Antara Cinta Dan Kasih

Antara Cinta Dan Kasih
Apa yang sebenarnya terjadi padamu?


__ADS_3

"Aku tidak butuh ijin darimu, aku menyukaimu, aku menyayangimu dan sangat mencintaimu. menciummu itu tanda karena aku benar-benar mencintaimu" jelas Raka yang sama sekali terlihat tidak merasa bersalah


"Tapi aku belum mengatakan iya dan belum memberimu jawaban!" Tegas Shasa yang masih ada di dalam pelukan Raka


Raka kembali melepaskan pelukannya dan kembali untuk memegang wajah Shasa dan mendongakkan nya


"Shasa jujur padaku, apa kamu tidak menyukaiku" tanya Raka sambil melihat mata Shasa dengan tatapan yang mengharapkan balasan darinya


"Raka jangan seperti ini beri aku kesempatan untuk berpikir dulu" ucap Shasa sambil terus berusaha untuk melepaskan tangan Raka dari wajahnya.


"Apa yang sebenarnya terjadi padamu? Kenapa kamu tiba-tiba seperti ini?" Tanya Shasa dengan penasaran dan terus menarik tangan Raka agar terlepas dan sesekali memukulnya.


tangan Raka yang sebelumnya memang terluka, kini luka itu bertambah dan mengeluarkan darah akibat pukulan-pukulan dari Shasa.


Tidak menunggu lama Shasa menyadari luka yang ada di jari tangan Raka, melihat itu Shasa berhenti untuk memukulnya dan melihatnya dengan cermat.


"Kamu terluka?" Tanya Shasa dengan tiba-tiba, dan dengan rasa cemas di raut wajahnya


Mendengar pertanyaan dari Shasa! Raka dengan cepat melepaskan tangannya dari wajah Shasa dan berbalik membelakanginya.


Raka mencoba untuk menyembunyikan luka yang ada di jari tangannya itu, karena tidak ingin Shasa mempertanyakan apa yang sedang terjadi padanya! Raka melangkah untuk keluar kamar, tapi Shasa dengan cepat meraih dan memegang tangannya dan melihat lukanya itu


"Apa Kamu habis berkelahi?" Tanyanya dengan rasa ingin tahu


Raka terdiam dan tidak menjawab, dia tidak ingin Shasa sampai mengetahui soal pertunangannya dengan laura, jadi dia memilih untuk diam

__ADS_1


Melihat Raka terdiam, Shasa tidak lagi mempertanyakan masalah yang telah terjadi! karena menurutnya! Diamnya Raka mungkin itu masalah yang tidak perlu dia ketahui.


Shasa tersenyum dan menarik Raka! mendudukkannya disisi tempat tidur, dan mengambil kotak obat yang ada di dalam laci meja, Shasa terlihat membuka kotak obat itu dan terlihat mengambil salep yang di berikan oleh dokter Reza dan mengoleskannya pada luka di jari raka.


Dengan penuh perhatian Shasa mengoleskan obat itu dengan sangat hati-hati, Agar Raka tidak merasakan sakit dan perih,


sambil mengoleskan salep di jari tangan Raka, Shasa dengan Tampa sadar mengucapkan kata-kata yang jauh dari pemikiran gadis seperti dirinya, dia memberi nasehat pada Raka, hingga membuat Raka yang mendengarnya jadi tercengang dan menimbulkan banyak tanda Tanya dalam hatinya


"Ingat sebesar apapun masalah yang kamu hadapi, tetaplah untuk selalu berfikir jernih, jangan karena masalah itu kamu sampai melakukan hal yang tidak di inginkan! tetaplah untuk selalu tenang dan tetaplah untuk selalu bisa menyeimbangi diri" jelas Shasa yang tiba-tiba membuat Raka menatapnya dengan tatapan yang berbeda.


dari nada bicaranya yang terdengar dewasa dan tutur bahasanya tidak terdengar seperti Shasa yang biasanya, pemikiran yang jauh berbeda dari shasa yang di kenalnya,


Shasa yang sebelumnya adalah gadis yang masih bersifat kekanak-kanakan, menjadi sedewasah itu, membuat Raka mengajukan pertanyaan pada shasa


"Apa kamu juga selalu seperti itu? Berusaha untuk selalu terlihat tenang, dan terus berusaha terlihat tidak sedang terjadi apa-apa?" Tiba-tiba Raka menanyakan sesuatu yang membuat Shasa terdiam. shasa merasa nasehat darinya telah menimbulkan pertanyaan-pertanyaan dari Raka yang mungkin tidak bisa dia jawab


