafa Sehingga, dokter Dafa ragu untuk menyampaikan apa yang terjadi pada Shasa


"Tu..tuan, ttena..ng" mata dokter Dafa melihat ke segala arah mencari sesuatu.


Dokter Dafa membuka tempat sampah yang ada di dalam kamar itu dan mengorek-ngorek


"Apa yang kamu lakukan?" Tanya Andra


"Tuan,, mungkin saja penyakit nona Shasa kambuh sehingga tidak bisa menahan rasa sakitnya atau mungkin saja nona Shasa juga mengalami depresi, sehingga dia meminum obat penenang" jelas dokter Dafa


"Apa maksudmu?" Tanya Andra yang tidak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh dokter Dafa, dengan tatapan yang marah Andra menatap dokter Dafa


"Tu..tuan nona Shasa sedang koma, mengkonsumsi obat penenang bertentangan dengan penyakitnya yang sudah mengkonsumsi begitu banyak obat selama ini, itu yang membuat tubuhnya tidak bisa, menerimah obat lain masuk kedalam tubuhnya, hingga membuatnya koma." Jelas dokter Dafa


"Apa maksud mu?" Lagi-lagi Andra bertanya tidak mengerti dengan apa yang di katakan oleh dokter Dafa


"Tuan anda harus bersiap, apapun yang terjadi, itu yang terbaik untuk nona Shasa" ucap dokter Dafa sambil menepuk-nepuk bahu Andra, yang tidak bisa menahan kesedihan di hatinya


Andra, melangkah mendekat pada Shasa yang tengah berbaring di ranjang. Dia menarik kursi dan duduk Memegang tangan Shasa


"Shasa bangun..." Andra Memegang tangan Shasa dengan kedua tangannya sambil menyentuh dahinya


David dan Leo yang baru saja tiba, terdiam! mereka pun turut bersedih mengetahui keadaan Shasa.


terutama Leo, Tampa iya sadari Leo meneteskan air mata, karena mengingat akan kebaikan Shasa padanya.


Leo tidak menyangka akan melihatnya kondisi Shasa yang begitu menyedihkan


Leo menghapus air matanya yang sudah membasahi pipinya tidak ingin David mengetahuinya


***


Raka memarkirkan mobilnya di depan warung Rita, iya dengan cepat turun dari mobil saat iya sudah mematikan mesin mobilnya.


Melihat kedatangan Raka, Rita melangkah keluar


"Raka..." Ucap Rita


Dengan sangat kebetulan, belum lama Raka sampai, Rendi pun tiba.


Melihat kedatangan Raka, Membuat Rendi jadi penasaran, dengan cepat iya turun dari mobil

__ADS_1


"Untuk apa kamu kemari?" Tanya Rendi


Raka menatap Rendi, dan kembali menatap Rita.


"Apa sebenarnya yang terjadi? Apa yang terjadi dengan Shasa yang tidak aku ketahui!" Perkataan dari Raka, Membuat Rita menggelengkan kepalanya, tidak mengerti dengan apa yang di ucapkannya


"Apa maksudmu? Memangnya apa yang terjadi pada Shasa?" Rita balik bertanya dan melihat Rendi


"Aku tahu kalian tidak mungkin tidak mengetahui apa-apa, sekarang aku kemari untuk mempertanyakan apa yang sebenarnya sedang terjadi?" Tanya Raka lagi


Rendi melihat kearah Rita, Mendengar pertanyaan dari Raka Membuatnya takut jika Rita sampai tahu keadaan Shasa yang sebenarnya.


"Apa maksudmu dengan apa yang terjadi? Aku tahu kamu dan Shasa sudah tidak punya hubungan apa-apa lagi, kamu tidak punya hak untuk mengetahui tentang dirinya, jadi untuk apa kamu kemari dan mempertanyakannya? tanpamu Shasa akan baik-baik saja, Sebaiknya kamu pergi dari sini" ucap Rendi mencoba untuk mengusir Raka, namun Raka pria yang begitu keras kepala, sebelum iya mendapatkan jawaban dari pertanyaannya dia tidak akan meninggalkan tempat itu.


"Rendi..." Raka yang tidak sabaran mengancam Rendi dengan tatapan matanya


Di tengah perdebatan Raka dan Rendi, Rita mendapat panggilan dari seseorang. Ponsel yang berdering di sakunya, membuat Rita dengan cepat mengambil ponselnya.


Tanpa berbasa-basi Rita menjawab panggilan itu


"Halo..." Jawab rita


Rita dengan serius mendengarkan apa yang di katakan oleh orang yang ada di balik ponselnya


Air mata tiba-tiba menetes begitu deras, Rita yang tanpa kata-kata terisak. Kakinya terasa lemas, Rita perlahan jongkok dan menangis histeris, Membuat Raka dan Rendi keheranan.


"Bibi.. apa yang terjadi?" Tanya Rendi sambil menghampiri Rita


Rita berdiri dan memukul-mukul lengan Rendi.


"Apa yang sebenarnya terjadi? Apa yang sudah kamu sembunyikan dariku?" Rita terus memukul Rendi dan menangis


"Bibi.. tenang! Ada apa? Siapa menghubungi bibi? Kenapa bibi jadi seperti ini?" tanya Rendi lagi


Rita terus menangis


"David bawahan dari Andra!" Ucap Rita


"Shasa.. dia.." belum sempat melanjutkan ucapannya Rita pun terjatuh dan tak sadarkan diri.


Rendi dengan cepat menangkannya


"Bibi..." Teriak Rendi


"Apa yang terjadi pada Shasa?" Raka menanyai Rita yang tidak sadarkan diri

__ADS_1


"Bibi.. katakan apa yang terjadi pada Shasa?


__ADS_2