Antara Cinta Dan Kasih

Antara Cinta Dan Kasih
Laura kamu benar-benar sudah berani


__ADS_3

"Jangan mencoba untuk menipuku! Katakan di mana dia? Di mana kamu menyekapnya?" Tanya Raka lagi dengan suara keras dan marah sambil memegang kera kemeja Santoso


"Kamu menyembunyikan Shasa dimana? Cepat katakan?" Tanyanya sambil menggenggam erat kera kemeja Santoso


"Shasa? Siapa yang kamu maksud? Dan apa maksudmu aku menyanderanya?"


Pertanyaan dari Santoso membuat Raka seketika terdiam dan melepas tangannya dari kera kemeja Santoso dan mengerutkan keningnya! Dia berfikir keras dan mulai menyadari jika dia salah paham padanya! dengan mengira yang dimaksud oleh Santoso itu adalah shasa.


("Shasa,, apa kak Raka mengira, yang diculik oleh Santoso adalah shasa? Apa dia kemari hanya untuk menyelamatkan Shasa?) Ucapnya dalam hati Laura


"Kak Raka,, ada apa dengan shasa?" Fiona yang melihat Raka merasa cemas! bertanya untuk memastikan apa yang ia pikirkan


Namun pertanyaan dari fiona itu tidak mendapat respon dari Raka


"Bawa Fiona pulang" perintah Raka pada Anton dan Romi, sambil melihat jam di pergelangan tangannya


("Apa Shasa masih di sana menungguku? Apa dia ada di sana?) Dalam hati Raka kini mulai bertanya-tanya


"Baik Tuan" Anton menganguk dan membawa Fiona pergi meninggalkan tempat itu


" Nona Fiona silahkan!"Anton mempersilahkan Fiona untuk mengikutinya


Tatapan mata Fiona tak lepas untuk menatap Raka yang terlihat sedang cemas dan kebingungan, Mendengar nama Shasa muncul di bibirnya! membuat Fiona sadar bahwa sebenarnya, Raka bermati-matian untuk melawan Santoso Hanya demi shasa bukan untuk dirinya.


Fiona yang merasa kecewa mengangguk dan mengikuti Anton Tampa mengatakan apapun, berjalan keluar dari dalam gudang dan pergi


Sedangkan Raka merasa bingung dengan pikirannya sendiri, Dia pun melangkahkan kakinya, untuk keluar dari dalam gudang, bermaksud untuk pergi menemui Shasa! di mana dia telah sudah berjanji akan bertemu dengannya. namun langkah kakinya terhenti karena di halangi oleh Santoso


"Kamu ingin kemana? Acara pertunangan mu akan segera di mulai, dan sekarang para tamu undangan juga sudah pada hadir, sebaiknya kamu ikut papa sekarang," jelas santoso menegaskan pada Raka aga dia mengikutinya


"Jangan menghalangiku, jika kamu tidak ingin melihatku benar-benar memberontak," ancaman dari Raka Terdengar serius


"aku sudah bersabar dengan tidak memberimu pelajaran dengan apa yang sudah kamu lakukan hari ini! Itu karena aku menganggap mu sebagai, orang yang lebih dewasa dariku," tatapan mata Raka yang membara memperjelas Raut wajahnya yang benar-benar sudah marah

__ADS_1


"Kamu,,," Santoso menunjuk Raka dan mengepalkan jemari tangannya yang ada di depan wajah raka, dan tidak bisa melanjutkan ucapannya, Santoso tidak bisa berkata apa-apa lagi


"Om Santoso" terdengar suara dari belakang yang sedang menyebut namanya, Membuat Santoso menoleh dan melihat kearah suara itu, dan melihat Laura tengah berjalan menghampirinya


"Om jangan memaksanya, Raka tidak ingin bertunangan denganku, dan begitupun juga aku" ucap Laura sambil melihat Raka yang tidak begitu memperdulikan keberadaannya


"Dia memiliki seseorang dalam hatinya, begitupun juga aku, aku tidak ingin melanjutkan pertunangan ini, jangan memaksa kami" penjelasan dari Laura membuat Raka, menatapnya! Namun pernyataan itu pun terdengar oleh Irawan


"Laura apa yang kamu katakan? Jangan berbicara omong kosong"