Melihat shasa yang tidak menghiraukan pertanyaan darinya, Raka memegang tangannya hingga membuat Shasa berhenti untuk mengobati lukanya dan melihatnya


"Shasa Aku tahu kamu memendam banyak masalah dalam hatimu, dan aku tahu kamu memiliki banyak kekuawatiran dan banyak pikiran di kepalamu, apa dengan menyembunyikannya itu bisa membuatmu merasa tenang?" Tanya Raka sengaja untuk memancing Shasa agar bisa menceritakan semuanya.


namun Shasa tetap saja terlihat tenang, dia kembali menundukkan kepalanya dan meniup-niup jari tangan Raka yang terluka setelah itu melihat Raka sambil tersenyum lagi.


"Masalahku tidak ada pemecahannya, aku tinggal menunggunya saja sampai itu menghilang dengan sendirinya. Walaupun aku tahu setelah itu hilang..." Shasa terdiam dan tidak meneruskan ucapannya.


("Setelah itu hilang, aku juga pasti sudah menghilang dari muka bumi ini") lanjutnya dari dalam hati

__ADS_1


Shasa terdiam untuk sesaat dan menghela nafas.


"Sudah jangan dipikirkan, sekarang tanganmu sudah aku olesi dengan salep yang di berikan oleh dokter Reza. Ingat untuk sementara jangan membuatnya terkena dengan air" jelas Shasa sambil membalutnya dengan perban


" Nah ini sudah selesai," tutur Shasa dan melihat Raka yang sudah menatapnya dari tadi


"Shasa apa kamu tidak bisa mempercayaiku dan memberitahu aku masalah yang ada pada dirimu itu?" Tanya Raka dengan rasa ingin tahunya, karena dia yakin Shasa memiliki masalah serius yang dia pendamnya sendiri


Lagi-lagi Shasa hanya tersenyum dan berdiri dari duduknya.


"Lihat diriku sekarang, apa menurutmu aku punya masalah?" Tanya Shasa yang memang ahli menyembunyikan sesuatu dalam dirinya


Raka meraih tangannya dan menariknya mendekat padanya


"Shasa Mungkin bagi orang yang melihatmu, kamu terlihat tidak memiliki masalah apapun dalam dirimu, tapi berbeda denganku! Shasa kamu tidak bisa membohongiku seperti mereka" ucapnya hingga membuat Shasa dengan cepat mengalihkan tatapan matanya, dia tidak berani melihat tatapan mata Raka yang seperti mengintrogasi dirinya.


"Tidak,, kamu salah! Sejak kecil sampai sekarang bibi, kak Rendi dan om Antoni selalu memberiku perhatian lebih, mereka sangat menyayangiku, meski aku bukan siapa-siapa mereka! tapi mereka selalu memberi apa yang aku mau, mengabulkan setiap permintaanku.


Menurutmu masalah apa lagi yang bisa aku hadapi? Kak Rendi selalu menjagaku, dia tidak pernah membiarkanku dalam kesulitan, bibi Rita selalu mengkawatirkan ku, memarahiku jika aku telat untuk makan dan selalu memerhatikan diriku, sedang om Antoni yang selalu merawatku selalu memerhatikan kesehatanku. Menurutmu darimana masalah itu bisa datang?" Jelas Shasa dengan panjang lebar sambil memperlihatkan senyum manis di bibirnya, yang membuat Raka terdiam mendengarnya untuk sesaat.


Shasa melepaskan tangannya dari genggaman Raka, dan mengambil kotak obat yang ada di samping Raka.


Mengambil untuk menyimpannya ke tempat semula, Shasa membuka laci meja dan memasukkan kotak obat itu.


"Terus Bagai mana dengan kehidupan masa lalu mu? Sebelum kamu di temukan oleh mereka?" Tanya Raka tiba-tiba membuat Shasa berdiri dan melihatnya dengan tatapan yang kosong.

__ADS_1


Untuk sesaat Shasa hanya terdiam tidak menjawab pertanyaan dari Raka


"Shasa apa itu juga tidak bisa kamu ceritakan padaku? Penyakit trauma yang kamu derita itu ada sangkut pautnya dari masa lalu mu. Aku ingin mengetahuinya agar bisa membantumu menyembuhkan trauma yang kamu derita" tegas Raka berusaha untuk membuat Shasa mau menceritakan semua masalah padanya.


__ADS_2