Antara Cinta Dan Kasih

Antara Cinta Dan Kasih
apa dia masih hidup?


__ADS_3

Antoni berjalan menghampiri putranya yang tengah tertidur pulas di sofa, dia menyelimutinya dan mencium keningnya,


Setelah itu menghampiri Shasa yang tengah berbaring di ranjang.Antoni menyentuh dahi Shasa


"Ini sangat panas," Ucap Antoni dan mengambil suntikan di dalam laci yang tidak jauh darinya dan mengambil sebuah cairan dan memasukkan kedalam suntikan dan kemudian menyuntikkannya di dalam botol infus yang kini tergantung.


Sekujur tubuh Shasa basah akibat keringat dingin membasahi.


"Ayah ibu, tolong Shasa, Shasa tidak ingin tinggal disini, Sakit.. tolong jangan pukul Shasa lagi," Anak kecil itu menangis dalam tidurnya


Antoni jadi kaget, Dengan segera di mengelus rambut Shasa.


"Jangan takut, ini hanya mimpi." Ucap dokter Antoni


"Tidak,, tidak,, Shasa ingin pergi, ayah ibu...


Ini sakit,, heheeee heee Shasa sakit.." Shasa memberontak dan menangis.


"Tenang sekarang om bersamamu, tidak akan ada yang berani mengganggumu," Antoni memegang tangan Shasa dan terus mengelus-elus rambutnya, menatapnya dengan tatapan kasihan


"Tidurlah, semuanya akan baik-baik saja, tidak akan ada yang bisa menyakitimu, om akan menjagamu disini." Antoni terus berusaha agar gadis kecil yang kini terbaring di hadapannya itu bisa tenang


Cukup lama dokter Antoni menenangkan Shasa yang terus bermimpi buruk dan pada akhirnya tertidur pulas dengan memegang erat tangan dokter antoni.


Antoni duduk memandangi Shasa, rasa iba muncul dalam hatinya


"Kamu pasti sudah sangat menderita," Ucapnya dalam hati, dan membiarkan tangannya dalam genggaman shasa.


Malam yang gelap kini berganti pagi yang cerah, Antoni membuka mata, dan mendapati dirinya, yang tertidur dengan posisi, duduk di samping tempat tidur dimana Shasa masih tertidur pulas, tangan yang masih dalam genggaman shasa di tarinya dengan Pelang agar tidak membangunkan gadis kecil itu.


"Pa.." Suara Teriakan dari belakang Terdengar.


Antoni menoleh ke arah suara, dan tersenyum melihat putranya yang sudah terbangun. Rendi menghampiri papanya.


"Papa semalam tidur disini juga?" Tanya rendi


Dokter Antoni mengangguk, Dan menciumi kening putranya.


"Pagi jagoan ku, semalam papa harus menjaganya, karena demamnya sangat tinggi."


Rendi menjulurkan tangannya memegang dahi Shasa.


"Dia tidak panas,"


Antoni tersenyum lagi mendengar perkataan putranya itu.


"Sekarang sudah tidak, Kan papa sudah mengobatinya." Ucap Antoni membanggakan diri


"Pa apa dia baik-baik saja sekarang?"


"Jika papa yang menangani pasien itu akan baik-baik saja" Ucap Antoni tersenyum dan mengacak acak rambut putranya dengan tangannya.


"Ya sudah papa harus menyiapkan sarapan, Sekarang Rendi mandi dulu,"


Ucap Antoni


"Baik pa.." Rendi berjalan keluar dari kamar dan berjalan menuju kamarnya

__ADS_1


Tidak lama kemudian bel berbunyi, Dokter Antoni yang hendak menyiapkan sarapan segera berjalan menuju pintu dan membukanya, Rita yang berdiri di balik pintu tersenyum saat pintu itu terbuka dan menundukkan kepalanya kepada dokter Antoni yang ada di depannya.


"Pagi dokter" Sapa Rita


Dokter Antoni membalasnya dengan anggukan


"Maaf dokter jika aku datang terlalu pagi.


Semalaman anda merawat anak kecil itu, Jadi aku sengaja menyiapkan anda sarapan untuk pagi ini sebelum anda ke rumah sakit.


"Itu tidak perlu," Ucap Antoni dan tersenyum pada rita


"Ini sudah menjadi tugasku sebagai seorang dokter" Ucap Antoni lagi


"Ini sudah terlanjur, aku sudah membuat dan membawanya kemari, Dokter apa aku boleh masuk?" Tanya Rita


"Oh iya boleh-boleh, Silahkan" Jawab dokter Antoni dan mempersilahkan Rita untuk masuk.


Rita pun masuk dan berjalan menuju ruang makan menyajikan sarapan untuk Antoni dan putranya Rendi, dengan bekal yang sudah di bawahnya.


Rendi yang terlihat berjalan menuju kamar tamu masuk dan menghampiri, Shasa yang masih tertidur.


Dia terlihat menjulurkan tangan dan memencet mencet pipi Shasa, Dengan rasa penasaran Rendi melakukannya berulang kali.


"Apa dia masih hidup?" Tanyanya dalam pada diri sendiri.


"Tapi papa bilang dia sudah baik-baik saja," Rendi menjawab pertanyaan nya sendiri


"Hei... Bangun.." Rendi dengan polosnya, menggoyang-goyangkan tubuh Shasa.