"Pa,, ini bukan omong kosong, yang Laura katakan sudah sangat jelas, Laura tidak ingin bertunangan dengan Raka," jelas Laura sambil menatap papanya yang sudah ada di hadapannya


Plaak,, tiba-tiba tamparan keras melayang ke pipi laura hingga membuat wajah Laura seketika memerah


Aaaaohk,,, Laura menyentuh pipinya yang terasa perih dan menatap Irawan dengan mata yang berkaca-kaca


Raka yang melihat itu hanya terdiam dan acuh tak acuh tidak ikut campur, dengan semua yang terjadi di hadapannya


Raka memalingkan pandangan dan melihat Santoso yang sedikit marah pada Irawan, dan sesekali melihat jam tangannya


"Pa,,," Laura membentak


Seumur hidupnya, ini baru pertama kalinya dia mendapat perlakuan kasar dari papanya, hanya karena menentang perjodohan itu


"Pa,, apa papa baru saja menampar Laura?" Laura menggelengkan kepalanya merasa tidak percaya dengan apa yang terjadi


"Kenapa? Apa hanya karena Laura menolak perjodohan ini? Pa,, apa papa sadar ini menyangkut kebahagiaan Laura! Laura yang akan menjalaninya sendiri, tolong jangan ikut campur dengan siapa aku ingin hidup bersama


"Tuan Irawan, yang dikatakan oleh putri anda benar, aku sama sekali tidak punya niat untuk bertunangan dengannya, jika anda ingin melihatnya bahagia! Batalkan pertunangan ini, itu jalan satu-satunya untuk anda" Raka pun ikut memperburuk suasana dengan kata-katanya yang terdengar agak sedikit kasar


Perkataan dari Laura dan raka membuat Irawan merasa sangat malu di hadapan Santoso, dia pun mengepalkan tangannya


"Laura,, apa kamu sudah berani melawan papa? Dengan semua yang sudah papa lakukan padamu, apa ini balasan darimu? Ini semua papa lakukan hanya demi kamu semata" Pertanyaan dari Irawan ,Mewakili rasa kecewanya pada Laura.

__ADS_1


"Dan kamu," Irawan menunjuk Raka


"Persepakatan aku dengan papamu tidak bisa di ganggu gugat lagi, mau tidak mau kalian hanya bisa menyetujuinya


"Pa,,, Laura minta maaf jika sudah membuat papa kecewa, tapi tolong jangan paksa Laura untuk bertunangan" ucap Laura yang terdengar memilukan


"Laura tidak mencintai Raka, dan begitupun dengannya, dia tidak mencintaiku" jelas Laura sambil menangis dan terus memegang pipinya yang terasa sakit dan melihat Raka yang berdiri di samping Santoso


"Pa,, Laura mencintai pria lain tolong jangan paksa laura" ucapan itu membuat Irawan, tidak bisa mengendalikan emosinya lagi


Plaak... Tamparan yang kedua kalinya melayang kepipi laura


Aaaaohk.. jerit Laura lagi


"Pa,,,"


"Laura kamu benar-benar sudah berani," tutur Irawan sambil menunjuk Laura


Seketika Raka merasa iba pada Laura, namun itu juga tidak bisa membuatnya, untuk berdalih pada Shasa yang sudah menguasai pikirannya!


Raka yang hanya terdiam menghela nafasnya, dan melangkahkan kakinya berjalan untuk meninggalkan suasana yang memilukan di ruangan itu


"Raka,," teriak Santoso, namun Raka tetap berjalan Tampa memperdulikan panggilan dari Santoso.


Raka terus berjalan dan melangkahkan kakinya dengan cepat, dia berjalan keluar melewati Semua tamu undangan yang ada di kediaman itu, Tampa peduli dengan orang sekitar


"Shasa aku berharap kamu tidak menungguku sekarang! Aku minta maaf, sudah ingkar janji padamu!" Dalam hati Raka benar-benar sudah tidak bisa membayangkan bagaimana jika Shasa masih ada di sana.


Andra yang melihat itu, menaikkan satu alisnya, melihat raut wajah Raka yang terlihat begitu cemas dan khawatir


"Apa yang baru saja terjadi?" Tanya Andra kepada David yang tengah berdiri di sampingnya


"Aku juga tidak tahu tuan" tapi jika dilihat dari raut wajah Raka, sepertinya dia sama sekali tidak ingin pertunangan ini di lanjutkan" jelas David

__ADS_1


__ADS_2