"Rendi apa yang kamu lakukan?" Tiba-tiba suara tanya terdengar dari belakang. Rendi menoleh dan tersenyum


"Pa.. Kenapa dia belum bangun?" tanya Rendi pada papanya


"Sebentar lagi dia akan bangun, jangan kuatir, sebaiknya kita sarapan dulu." Ucap dokter Antoni


Rendi mengangguk dan berjalan keluar bersama dengan papanya.


Rita yang melihat Antoni dan putranya bergegas menghampirinya.


"Dokter silahkan sarapan," Ucap rita


"Anak itu.. Apa aku boleh melihatnya?"


Tanya Rita


"Adik kecil itu masih tidur Jangan mengganggunya" Dengan cepat Rendi menjawab dengan nada yang cuek


"Rendi jaga nada bicaramu, Jangan tidak sopan pada orang yang lebih dewasa darimu." Ucap Antoni dengan tatapan marah


Melihat mata papanya, Rendi menundukkan kepalan dan menyantap sarapannya.


"Baik pa.." Jawabnya dengan nada yang takut


Antoni melihat kearah Rita dan menganggukkan kepalanya, tanda di izinkan untuk menemui Shasa. Dengan cepat Rita berjalan menuju kamar tamu, dia masuk dan melihat Shasa terbaring di tempat tidur, dengan kondisi infus Masih terpasang di pergelangan tangannya.


Rita berjalan menghampirinya dan duduk di kursi yang ada di situ, Membelai rambut Shasa dan tersenyum

__ADS_1


"Apa kamu dikirim untuk menemaniku?" Tanyanya pada diri sendiri


"Jika itu benar aku akan merawatmu dengan baik,"


Shasa membuka mata, saat melihat orang asing di dekatnya, Shasa menjadi kaget.


Dengan cepat dia bangun dan menepi di pinggiran tempat tidur. Infus yang terpasang di tangan menjadi tertarik hingga membuatnya merasakan sakit.


"Jangan takut, aku orang baik" Ucap Rita tersenyum


"Kemarilah Lihat selang infusnya jadi ketarik, Sekarang bagaimana keadaan mu?" Tanya Rita


Shasa hanya diam dan terus menatapnya. Tatapan yang penuh dengan rasa takut membuatnya tidak bergerak.


Tiba-tiba Pintu kamar terbuka dari luar, dokter Antoni dan Rendi masuk.


Rita dan Shasa menoleh ke arah suara


"Dokter" Rita berdiri dari duduknya


"Kamu sudah bangun?" Ucap Rendi dan berjalan menuju tempat tidur. Duduk di sisi ranjang tepat di depan Shasa.


"Aku Rendi" Rendi menjulurkan tangannya mengajak gadis kecil yang ada di depannya untuk berkenalan.


Shasa hanya terdiam dan melihat Rendi yang kini duduk di depannya. Dia tidak membalas uluran tangan dari Rendi dan hanya menatapnya, Tampa bersuara. rasa takut di hatinya membuat matanya mulai berkaca-kaca, Shasa melihat di sekeliling, dan melihat Antoni dan Rita.


"Hai.. ada apa? Jangan takut, kami semua bukan orang jahat," Ucap Rita


"Benar aku bukan orang jahat, Semalam Rendi dan papa yang menjagamu disini, Jadi jangan kuatir, kedepannya Rendi yang akan menjagamu. Iya kan pa?" Tanya rendi dan melihat kearah antoni yang masih berdiri


"Benar jangan takut, Bagaimana jika kita berteman?" Ucap Antoni sambil berjalan dan duduk di dekat Rendi dan menaikkan jari kelingkingnya


"Jika kita adalah teman kedepannya semua yang ingin menyakitimu akan om yang lawan." Ucap Antoni lagi dengan lemah lembut


Gadis kecil yang baru berusia tujuh tahun, mengalami penderitaan di saat masih membutuhkan kasih sayang itu, Membuat hati dokter Antoni menjadi tersentuh, dan mencoba untuk membuatnya merasa nyaman.


Dengan pelan Shasa mulai mendekat pada Antoni, Sedikit demi sedikit dia terlihat menggerakkan dirinya agar bisa menggapai jari kelingking dokter Antoni,


Dengan rasa ragu, tapi tetap melingkarkan jari kelingkingnya yang kecil ke jari dokter Antoni.


"Benarkah? Jika kita berteman om akan menjagaku?" Tanya Shasa dengan polos dan dengan suara yang masih terdengar takut


"Bukan hanya om dokter tapi bibi juga bisa menjagamu," Ucap Rita sambil mendekat dan duduk di sisi tempat tidur yang lain


"Kak Rendi juga akan selalu menjagamu,


Jika ada yang berani menyakitimu, dia akan aku pukul sampai masuk rumah sakit." Lanjut Rendi dengan kata yang angkuh.


Antoni tertawa dan mengacak rambut Rendi yang ada di dekatnya


"Iya sekarang kita semua jadi teman, Kedepannya kita akan saling menjaga." Ucap Antoni


"Sekarang katakan namamu siapa?" Tanya Antoni


"Aku Shasa,," Ucapanya


Wajah Shasa kini mulai berubah menjadi tenang, Dan mulai percaya pada mereka bertiga.

__ADS_1


__ADS_2